https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/issue/feed AGROFORETECH 2026-08-14T10:07:48+07:00 Helmi Afroda, S.IP.,M.IP helmiafroda@gmail.com Open Journal Systems <p><strong>AGROFORETECH</strong> merupakan media jurnal elektronik sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir dan atau sebagian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa strata satu (S1) Institut Pertanian STIPER Yogyakarta yang merupakan kewajiban setiap mahasiswa untuk mengunggah karya ilmiah sebagai salah satu syarat untuk yudisium dan wisuda sarjana. Artikel ditulis bersama dosen pembimbing dan penguji serta diterbitkan secara online setelah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan editor AGROFORETECH. AGROFORETECH menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari lima Program Studi, yaitu <strong>Prodi Agribisnis, Prodi Agroteknologi, Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Prodi Teknik Pertanian, dan Prodi Kehutanan.</strong></p> <p>AGROFORETECH terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu bulan <strong>Maret, Juni, September, dan Desember<br /></strong></p> https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2668 Pengaruh Konsentrasi Enzim Selulase dan Sumber Nitrogen terhadap Kualitas Bioetanol dari Kulit Pisang Uter (Musa Acuminata X Balbisiana) 2026-07-23T11:04:18+07:00 Resvina Adella Br Tarigan resvinaadella@gmail.com Ngatirah atir@isntiperjogja.ac.id Ida Bagus Banyuro Partha idabagus@gmail.com <p>Bioetanol adalah cairan yang dihasilkan dari proses fermentasi gula yang berasal dari karbohidrat dengan bantuan mikroorganisme, penelitian ini melakukan inovasi pembuatan bioetanol dari kulit pisang uter dengan penambahan enzim selulase dan nutrisi. Bagian lain dari buah pisang yang juga dapat dimanfaatkan sebagai bioethanol adalah bagian kulit, kulit pisang uter mengandung lignoselulosa yang meliputi liginin, selulosa, dan hemiselulosa. Tujuan dari penelitian ini ialah mengetahui pengaruh konsentrasi enzim selulase terhadap bioetanol yang dihasilkan dari kulit pisang uter, mengetahui jenis nitrogen yang baik terhadap sifat-sifat etanol dan menetukan konsentrasi enzim selulase dan jenis nitrogen yang menghasilkan bioetanol sesuai dengan SNI. Percobaan dilakukan dengan mengkombinasikan 2 faktor dengan 3 taraf perlakuan yang diulangi 2 kali sehingga didapatkan 3x3x2 = 18 satuan eksperimental. Analisis yang dilakukan ialah uji densitas, kadar alkohol, kadar gula total, uji pH, dan total asam. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa konsentrasi enzim selulase sangat berpengaruh nyata terhadap kadar alkohol, densitas, pH, kadar gula total dan kadar asam total. Jenis nutrient yang digunakan berpengaruh nyata terhadap kadar alkohol, pH, kadar gula total dan kadar asam total. Sampel yang mendekati standar SNI dengan penambahan 9 ml enzim selulase dan 0,1 % Urea yaitu dengan kadar alkohol 52 %, densitas 0,7492 gr/mL, pH 5,8 dan total asam 0,0014%.</p> 2026-07-23T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2514 Pengaruh Perbandingan Tepung Mocaf dengan Tepung Koro Edang dan Gula Merah Sawit dengan Gula Tebu terhadap Karakteristik Brownies Cookies 2026-04-23T11:35:10+07:00 Cheryl Auralefia Siswoyo cherylaura01@gmail.com Sunardi ydranus@gmail.com Reza Widyasaputra rezaws@instiperjogja.ac.id <p>Meningkatnya kesadaran masyarakat akan gaya hidup sehat mendorong pengembangan produk makanan bebas gluten berbasis bahan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio tepung mocaf terhadap tepung kacang nangka dan gula aren terhadap gula tebu terhadap karakteristik kue brownies. Penelitian ini menggunakan Rancangan Faktorial Lengkap 3x3 dengan dua ulangan. Faktor pertama adalah rasio tepung mokaf: tepung kacang nangka (A1=50:50, A2=60:40, A3=70:30). Faktor kedua adalah rasio gula aren: gula tebu (B1=75:25, B2=50:50, B3=25:75). Parameter yang diuji meliputi kadar air, kadar abu, kadar protein, serat kasar, kadar gula total, kadar lemak, perbedaan warna total, dan uji organoleptik (warna, aroma, tekstur, rasa). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor A dan B secara signifikan mempengaruhi semua parameter kecuali warna dan rasa pada uji organoleptik. Interaksi kedua faktor tersebut secara signifikan mempengaruhi semua parameter kecuali serat kasar. Kandungan gula total tertinggi diperoleh pada perlakuan A3B1 (55,05%) dan A3B2 (55,20%), sedangkan yang terendah pada A1B3 (41,85%). Kombinasi perlakuan terbaik adalah A3B3 (70% mokaf: 30% nangka dengan 25% gula aren: 75% gula tebu) karena menghasilkan perbedaan warna total terendah, kadar air terendah, kadar protein yang cukup tinggi, dan kadar gula yang moderat. Kue brownies ini berpotensi sebagai camilan alternatif bebas gluten dengan karakteristik fisik, kimia, dan sensorik yang baik.</p> 2026-07-29T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2562 Teh Herbal Fungsional Daun Kelor (Moringa oleifera Lamk) dengan Penambahan Madu Lebah (Trigona sp) dan Variasi Lama Penyeduhan 2026-05-11T09:20:43+07:00 Didik Cahyono 97didikcahyono@gmail.com Reza Widyasaputra rezaws@instiperjogja.ac.id Maria Ulfah ulfah@instiperjogja.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana berbagai proporsi daun Moringa yang dikombinasikan dengan madu lebah <em>Trigona</em> sp dan lama waktu penyeduhan yang berbeda memengaruhi kualitas fisik, kimia, dan sensorik teh herbal yang terbuat dari daun Moringa. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan RBL, yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama berkaitan dengan rasio daun Moringa terhadap madu (A), yang terdiri dari tiga tingkatan: (A1 = 50:50), (A2 = 60:40), dan (A3 = 70:30). Faktor kedua adalah lama waktu penyeduhan (B), juga dengan tiga tingkatan: (B1 = 5 menit), (B2 = 10 menit), dan (B3 = 15 menit). Teh herbal daun Moringa yang dihasilkan kemudian dianalisis meliputi kadar air, kadar abu, evaluasi flavonoid, penilaian total fenol, kapasitas antioksidan, kadar serat kasar, dan uji sensorik untuk aroma, warna, dan rasa. Perbandingan antara daun Moringa kering dan madu lebah memengaruhi kadar air, kadar abu, kadar flavonoid, konsentrasi total fenol, potensi antioksidan, serat kasar, dan atribut sensorik termasuk aroma, warna, dan rasa teh herbal daun Moringa. Waktu penyeduhan juga memengaruhi kadar air, kadar abu, flavonoid, total fenol, aktivitas antioksidan, serat kasar, serta kualitas sensorik aroma, warna, dan rasa, meskipun tidak memengaruhi kadar total fenol. Di antara sampel, kombinasi daun Moringa dan madu dengan rasio 60:40 yang diseduh selama 10 menit (A2B2) adalah yang paling disukai oleh para evaluator, mencapai skor rata-rata tertinggi 6,13 dalam kategori preferensi.</p> <p> </p> 2026-07-29T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2716 Pembuatan Briket Biomassa Berbahan Pelepah Kelapa Sawit dengan Variasi Perekat (Molase, Tapioka, Maizena) dan Perbedaan Konsentrasi 2026-07-29T14:22:26+07:00 Habib Muhammad Rizqy habibrizqy5@gmail.com Reza Widyasaputra rezaws@instiperjogja.ac.id Dina Mardhatilah dina@instiperjogja.ac.id <p>Briket adalah bahan bakar padat yang dibuat dari bahan organik atau limbah biomassa melalui proses pengempaan dengan tekanan tertentu sehingga menghasilkan bentuk yang padat dan mudah digunakan sebagai sumber energi alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis perekat dan konsentrasinya terhadap karakteristik briket biomassa berbahan pelepah kelapa sawit, serta mengetahui korelasinya jenis perekat dan konsentrasinya terhadap karakteristik briket biomassa berbahan pelepah kelapa sawit. Metode yang digunakan dalam peneltian ini ialah Rancangan Blok Lengkap dengan dua faktor yaitu jenis perekat dengan 3 variasi (Molase, Tepung maizena, Tepung Tapioka) dan konsntrasi perekat dengan 3 variasi (10%,15%,20%). Parameter yang dianalisis pada penelitian ini ialah kadar air, kadar abu, kuat tekan, laju pembakaran dan nilai kalor. Hasil penelitian ini ialah jenis perekat berpengaruh nyata terhadap kadar air, kadar abu, kuat tekan dan laju pembakaran, serta konsentrasi perekat juga berpengaruh nyata terhadap kadar air, kadar abu, kuat tekan dan laju pembakaran.</p> 2026-07-29T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2722 Pengaruh Jenis dan Persentase Perekat terhadap Karakteristik Beras Analog Tepung Talas Belitung dan Kacang Merah 2026-08-03T14:12:12+07:00 Bertran Samson Wijaya Siregar Bertranselamet@gmail.com Reza Widyasaputra rezaws@instiperjogja.ac.id Sunardi ydranus@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh jenis dan persentase perekat terhadap karakteristik fisik, kimia, organoleptik, dan tekstur beras analog berbasis tepung Talas Belitung (<em>Xanthosoma sagittifolium</em>) dan tepung kacang merah, serta menentukan kombinasi perlakuan yang menghasilkan karakteristik terbaik. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Blok Lengkap (RBL) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah jenis perekat, yaitu Carboxymethyl Cellulose (CMC) (A1), xanthan gum (A2), dan kombinasi CMC gum (50:50) (A3). Faktor kedua adalah persentase perekat yang terdiri atas 1% (B1), 1,5% (B2), dan 2% (B3). Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak dua kali sehingga diperoleh 18 satuan percobaan.Parameter yang diamati meliputi daya rehidrasi, waktu rehidrasi, kadar karbohidrat, kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak, sifat organoleptik yang mencakup kenampakan, warna, aroma, rasa, dan tekstur, serta karakteristik tekstur menggunakan <em>Texture Analyzer</em>. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan (UJBD) pada taraf nyata 5% apabila menunjukkan perbedaan yang nyata.Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis perekat, persentase perekat, serta interaksi keduanya memberikan pengaruh sangat nyata terhadap daya rehidrasi beras analog. Sebaliknya, perlakuan tersebut tidak memberikan pengaruh nyata terhadap waktu rehidrasi, kadar karbohidrat, kadar air, kadar abu, kadar protein, serta sebagian besar parameter pengamatan lainnya. Perlakuan kombinasi CMC dan xanthan gum dengan konsentrasi 1,5% (A3B2) menghasilkan daya rehidrasi tertinggi sebesar 82,06% dan menunjukkan karakteristik fisik, tekstur, serta tingkat penerimaan panelis yang lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kombinasi CMC dan xanthan gum pada konsentrasi 1,5% merupakan formulasi terbaik untuk menghasilkan beras analog berbasis tepung Talas Belitung (<em>Xanthosoma sagittifolium</em>) dan tepung kacang merah dengan karakteristik fisik, kimia, organoleptik, dan tekstur yang optimal.</p> <p><strong> </strong></p> 2026-07-29T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2749 Analisis Pengaruh Fraksi Buah terhadap Oil Losses dan Pengendalian Proses Perebusan di Pabrik Kelapa Sawit PT AXY 2026-08-14T10:07:48+07:00 Reo Pebriano febrianoreo511@gmail.com Ngatirah ngatirahspmp@gmail.com Erista Adisetya erista@instiperjogja.ac.id <p>Industri kelapa sawit perlu mengendalikan kehilangan minyak (oil losses) agar rendemen crude palm oil (CPO) dapat dipertahankan tanpa meningkatkan pemborosan energi dan biaya proses. Oil losses pada stasiun perebusan dipengaruhi oleh mutu tandan buah segar (TBS), tingkat kematangan buah, kerusakan mekanis, serta kecukupan parameter perebusan, terutama tekanan dan lama perebusan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan fraksi buah dan parameter perebusan tilting sterilizer terhadap oil losses serta mengevaluasi konsistensi pengendalian proses perebusan di Pabrik Kelapa Sawit PT AXY. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan 85 pengamatan yang mencakup oil losses, tekanan, lama perebusan, persentase buah matang, setengah matang, mentah, dan lewat matang. Analisis dilakukan melalui statistik deskriptif, korelasi Pearson, regresi linear berganda, serta peta kendali. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata oil losses sebesar 0,6794%, rata-rata tekanan 2,7828 bar, dan rata-rata lama perebusan 84,93 menit. Komposisi buah didominasi buah matang sebesar 68,50%, diikuti buah setengah matang 21,24%, buah lewat matang 6,37%, dan buah mentah 3,88%. Komposisi fraksi buah tidak berpengaruh terhadap oil losses, tekanan dan lama perebusan. Model hubbungan antara variabel fraksi buah dengan oil losses adalah <u>Y=4,410+0,080(X<sub>1</sub>)-(0,001)(X<sub>2</sub>)-(0,039)(X<sub>3</sub>)-(0,038)(X<sub>4</sub>)-(0,044)(X<sub>5</sub>)-(0,031)(X6)</u> Pengendalian proses perebusan di PT AXY menunjukkan inkonsistensi suhu perebusan dan tekanan namun ada satu pengamatan yang ada diluar batas kendali</p> 2026-07-29T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2653 Potensi Pengembangan Kawasan Wisata Alam Kaliurang Park Botanical Garden di Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 2026-07-23T16:02:37+07:00 Rizky Nazri Darmawan Munthe Nazrimunthe44@gmail.com M. Darul Falah falah@instiperjogja.ac.id Nanda Satya Nugraha nandasatya@instiperjogja.ac.id <p>Kawasan Kaliurang Park<em> Botanical Garden</em> merupakan salah satu contoh pemanfaatan lingkungan hutan yang optimal dengan wisata alam. Pengembangan lokasi wisata dapat diawali dengan menganalisis arah pengembangannya menggunakan metode persepsi pengunjung terhadap keberadaan Kaliurang Park<em> Botanical Garden</em> guna menambah daya tarik dan kenyamanan pengunjung. Penelitian ini dilakukan di wisata alam Kaliurang Park<em> Botanical Garden</em> di Desa Hargobinangun, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta mulai bulan Agustus hingga September 2024. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, metode slovin dalam penentuan jumlah sampel (jumlah responden), dan penggunaan kuesioner pada skala likert. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa rata-rata skor pada kategori persepsi pengunjung terhadap keberadaan wisata alam, pelayanan, fasilitas, dan keberadaan tanaman di wisata alam Kaliurang Park<em> Botanical Garden </em>adalah 3,89 yang termasuk kategori baik. Kategori yang memiliki rerata skor tertinggi adalah pada pernyataan persepsi pengunjung terhadap keberadaan wisata alam Kaliurang Park<em> Botanical Garden</em> memperoleh skor 4,2 yang termasuk kategori baik. Sementara rerata terendah adalah pada pernyataan persepsi pengunjung terhadap keberadaan tanaman di wisata alam Kaliurang Park<em> Botanical Garden</em> memperoleh skor 3,65 yang termasuk kategori baik. Hal tersebut menunjukkan bahwa pengunjung merasa pelayanan yang diberikan, berbagai fasilitas yang disediakan, maupun suasana yang dibangun pada wisata alam Kaliurang Park<em> Botanical Garden</em> telah memadai sehingga pengunjung relatif memberikan penilaian yang baik terkait keberadaan wisata alam Kaliurang Park<em> Botanical Garden</em> tersebut. Pengembangan wisata alam Kaliurang Park<em> Botanical Garden</em> berupa wahana permainan, spot foto yang perlu ditambah, area parkir, pendopo dan paket wisata.</p> <p><strong> </strong></p> 2026-07-29T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2677 Identifikasi Jenis Cacat Teknis Kayu Lapis pada Berbagai Ketebalan 2026-07-24T12:11:27+07:00 Dira ddiraaa17@gmail.com Karti Rahayu Kusumaningsih kartirahayukusumaningsih@gmail.com Siman Suwadji simansuwadji@gmail.com <p>Kayu lapis adalah papan dari beberapa lembar tipis kayu yang disebut vinir yang kemudian direkat bersama-sama dengan arah serat tegak lurus pada lembaran vinir yang letaknya saling berdekatan. Dalam proses pembuatan kayu lapis sering kali muncul berbagai cacat teknis yang dapat menurunkan kualitas kayu lapis tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis cacat teknis dan mengetahui jenis cacat teknis yang sering muncul pada kayu lapis. Pengambilan sampel dilakukan secara <em>purposive random sampling</em> yaitu sampel yang dipilih adalah yang memungkinkan untuk diambil (berdasarkan posisinya pada tumpukan sampel – sampel yang lain) dengan faktor tunggal, yaitu ketebalan kayu lapis yang terdiri atas ketebalan 2,7, 3,4 dan 14,6 mm. Untuk mengetahui jenis cacat kayu lapis yang paling banyak muncul, digunakan diagram <em>pareto</em>. Parameter yang diamati adalah jenis cacat teknis, jumlah cacat teknis kayu lapis yang paling sering muncul pada berbagai ketebalan dan jenis cacat teknis yang paling dominan pada semua ketebalan kayu lapis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 20 jenis cacat teknis pada kayu lapis dengan ketebalan 2,7 mm, 3,4 mm dan 14,6 mm yaitu cacat terbentur, <em>press mark</em>, tebal beda, <em>core</em> kurang, rapuh, <em>core </em>celah, <em>gammed tape</em>, retak, cekung, patah, sampah, <em>putty</em> susut, <em>face</em> kasar, <em>joint face</em>, <em>repair face</em>, melipat, sanding, <em>center core</em> kurang, <em>face</em> kurang dan cacat <em>back</em> kurang. Jenis cacat teknis kayu lapis yang paling sering muncul pada ketebalan 2,7 mm adalah cacat terbentur dan<em> pressmark</em> dengan persentase cacat sebesar 14%, kayu lapis dengan ketebalan 3,4 mm yaitu cacat <em>face </em>kasar dengan persentase cacat sebesar 20% dan kayu lapis dengan ketebalan 14,6 mm yaitu cacat <em>core</em> kurang dengan persentase cacat sebesar 30%. Terdapat 1 jenis cacat teknis paling dominan yang muncul pada kayu lapis dengan ketebalan 2,7, 3,4 dan 14,6 mm, yaitu cacat <em>putty</em> susut.</p> 2026-07-29T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2679 Analisis Vegetasi Habitat Burung Cendrawasih (Paradisaeidae) di Dusun Warkesi Raja Ampat Papua Barat Daya 2026-07-24T13:09:11+07:00 Hubertus Yosep Remetwa hyryosep29@gmail.com Rawana rawana@instiperjogja.ac.id Siti Maimunah sitimaimunah@instiperjogja.ac.id <p>Cendrawasih Merah (<em>paradiseae rubra</em>) serta Cendrawasih Botak (<em>cicinnurus respublica</em>) adalah burung khas papua yang keberadaannya sangat dipengaruhi oleh kondisi hutan. Hutan menjadi tempat utama bagi burung cendrawasih ini untuk hidup dan berkembang. Penelitian ini dilakukan untuk melihat komposisi dan bentuk vegetasi di habitat cendrawasih pada Dusun Warkesi, Raja Ampat, Selain itu juga untuk mengetahui jenis tumbuhan yang paling dominan disetiap tingkatan pertumbuhan berdasarkan perhitungan Indeks Nilai Penting atau INP. Metode yang digunakan yaitu, <em>Nested Sampling</em> atau Petak Bertingkat. Lokasi pengambilan data dipilih di area hutan sekunder. Dari hasil penelitian data dipilih secara <em>purposive</em> di area hutan sekunder. Dari hasil data penelitian didapati 33 jenis tumbuhan Berdasarkan hasil perhitungan Indeks Nilai Penting (INP), vegetasi yang mendominasi pada tingkat semai adalah Pucuk Merah (<em>syzygium myrtifolium)</em>, tingkat pancang didominasi oleh Matoa (<em>pometia pinnata)</em>, tingkat tiang didominasi oleh Ara (<em>ficus microcarpa)</em>, serta tingkat pohon didominasi oleh Damar (<em>agathis labillardierei</em><em>)</em>. Dari spesies tersebut, pohon Damar (<em>agathis labillardierei</em><em>) </em>dan Gaharu (<em>gyrinops versteegii) </em>mempunyai peran penting sebagai tempat bagi burung cendrawasih untuk melakukan perkawinan, serta pohon Ara berperan sebagai tempat istirahat. Sedangkan Matoa (<em>pometia pinnata) </em>dan Pala hutan (<em>myristica fatua</em>)menjadi sumber makanan secara keseluruhan. Kondisi vegetasi di habitat cendrawasih ini termasuk dalam kategori baik dengan rata-rata indeks kerapatan sebesar 131,67 ind/ha, sehingga dinilai sangat mendukung untuk kelestarian burung tersebut. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan menggunakan metode<em> purposive sampling</em> di area hutan sekunder yang merupakan hutan wisata dan dikelola oleh Desa Warkesi</p> 2026-07-29T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2695 Analisis Manfaat Ekologis dari Sistem Agroforestri pada Bentang Alam Karst di Desa Ngestirejo dan Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, D.I. Yogyakarta 2026-07-27T11:07:08+07:00 Nasywa Salsabila salsabilaaaa485@gmail.com Siman Suwadji siman@instiperjogja.ac.id Rawana rawana@instiperjogja.ac.id <p>Agroforestri merupakan sistem pengelolaan lahan yang mengombinasikan tanaman berkayu dengan tanaman pertanian dalam satu lahan sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi dan ekologis. Pada bentang alam karst yang memiliki kondisi tanah dangkal, porositas tinggi, dan keterbatasan ketersediaan air, agroforestri berperan penting dalam menjaga fungsi ekologi melalui peningkatan tutupan lahan, perbaikan mikroklimat, serta penyediaan habitat bagi satwa liar. Penelitian ini dilakukan pada Juli 2025 di Desa Ngestirejo dan Desa Kemadang, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola tanam agroforestri, jenis penyusun agroforestri, dan pengaruh agroforestri terhadap habitat satwa liar pada bentang alam karst di Desa Ngestirejo dan Desa Kemadang, Kabupaten Gunungkidul. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara terhadap 25 responden di masing-masing desa sehingga total responden berjumlah 50 responden, dokumentasi, serta analisis deskriptif terhadap data yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua desa menerapkan pola tanam <em>Trees Along Border</em> dengan komponen tanaman berkayu berupa <em>Acacia sp, Falcataria moliccana, Tectona grandis, Annona saquamosa L, Mangifera indica, Nephelium lappaceum, Cocos nucifera</em>, serta tanaman semusim berupa <em>Manihot esculenta, Arachis hypogeae L, </em>dan<em> Pennisetum purpureum</em>. Sistem agroforestri tersebut mendukung keberadaan berbagai fauna, yaitu <em>Hystrix javanica, Tupaia javanica, Macaca fascicularis, Rattus argentiventer, Aves spp, </em>dan <em>Varanus salvator</em> yang berperan sebagai penyebar biji, predator alami, maupun pengendali serangga. Keberadaan vegetasi yang beragam menciptakan habitat yang menyediakan sumber pakan, tempat berlindung, serta mikrohabitat yang mendukung keberlangsungan satwa liar. Dengan demikian, agroforestri pada bentang alam karst tidak hanya berfungsi sebagai sistem produksi pertanian, tetapi juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan kelestarian habitat satwa liar.</p> 2026-07-29T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2697 Hubungan Penerapan Prinsip 6 RSPO terhadap Pemahaman dan Persepsi Karyawan di PT Bumihutani Lestari Mill (Eagle High Plantations Group) Provinsi Kalimantan Tengah 2026-07-27T11:49:27+07:00 Dyna Intan Pangestika dynaintan8@gmail.com Siman Suwadji siman@instiperjogja.ac.id Nanda Satya Nugraha nandasatya@instiperjogja.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman, persepsi, dan dampak Prinsip 6 RSPO (pemenuhan hak-hak karyawan) terhadap karyawan di PT. Bumihutani Lestari Mill (Eagle High Plantations Group), Provinsi Kalimantan Tengah, serta menganalisis hubungan antara pemahaman dan persepsi tersebut dengan dampak yang dirasakan karyawan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa sosialisasi RSPO umumnya masih berfokus pada level manajerial, sehingga pemahaman karyawan di lapangan terhadap prinsip dan hak-hak belum optimal. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan survei kuesioner skala Likert. Pengambilan sample menggunakan teknik purposive sampling dan rumus Slovin, diperoleh 57 responden dari populasi 132 karyawan. Data analisis menggunakan uji reliabilitas Cronbach’s Alpha, uji asumsi klasik, uji korelasi Pearson, dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pemahaman karyawan terhadap Prinsip 6 RSPO (39,32), persepsi (38,11), dan dampak terhadap karyawan (39,32) berada pada kategori sangat tinggi. Uji Pearson menunjukkan hubungan yang kuat dan signifikan antara pemahaman dengan dampak (r = 0,838) maupun persepsi dengan dampak (r = 0,826). Analisis regresi berganda menghasilkan persamaan Y = 7,05 + 0,4525X₁ + 0,3799X₂, dengan pengaruh simultan yang signifikan (F = 98,95; sig = 0,000) dan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,7856, artinya pemahaman dan persepsi mampu menjelaskan 78,56% variasi dampak terhadap karyawan. Disimpulkan bahwa semakin baik pemahaman dan persepsi karyawan terhadap Prinsip 6 RSPO, semakin besar dampak positif yang dirasakan, sehingga perusahaan disarankan mempertahankan dan meningkatkan sosialisasi serta pelatihan RSPO secara berkelanjutan.</p> <p> </p> 2026-07-29T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2713 Perkecambahan Benih Balsa pada Media Campuran Cocopeat dengan Pasir 2026-07-29T12:46:13+07:00 Reihans Moslem Azhary inimojes@gmail.com Surodjo Taat Andayani surodjotaat1@gmail.com Setiaji Heri Saputro setiaji_hs@instiperjogja.as.id <p>Kesenjangan antara tingginya permintaan dan rendahnya ketersediaan kayu balsa perlu diatasi melalui peningkatan penyediaan bibit. Penyediaan bibit yang berkualitas tersebut sering kali terkendala pada fase awal pertumbuhan, khususnya proses perkecambahan benih, yang merupakan fase kritis dalam siklus hidup tanaman dan sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan di sekitar benih, salah satunya media perkecambahan. Tujuan dari penelitian ini yaitu mencari media cocopeat dan pasir yang baik pada perkecambahan benih balsa, serta mengetahui pengaruh komposisi campuran media cocopeat dan pasir terhadap keberhasilan perkecambahan benih balsa. Penilitian ini dilaksanakan di persemaian Fakultas Kehutanan kampus Instiper Yogyakarta, penelitian dilaksanakan selama 1 bulan yaitu pada 30 April – 30 Mei 2026.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri atas 5 perlakuan dan 3 ulangan, sehingga diperoleh 15 satuan percobaan. Perlakuan yang digunakan adalah :&nbsp; cocopeat 100 : 0 pasir, cocopeat 75 : 25 pasir, cocopeat 50 : 50 pasir.&nbsp; cocopeat 25 : 75 pasir&nbsp; dan cocopeat 0 : 100 pasir. Kemudian dilakukan analisis varians atau ANOVA (uji F) pada taraf uji 0,05 dan dilanjutkan dengan uji lanjut DMRT pada taraf uji 0,05. Keseimbangan media tanam dapat diperoleh menggunakan kombinasi dua jenis media dengan sifat yang saling melengkapi, yaitu pasir dan cocopeat. Pasir bersifat porus sehingga berfungsi melancarkan sirkulasi dan menyediakan udara bagi benih, sedangkan cocopeat bersifat mengikat air sehingga berfungsi menjaga kelembapan dan menyediakan air bagi benih. Berdasarkan hasil penelitian, komposisi media campuran cocopeat dan pasir berpengaruh nyata terhadap perkecambahan benih balsa. Komposisi media campuran cocopeat 50% dan pasir 50% merupakan formula yang paling optimal untuk perkecambahan benih balsa.</p> 2026-07-29T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2579 Strategi Pengembangan Usaha Madu Hutan Akasia di Desa Dayun Kecamatan Dayun Kabupaten Siak Provinsi Riau 2026-06-05T19:54:43+07:00 M. Afif Aqila aqilamuhammadafif278@gmail.com Nanda Satya Nugraha nandasatya@instiperjogja.ac.id Didik Surya Hadi didiksh@instiperjogja.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi usaha madu hutan akasia di Desa Dayun Kecamatan Dayun Kabupaten Siak, menganalisis faktor kekuatan (<em>strengths</em>), kelemahan (<em>weaknesses</em>), peluang (<em>opportunities</em>), dan ancaman (<em>threats</em>) (SWOT) dalam pengembangan usaha madu hutan akasia di Desa Dayun Kecamatan Dayun Kabupaten Siak. Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2026, berlokasi di Desa Dayun Kecamatan Dayun Kabupaten Siak. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi usaha madu hutan akasia di Desa Dayun Kecamatan Dayun Kabupaten Siak masih tergolong usaha skala kecil yang dikelola secara tradisional. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa usaha madu hutan akasia memiliki beberapa kekuatan, seperti kualitas madu yang alami dan murni, bahan baku yang masih tersedia, serta adanya kepercayaan konsumen terhadap produk lokal. Selain itu juga mempunyai kelemahan, yaitu keterbatasan modal, penggunaan alat produksi yang masih sederhana, serta pemasaran yang belum luas sehingga perkembangan usaha belum maksimal. Di sisi peluang yaitu meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap produk kesehatan alami membuka kesempatan yang baik bagi pengembangan usaha madu hutan akasia. Berdasarkan hasil analisis SWOT, strategi yang tepat dalam pengembangan usaha madu hutan akasia di Desa Dayun adalah dengan memanfaatkan kekuatan dan peluang yang ada, seperti meningkatkan kualitas dan keaslian produk, memperluas pemasaran melalui media digital, serta menjalin kerja sama dengan pihak pemerintah atau swasta.</p> <p><strong> </strong></p> 2026-07-29T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2598 Efektivitas Land Application Pome terhadap Ketersediaan Unsur Hara dan Hasil Tandan Buah Segar di Lahan Ultisol 2026-06-19T15:12:04+07:00 M. Ulil Azmi Sagala azmiulil985@gmail.com Valensi Kautsar valkauts@instiperjogja.com Herry Wirianata her.wirianata@gmail.com <p>Ultisol dikenal sebagai tanah dengan keterbatasan kesuburan yang ditandai oleh rendahnya kandungan bahan organik serta kemampuan menyediakan unsur hara bagi tanaman, serta kapasitas tukar kation terbatas. Salah satu upaya perbaikan kesuburan tanah adalah melalui pemanfaatan Palm Oil Mill Effluent (POME) menggunakan sistem land application. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh aplikasi POME terhadap ketersediaan unsur hara tanah dan produksi tandan buah segar (TBS) kelapa sawit. Penelitian dilakukan di PT Bio Inti Agrindo, Merauke, Papua Selatan dengan metode komparatif antara blok POME dan blok kontrol. Parameter yang diamati meliputi pH, C-organik, N-total, P-tersedia, K-dd, kapasitas tukar kation (KTK), kejenuhan basa, serta produksi TBS tahun 2023–2025. Data produksi dianalisis menggunakan uji Independent Sample T-Test pada taraf nyata 5%. Hasil menunjukkan bahwa aplikasi POME meningkatkan kandungan C-organik dan N-total tanah, namun tidak meningkatkan P-tersedia, K-dd, dan produksi TBS secara signifikan (p &gt; 0,05).</p> 2026-07-23T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2621 Pengaruh Pemberian Pupuk Kompos Pelepah Kelapa Sawit dan Pupuk Urea terhadap Bibit Kelapa Sawit di Pre Nursery 2026-07-13T21:16:08+07:00 Ikhfan Rahmadani ikhfanramadani86@gmail.com Dian Pratama Putra dianswn@instiperjogja.ac.id Hangger Gahara Mawandha hangger@instiperjogja.ac.id <p>Kajian ini memiliki tujuan guna mengidentifikasi kombinasi perlakuan yang paling efektif antara dosis kompos pelepah kelapa sawit serta pupuk urea dalam meningkatkan pertumbuhan bibit kelapa sawit pada tahap<em> pre-nursery</em>. Kegiatan kajian ini dijalankan di kebun percobaan milik Instiper yang berlokasi di Jl. Nangka II, Krodan, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta, selama periode Oktober 2025 hingga Februari 2026. Metode penelitian menerapkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang dirancang secara faktorial dengan dua aspek perlakuan. Aspek pertama ialah dosis kompos pelepah kelapa sawit yang tersusun atas empat taraf, yaitu tanpa kompos (0% sebagai kontrol), 25%, 50%, serta 75%. Aspek kedua ialah pemberian pupuk urea dengan empat tingkat dosis, yaitu tanpa urea (0 g sebagai kontrol), 3 g, 6 g, serta 9 g. Kombinasi dari kedua aspek tersebut memperoleh 16 perlakuan yang masing-masing diulang sebanyak empat kali, sehingga total unit percobaan yang digunakan berjumlah 64 bibit kelapa sawit. Data yang diperoleh dianalisis menerapkan analisis sidik ragam (<em>Analysis of Variance </em>/ ANOVA) pada taraf <em>Sig. </em>5%. Apabila perolehan analisis mengindikasikan adanya interaksi yang signifikan antarperlakuan, maka dilanjutkan dengan uji pembandingan rata-rata menggunakan DMRT pada tingkat kepercayaan 5%. Perolehan analisis mengindikasikan adanya interaksi nyata pada beberapa parameter pengamatan, yaitu tinggi tanaman, berat segar tajuk, serta berat kering tajuk. Kombinasi perlakuan kompos pelepah kelapa sawit sebesar 25% dengan pemberian urea dosis 9 g menghasilkan pertumbuhan terbaik pada parameter tinggi tanaman serta berat segar tajuk. Sementara itu, pertumbuhan optimal pada parameter berat kering tajuk diperoleh dari kombinasi perlakuan kompos 25% dengan dosis urea 6 g.</p> 2026-07-24T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2628 Pengaruh Cara Aplikasi dan Frekuensi Pemberian Pupuk Majemuk pada Pembibitan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Main Nursery 2026-07-14T14:01:19+07:00 Adi Pradana Tarigan aditarigan1408@gmail.com Idum Satia Santi idum_ss@instiperjogja.ac.id Yovi Avianto yovi@instiperjogja.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara cara aplikasi dan frekuensi pemberian pupuk majemuk NPKMg , serta pengaruh masing-masing perlakuan terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di <em>Main nursery</em>. Penelitian dilakuan pada bulan January hingga April 2025 di kebun penelitian dan pendidikan Instiper Yogyakarta, Maguwoharjo, Kec. Depok, Kab Sleman. Penelitian ini menggunakan metode percobaan faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor, yaitu cara aplikasi ditabur, dilarutkan, dibenam dan frekuensi pemberian pupuk 1 minggu sekali, 2 minggu sekali, 3 minggu sekali. Faktor kombinasi yang didapatkan 3 x 3 = 9 perlakuan dengan 4 ulangan sehingga bibit yang di gunakan sebanyak 36 tanaman. Analisis data dilakuan dengan <em>Analysis of Variance</em> pada siginifikan 5% dan akan diuji dengan <em>Duncan’s Multiple Range Test</em> 5% apa bila terdapat perbedaan nyata. Hasil penelitian menunjukan terdapat interaksi myata antara kombinasi cara aplikasi dan frekuensi pemberian pupuk terhadap parameter luas daun tanaman, dengan hasil terbaik pada kombinasi ditabur dengan 3 minggu sekali, dilarutkan dengan 1 minggu sekali, dibenam dengan 2 minggu sekali, Perlakuan kombinasi ditabur dengan 3 minggu sekali meberikan nilai tertinggi dan terbaik pada pembibitan kelapa sawit <em>main nursery</em>.</p> 2026-07-24T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2627 Pengaruh Trichoderma dan Kompos Ternak Sapi terhadap Serapan Nitrogen pada Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit Main Nursery 2026-07-14T13:12:19+07:00 Ahmad Ivandi ivanpjr608@gmail.com Galang Indra Jaya galang@instiperjogja.ac.id Sri Manu Rohmiyati srimanu@instiperjogja.ac.id <p>Penelitian ini mengkaji pengaruh dosis <em>Trichoderma</em> maupun kompos sapi terhadap perkembangan persemaian kelapa sawit dan penyerapan nitrogen. Studi ini dilakukan di Kebun Pendidikan dan Studi INSTIPER (KP2) dari Januari hingga April 2026. Dosis kompos sapi dan <em>Trichoderma</em> diuji dalam desain faktorial pada Rancangan Acak Lengkap. Elemen pertama adalah dosis pupuk kandang sapi (1 kg, 1,5 kg, 2 kg), dan elemen kedua adalah dosis <em>Trichoderma</em> (25 g dan 35 g). Kombinasi kedua mencakup 6 variabel perlakuan dan 4 ulangan untuk 24 unit percobaan. Jika ditemukan perbedaan yang signifikan dilanjutkan ANOVA dengan tingkat signifikansi 5% diikuti oleh Uji Jarak Berganda Duncan (DMRT). Terdapat hubungan yang substansial pada tinggi bibit, meskipun dosis pupuk kandang sapi dan <em>Trichoderma</em> tidak memengaruhi metrik lainnya. Di persemaian utama, 1 kilogram pupuk kandang sapi dan 25 gram <em>Trichoderma </em>meningkatkan perkembangan bibit kelapa sawit</p> 2026-07-24T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2644 Pengaruh Aplikasi Trichoderma Sp dan Serbuk Gergaji terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit di Main Nursey 2026-07-17T14:32:09+07:00 Raflyano Rama Bierkham raflianrama@gmail.com Pauliz Budi Hastuti pauliz@instiperjogja.ac.id Sri Manu Rohmiyati srimanunuk@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis <em>Trichoderma</em> dan serbuk gergaji pada pertumbuhan bibit kelapa sawit di <em>Main nursery</em>, dilaksanakan di kebun pendidikan dan penelitian (KP2) Desa Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta, pada Januari sampai April 2026. Penelitian menggunkan rancangan percobaan faktorial, yaitu <em>Trichoderma</em> terdiri dari 4 dosis 0,10,15 dan 20g, serbuk gergaji terdiri 4 dosis 0% + NPK sebagai kontrol, 25, 33 dan 50%. Dari perlakuan tersebut diperoleh 16 kombinasi. Kombinasi perlakuan diulang 3x sehingga terdapat 48 tanaman. Data hasil penelitian dianalisis menggunakkan sidik ragam (ANOVA) pada jenjang nyata 5%. Perlakuan yang berbeda nyata diuji lanjut DMRT 5%. Hasil penelitian menunjukkan pemberian <em>Trichoderma </em>dan serbuk gergaji menghasilkan interaksi nyata pada parameter tunggi bibit dan luas daun, kombinasi <em>Trichoderma </em>dosis 10g dan serbuk gergaji 0% menghasilkan tinggi bibit tertinggi 41,77 cm. Sementara itu luas daun tertinggi di peroleh pada kontrol 564,19 cm<sup>2</sup>. Pemberian <em>Trichoderma </em>secara tunggal tidak berbeda nyata kesebagian besar parameter, namun berbeda nyata di parameter luas daun bibit kelapa sawit. Pemberian serbuk gergaji berbeda nyata terhdap berat segar dan berat kering tajuk.</p> 2026-07-24T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2648 Respon Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) Main Nursery terhadap Pemberian Pupuk Organik pada Lapisan Tanah yang Berbeda 2026-07-20T12:20:51+07:00 M Galih Mahendra mahendragalih68@gmail.com Sri Manu Rohmiyati srimanunuk@gmail.com Ety Rosa Setyawati etyrosasetyawati@gmail.com <p>Riset ini berencana guna melihat dan mengamati pengaruh dari berbagai pupuk organik di lapisan tanah yang berbeda pada tumbuh kembang bibit tanaman kelapa sawit tahap <em>main nursery </em>pada tanah regosol. Penelitian ini bertempat di KP2 Maguwoharjo Institut Pertanian Stiper Yogyakarta pada bulan Januari s/d April 2026. Riset ini memakai rancangan percobaan faktorial rancangan acak lengkap (RAL) yang dengan dua faktor perlakuan. Faktor 1 meliputi macam pupuk organik yang terdiri dari 3 macam berupa pupuk kandang ayam, azolla, dan pupuk kompos limbah pasar. Faktor kedua yaitu lapisan tanah yang terdiri dari 3 lapisan, kedalaman 0-20 cm, 20-40 cm, dan 40-60 cm. Pengujian memberikan hasil yang dimana terdapat hasil signifikan antara kombinasi macam pupuk organik pada lapisan tanah pada berat segar akar, berat kering akar, dan volume akar bibit kelapa sawit <em>main nursery. </em>Hasil penelitian membuktikan bahwa pemberian pupuk organik azolla memberikan pengaruh nyata terhadap panjang akar dan luas daun bibit kelapa sawit <em>main nursery</em>. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan lapisan tanah pada kedalaman 0-20 cm, 20-40 cm, dan 40-60 cm berpengaruh sama terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di <em>main nursery</em></p> 2026-07-24T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2650 Analisis Perbandingan Biaya Pengendalian Gulma Perkebunan Kelapa Sawit dengan Manual, Kimia, dan Sistem Integrasi Sapi Kelapa Sawit 2026-07-20T14:50:15+07:00 Vincent Devyn Binsar Lado devyncent18@gmail.com Betti Yuniasih betti@instiperjogja.ac.id Hangger Gahara Mawandha hangger@instiper.ac.id <p>Pengendalian gulma merupakan salah satu kegiatan pemeliharaan yang memerlukan biaya operasional cukup besar pada perkebunan kelapa sawit. Perbedaan metode pengendalian menyebabkan perbedaan kebutuhan tenaga kerja, penggunaan bahan, dan biaya operasional sehingga diperlukan analisis biaya sebagai dasar dalam menentukan metode yang lebih ekonomis. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan biaya pengendalian gulma menggunakan metode manual, kimia, dan sistem integrasi sapi kelapa sawit (SISKA). Penelitian dilaksanakan di PT Equalindo Makmur Alam Sejahtera, Estate Rahayu, Kecamatan Telen, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur pada Januari–Maret 2025. Penelitian menggunakan data sekunder yang diperoleh dari dokumen operasional perusahaan meliputi biaya tenaga kerja, penggunaan bahan, biaya operasional, luas areal, dan rotasi pengendalian gulma. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan membandingkan total biaya dan biaya pengendalian per hektar pada masing-masing metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode manual memiliki biaya pengendalian gulma paling rendah, yaitu sebesar Rp432.622.193,95/tahun atau Rp1.243.167,22/ha/tahun, sedangkan metode kimia memiliki biaya tertinggi sebesar Rp926.687.532,38/tahun atau Rp2.663.194,35/ha/tahun. Metode SISKA memerlukan biaya sebesar Rp596.927.280,00/tahun atau Rp1.715.308,28/ha/tahun, sehingga 35,59% lebih rendah dibandingkan metode kimia, namun 37,98% lebih tinggi dibandingkan metode manual. Dengan demikian, metode manual merupakan metode dengan biaya pengendalian terendah, sedangkan SISKA menjadi alternatif yang lebih ekonomis dibandingkan metode kimia serta berpotensi mendukung pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang lebih berkelanjutan.</p> 2026-07-24T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2657 Pengaruh Naungan dan Frekuensi Penyiraman terhadap Pertumbuhan Pueraria Javanica 2026-07-22T04:52:37+07:00 M. Rahmatul Ham Hidayat muhammaddayat502@gmail.com Sri Suryanti ntie@instiperjogja.ac.id Betti Yuniasih betti@instiperjogja.ac.id <p style="margin: 0in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; line-height: normal;"><em><span style="font-size: 11.0pt; font-family: 'Arial',sans-serif;">Pueraria javanica</span></em><span style="font-size: 11.0pt; font-family: 'Arial',sans-serif;"> dikenal sebagai salah satu tanaman penutup tanah dari kelompok legum yang memiliki peran penting dalam memperbaiki kesuburan tanah, terutama melalui kemampuannya mengikat nitrogen dari udara. Penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana kombinasi tingkat naungan dan frekuensi penyiraman memengaruhi pertumbuhan tanaman tersebut. Kegiatan penelitian berlangsung di KP2 Institut Pertanian STIPER, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, selama Maret hingga Juni 2025. Metode yang digunakan adalah rancangan petak terbagi (<em><span style="font-family: 'Arial',sans-serif;">split plot</span></em>) dengan tiga kali ulangan. Faktor utama berupa tingkat naungan, yang terdiri atas tanpa naungan, penggunaan paranet 25%, dan paranet 50%. Adapun faktor kedua adalah frekuensi penyiraman, yaitu dua kali sehari, satu kali sehari, dua hari sekali, dan tiga hari sekali, dengan volume air tetap sebesar 40 ml per hari. Pengamatan difokuskan pada beberapa parameter pertumbuhan, meliputi panjang sulur, jumlah daun, bobot kering tanaman, bobot kering tajuk, bobot kering akar, kadar lengas tanah, jumlah stomata, serta perbandingan antara akar dan tajuk. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh interaksi antara tingkat naungan dan frekuensi penyiraman terhadap seluruh parameter yang diamati. Namun, masing-masing perlakuan secara terpisah memberikan respons yang berbeda. Naungan terbukti memengaruhi pertumbuhan tanaman, di mana penggunaan paranet 25% dan 50% cenderung menghasilkan sulur yang lebih panjang dibandingkan tanpa naungan. Di sisi lain, variasi frekuensi penyiraman juga berpengaruh, dengan penyiraman satu kali sehari memberikan hasil paling optimal pada bobot kering tanaman, baik pada bagian tajuk maupun akar. Temuan ini mengindikasikan bahwa <em><span style="font-family: 'Arial',sans-serif;">Pueraria javanica</span></em> mampu beradaptasi dengan kondisi intensitas cahaya yang lebih rendah. Oleh karena itu, tanaman ini memiliki potensi untuk dikembangkan pada lahan perkebunan, khususnya di bawah naungan kelapa sawit, tanpa mengalami penurunan pertumbuhan yang berarti.</span></p> 2026-07-24T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2661 Pengaruh Berbagai Sumber Biochar dan Dosis Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit di Pre Nursery Sistem Tray 2026-07-22T14:35:21+07:00 Abdi Qori Manurung qori.instiper@gmail.com Neny Andayani neny_and@instiperjogja.ac.id Fani Ardiani fani@instiperjogja.ac.id <p>Tanah ultisol merupakan tanah marginal yang sering digunakan sebagai media tanam pembibitan tanaman kelapa sawit. Penggunaan <em>biochar</em> sebagai pembenah tanah merupakan salah satu strategi yang efektif dalam memperbaiki kualitas tanah ultisol. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh berbagai sumber <em>biochar</em> dan dosis pupuk NPK serta interaksinya terhadap pertumbuhan pada fase <em>pre nursery</em> bibit kelapa sawit (<em>Elaeis guineensis</em> Jacq.) dengan sistem <em>tray</em>. Penelitian dilakukan selama 3 bulan di <em>Nursery</em> Perkebunan Kelapa sawit di Kalimantan Tengah. Metode penelitian yang diterapkan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdapat dua faktor pengujian, yaitu berbagai sumber <em>biochar</em> sebagai faktor pertama yang meliputi tanpa <em>biochar</em>, <em>biochar</em> pelepah kelapa sawit, <em>biochar</em> sekam padi, dan <em>biochar</em> tongkol jagung, serta dosis pupuk NPK sebagai faktor kedua yang meliputi dosis 0 g, 0,01 g, 0,03 g dan 0,05 g yang dilarutkan ke dalam air dengan volume 50 ml per tanaman. Pengulangan dilakukan sebanyak tiga kali pada setiap kombinasi perlakuan, sehingga total satuan percobaan yang digunakan berjumlah 48. Campuran tanah ultisol dan <em>biochar</em> dengan komposisi volume yang sama, yaitu 1:1. Pengolahan data dilakukan melalui analisis varians (ANOVA) dengan tingkat signifikansi 5%, yang selanjutnya diikuti uji <em>Duncan's Multiple Range Test</em> (DMRT) pada tingkat signifikansi 5% untuk membandingkan rerata perlakuan yang berbeda nyata. Hasil analisis mengindikasikan terdapat interaksi tidak nyata antara berbagai sumber <em>biochar</em> dan dosis pupuk NPK pada seluruh parameter pertumbuhan bibit kelapa sawit. Sumber <em>biochar</em> berpengaruh nyata terhadap jumlah daun dengan hasil terbaik pada <em>biochar</em> sekam padi. Sementara itu, dosis pupuk NPK berpengaruh nyata terhadap beberapa parameter mulai dari diameter batang, jumlah daun, dan berat segar tanaman, dengan pertumbuhan terbaik didapatkan pada dosis 0,05 g yang tidak berbeda nyata dengan 0,03 g per tanaman</p> 2026-07-24T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2608 Pengaruh Aplikasi Dosis Pupuk Abu Janjang Sawit dan Dosis Pupuk K terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Main Nursery 2026-06-30T15:00:38+07:00 Mhd. Rei Prana Manurung mhdreiprana@gmail.com Abdul Mu'in ab.muin@yahoo.com Pauliz Budi Hastuti pauliz@instiperjogja.ac.id <p>Peneliti ingin menganalisis yang bertujuan mengetahui pengaruh dosis pupuk abu janjang sawit dan pupuk K terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di <em>main nursery</em> dengan menggunakan tanah regosol. Penelitian dilakukan di lahan percobaan milik Institut Pertanian Yogyakarta instiper, yang berada di Maguwoharjo, Kec. Depok, Kab. Sleman, Yogyakarta dalam rentang waktu Januari 2026 sampai April 2026. Metode penelitian adalah percobaan faktorial menggunakan susunan Rancangan Acak Lengkap. Faktor pertama yaitu dosis pupuk abu janjang sawit (A) terdiri dari 4 Aras : 0,0 gram (A1), abu janjang sawit 100 gram (A2), abu janjang sawit 125 gram (A3), abu janjang sawit 150 gram (A4), dan faktor kedua adalah dosis pupuk Kalium (K) dengan 3 Aras : 10 gram kalium (K1), 30 gram Kalium (K2), 50 gram Kalium (K3). Maka diperoleh dua belas kombinasi dari kedua faktor, pada masing-masing kombinasi kedua faktor diulang sebanyak 4 ulangan, sehingga total sampel berjumlah 48 sampel. Data hasil pengamatan dianalisis dengan sidik ragam (<em>Analysis of Variance</em>) dengan alfa 0.05. Apabila terjadi pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan (<em>Duncan’s Multiple Range Test</em>) dengan alfa 0.05. Data yang diperoleh menunjukkan dari 12 kombinasi perlakuan tidak terjadi interaksi yang nyata terhadap seluruh parameter yang diamati. Faktor dosis pupuk abu janjang sawit memberikan pengaruh nyata pada beberapa parameter yakni, pertambahan jumlah daun, berat segar tanaman, berat segar tajuk, berat kering bibit, dan berat kering tajuk. Selanjutnya faktor dosis pupuk K menunjukkan pengaruh yang relatif sama terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di <em>main nursery</em>.</p> <p> </p> 2026-07-24T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2660 Efektifitas dan Efisiensi Penggunaan Beberapa Jenis Alat Penyemprotan dalam Pengendalian Gulma di Perkebunan Kelapa Sawit 2026-07-22T11:02:02+07:00 Okta Triaxa Putra Goestafo octatriputrasilalahi@gmail.com Hangger Gahara Mawandha hangger@instiperjogja.ac.id Abdul Mu'in ab.muin@yahoo.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas dan efisiensi penggunaan beberapa jenis alat penyemprotan dalam pengendalian gulma di perkebunan kelapa sawit. Penelitian ini dilakukan diperkebunan kelapa sawit, desa Tambusai Kecamatan Rumbio Jaya Kabupaten Kampar Riau. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung mulai bulan febuari 2026 hingga maret 2026. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah percobaan satu faktor yang disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 5 perlakuan yaitu knapsak sprayer manual, knapsack sprayer otomatis, knapsack sprayer bermotor, mesin semprot bermotor bertekanan tinggi, dan mesin babat masing – masing diulang sebanyak Tiga kali dengan total 15 perlakuan. Parameter yang diamati termasuk analisis vegetasi gulma (SDR), kalibrasi alat, rentang kerja, lamanya waktu kerja, dosis larutan herbisida, dan tingkat kerusakan gulma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas gulma di lokasi penelitian diklasifikasikan sebagai homogen dengan dominasi utama Ageratum conyzoides dan Imperata cylindrica. Alat mesin semprot bermotor bertekanan tinggi menunjukkan kinerja terbaik dengan waktu kerja tercepat (4,8–5,8 detik). Di sisi lain, mesin babat memiliki waktu kerja terpanjang dan rentang kerja terendah, meskipun memberikan efek kerusakan gulma langsung. Secara keseluruhan, penggunaan alat penyemprot berbasis mesin terbukti lebih efektif dan efisien daripada alat manual, baik dalam hal waktu kerja, kapasitas jangkauan, dan penggunaan herbisida.</p> 2026-07-24T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2669 Respon Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit di Pre-Nursery terhadap Pemberian Biourin Kambing pada Berbagai Jenis Tanah 2026-07-23T11:09:16+07:00 Rico Bastian Bangun ricobastianbangun@gmail.com Abdul Mu'in abdulmuinklengkeng@gmail.com Dian Pratama Putra dianswn@instiperjogja.ac.id <p>Kelapa sawit (<em>Elaeis guinensis</em> jacq) merupakan salah satu jenis palm yang memproduksi minyak untuk kepentingan bisnis. Selain berfungsi sebagai minyak untuk makanan seperti margarin, minyak sawit juga dimanfaatkan dalam industri sabun, lilin, pembuatan lembaran timah, serta produk kosmetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antar biourin kambing dan jenis tanah serta untuk mengetahui dosis biourin kambing dan jenis tanah yang paling baik terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di <em>pre nursery</em>. Penelitian ini dilakukan di kebun Pendidikan dan Penelitian (KP2) Institut Pertanian STIPER yang terletak di desa Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini dilaksanakan pada 05 Januari 2025 hingga 05 April 2026. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama pemberian dosis Biourine kambing (D), yang terdiri dari 4 Dosis yaitu 150 ml/tanaman (D1), 175 ml/tanaman (D2), 200 ml/tanaman (D0), NPK 2,25 g/tanaman (kontrol). Faktor kedua adalah jenis tanah (T) yang terdiri dari 3 jenis yaitu tanah Regosol (T1), Latosol (T2) dan Grumusol (T3). Dari kedua faktor tersebut diperoleh 4x3=12 kombinasi perlakuan, setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan tiap ulangan menggunakan 2 sampel tanaman. sehingga jumlah tanaman yang dibutuhkan dalam penelitian adalah 12 x 3 x 2 = 72 Bibit. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan sidik ragam atau <em>analist of variance</em> (anova) dan apabila pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji jarak berganda <em>Duncan’s Multiple Range Test</em> (DMRT) pada jenjang nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan Pemberian biourin kambing memberikan pengaruh nyata pada parameter volume akar tanaman. Perlakuan tanpa tambahan (D0) menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan dosis lainnya dan Jenis tanah Latosol (T2) menunjukan kondisi tanah terbaik pada semua parameter tanaman jika dibandingkan dengan Regosol (T1) dan Grumusol (T3).</p> 2026-07-24T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2671 Pengaruh Aplikasi Pupuk Daun terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit Pre Nursery dengan Media Pot Tray 2026-07-23T21:17:51+07:00 Mhd. Rezky Akbar muhammadrezkyakbar2303@gmail.com Neny Andayani neny_and@instiperjogja.ac.id Fani Ardiani fani@instiperjogja.ac.id <p>Bibit kelapa sawit yang berkualitas pada fase <em>pre-nursery</em> merupakan faktor penentu keberhasilan pertumbuhan tanaman di lapangan. Kualitas bibit dapat dicapai melalui manajemen pemupukan yang tepat, salah satunya melalui aplikasi pupuk daun dengan formula NPK 32-10-10 yang memiliki konsentrasi Nitrogen tinggi untuk mendukung pembentukan klorofil. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk memahami pengaruh aplikasi pupuk daun tersebut dengan berbagai konsentrasi dan interval waktu terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit pada media <em>pot tray</em>. Percobaan dilaksanakan dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) <em>split plot</em>. Faktor pertama (<em>main plot)</em> merupakan konsentrasi pupuk daun yang terdiri dari 4 macam perlakuan yaitu P0 (kontrol), P1 (0,125%), P2 (0,2%), dan P3 (0,25%). Faktor kedua (<em>sub plot)</em> adalah interval aplikasi yang terdiri dari 3 macam perlakuan yaitu R1 (4 hari sekali), R2 (7 hari sekali), dan R3 (10 hari sekali). Pengujian data menggunakan <em>Analysis of Variance</em> (ANOVA) dan jika ditemukan dampak yang signifikan, dilanjutkan dengan Uji Rentang Berganda<em> Duncan</em> (DMRT) pada taraf nyata 5%. Hasil kajian penelitian menyimpulkan bahwa tidak terdapat interaksi nyata dan pengaruh nyata antara pemberian konsentrasi dan interval aplikasi terhadap parameter pertumbuhan vegetatif (tinggi tanaman, jumlah daun, dan diameter batang), maupun biomassa bibit. Namun, aplikasi pupuk daun memberikan pengaruh nyata terhadap parameter volume akar dan warna daun.</p> 2026-07-24T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2676 Keanekaragaman Tumbuhan Pakuan pada Kebun Kelapa Sawit Lahan Gambut dan Mineral 2026-07-24T12:00:56+07:00 Muhammad Henky Prananda Hrp nandaharahap213@gmail.com Betti Yuniasih betti@instiperjogja.ac.id Hangger Gahara Mawandha hangger@instiperjogja.ac.id <p>Tumbuhan pakuan (<em>Pteridophyta</em>) termasuk kelompok vegetasi yang sering ditemukan di area perkebunan kelapa sawit, khususnya pada habitat yang memiliki kondisi lembap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman tumbuhan pakuan yang berada pada areal gawangan mati pada fase tanaman muda dan fase tanaman remaja di lahan gambut dan mineral. Serta mengetahui potensi dari tumbuhan pakuan yang ditemukan pada perkebunan kelapa sawit. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei vegetasi lantai untuk mengumpulkan data dengan pengamatan langsung di lapangan melalui analisis vegetasi dengan metode kuadrat pada kebun kelapa sawit muda (9 tahun) dan remaja (11 tahun) dengan lahan gambut dan mineral. Tumbuhan pakuan pada lapangan diidentifikasi menggunakan aplikasi PlantNet. Analisis potensi dilakukan untuk mengidentifikasi dan menilai potensi ekologis dan ekonomis pada tumbuhan pakuan. Hasil penelitian menunjukkan pakuan yang ditemukan ada 4 family dan 6 spesies, <em>Nephrolepis biserrata, Davallia solida, Nephrolepis cordifolia, Asplenium platyneuron, Stenochlaena palustris, Dryopteris cristata</em>. Koefisien komunitas menunjukkan spesies penyusun komunitas pakuan tidak seragam antara komunitas pakuan di lahan mineral dan gambut menunjukkan komunitas yang berbeda karena habitat yang berbeda. Keberadaan tumbuhan pakuan memiliki peran ekologis dalam menjaga kelembapan, kestabilan, dan kesuburan tanah serta mempertahankan kondisi iklim mikro. Tingginya kelembapan, curah hujan yang memadai, dan kandungan C-organik lahan gambut turut mendukung pertumbuhan dan penyebaran tumbuhan pakuan.</p> 2026-07-24T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2681 Pengaruh Berbagai Metode Aplikasi Pupuk Organik Cair (POC) terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit di Pre Nursery pada Lapisan Top Soil dan Sub Soil 2026-07-24T15:29:32+07:00 Nendra Dwi Aditya nendraaditya926@gmail.com Achmad Himawan achmad@gmail.com Enny Rahayu ennyrahayu000@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi antara metode aplikasi pupuk organik cair (POC) dan jenis lapisan tanah (topsoil dan subsoil), serta untuk menentukan metode aplikasi POC dan jenis lapisan tanah terbaik dalam merangsang pertumbuhan bibit kelapa sawit pada fase pre-nursery. Penelitian menggunakan rancangan faktorial dengan dua faktor, yaitu metode aplikasi POC (kontrol, spray ke daun, aplikasi langsung ke media tanam, dan injeksi ke tanah) dan jenis lapisan tanah (topsoil dan subsoil). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi nyata antara kedua faktor hanya terjadi pada parameter jumlah daun, di mana kombinasi topsoil dengan metode injeksi ke tanah menghasilkan jumlah daun tertinggi. Metode aplikasi POC tidak menghasilkan perbedaan yang nyata pada sebagian besar parameter pertumbuhan menunjukkan bahwa bibit pada fase pre-nursery belum merespons perbedaan cara aplikasi POC secara signifikan. Sebaliknya, jenis lapisan tanah memberikan pengaruh yang lebih dominan, dengan topsoil secara konsisten memperlihatkan pertumbuhan yang lebih baik daripada subsoil pada beberapa parameter pertumbuhan, yang mencakup tinggi bibit, bobot segar, bobot kering, dan lebar daun. Dengan demikian, topsoil merupakan media tanam paling optimal untuk mendukung pertumbuhan bibit kelapa sawit pada tahap awal pembibitan.</p> 2026-07-24T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2680 Respon Pertumbuhan dan Produksi Sawi Pagoda terhadap Dosis Pupuk Organik Cair Cangkang Telur dan Jenis Tanah yang Berbeda 2026-07-24T18:20:29+07:00 Bulan Adria Ananda Putri bulanadriaa@gmail.com Fani Ardiani fani@instiperjogja.ac.id Wiwin Dyah Ully Parwati ully.parwati@gmail.com <p>Penelitian ini berfokus untuk mengevaluasi bagaimana respons pertumbuhan dan hasil panen sawi pagoda setelah diaplikasikan pupuk organik cair (POC) berbahan dasar cangkang telur pada berbagai kondisi jenis tanag. Adapun kegiatan penelitian dilangsungkan di Kebun Pendidikan dan Penelitian (KP2) INSTIPER selama periode Januari hingga Februari 2026. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, yaitu dosis POC cangkang telur dan jenis tanah dengan beberapa ulangan. Faktor dosis POC cangkang telur terdiri dari 4 aras yaitu, 0 ml (kontrol), 50 ml, 100 ml dan 150 ml. Sedangkan faktor jenis tanah terdiri dari 2 aras yaitu tanah regosol dan latosol. Dari kedua faktor tersebut disusun menjadi 8 (4x2) kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak 5 kali ulangan setiap perlakuannya. Data analisis menggunakan <em>Analysis of variance</em> (ANOVA) dengan taraf 5% yang dilanjutkan menggunakan uji <em>Duncan Multiple Range Test</em> (DMRT), jika terdapat perbedaan nyata. Berdasarkan analisis data, tidak ditemukan interaksi yang signifikan antara pemberian POC cangkang telur dan jenis tanah terhadap keseluruhan parameter yang diamati. Pemberian POC berbahan cangkang telur hanya berpengaruh terhadap tinggi tanaman dan diameter tajuk, sedangkan jenis tanah menunjukkan pengaruh nyata terhadap jumlah daun, berat akar, berat basah tanaman, dan diameter tajuk. Secara deskriptif, dosis POC 50 ml cenderung menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya.</p> 2026-07-27T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2694 Pemanfaatan Tandan Kosong Kelapa Sawit terhadap Kesuburan Fisik dan Kimia Tanah Pasiran 2026-07-27T11:22:25+07:00 Aura Anindita Siregar auraanindita204@gmail.com Enny Rahayu ennyrahayu000@gmail.com Fani Ardiani fani@instiperjogja.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh macam kompos dan lama inkubasi terhadap kesuburan fisik dan kimia tanah pasiran. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Institut Pertanian Stiper Yogyakarta pada periode Januari sampai Maret 2026. Desain penelitian yang diterapkan yaitu Rancangan Acak Lengkap faktorial dengan dua faktor perlakuan. Faktor pertama berupa jenis kompos yang terdiri atas 4 taraf, meliputi kontrol, kompos tkks, kompos kotoran sapi dan kompos <em>Mucuna bracteata</em>. Faktor kedua berupa waktu inkubasi yang memiliki 3 taraf, meliputi 4 minggu, 8 minggu dan 12 minggu. Kombinasi dari kedua faktor tersebut menghasilkan 12 perlakuan, masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga total unit percobaan yang digunakan berjumlah 36 sampel. Evaluasi kelas kesuburan tanah mengacu pada kriteria harkat klas kesuburan tanah. Analisis data dilakukan dengan uji ANOVA pada taraf 5%. Apabila terdapat pengaruh nyata antar perlakuan, makan dilanjut dengan uji beda DMRT. Parameter yang diamati meliputi sifat fisik tanah berubah tekstur, BV, BJ dan porositas. Selain itu juga diamati sifat kimia tanah meliputi pH tanah, kandungan C-organik dan KTK tanah.</p> 2026-07-28T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2712 Kajian Sifat Agronomi dan Produksi Tanaman Kelapa Sawit pada Lahan Gambut dan Mineral 2026-07-29T06:53:52+07:00 Akhdan Mahmud Alfajri mahmudganteng2224@gmail.com Sri Gunawan sriegun@instiperjogja.ac.id Valensi Kautsar valkauts@instiperjogja.ac.id <p>Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis perbedaan sifat agronomi dan produktivitas tanaman kelapa sawit yang dibudidayakan pada lahan gambut dan lahan mineral di PT. Salim Ivomas Pratama Tbk, kebun sungai rumbia 2, kabupaten rokan hilir, provinsi riau selama bulan april hingga mei 2026. Metode survei agronomi digunakan dalam penelitian ini untuk memperoleh data primer dan data sekunder. Pengamatan dilaksanakan pada masing-masing dua blok sampel lahan mineral dan dua blok sampel lahan gambut. Pada setiap blok ditetapkan sebanyak 50 pokok tanaman sebagai sampel penelitian. Data primer diperoleh melalui kegiataan pengamatan yang meliputi tinggi tanaman, lingkar batang, diameter batang, jumlah pelepah, jumlah tandan buah segar, dan berat janjang rata-rata. Sementara itu, data sekunder diperoleh dari dokumen PT. Salim Ivomas Pratama Tbk yang mencakup data curah hujan, hari hujan, jumlah tandan buah segar, berat janjang rata-rata serta produksi kelapa sawit selama lima tahun terakhir. Seluruh data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan metode <em>Independent Samples T-test </em>dan <em>Paired Samples T-test</em> pada taraf signifikan 5%. Berdasarkan hasil analisis. Dapat disimpulkan bahawa terdapat perbedaan yang nyata pada sifat agronomi dan produktivitas tanaman kelapa sawit yang dibudidayakan di lahan gambut dan lahan mineral.</p> 2026-07-29T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2696 Pengaruh Pemberian Air Kelapa dan Mikoriza terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit di Pre Nursery 2026-07-29T10:46:27+07:00 Zay Tara Rukmana zaytararukmana@gmail.com Herry Wirianata herrywirianata@gmail.com Achmad Himawan achmadhimawan@gmail.com <p>Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh dosis air kelapa, dosis mikoriza, serta interaksi antara keduanya terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit pada fase pre nursery. Lokasi penelitian bertempat di kebun pendidikan dan penelitian Maguoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Yogyakarta, Pada ketinggian tempat 118 mdpl. Kegiatan penelitian tersebut direncanakan berlangsung selama periode Februari hingga Mei 2026.Rancangan acak lengkap (RAL) dengan pola faktorial yang terdiri atas dua faktor digunakan sebagai dasar penyusunan percobaan dalam penelitian ini. Faktor pertama adalah dosis air kelapa (K) terdiri dari 3 aras,yaitu 100 ml/polibag (K1), 200 ml/polibag (K2), 300 ml/polibag (K3). Dosis mikoriza (M) menjadi faktor kedua dalam penelitian ini, yang terdiri atas empat aras perlakuan, yaitu 0 g/polybag sebagai kontrol (M0), 10 g/polybag M1), 20 g/polybag (M2), dan 37,5 g/polybag (M3). Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan ANOVA (Analysis of Varience), dan apabila ditemukan perbedaan yang signifikan secara statistik, analisis dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan (Duncan’s Multiple Range Test) pada taraf signifikansi 5%. Berdasarkan hasis analisis terhadap kombinasi perlakuan, tidak ditemukan adanya interaksi yang nyata pada seluruh parameter pengamatan. Faktor pertama yaitu dosis air kelapa dan faktor kedua yaitu dosis mikoriza menunjukkan tidak ada perbedaan nyata terhadap seluruh parameter pengamatan.</p> 2026-07-29T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2715 Pengaruh Aplikasi Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit (LCPKS) Melalui Sistem Land Application terhadap Produktivitas Kelapa Sawit 2026-07-30T09:24:21+07:00 Beni Putra Pratama Silitonga beniputrapratama2510@gmail.com Suprih Wijayani suprihwijayani@instiperjogja.ac.id Dian Pratama Putra dianswn@instiperjogja.ac.id <p>Limbah cair pabrik kelapa sawit (LCPKS) merupakan hasil samping industri pengolahan kelapa sawit yang masih mengandung bahan organik dan unsur hara sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi melalui sistem <em>Land Application</em> (LA)<strong>.</strong> Pemanfaatan LCPKS diharapkan mampu meningkatkan produktivitas tanaman sekaligus mendukung pengelolaan limbah yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aplikasi LCPKS melalui sistem <em>LA</em> terhadap produktivitas dan berat janjang rata-rata (BJR) tanaman kelapa sawit di Pundu Nabatindo Estate. Penelitian menggunakan data sekunder yang berasal dari tujuh blok <em>LA</em> dan tujuh blok <em>Non-Land Application (Non-LA)</em> dengan tahun tanam yang relatif seragam selama periode 2020–2023. Parameter yang diamati meliputi produktivitas dan BJR tanaman. Analisis data dilakukan menggunakan uji<em> Independent sample t-test</em> pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas tanaman kelapa sawit pada blok <em>LA</em> cenderung lebih tinggi dibandingkan blok <em>Non-LA</em>, dengan perbedaan yang nyata pada tahun 2022. Berat janjang rata-rata (BJR) pada blok LA juga menunjukkan nilai yang lebih tinggi dibandingkan blok <em>Non-LA</em>, dengan perbedaan yang nyata pada tahun 2020 dan 2021, sedangkan pada tahun 2022 dan 2023 tidak menunjukkan perbedaan yang nyata. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa aplikasi LCPKS melalui sistem <em>Land Application</em> berpengaruh terhadap produktivitas dan berat janjang rata-rata tanaman kelapa sawit, dengan tingkat signifikansi yang berbeda pada setiap tahun pengamatan.</p> 2026-07-29T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2610 Identifikasi Potensi Pertanian di Desa Sruni Kecamatan Musuk 2026-07-10T10:44:20+07:00 Kusnadi Jhon Pranata Napitupulu kusnadi.jhon2003@gmail.com Siwi Istiana Dinarti siwi.istiana.d@gmail.com Hernowo hernowo.intiper@gmail.com <p>Desa Sruni di Kecamatan Musuk memiliki potensi agribisnis yang sangat besar melalui budidaya tanaman hortikultura, khususnya komoditas bunga mawar yang diintegrasikan dengan tanaman jagung dan tembakau dalam sistem tumpangsari. Meskipun sangat potensial sebagai sumber pendapatan utama, petani setempat masih menghadapi kendala fluktuasi harga ekstrem secara musiman dan ancaman serangan hama uret pada sistem perakaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi pertanian sistem tumpangsari tersebut serta merumuskan strategi pengembangan masyarakat yang tepat. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus. Pemilihan lokasi dilakukan secara purposive, sedangkan penentuan informan menggunakan kombinasi teknik purposive dan snowball sampling yang melibatkan lima informan kunci meliputi petani, pengepul, dan aparatur pemerintah desa. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, serta dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan model reduksi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi pertanian Desa Sruni sangat tangguh karena ditopang oleh lima aspek fundamental: pelestarian budaya lokal (tradisi sadranan), teknis budidaya yang efisien, inovasi pascapanen melalui produk olahan, adaptasi pemasaran, dan dukungan kelembagaan komunal. Strategi pengembangan yang direkomendasikan mencakup percepatan hilirisasi produk bernilai tambah, sinergi teknologi tepat guna bersama pihak akademisi, perbaikan rantai pasok berbasis pemasaran digital, dan penguatan kapasitas kelembagaan tingkat desa. Simpulannya, optimalisasi sistem tumpangsari ini membutuhkan pendekatan holistik dari hulu ke hilir.</p> 2026-07-29T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2635 Strategi Pemasaran Bumdes untuk Kesejahteraan di Desa Buluh Duri, Serdang Bedagai, Sumatra Utara 2026-07-16T12:54:26+07:00 M.Alfin Wildanun malfinwildanun0@gmail.com Ismiasih ismiasih@instiperjogja.ac.id Fahmi Wiryamarta Kifli fahmi@instiperjogja.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Desa Buluh Duri, Kabupaten Serdang Bedagai. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, kuesioner, dan dokumentasi terhadap 30 responden anggota BUMDes, kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BUMDes yang berlokasi di Desa Buluh Duri mengelola berbagai unit usaha, seperti wisata arung jeram, pasar desa, bus sekolah, dan penyewaan alat camping. Strategi pemasaran masih didominasi oleh media sosial dan pemasaran berbasis komunitas, namun belum optimal dalam pemanfaatan teknologi digital. Kesejahteraan masyarakat mengalami peningkatan dengan ditandai dengan pendapatan pada kategori menengah. Hasil Analisis SWOT menunjukkan ada potensi besar dalam pengembangan usaha, meskipun masih terdapat kendala pada seperti aspek promosi, manajemen, dan partisipasi masyarakat. Sehingga strategi pemasaran BUMDes berperan dalam meningkatkan kesejahteran masyarakat.</p> 2026-07-29T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2642 Impementasi Program Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap Kesejahteraan Masyarakat Berdasarkan Konsep Triple Bottom Line (Profit, People, Planet) di PT. Bakrie Sumatra Plantation di Kecamatan Kisaran Barat, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara 2026-07-17T12:15:35+07:00 Muhammad Fadlan Ginting fadlanginting2@gmail.com Agatha Ayiek Sih Sayekti ayiekagatha@gmail.com Listiyani listiyani.skripsi1@gmail.com <p>Penelitian ini dilakukan di Desa Siumbut-umbut, Kelurahan Bunut, Kec. Kisaran Barat, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Implementasi Program <em>Corporate Social Responsibility</em> (CSR) Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Berdasarkan Konsep <em>Triple Bottom Line (Profit, People, Planet)</em> di PT. Bakrie Sumatra Plantation di Kecamatan Kisaran Barat, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif dengan metode purposive sampling terhadap 30 responden yang merupakan masyarakat sekitar perusahaan. Teknik analisis yang digunakan menggunakan <em>Skala likert </em> untuk mengetahui sejauh mana CSR berpengaruh terhadap tingkat kesejateraan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan CSR pada implementasi 3P (<em>Profit, People, Planet</em>) pada unsur aspek lingkungan (<em>Planet</em>) memiliki nilai pengaruh yang paling besar dengan skor 2,4 dengan keterangan Baik, selanjutnya pada unsur aspek sosial (<em>People</em>) memiliki skor 2,2 dengan keterangan cukup dan nilai pengaruh paling kecil yaitu pada aspek ekonomi (<em>Profit</em>) 1,9 dengan keterangan cukup. Serta Peran implementasi pada kesejateraan masyarakat terhadap CSR di PT. Bakrie Sumatra Plantation di Kecamatan Kisaran Barat, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, mencakup 3P (<em>Profit, People, Planet</em>) adalah memberikan kemudahan didalam pemberian dukungan modal, memberikan kenyamanan didalam menggunakan akses jalan dan penggunaan saluran air, serta pemanfaataan sisa sampah menjadi suatu nilai jual.</p> 2026-07-29T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2654 Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Agrowisata Bawang Merah Glowing di Dusun Nawungan 1, Desa Selopamioro, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul 2026-07-21T13:49:37+07:00 Pebrian Hasintongan Siregar siregarhasinmtongan@gmail.com Fitri Kurniawati fitri@gmail.com Dimas Deworo Puruhito dimas@instiperjogja.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan pelaksanaan agrowisata di Dusun Nawungan, Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul; (2) menganalisis bentuk partisipasi masyarakat dalam pengembangan agrowisata di Dusun Nawungan, Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri; serta (3) mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pengembangan agrowisata di wilayah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan penentuan responden melalui teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Agrowisata Bawang Merah Glowing telah berlangsung secara baik, terorganisasi, dan terstruktur. Selain itu, partisipasi masyarakat berperan penting dalam mendukung keberhasilan pengembangan agrowisata. Secara keseluruhan, Agrowisata Bawang Merah Glowing memiliki prospek yang menjanjikan karena berpotensi memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan pariwisata bagi masyarakat setempat apabila dikelola secara berkelanjutan serta didukung oleh peningkatan partisipasi masyarakat.</p> 2026-07-29T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2659 Potensi Produksi dan Ekspor Kakao Indonesia 2026-07-22T10:50:55+07:00 Asta Dwi Jayanto astawijay@gmail.com Tri Endar Suswatiningsih endar_instiper@yahoo.co.id Agatha Ayiek Sih Sayekti ayiekagatha@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan (%), tren dan keterkaitan luas lahan, produksi, ekspor, impor, neraca perdagangan, serta harga kakao Indonesia dan dunia tahun 2004-2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis deret waktu (<em>time series</em>) dan analisis tren model regresi polinomial kuadratik. Data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Pertanian, serta International Cocoa Organization (ICCO). Untuk data yang diambil meliputi, luas lahan, produksi, ekspor, impor, neraca perdagangan, serta harga kakao Indonesia dan dunia tahun 2004-2024. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan (%) dan tren luas lahan rata-rata 1,25% per tahun dengan tren menunjukkan kecenderungan menurun. Produksi rata-rata -0,08% per tahun dengan tren menunjukkan kecenderungan menurun dengan pola berfluktuasi. Nilai ekspor rata-rata 10,98% per tahun dengan tren menunjukkan kecenderungan meningkat. Nilai impor rata-rata 20,21% per tahun dengan tren meningkat. Neraca perdagangan rata-rata 22,44% per tahun dengan tren menunjukkan pola yang fluktuatif. Harga kakao Indonesia dan dunia rata-rata 11,99% dan 11,18% per tahun dengan tren menunjukkan kecenderungan meningkat. Keterkaitan luas lahan dan produksi bergerak relatif searah, produksi dan nilai ekspor tidak selalu searah, produksi dan volume ekspor bergerak searah, neraca perdagangan lebih dipengaruhi ekspor dibandingkan impor, harga kakao Indonesia dan harga kakao dunia bergerak searah.</p> 2026-07-29T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2656 Manajemen Transportasi Tandan Buah Segar di Perkebunan Kelapa Sawit PT. Surya Agrolika Regsa 2026-07-22T11:42:20+07:00 Riski Fernanda fernandariski4@gmail.com Listiyani listyani.tommy@gmail.com Tri Endar Suswatiningsih endar@instiperjogja.ac.id <p>Transportasi Tandan Buah Segar (TBS) merupakan aktivitas utama dalam operasional perkebunan kelapa sawit untuk memastikan kelancaran pengangkutan dari kebun ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS) sekaligus mempertahankan mutu buah. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penerapan manajemen transportasi TBS di perkebunan kelapa sawit PT. Surya Agrolika Regsa (SAR), Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau. Metode Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner kepada 30 responden (sopir, asisten transportasi, mandor, dan krani). Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan pendekatan fungsi manajemen (perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan). Hasil Temuan menunjukkan bahwa manajemen transportasi TBS telah diterapkan melalui penyusunan jadwal, penetapan rute, pembagian tugas, pelaksanaan sesuai SOP, serta pengawasan armada. Proses pengangkutan dijalankan oleh kontraktor mitra dengan koordinasi dan pengawasan ketat dari pihak perusahaan. Kesimpulan pelaksanaan fungsi manajemen transportasi di PT. SAR telah berjalan dengan cukup efisien dan berkontribusi langsung terhadap kelancaran serta optimalisasi operasional pengangkutan hasil panen kelapa sawit menuju pabrik.</p> 2026-07-29T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2662 Kondisi Sosial Ekonomi Petani Tembakau di Desa Ketep, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang 2026-07-22T15:59:42+07:00 Iskak Jeni Cahyono tabutiiskak01@gmail.com Danang Manumono danangmanumono@gmail.com Arum Ambarsari arum.instiper@gmail.com <p>Budidaya komoditas tembakau telah lama dilakukan baik oleh petani di Indonesia. Hal ini dikarenakan letak geografis sebagian wilayah di Indonesia yang cocok dan memenuhi syarat tumbuh tanaman tembakau. Sebagai salah satu tanaman komersial, tembakau memiliki andil dalam perekonomian melalui pajak dan cukai serta lapangan kerja dalam industri tembakau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi petani tembakau di Desa Ketep, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang saat ini. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Magelang wilayah tersebut merupakan salah satu daerah penghasil tembakau di Kabupaten Magelang. Pemilihan lokasi penelitian difokuskan pada Desa Ketep, Kecamatan Sawangan. Dengan pertimbangan bahwa Lokasi tersebut sebagaian besar penduduknya adalah petani tembakau. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian berada di Desa Ketep, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang. Penentuan responden dilakukan menggunakan teknik snowball sampling terhadap 45 petani tembakau. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan tabulasi, rata-rata, persentase, serta analisis biaya produksi, penerimaan, pendapatan, dan kontribusi pendapatan usahatani terhadap pendapatan keluarga. Pendapatan petani tembakau di Desa Ketep sebesar Rp. 6.153.137 UT/tahun atau Rp. 34.159.400 Ha/tahun. Usahatani Tembakau memberikan keuntungan eksplisit yang menunjukan bahwa penerimaan mampu menutupi seluruh biaya produksi yang di butuhkan petani, dengan tenaga kerja dalam keluarga dan lahan milik sendiri memberikan keuntungan secara implisit yang diterima oleh petani Tembaku Kondisi sosial petani Tembakau dalam penelitian ini terdapat berbagai kegiatan sosial dalam masyarakat yang aktif dilakukan oleh petani Tembakau di Desa Ketep, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang.</p> 2026-07-29T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2670 Analisis Biaya Produksi dan Pendapatan Usaha Perkebunan Kelapa Sawit di Estate A, PT. XYZ 2026-07-23T11:59:21+07:00 Eunike Sindri Honin eunikesindri@gmail.com Agatha Ayiek Sih Sayekti agathaayieksihsayekti@gmail.com Danik Nurjanah danik@instiperjogja.ac.id <p>Biaya operasional produksi merupakan salah satu faktor yang menentukan efisiensi dan kemampuan usaha perkebunan kelapa sawit dalam menghasilkan margin kontribusi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur dan komponen biaya operasional produksi, menghitung penerimaan usaha, serta menganalisis Contribution Margin pada Estate A, PT XYZ. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan analisis struktur biaya, efisiensi biaya operasional produksi per ton, penerimaan usaha, Contribution Margin (CM), dan Contribution Margin Ratio (CMR) berdasarkan data operasional periode Agustus–Oktober 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya perawatan merupakan komponen biaya terbesar, diikuti biaya panen dan biaya angkut. Efisiensi biaya operasional produksi per ton terbaik terdapat pada Afdeling 10, sedangkan perbedaan biaya antar afdeling dipengaruhi oleh karakteristik operasional dan pelaksanaan work plan, khususnya kegiatan pemupukan. Analisis Contribution Margin menunjukkan bahwa seluruh afdeling mampu menghasilkan margin kontribusi positif, sehingga penerimaan usaha telah mampu menutupi biaya operasional produksi dan memberikan kontribusi terhadap penutupan biaya tetap serta pembentukan laba perusahaan</p> 2026-07-29T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2704 Analisis Penerapan K3 pada Kegiatan Penyemprotan di PT. Borneo Sawit Gemilang 2026-07-27T15:46:04+07:00 Muhamad Arif Mustofa muhamadarifmustofa173@gmail.com Istiti Purwandari istiti.instiper@gmail.com Ismiasih ismiasih@instiperjogja.ac.id <p>Kegiatan penyemprotan di perkebunan kelapa sawit memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3) karena pekerja berpotensi terpapar pestisida dan bahan kimia berbahaya. penerapan K3 diperlukan untuk meminimalkan risiko kecelakaan dan cedera terkait pekerjaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi K3 dalam kegiatan penyemenan PT Borneo Sawit Gemilang.itu, penerapan K3 diperlukan untuk meminimalkan risiko kecelakaan dan cedera terkait pekerjaan Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi K3 dalam kegiatan penyenan PT Borneo Sawit Gemilang. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang didukung data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa standar K3 berada dalam kategori baik dengan skor rata - rata 3,00, termasuk SOP penyediaan , alat bantu mandiri ( APD), dan kesadaran di tempat kerja . Analisis analisakesehatan dan keselamatan kerja juga termasuk dalam kategori baik , dengan skor rata - rata 2,94 .Aspek kesehatan dan keselamatan kerja juga termasuk dalam kategori baik , dengan skor rata- rata 2,94. Tingkat kepatuhan tenaga kerja terhadap penggunaan APD sesuai SOP juga berada dalam kategori baik, dengan nilai rata-rata 2,94. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan K3 pada kegiatan penyemprotan di PT Borneo Sawit Gemilang telah berjalan dengan baik, namun peningkatan pengawasan, kedisiplinan penggunaan APD, dan upaya pencegahan paparan bahan kimia tetap diperlukan untuk meningkatkan perlindungan tenaga kerja secara berkelanjutan.</p> 2026-07-29T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH