Pengaruh Bentuk Pupuk Organik (Padat dan Cair) dan Dosis Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan Bibit di Main-Nursery
Kata Kunci:
Bibit kelapa sawit, pupuk organik, pupuk NPKAbstrak
Penelitian ini berfokus pada pengaruh bentuk pupuk organik baik padat maupun cair serta dosis pupuk NPK terhadap perkembangan bibit kelapa sawit di main-nursery. Lokasi penelitian berpusat di kebun pendidikan dan penelitian (KP2), yang berada di Desa Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, berlangsung dari bulan Desember 2025 sapai Maret 2026. Rancangan percobaan yang digunakan pada penelitian ini adalah rancangan percobaan faktorial yang diatur dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor dan 4 ulangan. Faktor pertama berhubungan dengan bentuk pupuk organik yang tersusun dari 3 aras, yakni kontrol (tanpa penerapan pupuk organik), pupuk organik padat berbahan dasar kotoran kambing seberat 1.000 gram/polybag, dan pupuk organik cair (POC) dari urin kambing sebanyak 1,014 ml/polybag. Faktor kedua terkait pupuk NPK yang tersusun atas 4 aras, yakni 0, 5, 10, serta 15 gram/polybag. Setiap kombinasi perlakuan diulanggi sebanyak empat kali. informasi yang didapat dianalisis melalui analisis sidik ragam (ANOVA) dengan tingkatan signifikan 5%. Apabila terdapat perbandingan yang signifikan antara perlakuan, setelah itu dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada tingkatan signifikan 5%. Tidak ada interaksi nyata antara bentuk pupuk organik dan dosis pupuk NPK pada semua parameter pekembangan bibit kelapa sawit di main-nursery. Bentuk pupuk organik baik padat maupun cair tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap kontrol, tetapi pupuk organik padat memberikan pengaruh nyata terhadap pupuk organik cair (POC) pada parameter luas daun, berat segar tajuk, serta berat kering tajuk. Dosis NPK 5 gram sudah sanggup tingkatkan luas daun, volume akar, berat segar tajuk, berat segar akar, berat kering tajuk, dan pertambahan diameter batang, sedangkan dosis pupuk 10 gram sudah sanggup meningkatkan berat kering akar.
Referensi
Afrizon. (2017). Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Dengan Pemberian Pupuk Organik Dan Anorganik. Jurnal AGRITEPA, Vol.3 No.2, Hal:95-105.
Dewi, D. S., & Afrida, E. (2022). Kajian Respon Penggunaan Pupuk Organik oleh Petani Guna Mengurangi Ketergantungan Terhadap Pupuk Kimia. All Fields of Science J-LAS, Vol. 2 No. 4, Hal: 131-135. https://doi.org/10.58939/afosj-las.v2i4.458
Fang, X Yang, Zhao, Z., Zhou, Y.Liao, Y. Guan, Z. Chen, S., & Fang, W. Chen, F. Zhao, S. (2023). Application Increased Chrysanthemum Growth and Quality by Reinforcing the Soil Microbial Community and Nutrient. Plants, Vol. 12 No. 4062, Hal: 1-18.
Kurniawati, H. Y., Karyanto, A., & Rugayah, &. (2015). Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair Dan Dosis Pupuk NPK (15:15:15) Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.). Jurnal Agrotek Tropika, Vol. 3 No. 1, Hal: 30-35.
Liu, Y., Lan, X., Hou, H., Ji, J., Liu, X., & Lv, Z. (2024). Multifaceted Ability of Organic Fertilizers to Improve Crop Productivity and Abiotic Stress Tolerance: Review and Perspectives. Agronomy, Vol. 14 No. 6, Hal: 1-28. https://doi.org/10.3390/agronomy14061141
Lubis, E., Munar, A., & Wan Arfiani Barus, dan H. K. (2023). Pelatihan Fermentasi Kotoran Kambing Menjadi Pupuk Organik Di Desa Banjaran Raya. Jurnal Pengabdian Masyarakat, Vol. 4 No. 3, Hal: 169-175.
Permadi, B. (2021). Pengaruh Pupuk Organik Cair (POC) Urine Kambing Terhadap Pertumbuhan. Jurnal Mahasiswa Agroteknologi (JMATEK), Vol. 2 No. 1, Hal: 35-40.
Rizal, M., Mutryarny, E., & Endriani. (2022). Aplikasi Pupuk NPK Dan Pupuk Organik Cair Paitan Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineesis Jacq). Di Main-Nursery. Jurnal Agrotela, Vol. 1 No. 2, Hal: 14-20.
Roba, T. B. (2018). Review on: The Effect of Mixing Organic and Inorganic Fertilizer on Productivity and Soil Fertility. OALib, Vol.5 Hal.6, : 1–11. https://doi.org/10.4236/oalib.1104618
Trivana, L., Pradhana, A. Y., & Manambangtua, A. P. (2017). Optimalisasi Waktu Pengomposan Pupuk Kandang Dari Kotoran Kambing Dan Debu Sabut Kelapa Dengan Bioaktivator Em4. Jurnal Sains Dan Teknologi Lingkungan, Vol. 9 No. 1, 16.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Citation Check
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


