AGROFORETECH https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM <p><strong>AGROFORETECH</strong> merupakan media jurnal elektronik sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir dan atau sebagian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa strata satu (S1) Institut Pertanian STIPER Yogyakarta yang merupakan kewajiban setiap mahasiswa untuk mengunggah karya ilmiah sebagai salah satu syarat untuk yudisium dan wisuda sarjana. Artikel ditulis bersama dosen pembimbing dan penguji serta diterbitkan secara online setelah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan editor AGROFORETECH. AGROFORETECH menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari lima Program Studi, yaitu <strong>Prodi Agribisnis, Prodi Agroteknologi, Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Prodi Teknik Pertanian, dan Prodi Kehutanan.</strong></p> <p>AGROFORETECH terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu bulan <strong>Maret, Juni, September, dan Desember<br /></strong></p> id-ID helmiafroda@gmail.com (Helmi Afroda, S.IP.,M.IP) helmiafroda@gmail.com (Helmi Afroda, S.IP.,M.IP) Thu, 26 Mar 2026 07:52:49 +0700 OJS 3.3.0.13 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Persepsi Masyarakat Lokal tentang Potensi dan Strategi Pengembangan Taman Wisata Alam Tujuh Belas Pulau Riung di Kabupaten Ngada Nusa Tenggara Timur https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2331 <p>Penelitian ini membahas persepsi masyarakat lokal mengenai potensi dan strategi pengembangan Taman Wisata Alam (TWA) Tujuh Belas Pulau Riung di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur. Kawasan ini memiliki keindahan alam laut, keanekaragaman hayati, serta nilai budaya lokal yang berpotensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi ekowisata unggulan. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif menggunakan kuesioner, wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan melibatkan 50 responden masyarakat lokal. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk menggambarkan persepsi masyarakat, serta analisis SWOT untuk merumuskan strategi pengembangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memiliki persepsi positif terhadap potensi wisata, terutama pada aspek keindahan alam, manfaat ekonomi, serta peluang pengembangan usaha masyarakat. Namun, masih terdapat kelemahan berupa keterbatasan sarana prasarana, aksesibilitas, dan kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan wisata. Strategi pengembangan yang disarankan mencakup peningkatan fasilitas, penguatan peran masyarakat, promosi wisata melalui media digital, serta kolaborasi antara pemerintah, pengelola wisata, dan masyarakat lokal. Dengan demikian, TWA Tujuh Belas Pulau Riung berpotensi menjadi destinasi ekowisata unggulan yang mendukung pelestarian alam sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.</p> Marietha Ermelinda Wio Daing, Hastanto Bowo Woesono, Sugeng Wahyudiono Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2331 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0700 Pengaruh Keberadaan Ekowisata Pemandian Alam Bah Damanik di Kabupaten Simalungun Terhadap Pendapatan Dan Kehidupan Sosial Ekonomi https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2333 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respons masyarakat terhadap Ekowisata Pemandian Alam Bah Damanik di Kabupaten Simalungun dan mengkaji dampaknya terhadap pendapatan pelaku usaha dan kehidupan sosial masyarakat sekitar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan kuesioner kepada pelaku usaha dan wisatawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan ekowisata telah memberikan dampak ekonomi yang signifikan, ditandai dengan peningkatan pendapatan pelaku usaha seperti pedagang makanan dan minuman, UMKM, penyewaan fasilitas, dan petugas parkir. Secara keseluruhan, pengembangan Ekowisata Bah Damanik telah memberikan dampak positif terhadap perekonomian dan dinamika sosial masyarakat, namun perlu ditingkatkan infrastruktur pendukungnya.</p> Aida Nur Ajizah, Didik Surya Hadi, Hastanto Bowo Woesono Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2333 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0700 Efektivitas dan Efisiensi Drone Sprayer dan Mist Blower pada Pengendalian Hama Helopeltis sp. di Hutan Tanaman Industri Eucalyptus sp. PT Toba Pulp Lestari, Tbk https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2411 <p>Hama <em>Helopeltis</em> sp. merupakan organisme pengganggu tanaman yang berpotensi menurunkan pertumbuhan dan produktivitas <em>Eucalyptus</em> sp. di kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI). Oleh karena itu, diperlukan metode pengendalian hama yang efektif dan efisien guna mendukung keberlanjutan produksi bahan baku industri pulp. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan efektivitas dan efisiensi penggunaan <em>drone sprayer</em> dan <em>mist blower</em> dalam pengendalian hama <em>Helopeltis</em> sp. pada tanaman <em>Eucalyptus</em> sp. di HTI PT Toba Pulp Lestari, Tbk. Penelitian dilaksanakan di <em>Estate</em> Aek Raja dengan menggunakan dua perlakuan alat semprot, yaitu <em>drone sprayer</em> dan <em>mist blower</em>, yang masing-masing diterapkan pada lima ulangan kompartemen. Parameter efektivitas yang diamati meliputi insidensi serangan dan efektivitas alat, sedangkan parameter efisiensi meliputi waktu kerja, produktivitas alat, dan biaya operasional. Data dianalisis menggunakan uji <em>Independent Sample t-test</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua alat memiliki tingkat efektivitas yang tinggi dalam menurunkan insidensi serangan <em>Helopeltis</em> sp. dan tidak menunjukkan perbedaan yang nyata secara statistik. Dari aspek efisiensi, <em>drone sprayer</em> lebih unggul dalam waktu kerja dan produktivitas, sedangkan mist blower memiliki biaya operasional yang lebih rendah. Pemilihan alat pengendalian hama dapat disesuaikan dengan kondisi lapangan dan pertimbangan efisiensi operasional. Data dianalisis menggunakan <em>Independent Sample t-test</em>. Hasil menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara kedua alat dalam menurunkan insidensi (Sig. 0,276 &gt; 0,05). <em>Drone sprayer</em> lebih unggul dalam waktu kerja (0,39 jam/ha &lt; 1,46 jam/ha), sedangkan <em>mist blower</em> lebih rendah dalam biaya operasional (Rp308.858 &lt; Rp356.290).</p> Collin Steven Anggada, Agus Prijono, Sugeng Wahyudiono Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2411 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0700 Manfaat Ekonomi Agroforestri pada Bentang Alam Karst di Desa Ngestirejo dan Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunung Kidul, D.I Yogyakarta https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2421 <p>Bentang alam karst merupakan lahan dengan struktur batuan kapur dengan struktur tanah yang kering. Kondisi lahan karst yang kering ini memerlukan pengolahan lahan dengan menggabungkan berbagai jenis vegetasi pada lahan karst dengan menggunakan sistem pengelolaan lahan menggunakan teknik Agroforestri seperti yang dilakukan petani di desa Ngestirejo dan Kemadang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi manfaat ekonomi Agroforestri dan membandingkan kontribusi agroforestri dikedua desa yang dilakukan dengan mewawancarai 25 responden dari desa Ngestirejo dan Kemadang yang dipilih menggunakan metode random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Agroforestri menjadi sumber pendapatan utama bagi petani di desa Ngestirejo dan Kemadang. Selain itu, Agroforestri juga membantu mengurangi biaya produksi melalui pemanfaatan pupuk organik alami. mengurangi resiko gagal panen serta meningkatkan ketahanan pangan dan menjaga kelestarian lingkungan.</p> Prissy Arkalis Maria Siboro, M. Darul Falah, Hastanto Bowo Woesono Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2421 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0700 Valuasi Keberlanjutan Agroforestry di Desa Ngestirejo, Kabupaten Gunungkidul: dengan Pendekatan Ekonomi dan Ekologi https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2432 <p>Agroforestry merupakan sistem pengelolaan lahan yang memadukan aktivitas pengelolaan hutan dan pertanian dalam satu unit pengelolaan yang berpotensi mendukung keberlanjutan ekonomi dan ekologi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai keberlanjutan pertanian agroforestry di Desa Ngestirejo, Kabupaten Gunungkidul, dengan pendekatan ekonomi dan ekologi. Penelitian ini melibatkan 25 petani yang dipilih secara <em>Purposive Sampling</em>. Aspek ekonomi petani agroforestry dianalisis berdasarkan sumber pendapatan, pendapatan bulanan dan luas lahan garapan. Adapun aspek ekologi dianalisis melalui keanekaragaman jenis burung sebagai indikator kualitas lingkungan dan presepsi petani terhadap sistem pertanian agroforestry sebagai pengendali iklim mikro. Metode pengamatan burung dilakukan dengan menggunakan metode <em>Point Count </em>dan dianalisis menggunakan indeks keberagaman (H’) dan indeks kekayaan jenis (R). Dalam hal ekologi, tujuh jenis burung memiliki nilai (H’) sebesar 1,79 dan nilai (R) sebesar 1,97 yang menunjukan keanekaragaman dan kekayaan jenis burung masih tergolong rendah. Hasil penelitian menunjukan bahwa sistem agroforestry memberikan kontribusi ekonomi bagi petani di Desa Ngestrejo, namun sebagian besar masih termasuk dalam kategori pendapatan rendah yang dipengaruhi oleh dominasi tanaman pokok sebagai kebutuhan rumah tangga dan keterbatas lahan garapan. Pola tanam yang diterapkan yaitu pola tanam <em>Random Mixures </em>yang dinilai mirip seperti struktur alami hutan dan sesuai dengan kondisi lahan karst.</p> Ari Galih Pambuko, M. Darul Falah, Rawana Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2432 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0700 Pengaruh Herbisida Kontak dan Sistemik terhadap Pertumbuhan Kembali Gulma SETELAH Weeding Round 1 di Hutan Tanaman Industri https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2434 <p>Gulma menghambat pertumbuhan dan produksi tanaman Eukaliptus di Hutan Tanaman Industri (HTI) melalui persaingan unsur hara, cahaya, serta ruang tumbuh. Untuk mengendalikan pertumbuhan gulma, herbisida digunakan sebagai senyawa kimia yang mampu membunuh gulma secara langsung maupun menghambat pertumbuhannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aplikasi jenis herbisida kontak yang berbahan aktif Amonium Glufosinat dan herbisida sistemik yang berbahan aktif Glifosat terhadap persentase mortalitas gulma, pertumbuhan kembali gulma, dan tinggi tanaman Eukaliptus. Penelitian ini dilakukan di PT Toba Pulp Lestari, Estate Habinsaran, Kabupaten Toba, Provinsi Sumatera utara. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL). Data akan dianalisis menggunakan analisis varians dan uji lanjut menggunakan uji LSD (<em>Least Significant Difference</em>). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh jenis herbisida terhadap persentase mortalitas gulma tidak memberikan hasil yang berbeda nyata. Pengaruh jenis herbisida terhadap persentase pertumbuhan kembali gulma memberikan pengaruh yang berbeda nyata pada bulan pertama. Pengaruh jenis herbisida terhadap tinggi tanaman Eukaliptus tidak berbeda nyata.</p> Veronica, Setiaji Heri Saputro, Karti Rahayu Kusumaningsih Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2434 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0700 Perkecambahan Seedball Sengon dengan Variasi Komposisi Tanah Latosol dan Cocopeat pada Substrat Pasir https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2450 <p>Industri pertambangan pasir di Indonesia memberikan manfaat ekonomi seperti PAD dan lapangan pekerjaan, sehingga menimbulkan degradasi lahan kritis akibat kerusakan ekosistem dan lingkungan. Dampak yang ditimbulkan memerlukan kegiatan restorasi yang tepat berupa penanaman jenis tumbuhan pionir, metode <em>seedball </em>digunakan untuk tujuan mempermudah proses penanaman pada areal yang susah dijangkau. Salah satu jenis tumbuhan pionir cepat tumbuh adalah sengon (<em>Falcataria moluccana</em>). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi komposisi tanah latosol dan <em>cocopeat</em> terhadap perkecambahan <em>seedball</em> sengon pada substrat pasir dan mengetahui fungsi <em>seedball</em> sengon dalam memberikan kecukupan air pada proses perkecambahan alami. Rancangan yang digunakan dalam penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Parameter yang diamati berupa perkecambahan harian. Analisis yang digunakan statistik kuantitatif dengan menghitung vigoritas dan indeks perkecambahan. Analisis lanjutan digunakan untuk mengetahui perbedaan pengaruh perlakuan komposisi <em>seedball</em> sengon dengan uji lanjut <em>Duncam’s Multiple Range Test</em> (DMRT) pada taraf uji 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh variasi komposisi tanah latosol dan <em>cocopeat</em> tidak berpengaruh nyata terhadap perkecambahan <em>seedball</em> sengon. Variasi komposisi tanah 75% dan <em>cocopeat </em>25% adalah komposisi paling optimal untuk perkecambahan <em>seedball</em> sengon pada substrat pasir karena memiliki viabilitas tertinggi (43,3%), indeks vigor (3,3) dan periode perkecambahan yang singkat (5 hari). Komposisi tanah 75% dan <em>cocopeat </em>25% juga memberikan kecukupan air yang optimal pada kondisi curah hujan harian rata-rata sebesar 7,9 mm/hari, sehingga dapat memicu aktivitas enzim metabolisme dalam benih.</p> Muhammad Royhan Al Fikri, Surodjo Taat Andayani, Yuslinawari Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2450 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0700 Persepsi Pengunjung Terhadap Hutan Mangrove di Kawasan Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk Jakarta Utara https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2473 <p><a name="_Toc222615277"></a>Hutan mangrove adalah suatu ekosistem yang berkembang atau tumbuh di sekitar wilayah pesisir tropis dan sub tropis, khususnya pada wilayah pasang surut air laut. Hutan ini terbagi dari beberapa jenis pohon yang dapat hidup dilingkungan yang berkumput, asin, atau tergenang air secara berkala. Mangrove berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, contoh seperti melindungi dari erosi, menjadi habitat tempat tinggal berbagai flora dan fauna, dan mangrove dapat menyerap karbon dioksida sehingga mangrove dapat berkontribus dalam perubahan iklim (Wulandari <em>et al</em>., 2024).Sebagai kawasan wisata, Taman Wisata Alam (TWA) Mangrove Angke Kapuk, fungsi konservasi mangrove sangat dipengaruhi oleh persepsi dan dukungan dari masyarakat sekitar atau pengunjung kawasan. persepsi positif dapat mendukung kemajuan lingkungan, sedangkan persepsi negatif dapat meningkatkan ancaman terhadap kelestarian hutan mangrove. Metode yang digunakaan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Parameter yang diamati adalah tentang persepsi pengunjung terhadap aspek sosial, aspek ekologi, aspek ekonomi. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui persepsi pengunjung terhadap keberadaan hutan mangrove di TWA Mangrove Angke Kapuk, (Aspek sosial, aspek ekonomi, aspek ekologi). Metode yang digunakaan pada penelitian ini adalah purposive sampling yaitu Teknik pengambilan sampel dengan cara menilai sendiri kepada sampel populasi yang dipilih. Persepsi pengunjung terhadap keberadaan hutan mangrove di kawasan TWA Angke kapuk, Jakarta utara. Dari aspek sosial adalah sangat baik dengan rata-rata skor keseluruhan 4,33, dari aspek ekologi adalah baik dengan rata-rata skor keseluruhan 4,03, dan dari aspek ekonomi adalah baik dengan rata-rata skor keseluruhan 4,16.</p> Aji Wahyutomo, Rawana, M. Darul Falah Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2473 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0700 Perkecambahan Seedball Sengon dengan Variasi Komposisi Tanah Grumusol dan Cocopeat pada Substrat Pasir https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2479 <p>Penambangan memiliki sifat industri dan tanahnya yang diperoleh dari menggali tanah, pengelolaan tambang pasir berhubungan langsung dengan lingkungan hidup. Pengusaha tambang pasir sebaiknya mempertimbangkan kelestarian lingkungan dalam menjalankan kegiatan penambangan karena sudah diatur di undang-undang. Upaya yang digunakan untuk mengatasi kerusakan lingkungan yaitu revegetasi lahan. Sengon <em>(Falcataria moluccana)</em> jenis tanaman yang memiliki pertumbuhan yang cepat dan sering digunakan dalam rehabilitasi lahan. Penelitian ini menguji pengaruh variasi komposisi tanah grumusol dan <em>cocopeat</em> pada <em>seedball</em> terhadap perkecambahan sengon pada substrat pasir. Tujuan penelitian ini mengetahui komposisi paling optimal untuk perkecambahan <em>seedball </em>sengon. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan acak lengkap (RAL). Penelitian ini dilaksanakan di Desa Nanggulan, Cawas, Klaten dengan menggunakan 4 perlakuan dengan komposisi 100% tanah, 75% tanah dan 25% <em>cocopeat</em>, 25% tanah dan 75% <em>cocopeat,</em> dan 50% tanah dan 50% <em>cocopeat</em> dengan masing masing 3 ulangan. Parameter yang digunakan hari muncul kecambah, hari terakhir kecambah, hari kecambah terbanyak, periode perkecambahan, persentase perkecambahan, indeks vigor. Hasil dari ANOVA menunjukkan variasi komposisi tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap perkecambahan. Perlakuan 50% tanah dan 50% cocopeat menunjukkan nilai indeks vigor tertinggi sebesar 1,6%.</p> Miftakhul Afif Fahrudien, Surodjo Taat Andayani, Yuslinawari Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2479 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0700 Strategi Pengembangan Wisata Alam Berbasis Konservasi Lingkungan di Kawasan Deles Indah, Lereng Gunung Merapi, Kabupaten Klaten https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2488 <p>Kawasan wisata Deles Indah yang terletak di lereng Gunung Merapi, Kabupaten Klaten, merupakan salah satu destinasi wisata alam yang memiliki potensi daya tarik berupa panorama pegunungan, udara yang sejuk, serta keindahan lanskap alam. Namun demikian, potensi tersebut belum sepenuhnya didukung oleh pengelolaan dan pengembangan destinasi yang optimal sehingga diperlukan analisis untuk mengetahui potensi serta merumuskan strategi pengembangan yang tepat bagi kawasan wisata tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi wisata alam serta menyusun strategi pengembangan kawasan wisata Deles Indah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta penyebaran kuesioner kepada responden, sedangkan analisis data menggunakan analisis SWOT untuk mengidentifikasi faktor internal yang meliputi kekuatan dan kelemahan serta faktor eksternal yang terdiri dari peluang dan ancaman dalam pengembangan destinasi wisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Deles Indah memiliki kekuatan pada keindahan panorama alam, kondisi lingkungan yang masih alami, serta potensi aktivitas wisata seperti menikmati pemandangan dan wisata sunrise. Sementara itu, kelemahan yang ditemukan antara lain keterbatasan fasilitas, aksesibilitas, dan promosi wisata. Berdasarkan hasil analisis SWOT, strategi pengembangan yang dapat dilakukan adalah meningkatkan kualitas fasilitas wisata, memperkuat promosi destinasi, serta mengoptimalkan potensi alam sebagai daya tarik utama guna mendukung pengembangan wisata alam yang berkelanjutan.</p> Tagar Pribumi Al- Ghazali, Muhammad Darul Falah, Nanda Satya Nugraha Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2488 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0700 Analisis Kesejahteraan Keluarga Karyawan Panen di PT Andes Sawit Lestari Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2388 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesejahteraan keluarga karyawan panen dan faktor – faktor yang mempengaruhi kesejahteraan keluarga karyawan panen di PT Andes Sawit Lestari Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan mix method. Penentuan lokasi dilakukan secara purposive, sedangkan pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling terhadap 30 orang karyawan panen. Data dianalisis menggunakan teknik skoring skala Likert untuk menilai tingkat kesejahteraan serta analisis regresi linier berganda untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesejahteraan keluarga karyawan panen berada pada kategori tinggi, yang ditinjau dari aspek kesehatan, perumahan, fasilitas sosial, dan pendidikan. Rata-rata pendapatan keluarga karyawan panen sebesar Rp 6.943.333 berada di atas Upah Minimum Kabupaten (UMK) Ketapang sebesar Rp 3.396.267, sehingga dinilai mampu memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa secara parsial variabel kesehatan berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan keluarga karyawan panen, sedangkan variabel pendapatan, pengeluaran, dan perumahan tidak berpengaruh signifikan secara parsial. Namun secara bersama - sama seluruh variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan keluarga karyawan panen.</p> M. Dwi Pandri, Tri Endar Suswatiningsih, Fitri Kurniawati Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2388 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0700 Peran Tengkulak terhadap Pemasaran Kakao (Theobroma cacao L) di Desa Poncowarno Kecamatan Kalirejo Kabupaten Lampung Tengah Provinsi Lampung https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2391 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1. Peran tengkulak dalam pemasaran kakao. 2. Mengetahui persepsi petani kakao terhadap keberadaan tengkulak di Desa Poncowarno, Kecamatan Kalirejo, Kabupaten Lampung Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan analisis data primer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1. Tengkulak memiliki peran yang signifikan dan dominan sebagai penghubung utama antara petani dan pasar. Fungsi positif yang dijalankan tengkulak meliputi penyediaan akses pasar dan logistik melalui sistem "jemput bola", serta pemberian jaminan pembayaran tunai langsung (cash payment). Berbeda dengan stigma umum. 2. Persepsi petani terhadap keberadaan tengkulak ditemukan sangat positif, yang didasari oleh hubungan sosial yang erat (simbiosis mutualisme), transparansi dalam transaksi harga dan timbangan, serta komunikasi yang lancar. Petani cenderung masih bergantung pada tengkulak karena merasa sistem yang ada saat ini sudah memfasilitasi kebutuhan pemasaran mereka dengan baik dibandingkan lembaga alternatif lainnya.</p> Januarius Unggul Satriya Trengginas, Arum Ambarsari, Agatha Ayiek sih Sayekti Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2391 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0700 Analisis Pendapatan dan Kelayakan Usaha Olahan Mawar di Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2419 <p>Sektor pertanian memiliki peran strategis dalam perekonomian daerah, terutama Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali sebagai sentra produksi bunga mawar. Ketersediaan bunga mawar yang melimpah di Kecamatan Musuk menjadi salah satu potensi untuk mengembangkan usaha produk olahan mawar. Meskipun peluang usaha olahan mawar cukup menjanjikan, pengembangan usaha tersebut memerlukan modal serta perencanaan yang matang Sehingga diperlukan analisis pendapatan serta studi kelayakan untuk menilai apakah usaha olahan mawar tersebut layak dijalankan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pendapatan dan kelayakan usaha olahan mawar di Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif pendekatan kuantitatif dengan studi kasus dan penentuan sampel menggunakan metode <em>purposive sampling. </em>Analisis data yang digunakan untuk mengetahui pendapatan melalui analisis biaya TC = TFC + TVC, penerimaan TR = P.Q, dan pendapatan I = TR – TC. Dalam analisis kelayakan usaha untuk aspek pasar, teknis dan produksi, manajemen, hukum, dan lingkungan dilakukan analisis dengan metode deskriptif. Sedangkan aspek finansial diukur dengan menggunakan analisis <em>Net Present Value </em>(NPV), <em>Internal Rate of Return </em>(IRR), <em>Payback Period,</em> R/C Ratio dan analisis <em>Break Event Point </em>(BEP). <em> </em>Hasil dari penelitian ini adalah total pendapatan usaha olahan mawar Kelompok Wanita Tani Putri Mawar dalam setahun sebesar Rp38.648.526,- dan pendapatan usaha olahan mawar Aroma Alam Minyak Mawar sebesar Rp189.706.123. Analisis kelayakan usaha olahan mawar Kelompok Wanita Tani Putri Mawar dan Aroma Alam Minyak Mawar dikatakan layak aspek pasar, aspek teknis dan produksi, aspek hukum, aspek lingkungan, dan aspek finasial. Namun, usaha Aroma Alam Minyak Mawar pada aspek hukum belum dapat dikatakan layak.</p> Putri Nawang Astari, Siwi Istiana Dinarti, Danik Nurjanah Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2419 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0700 Strategi Pemasaran Kolang Kaling (Arenga Pinnata): Studi Kasus Kelompok Tani Hutan (KTH) Ngudi Lestari Dusun Gondang, Wukirsari, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2423 <p>Strategi pemasaran merupakan hal yang sangat penting dalam memasarkan kolang kaling (Arenga Pinnata). Salah satu kelompok yang mengembangkan usaha kolang kaling ini adalah KTH Ngudi Lestari yang berada di Dusun Gondang, Kabupaten Sleman yang memanfaatkan kolang kaling sebagai bahan baku dalam produksi.. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran kolang kaling dan mengetahui hambatan yang dihadapi KTH Ngudi Lestari dalam memasarkan kolang kaling. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Metode penentuan sampel menggunakan <em>key person</em> dan metode penentuan lokasi menggunakan studi kasus. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2025 di Dusun Gondang,Kabupaten Sleman. Alat analisis yang digunakan adalah analisis SWOT yaitu Strength, Weakness, Opportunity, Threat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran yang digunakan oleh KTH Ngudi Lestari masih sederhana dan bersifat lokal. Sistem pendistribusiannya pendek karena langsung dijual kepada konsumen akhir. Promosi yang digunakan melalui whatsapp dan word of mouth atau yang lebih dikenal dengan istilah dari mulut ke mulut. Hambatan yang dihadapi salah satunya berupa persaingan persediaan bahan baku dari pedagang lain, dan serangan hama yang dapat mengancam pertumbuhan pohon aren</p> Fadilatun Nisa, Arum Ambarsari, Danang Manumono Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2423 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0700 Sistem Pengupahan Buruh Harian Lepas di Perkebunan Teh PT Candi Loka https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2431 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis sistem pengupahan Buruh Harian Lepas (BHL) di perkebunan teh PT Candi Loka, Kabupaten Ngawi. Sektor perkebunan teh sangat bergantung pada tenaga kerja manual untuk menjaga kualitas produk, di mana BHL memegang peranan krusial dalam aktivitas pemeliharaan dan pemanenan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap 30 responden pekerja lapangan serta pihak manajemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Candi Loka menerapkan sistem upah berdasarkan satuan hasil dan sistem borongan. Komponen upah dibedakan menurut jenis pekerjaan: penyemprot dibayar per tangki (Rp3.000/tangki), pemupuk per patok (Rp9.000/patok), pemangkas (pruning) per patok (Rp8.000/patok), dan pemetik berdasarkan berat pucuk yang dihasilkan (Rp700/kg). Selain upah pokok, terdapat sistem premi kehadiran bagi pemetik yang bekerja secara konsisten. Sistem pengupahan ini dinilai cukup transparan dan mampu memberikan motivasi kerja melalui keterkaitan langsung antara produktivitas dan penghasilan. Meskipun jam kerja relatif singkat (06.00–12.00), pendapatan yang diterima dianggap memadai untuk memenuhi kebutuhan hidup minimum bagi masyarakat di sekitar perkebunan</p> Ferdiyansah, Siwi Istiana Dinarti, Istiti Purwandari Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2431 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0700 Peran Stakeholder terhadap Pengembangan Potensi Bunga Mawar di Desa Cluntang Kecamatan Musuk Kabupaten Boyolali https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2451 <p>Bunga mawar merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi serta potensi untuk dikembangkan melalui berbagai bentuk usaha agribisnis. Desa Cluntang, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali merupakan salah satu sentra produksi bunga mawar di Jawa Tengah yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Namun demikian, pengembangan potensi tersebut masih menghadapi berbagai kendala seperti keterbatasan akses pasar, rendahnya diversifikasi produk, serta kurangnya inovasi dalam pengolahan hasil. Oleh karena itu, peran stakeholder menjadi penting dalam mendukung pengembangan potensi bunga mawar secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui program yang diberikan oleh stakeholder serta menganalisis peran stakeholder dalam pengembangan potensi bunga mawar di Desa Cluntang, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara purposive sampling, sedangkan penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis data Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stakeholder berperan melalui berbagai program seperti pendampingan kelompok tani, pelatihan pengembangan kapasitas, bantuan sarana dan prasarana produksi, dukungan pemasaran melalui pameran dan bazar, serta fasilitasi koordinasi antar lembaga. Peran stakeholder dalam pengembangan potensi bunga mawar meliputi Dinas Pertanian sebagai pembina teknis, Dinas UMKM dalam pengembangan usaha dan pemasaran, pemerintah desa sebagai fasilitator dan koordinator, serta petani sebagai pelaku utama dalam kegiatan budidaya dan produksi. Sinergi antar stakeholder tersebut menjadi faktor penting dalam mendukung pengembangan potensi bunga mawar secara berkelanjutan.</p> Aulia Afifah, Siwi Istiana Dinarti, Sofia Rahmawati Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2451 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0700 Pengaruh Konten Kreatif dan Kualitas Informasi pada Platform Tiktok dan Instagram terhadap Minat Beli Sayuran di Kabupaten Sleman https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2455 <p>Perkembangan di media sosial telah mendorong banyak perubahan terutama dalam strategi pemasaran, termasuk dalam mempromosikan produk pangan seperti sayuran. Platform seperti TikTok dan Instagram memungkinkan penyebaran informasi produk melalui berbagai bentuk konten yang menarik. Hasil pengamatan ini dilakukan bertujuan dalam menganalisis pengaruh kreativitas konten dan kualitas informasi pada platform TikTok dan Instagram terhadap minat beli sayuran di Kabupaten Sleman. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada responden yang merupakan pengguna aktif media sosial TikTok dan Instagram. Analisis data yang dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan program statistik untuk mengetahui pengaruh variabel kreativitas konten, kualitas informasi, dan perbedaan platform media sosial terhadap minat beli sayuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kreativitas konten berpengaruh signifikan terhadap minat beli sayuran. Hal ini menunjukkan bahwa penyajian konten yang menarik, unik, dan kreatif mampu meningkatkan ketertarikan konsumen terhadap produk sayuran yang dipromosikan melalui media sosial. Sementara itu, kualitas informasi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap minat beli sayuran. Variabel dummy platform yang membedakan penggunaan TikTok dan Instagram juga tidak menunjukkan pengaruh secara signifikan terhadap minat beli. Kreativitas konten, kualitas informasi, dan platform media sosial berpengaruh signifikan terhadap minat beli sayuran. Hasil pengamatan ini menyataka bahwa strategi pemasaran melalui media sosial perlu menekankan pada penyajian konten yang kreatif untuk meningkatkan minat beli konsumen terhadap produk pangan yaitu produk sayuran</p> Romauli Natasya S, Danang Manumono, Amallia Ferhat Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2455 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0700 Implementasi Corporate Social Responsibility (CSR) dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Di Desa Sekitar PT Buana Tunas Sejahtera Kalimantan Barat https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2465 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:1.Pelaksanaan program CSR 2. Implementasi program CSR terhadap kesejahteraan masyarakat berdasarkan indikator kesejahteraan keluarga menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).3. Respon masyarakat terhadap pelaksanaan program CSR. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode penentuan lokasi menggunakan metode <em>purposive</em><em> sampling</em>, yaitu di Desa Kekurak yang berada di wilayah utama operasional PT. Buana Tunas Sejahtera. Metode penentuan sampel dengan menggunakan <em>snowball sampling</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. PT. Buana Tunas Sejahtera telah melaksanakan program CSR di bidang pendidikan, kesehatan, sosial kemasyarakatan, serta pembangunan sarana dan prasarana desa. 2. Implementasi program CSR terhadap indikator kesejahteraan keluarga menurut BKKBN, hanya dibidang pemenuhan kebutuhan dasar, akses terhadap pendidikan, serta dukungan terhadap kegiatan sosial masyarakat. 3. Respon masyarakat terhadap pelaksanaan program CSR dari hasil pengukuran menyatakan puas pada setiap bidang program.</p> Lihardinah Saragih, Arum Ambarsari, Amallia Ferhat Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2465 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0700 Analisis Biaya Pemasaran Coffee Shop di Kecamatan Banguntapan Kabupaten Bantul https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2485 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alokasi biaya pemasaran serta menganalisis efektivitas penggunaan biaya pemasaran pada <em>coffee shop</em> di Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul. Pertumbuhan industri <em>coffee shop</em> yang pesat menciptakan tingkat persaingan yang ketat, sehingga menuntut pelaku usaha untuk mengelola alokasi biaya pemasaran secara efektif dan efisien. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan penentuan lokasi menggunakan <em>purposive sampling</em>. Pengambilan sampel dilakukan melalui teknik <em>stratified random sampling</em>, dengan mengelompokkan enam <em>coffee shop</em> ke dalam kategori penjualan harian rendah, sedang, dan tinggi. Analisis efektivitas kinerja diukur menggunakan rasio profitabilitas <em>Net Profit Margin</em> (NPM) dan <em>Marketing Return on Investment</em> (ROI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel <em>coffee shop</em> menetapkan anggaran khusus untuk kegiatan pemasaran yang bersumber dari biaya operasional, dengan alokasi berkisar antara 5% hingga 13% dari total pendapatan bulanan. Aktivitas pemasaran diimplementasikan melalui pengelolaan media sosial, iklan digital, promosi diskon, penyelenggaraan <em>event</em>, serta kerja sama dengan <em>Key Opinion Leader</em> (KOL). Dari segi profitabilitas, <em>coffee shop</em> mencatatkan tingkat NPM yang stabil pada kisaran 21,9% hingga 26,1%. Evaluasi efektivitas biaya pemasaran menunjukkan nilai <em>Marketing</em> ROI yang positif di seluruh kategori usaha, terentang dari 114,5% hingga 1241,7%. Secara keseluruhan, pengelolaan biaya pemasaran telah dieksekusi secara efektif dan efisien karena margin laba yang dihasilkan melampaui biaya pemasaran, meskipun pencapaian ini turut didukung oleh variabel eksternal seperti lokasi strategis dan fasilitas <em>coffee shop</em></p> Theofilus Sri Hartomo, Danang Manumono, Danik Nurjanah Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2485 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0700 Pengaruh Pelatihan dan Pengembangan terhadap Kinerja Karyawan Panen di Afdeling 1 PT. Socfindo Bangun Bandar, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2498 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengengetahui peran usia, pendidikan, pelatihan, dan pengembangan terhadap kinerja karyawan panen di PT. Socfindo Bangun Bandar. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei. Data diperoleh dari 30 responden melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji regresi linear berganda, uji t, uji F, serta uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel usia, pendidikan, dan pelatihan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan panen. Sementara itu, variabel pengembangan terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Uji F menunjukkan bahwa secara simultan variabel pendidikan dan pengembangan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan panen. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,840, yang berarti 84% variasi kinerja karyawan panen dapat dijelaskan oleh variabel independen dalam penelitian, sedangkan sisanya 16% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian.</p> <p>Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengembangan sumber daya manusia merupakan faktor utama yang berkontribusi terhadap peningkatan kinerja karyawan panen, sementara usia, pendidikan, dan pelatihan tidak memberikan pengaruh signifikan. Penelitian ini merekomendasikan agar perusahaan lebih memfokuskan perhatian pada program pengembangan karyawan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kinerja, di samping tetap memperhatikan faktor pelatihan dan kompetensi dasar yang dimiliki&nbsp;karyawan.</p> Roland Dodi Saputra Sitanggang, Istiti Purwandari, Fahmi Wiryamarta Kifli Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2498 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0700 Pengaruh Campuran Biochar dengan Kascing dan Volume Penyiraman terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit di Pre-Nursery https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2332 <p>Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh campuran biochr dengan kascing dan volume penyiraman terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di <em>pre nursery. </em>kegiatan penelitian dilaksanakan di KP2 Institut Pertanian STIPER Yogyakarta, Jl. Sabo, Krodan, Maguwoharjo, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, DIY, mulai Juli hingga Oktober 2025. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola factorial, terdiri atas dua factor dan empat ulangan. Faktor pertama yaitu macam media tanam yang terdiri dari 3 aras: tanah regosol (kontrol), regosol dicampur biochar sekam padi, regosol dicampur kascing. Faktor kedua volume penyiraman terdiri dari 3 aras: 75, 100, dan 125 ml/hari/bibit. Setiap kombinasi perlakuan melakukan pengulangan sebanyak empat kali. Data dianalisis menggunakan ANOVA (<em>Analisis Of Variance</em>) pada taraf 5%, dan apabila terdapat perbedaan nyata antar perlakuan dilanjutkan dengan uji (<em>Duncan Multiple Range Test</em>) DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa penambahan biochar maupun kascing pada media regosol memberikan respon pertumbuhan bibit kelapa sawit yang lebih baik disbanding kontrol. Volume penyiraman 75 ml/hari/bibit sudah mampu memenuhi kebutuhan air bibit kelapa sawit pada fase <em>pre nursery. </em>Tidak ditemukan interaksi antara jenis media tanam dan volume penyiraman terhadap seluruh parameter pertumbuhan bibit kelapa sawit di <em>pre nursery</em><em>.</em></p> Aldo Lesmana, Herry Wirianata, Betti Yuniasih Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2332 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0700 Pengaruh Konsentrasi POC Limbah Tembakau dan Dosis Pupuk N terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2345 <p>Tujuan dari pelaksanaannya penelitian ini agar dapat memahami bagaimana konsentrasi POC limbah tembakau beserta dosis pupuk N mempengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy. Penelitian telah dilaksanakan di KP2 Kalikuning Desa Wedomartani, Kecamatan Ngemplak, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada ketinggian 118 mdpl. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2025 sampai Juli 2025. Penelitian dilakukan dengan metode 3x3 faktorial yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor. Faktor pertama terdiri dari 3 aras konsentrasi POC limbah tembakau yaitu, P0 = 0 ml/liter, P1 = 60 ml/liter, P2 = 80 ml/liter dan faktor kedua terdiri dari 3 aras dosis pupuk N yaitu, N0 = 0 g/polybag, N1 = 0,5 g/plybag, N2 = 1 g/polybag. Data hasil pengamatan dianalisis secara statistik menggunakan uji analisis keragaman (ANOVA) pada taraf nyata 5%, dan apabila terdapat perbedaan nyata dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf yang sama. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemberian konsentrasi POC limbah tembakau beserta dosis pupuk N memberikan respons pertumbuhan serta hasil tumbuhan pakcoy yang relatif seragam. Seluruh perlakuan menunjukkan pengaruh yang sama baiknya terhadap parameter pertumbuhannya, termasuk tinggi tanaman dan jumlah daun, luas daun total, panjang akar, klorofil daun, berat segar akar, berat kering tanaman, dan berat kering akar, serta parameter hasil berupa berat segar tanaman dan berat segar tajuk.</p> Nita Ratna Dewi, Ety Rosa Setyawati, Setyastuti Purwanti Soebroto Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2345 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0700 Pengaruh Macam dan Dosis Bahan Pembenah Tanah Pasir Pantai terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit di Pre Nursery https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2348 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh jenis dan dosis bahan pembenah tanah terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di tahap <em>pre-nursery</em>, khususnya pada tanah pasir pantai. Penelitian dilakukan di Kebun Pendidikan dan Penelitian (KP2) Institut Pertanian Stiper Yogyakarta pada Maret–Mei 2025 dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial. Faktor yang diuji meliputi jenis bahan organik (pupuk kandang sapi, pupuk kompos, pupuk kascing, dan sekam bakar) dan dosis bahan organik (0%, 10%, 25%, dan 50% volume), dengan setiap kombinasi perlakuan diulang tiga kali. Parameter yang diamati mencakup tinggi bibit, jumlah daun, berat segar dan kering bibit, berat segar dan kering tajuk, berat kering akar. Analisis data dilakukan menggunakan sidik ragam pada taraf 5%, dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) bila terdapat pengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi nyata antara macam bahan organik dan dosis (% volume) bahan organik terhadap bibit kelapa sawit di <em>Pre Nursery</em>. Macam bahan organik tidak memberikan pengaruh yang nyata terhdap pertumbuhan bibit kelapa sawit di <em>Pre Nursery</em>. Dosis 50% sekam bakar memberikan hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan dosis 0%, 10%, dan 25% terhadap jumlah daun bibit kelapa sawit.</p> Fahri Ramadhani, Enny Rahayu, Sri Suryanti Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2348 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0700 Pengaruh Konsentrasi Plant Growth Promoting Rhizobacteria dan Pupuk Kandang Sapi terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Main Nursery https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2349 <p>Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesan interaksi antara kepekatan PGPR dan pupuk dari kotoran sapi organik terhadap pertumbuhan benih kelapa sawit di tapak semaian utama. Penelitian yang akan dijalankan dari Juni hingga September 2025 itu dijalankan di Taman Eksperimen 2 Institut Pertanian STIPER. Ketinggian lokasi penelitian adalah 118 meter di atas permukaan laut, tepatnya di Desa Kalikuning, Kabupaten Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Rancangan penelitian menerapkan metode faktorial berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL), mencakup dua faktor perlakuan. Faktor pertama adalah konsentrasi PGPR dengan empat tingkat perlakuan (0 ml/l, 15 ml/l, 25 ml/l, dan 35 ml/l), manakala faktor kedua ialah pupuk dari kotoran sapi dengan tiga levvel (100 g/polibeg, 150 g/polibeg, dan 200 g/polibeg). Daripada kedua-dua faktor ini, 12 kombinasi rawatan diperolehi, di mana setiap kombinasi diulang sebanyak empat kali, maka bilangan unit eksperimen yang diperlukan ialah 48 benih. Analisis statistik data penelitian dilakukan menggunakan ujian multivariate dengan tahap keyakinan 95%. Dalam kasus di mana perbedaan yang signifikan, ujian DMRT dilakukan pada tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan gabungan kepekatan PGPR dan pupuk kotoran sapi tidak memberi kesan tidak berbeda nyata kepada pertumbuhan benih kelapa sawit pada peringkat Main Nursery. Penggunaan beragam level pupuk kotoran sapi menghasilkan tindak balas pertumbuhan yang setara dalam benih kelapa sawit. Begitu juga dengan variasi kepekatan PGPR yang digunakan tidak memberikan efek pertumbuhan benih kelapa sawit dengan tidak berbeda nyata semasa peringkat <em>Main Nursery</em>.</p> Anjasmara Simanjuntak, Ety Rosa Setyawati, Elisabeth Nanik Kristalisasi Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2349 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0700 Pengaruh Pemberian Dosis Pupuk Kascing sebagai Bahan Organik dan Volume Penyiraman terhadap Pertumbuhan Elaeis guineensis Jacq. di Pembibitan Pre Nursery https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2352 <p>Kelapa sawit merupakan komoditas perkebunan penting yang memerlukan teknik pembibitan yang tepat agar menghasilkan bibit yang sehat dan produktif. Salah satu upaya peningkatan pertumbuhan bibit adalah melalui penggunaan pupuk organik seperti kascing serta pengaturan volume penyiraman yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian dosis pupuk kascing sebagai bahan organik dan volume penyiraman terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit (<em>Elaeis Guineensis</em> Jacq.) di tahap pembibitan <em>pre nursery</em>. Adapun penelitian yang telah dilaksanakan merupakan dua komponen dikombinasikan dalam suatu percobaan faktorial yang disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor pertama yaitu penggunaan kascing (K) dengan dosis yang berbeda yang terdiri dari 4 aras tanpa kascing, kascing (100 gram), kascing (200 gram), kascing (300 gram). Faktor yang kedua yaitu dengan melakukan penyiraman (P) dengan volume yang berbeda diberi 100 ml/<em>polybag</em>/hari, 150 ml/<em>polybag</em>/hari, 200 ml/<em>polybag</em>/hari. Rancangan percobaan tersebut menghasilkan 12 kombinasi perlakuan yang berasal dari interaksi 4 taraf dan 3 taraf perlakuan, dengan setiap kombinasi diulang sebanyak lima kali. Parameter pengamatan dalam penelitian ini mencakup tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, diameter batang, panjang akar, berat basah tajuk, berat basah akar, berat kering tajuk, berat kering akar, serta volume akar. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan sidik ragam pada taraf kepercayaan 5%, dan apabila menunjukkan adanya pengaruh yang nyata, maka dilanjutkan dengan uji pembeda menggunakan Duncan Multiple Range Test (DMRT) untuk mengetahui perbedaan antarperlakuan. Penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis kascing 100 g dengan volume penyiraman 200 ml memberikan pengaruh terbaik serta terdapat interaksi nyata terhadap diameter batang bibit kelapa sawit di <em>pre nursery. </em>Dosis kascing 200 gram per polibag dapat meningkatkan berat basah akar bibit kelapa sawit di <em>pre nursery. </em>Volume penyiraman 150 ml mampu meningkatkan pertumbuhan tinggi bibit, sedangkan pemberian air sebanyak 100 ml telah cukup untuk meningkatkan berat kering akar bibit kelapa sawit pada fase pre-nursery<em>.</em></p> Ramanda Patan Jali Aryo Tangkas, Valensi Kautsar, Ryan Firman Syah Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2352 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0700 Pengaruh Macam dan Dosis Limbah Minuman terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit di Main Nursery https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2351 <p>Pembibitan kelapa sawit di <em>main nursery</em> merupakan langkah awal dalam budidaya kelapa sawit, pembibitan yang dikelola dengan baik, dapat menghasilkan bibit yang sehat, dimana nantinya bibit ini akan mempengaruhi produktivitas kelapa sawit yang tumbuh di lapangan. Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengaruh berbagai jenis dosis dan limbah minuman seperti (kopi, teh, dan buah) terhadap pertumbuhan bibit, dan apakah ada interaksi nyata antara jenis limbah dan dosis minuman terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di <em>main nursery</em>. Penelitian ini dilakukan di Desa Sopalan, Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, dari bulan Juni sampai September 2025. Penelitian ini menggunakan metode percobaan faktorial dengan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RAL). Faktor pertama adalah jenis limbah minuman, yang terdiri dari tiga taraf, yaitu: Ampas Kopi (L1), Ampas Teh (L2), dan limbah Buah (L3). Faktor kedua adalah dosis limbah minuman, yang terdiri dari empat taraf, yaitu: 0 gram (D0), 800 gram (D1), 1000 gram (D2), dan 1200 gram (D3). Kedua faktor ini dikombinasikan menjadi 12 perlakuan, dengan 5 ulangan, sehingga total ada 60 bibit. Data yang didapat akan dianalisis menggunakan analisis varian (<em>ANOVA</em>) pada jenjang 5%. Perlakuan yang berpengaruh nyata diuji lanjut dengan <em>Duncan's Multiple Range Test</em> (DMRT) pada jenjang nyata 5%. Hasil analisis perlakuan jenis dan dosis limbah minuman menunjukkan intraksi tidak nyata terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di <em>main nursery</em>. Namun, dosis limbah minuman berpengaruh nyata pada hasil pengamatan panjang akar, di mana dosis 0 gram memberikan hasil terbaik. Sedangkan jenis limbah minuman berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di <em>main nursery</em>, dengan jenis limbah teh yang memberikan hasil terbaik.</p> Seh Suranta Ginting, Fani Ardiani, Galang Indra Jaya Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2351 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0700 Pengaruh Macam dan Dosis Kotoran Hewan terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elais guineensis Jacq) di Main Nursery https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2354 <p>Kelapa sawit (<em>Elaeis guineensis</em> Jacq.) merupakan komoditas perkebunan penting yang membutuhkan bibit berkualitas sejak fase pembibitan di main nursery. Pemanfaatan pupuk kotoran hewan berpotensi meningkatkan pertumbuhan bibit karena kandungan hara dan bahan organiknya. observasi dilakukan demi memahami dampak dari ragam serta takaran pupuk kotoran hewan akan perkembangan bahan tanam sawit di main nursery. Observasi dilakukan di Desa Kalikuning, Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta selama bulan Mei–Juli 2025. Percobaan ditata dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, yaitu macam humus kotoran hewan (kambing, sapi, dan kelelawar) dan dosis pupuk (kontrol NPK 7,5 g/polybag, 600 g, 1.000 g, dan 1.500 g). Tiap-tiap perpadanan pekerjaan diulangi sebanyak 3 kali hingga mencapai 36 percobaan. Informs dikaji dengan analisis ragam (ANOVA) pada tingkat 5% serta diteruskan bersama tes DMRT bilamana adanya kesenjangn aktual. Observasi membuktikan tidak adanya dampak aktual pada hubungan antara jenis serta takaran pupuk kotoran hewan terhadap pertumbuhan bahan tanam kelapa sawit. Macam humus kotoran hewan berdampak actual pada beberapa standar pertumbuhan, di mana pupuk kotoran kambing memberi dampak prima terhadap pertambahan tingginya bahan tanam , bobot basah akar, serta volume akar, sedangkan pupuk kotoran kambing dan sapi memberikan hasil terbaik pada panjang akar. Dosis pupuk kotoran hewan juga berpengaruh nyata, dengan dosis 600 g memberikan pertumbuhan tinggi bahan tanam terbaik, sementara dosis 1.500 g menghasilkan lingkar batang terbesar</p> Bima Dwi Saputra, Valensi Kautsar, Sri Gunawan Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2354 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0700 Pengaruh Macam dan Konsentrasi Pupuk Organik Cair Limbah Pasar terhadap Pertumbuhan Tanaman Cabai Rawit (Capsicum Frutescens L.) https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2359 <p>Tujuan dari dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui interaksi serta pengaruh macam dan konsentrasi pupuk organik cair (POC) limbah pasar terhadap pertumbuhan serta hasil panen tanaman cabai rawit. Eksperimen ini berlangsung di Ketapang pada bulan Juni sampai Oktober 2025 dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial. Dua faktor yang diuji meliputi macam POC terdiri dari 3 aras (POC sayur kubis, POC buah pepaya, dan POC ikan) dan tingkat konsentrasi POC terdiri dari 4 aras (POC 0 %, POC 20%, POC 40%, dan POC 60%). Melalui penggabungan dua faktor tersebut didapatkan 12 macam kombinasi perlakuan dan diulang 4 kali, sehingga diperoleh 48 tanaman percobaan. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan Anova (<em>Analysis of Variance</em>) pada taraf 5% dan apabila berpengaruh nyata dilakukan uji lanjut menggunakan DMRT (<em>Duncan's Multiple Range Test</em>) dengan jenjang 5%. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi berpengaruh nyata antara macam POC dengan tingkat konsentrasi POC terhadap parameter berat segar akar, berat kering akar, dan pH tanah. Secara masing-masing perlakuan macam POC berpengaruh nyata terhadap parameter diameter batang. Sedangkan pada perlakuan konsentrasi POC berpengaruh nyata terhadap jumlah buah keseluruhan.</p> Made Yoga Samara Radenta, Enny Rahayu, Ryan Firman Syah Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2359 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0700 Respon Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit di Main Nursery terhadap Pemberian Dolomit dan Limbah Solid pada Tanah Masam https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2360 <p>Penelitian tentang pengaruh dosis dolomit dan limbah solid serta timbal bailknya terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di <em>Main nursery</em>. Media yang digunakan adalah tanah latosol, yang secara alami memiliki kadar hara makro rendah akibat pencucian intensif. Selain itu, tingginya kandungan aluminium dan besi pada tanah ini sering kali mengikat fosfor (fiksasi P), sehingga mengakibatkan rendahnya efektivitas aplikasi pupuk fosfor bagi tanaman. pH tanah latosol berada pada kisaran 4-5, maka diperlukan asupan hara yang mengandung kalsium dan magnesium (dolomit). Dolomit bertujuan menurunkan kemasaman (pH) sekaligus menekan kelarutan logam mikro, sehingga ketersediaan unsur hara makro seperti fosfor bagi tanaman meningkat. Penggunaan limbah solid sebagai material organik menjadi sumber hara sekaligus pembenah tanah untuk pertumbuhan bibit kelapa sawit. Eksperimen ini bertempat di Kebun Pendidikan dan Penelitian (KP2), Dusun Sempu, Sleman, Yogyakarta, mulai September hingga Desember 2025. Metodologi yang diterapkan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang melibatkan dua variabel: dosis dolomit (20, 25, dan 30 g/polybag) serta dosis limbah solid (0, 20, 25, 33, dan 50% volume). Dengan 15 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan, total sampel yang digunakan mencapai 45 tanaman. Tanah latosol diambil dari kedalaman 20 cm di wilayah Patuk, Gunung Kidul. Data dianalisis melalui sidik ragam pada tingkat kepercayaan 5%. Temuan penelitian ini tidak ada interaksi signifikan antar dosis limbah solid dan dosis dolomit terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit <em>main nursery</em>.</p> Kholik Santoso, Sri Manu Rohmiyati, Retni Mardu Hartati Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2360 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0700 Pengaruh Pemberian Macam Pupuk Organik terhadap Sifat Perakaran dan Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit di Main Nursery https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2362 <p>Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh beberapa jenis pupuk organik berbahan limbah kelapa sawit, yakni limbah cair pabrik kelapa sawit (LCPKS), tandan kosong kelapa sawit (TKKS), serta decanter solid, terhadap perkembangan sistem perakaran dan pertumbuhan bibit kelapa sawit (<em>Elaeis Guineensis</em> Jacq.) pada tahap main nursery. Kegiatan penelitian berlangsung selama tiga bulan, yaitu Juli hingga Oktober 2025, bertempat di areal main nursery Kebun Pelatihan Kampus INSTIPER Yogyakarta, Desa Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini dilaksanakan melalui metode percobaan untuk menguji pengaruh perlakuan yang diberikan terhadap variabel yang diamati. Rancangan yang digunakan adalah faktorial dua faktor yang disusun dalam pola Rancangan Acak Lengkap (RAL), sehingga setiap kombinasi perlakuan ditempatkan secara acak pada seluruh satuan percobaan. Penggunaan rancangan ini dimaksudkan agar data yang diperoleh lebih objektif serta mampu menggambarkan pengaruh masing-masing faktor maupun interaksi keduanya secara lebih akurat. Faktor pertama terdiri atas empat taraf dosis LCPKS (0, 400, 500, dan 600 ml per 10 liter air), sedangkan faktor kedua adalah kombinasi TKKS dan decanter solid dengan empat taraf dosis (0, 200, 300, dan 400 g). Data hasil pengamatan selanjutnya dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) pada taraf nyata 5% untuk mengetahui adanya pengaruh perlakuan. Apabila hasil analisis menunjukkan perbedaan yang signifikan, maka pengujian dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5% guna mengetahui perbedaan antar perlakuan secara lebih rinci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan LCPKS dengan campuran TKKS dan decanter solid tidak memberikan interaksi yang nyata terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit umur enam bulan di main nursery. Secara terpisah, pemberian berbagai dosis LCPKS maupun campuran TKKS dan decanter solid juga tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan terhadap pertumbuhan bibit pada umur tersebut.</p> Ace Mandala Putra, Herry Wirianata, Yohana Theresia Maria Astuti Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2362 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0700 Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair dari Kulit Bawang Merah dan Pupuk P terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Buncis (Phaseolus vulgaris L.) https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2363 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair (POC) dari kulit bawang merah dan pupuk fosfor (P) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman buncis (<em>Phaseolus vulgaris</em> L.). Penelitian dilaksanakan di Kebun Pendidikan dan Penelitian (KP2) Institut Pertanian STIPER Yogyakarta pada bulan Mei hingga Juli 2025. Penelitian menggunakan metode percobaan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri atas dua faktor, yaitu konsentrasi POC kulit bawang merah (0, 60, 80, dan 100 ml/l) dan dosis pupuk P (0; 11,5; 13,5; dan 15,5 g/tanaman). Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak empat kali sehingga diperoleh 64 satuan percobaan. Data dianalisis menggunakan <em>Analysis of Variance</em> (ANOVA) pada taraf 5% dan dilanjutkan dengan uji <em>Duncan Multiple Range Tes</em>t (DMRT) apabila terdapat pengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara konsentrasi POC kulit bawang merah dengan dosis pupuk P terhadap seluruh parameter pertumbuhan dan hasil tanaman buncis.</p> Amelia Thesa, Ety Rosa Setyawati, Elisabeth Nanik Kristalisasi Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2363 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0700 Efek Pemberian Decanter Solid terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit dengan Media Tanah Bekas Tambang Timah di Main Nursery https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2373 <p>Proses pembibitan sangat penting karena mempengaruhi produksi kelapa sawit, yang mana kualitas bibit sangat berkaitan dengan media tanam tanaman, Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian <em>decanter solid</em> terhadap pertumbuhan pada bibit tanaman kelapa sawit dengan media tanah bekas pertambangan timah di <em>main nursery. </em>Penelitian ini dilaksanakan di Desa Senyubuk, Kecamatan Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kep. Bangka Belitung penelitian ini dijadwalkan selama 3 bulan pada bulan 21 juni 2025 sampai 21 september 2025. Penelitian ini menggunakan model penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 1 faktor perlakuan dengan 6 taraf dosis <em>decanter solid </em>yaitu: 1. kontrol (tanpa <em>decanter solid</em>) 0 g/polybag, 2. kontrol npk 10 g/polybag, 3. <em>decanter solid </em>200 g/polybag, 4. <em>decanter solid</em> 400 g/polybag, 5. <em>decanter solid</em> 600 g/polybag, 6. <em>decanter solid</em> 800 g/polybag, setiap perlakuan dosis diulang sebanyak 8 kali. Data yang di dapatkan akan dianalisis menggunakan SPSS versi 26.0 secara <em>Analisis Of Variance</em> (ANOVA), dan bila memiliki perbedaan secara statistik akan dilakukan uji lanjut yang menggunakan <em>Duncan</em> pada jenjang nyata 5%. Hasil menunjukan penambahan <em>decanter solid</em> tidak menunjukan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit pada tanah bekas pertambangan timah di <em>main nursery</em> hasil penelitian efek pemberian <em>decanter solid</em> menggunakan media tanam bekas pertambangan timah di <em>main nursery</em> hingga perlakuan 800 g/polybag tidak menunjukan pengaruh yang nyata</p> Mauris Akbar, Valensi Kautsar, Galang Indra Jaya Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2373 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0700 Pengaruh Konsentrasi Pupuk Daun Gandasil B dan Komposisi Media Tanam terhadap Hasil Tanaman Mentimun Lalap (Cucumis sativus L.) https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2369 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsentrasi pupuk daun Gandasil B dan komposisi media tanam, serta pengaruh masing-masing perlakuan terhadap hasil tanaman mentimun lalap. Penelitian dilakukan dari bulan Maret hingga April 2025 di Kebun Penelitian dan Pendidikan Institut Pertanian Stiper Yogyakarta. Penelitian menerapkan metode percobaan faktorial dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor, yaitu konsentrasi pupuk daun Gandasil B 0, 4, 6, dan 8 g/l air, serta komposisi media tanam tanah tanpa bahan organik, tanah + <em>cocopeat</em>, dan tanah + arang sekam. Analisis data dilakukan dengan <em>Analysis of Variance</em> pada signifikansi 5% dan diuji dengan <em>Duncan’s Multiple Range Test</em> 5% apabila terdapat perbedaan nyata. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi nyata antara konsentrasi pupuk daun Gandasil B dan komposisi media tanam terhadap diameter batang tanaman, dengan hasil terbaik pada konsentrasi 4 g/l air dan tanah tanpa bahan organik, 6 g/l air dan tanah + <em>cocopeat</em>, serta 8 g/l air dan tanah tanpa bahan organik maupun tanah + <em>cocopeat</em>. Perlakuan konsentrasi 6 dan 8 g/l air serta komposisi media tanah tanpa bahan organik memberikan pengaruh nyata terbaik pada hasil tanaman mentimun lalap.</p> Martin Oktavianus Siagian, Sri Suryanti, Elisabeth Nanik Kristalisasi Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2369 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0700 Pengaruh Jarak Tanam dan Dosis Pupuk Organik terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kacang Tanah https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2380 <p>Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis pengaruh pemberian jarak dan dosis pupuk organik, serta interaksi keduanya, terhadap daya tumbuh dan hasil tanaman kacang tanah. Penelitian dilaksanakan di Nglempong, Sariharjo, Wonorejo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dua faktor. Faktor pertama adalah jarak tanam dengan tiga taraf, yaitu 20 × 20 cm, 30 × 20 cm, dan 40 × 10 cm. Yang kedua adalah dosis pupuk organik dengan empat taraf, yaitu kontrol, 1 kg/bedengan (7 ton/ha), 2 kg/bedengan (12 ton/ha), dan 3 kg/bedengan (17 ton/ha). Setiap kombinasi perlakuan direplikasi tiga kali sehingga diperoleh total 36 satuan percobaan. Data kemudian diolah melalui analisis ragam (ANOVA), dan apabila terdeteksi perbedaan yang bermakna, dilakukan pengujian lanjutan menggunakan DMRT pada taraf signifikansi 5%. Temuan penelitian mengindikasikan adanya interaksi yang signifikan pada variabel jumlah polong per tanaman pada kombinasi jarak tanam 20 × 20 cm dengan dosis pupuk organik 2 kg/bedengan, serta pada variabel bobot segar tanaman pada kombinasi jarak tanam 20 × 20 cm dengan dosis pupuk organik 3 kg/bedengan. Interaksi juga teramati pada variabel bobot kering akar, yaitu pada kombinasi jarak tanam 20 × 20 cm dengan dosis pupuk organik 2 kg/bedengan, serta pada jarak tanam 30 × 20 cm pada perlakuan kontrol dan dosis 2 kg/bedengan. Jumlah biji per tanaman ditunjukkan oleh jarak tanam 40 × 10 cm dengan dosis 3 kg/bedengan. Parameter berat 100 biji tidak berbeda nyata antar kombinasi perlakuan. Secara faktor tunggal, jarak tanam 40 × 10 cm menghasilkan berat segar akar tertinggi, jarak tanam 30 × 20 cm memanen berat kering tanaman tertinggi, dan dosis pupuk organik 1 kg/bedengan efektif meningkatkan tinggi tanaman.</p> Genandy Ghifari Ghani Lubis, Pauliz Budi Hastuti, Wiwin Dyah Ully Parwati Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2380 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0700 Pengaruh ZPT terhadap Pertumbuhan dan Pembungaan Beberapa Varietas Krisan https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2379 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan ZPT sintetis dan ZPT alami (ekstrak bawang merah, tauge, dan air kelapa) terhadap pertumbuhan dan pembungaan beberapa varietas krisan, yang dilaksanakan di Jl. Kaliurang, Banteng, Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada bulan April hingga Juli 2025. Metode percobaan yang digunakan adalah percobaan faktorial yang disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua factor, factor pertama adalah beberapa varietas krisan yang terdidi atas dua aras yaitu: Krisan Varietas <em>Bacardi </em>dan Krisan Varietas <em>Dewi Ratih. </em>Sedangkan factor kedua adalah konsentrasi ZPT yang terdiri atas empat aras, yaitu GA3 600 ppm, ZPT Alami 60%, 70%, 100%. Data penelitian dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA) pada taraf nyata 5%. Jika ditemukan interaksi nyata, maka dilanjutkan dengan uji Tukey HSD (<em>Honest Significant</em> <em>Difference</em>) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi nyata pada varietas <em>Bacardi</em> dan <em>Dewi Ratih</em> dengan konsentrasi ZPT GA3 sintetis 600 ppm, ZPT Alami 60%, 70%, dan 100% terhadap seluruh parameter pengamatan. Pengaplikasian ZPT GA3 sintetis 600 ppm, ZPT alami 60%, 70%, dan 100% tidak berbeda nyata terhadap seluruh parameter pengematan krisan. Varietas <em>Bacardi </em>menunjukkan hasil rerata yang lebih baik pada bagian tajuk tanaman serta berat segar tanaman dibandingkan varietas <em>Dewi Ratih</em>, tetapi hasil rerata pada parameter panjang akar dan jumlah akar varietas <em>Dewi Ratih</em> lebih baik dikarenakan distribusi fotosintat yang berbeda pada setiap varietas. Berdasarkan parameter panjang tangkai krisan varietas <em>Bacardi </em>dan <em>Dewi Ratih</em> masuk ke dalam kategori grade C, sedangkan jika dilihat dari jumlah kuntum bunga kedua varietas masuk ke dalam grade B.</p> Rama Suryo Kusumo, Retni Mardu Hartati, Yovi Avianto Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2379 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0700 Pengaruh Macam dan Frekuensi Aplikasi Pupuk Organik Cair (Bonggol Pisang dan Kulit Bawang Merah) terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2386 <p>Penelitian dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh macam dan frekuensi pupuk organik cair (bonggol pisang &amp; kulit bawang merah) serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil kacang tanah telah dilakukan di KP2 INSTIPER Yogyakarta pada bulan Mai – Juli 2025. Metode penelitian dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari dua faktor perlakuan yaitu macam POC yang terdiri dari 3 macam (tanpa POC dengan pupuk NPK sebagai kontrol, bonggol pisang, dan kulit bawang merah) dan frekuensi aplikasi POC terdiri dari 4 frekuensi (3 hari, 5 hari, 7 hari, dan 9 hari sekali). Setiap perlakuan diulang sebanyak empat kali, sehingga terdapat 3 x 4 x 4 = 48 unit percobaan (polybag). Data hasil pengamatan diuji menggunakan sidik ragam ANOVA pada taraf kepercayaan 5%. Perlakuan yang berpengaruh nyata, diuji lanjut dengan DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi nyata antara macam dan frekuensi pemberian pupuk organik cair (POC) terhadap pertumbuhan dan hasil kacang tanah kecuali pada berat segar akar, pemberian POC bonggol pisang dan POC kulit bawang merah memberikan pengaruh yang sama terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah dan lebih baik dibandingkan pupuk NPK sebagai kontrol terhadap hasil kacang tanah, sedangkan pemberian POC dengan frekuensi 3, 5, 7, dan 9 hari sekali berpengaruh sama terhadap pertumbuhan dan hasil kacang tanah.</p> M. Husnul Ardi, Sri Suryanti, Sri Manu Rohmiyati Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2386 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0700 Uji Efektivitas Herbisida Sistemik terhadap Gulma Dicranopteris linearis di Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2392 <p>Gulma merupakan salah satu masalah dalam budidaya tanaman kelapa sawit. Indonesia yang tergolong ke dalam kawasan tropis mempunyai iklim yang sangat mendukung untuk pertumbuhan tanaman maupun gulma, di Indonesia terutama pada perkebunan rakyat masih banyak kekeliruan dalam pengendalian gulma terutama gulma <em>Dicranopteris linearis.</em> (Azhari, 2022). Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan jenis campuran dan dosis paling tepat dan paling mengusung sistem pertanian berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak klompok (RAK) yang terdiri dari tiga jenis herbisida dan beberapa konsentrasi. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan herbisida sistemik dengan kandungan glifosat 4,6cc/L air + metil 0,26 g/L air merupakan herbisida yang paling optimal dan paling efektif tingkat kematiannya dibandingkan dengan herbisida lainnya.</p> M. Abimanyu Andalas, Hangger Gahara Mawandha, Yohana Theresia Maria Astuti Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2392 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0700 Dampak Penggunaan Herbisida Glifosat dan Paraquat terhadap Keberhasilan Suntik Mati (Replanting) Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2393 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dampak penggunaan herbisida glifosat dan paraquat pada pada suntik mati (replanting) kelapa sawit di kebun kelapa sawit yang telah dilakukan di kebun kelapa sawit masyarakat di desa Engkasan Kecamatan Tayan Hulu, Kalimantan Barat. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga Mei 2025. Penelitian ini menggunakan metode percobaan Rancangan Ancak Lengkap (RAL), dengan satu faktor yang terdiri dari 8 perlakuan herbisida. A1: glifosat 100ml, A2: glifosat 150ml, A3: glifosat 200ml, A4: glifosat 250ml, B1: paraquat 100ml/liter solar, B2: paraquat 150ml/liter solar, B3: paraquat 200ml/liter solar, B4: paraquat 250ml/liter solar, Masing-masing dari delapan perlakuan diberikan sebanyak empat kali. Analisis Varians digunakan untuk memeriksa data penelitian pada tingkat signifikansi 5%. Duncan Multiple Range Test (DMRT) digunakan untuk memeriksa perlakuan yang memiliki efek signifikan pada tingkat signifikansi 5%.</p> Leo Kristianus, Herry Wirianata, Sri Gunawan Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2393 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0700 Pengaruh Pemberian Abu Boiler dengan Dosis Pupuk N dan Pupuk P terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Main Nursery) https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2404 <p>Penelitian ini dilaksanakan untuk menganalisis interaksi dosis Abu boiler dengan dosis pupuk Urea dan Sp-36 terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit<em> (main nursery). </em>Dilaksanakan dengan menerapkan rancangan acak lengkap (RAL) dengan dua faktor, yaitu dosis Abu boiler pada persentase A1: 10% (7,25 gram), A2: 17% (12,4 gram), A3: 25% (18,2 gram), Perlakuan menggunakan dosis pupuk Urea dan pupuk SP-36 yang terdiri atas P1 (7 gram Urea dan 5 gram SP-36), P2 (17 gram Urea dan 5 gram SP-36), serta P3 (7 gram Urea dan 15 gram SP-36), dengan setiap perlakuan diulang sebanyak empat kali. Parameter yang diukur mencakup berbagai aspek pertumbuhan vegetatif dan produksi tanaman. Data hasil analisis menggunakan uji analisis varians, diikuti dengan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada tingkat signifikansi 5% jika terdapat pengaruh nyata. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor dosis Abu boiler dengan dosis pupuk Urea dan Sp-36 memberikan pengaruh nyata terhadap Sebagian besar parameter pertumbuhan dan hasil pengamatan, sementara parameter lainnya menunjukkan respon yang relatif seragam antar perlakuan. Secara umum, kombinasi dosis Abu boiler dengan pemberian pupuk Urea dan SP-36 pada dosis tertentu memberikan respons pertumbuhan serta hasil yang lebih optimal dibandingkan kombinasi perlakuan lainnya. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa persentase 18,2 gram dosis Abu boiler dengan 7 gram dosis Urea dan 15 gram dosis Sp-36 merupakan faktor utama yang mempengaruhi pertumbuhan bibit kelapa sawit <em>(maini nursery).</em></p> Ego Prayogi, Neny Andayani, Enny Rahayu Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2404 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0700 Perbandingan Pengendalian Oryctes Rhinoceros pada Kebun Kelapa Sawit Replanting dengan Sistem Tumbang Benam dan Tumbang Chipping https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2399 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode efektif pengendalian <em>Oryctes rhinoceros</em> pada kebun kelapa sawit replanting dengan sistem tumbang benam dan tumbang <em>Chipping</em>. Penelitian ini dilaksanakan pada lahan kelapa sawit di Desa Teluk Panji, Kecamatan Kampung Rakyat, Kabupaten Labuhan Batu Selatan, Provinsi Sumatera Utara pada bulan Juni sampai Juli 2025. Penelitian ini menggunakan metode survei lapangan dengan pengamatan langsung pada areal replanting kelapa sawit. Pengamatan dilakukan pada dua sistem replanting, yaitu sistem tumbang benam dan sistem tumbang <em>Chipping</em> pada tanaman kelapa sawit dengan umur Tanaman belum menghasilkan 2, Tanaman belum menghasilkan 3, dan Tanaman menghasilkan 1. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis statistik untuk mengetahui perbedaan kepadatan populasi <em>Oryctes rhinoceros</em> dan tingkat serangan pada kedua sistem replanting. Parameter yang diamati meliputi kepadatan populasi <em>Oryctes rhinoceros</em> stadia dewasa dan stadia pradewasa serta tingkat serangan pada tanaman kelapa sawit. Hasil analisis menunjukkan bahwa kepadatan populasi <em>Oryctes rhinoceros</em> stadia dewasa dan stadia pradewasa pada sistem tumbang benam lebih rendah dibandingkan dengan sistem tumbang <em>Chipping</em> pada seluruh umur tanaman yang diamati. Selain itu, tingkat serangan <em>Oryctes rhinoceros</em> pada sistem tumbang benam juga lebih rendah dibandingkan sistem tumbang <em>Chipping</em>, sehingga sistem tumbang benam lebih efektif dalam menjaga populasi dan serangan <em>Oryctes rhinoceros</em> pada kebun kelapa sawit replanting.</p> Rizky Alayudi Siregar, Samsuri Tarmaja, Herry Wirianata Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2399 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0700 Pengaruh Beberapa Sumber Bahan Organik dan Trichoderma sp. terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit Main Nursery https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2405 <p>Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki bagaimana pertumbuhan bibit kelapa sawit pada fase pembibitan utama berkaitan dengan bahan organik, dosis <em>Trichoderma</em> sp., dan interaksi keduanya. Percobaan selama tiga bulan, yang berlangsung dari Mei hingga Agustus 2025, dilakukan di perkebunan petani kecil di Kabupaten Rokan Hilir, Riau. Teknik Rancangan Acak Lengkap (RUT) faktorial dua faktor digunakan untuk menyusun percobaan. Ampas tahu, ampas tempe, dan sludge kolam merupakan tiga tingkat bahan organik yang membentuk komponen pertama. Unsur kedua adalah empat tingkat dosis Trichoderma sp.: kontrol, 15, 25, dan 35 g. Analisis varians (ANOVA) digunakan untuk menganalisis data observasi, jika hasilnya menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik, Uji Jarak Berganda Duncan dilakukan pada tingkat signifikansi 5%. Hasil analisis menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan memiliki interaksi yang signifikan pada peningkatan tinggi bibit dan jumlah daun. Secara mandiri, faktor sumber bahan organik ampas tahu menghasilkan hasil terbaik pada diameter batang, berat segar tanaman, berat kering tanaman, berat segar tajuk, dan berat kering tajuk. Sementara itu, diameter batang, berat segar tanaman, berat kering tanaman, berat segar tajuk, berat kering tajuk, berat kering akar, dan panjang akar primer menghasilkan hasil terbaik pada Trichoderma sp. 15 g.</p> Nur Atikah, Elisabeth Nanik Kristalisasi, Valensi Kautsar Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2405 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0700 Pengaruh Pupuk Organik Cair dan Bakteri Endofit dalam Meningkatkan Keragaan Tanaman Bibit Kelapa Sawit di Pre-Nursery https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2408 <p>Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kombinasi perlakuan konsentrasi pupuk organik cair dan dosis bakteri endofit dalam meningkatkan keragaan bibit kelapa sawit di <em>pre-nursery</em>, serta konsentrasi pupuk organik cair dan dosis bakteri endofit yang paling tepat untuk meningkatkan pertumbuhan bibit kelapa sawit di <em>pre-nursery</em>. Penelitian ini dilaksanakan di Jl Nangka, Karang nongko Rt 03/ Rw 09 yang terletak di Desa Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Penelitian dimulai dari bulan September – November 2025, dengan ketinggian 140 mdpl. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor. Faktor pertama yaitu konsentrasi pupuk organik cair yang terdiri dari 4 aras yaitu: 0 , 75, 150, dan 225 ml/l. Faktor kedua dosis bakteri endofit terdiri dari 4 aras yaitu: 0 , 15, 25 ,dan 35 ml. Dari dua faktor tersebut di peroleh 16 kombinasi dengan setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali dan diperoleh 80 bibit. Data hasil penelitian dianalisis dengan sidik ragam (ANOVA) pada jenjang nyata 5%. Apabila terdapat beda nyata diuji dengan DMRT pada jenjang nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi nyata kombinasi perlakuan pupuk organik cair dan bakteri endofit pada parameter berat segar akar, berat kering tajuk, dan berat kering akar. Konsentrasi pupuk organik cair 75 dan dosis bakteri endofit memberikan pengaruh paling baik pada parameter berat sagar akar. Konsentrasi pupuk organik cair 150 ml/l dan dosis bakteri endofit 15 ml memberikan pengaruh paling baik pada parameter berat kering tajuk dan berat kering akar. Pupuk organik cair 150 ml/l sudah mampu meningkatkan berat segar tajuk pada bibit kelapa sawit di <em>pre-nursery. </em>Bakteri endofit 25 ml mampu memberikan pertumbuhan paling baik pada parameter tinggi bibit</p> M. Dhyka Febrian, Achmad Himawan, Elisabeth Nanik Kristalisasi Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2408 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0700 Efektivitas Pemberian PGPR dan Ekstrak Daun Kelor pada Berbagai Konsentrasi terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai Rawit (Capsicum Frutescens L.) https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2415 <p>Penelitian memiliki tujuan untuk menentukan konsentrasi terbaik dari kombinasi PGPR dan ekstrak daun kelor untuk meningkatkan efektivitas pertumbuhan tanaman cabai rawit. Pelaksanaan penelitian di Kebun Pendidikan dan Penelitian Instiper Yogyakarta, Desa Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, dengan elevasi 188 meter dari permukaan laut. Penelitian menggunakan model Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial. Faktor pertama adalah tingkat konsentrasi PGPR (P), yang terdiri dari empat konsentrasi, yaitu konsentrasi (ml/l) 0%, 1.5%, 2.5%, dan 3.5%. Faktor kedua yang digunakan meliputi tingkat konsentrasi ekstrak daun kelor (Q), yang terdiri dari empat aras, yaitu konsentrasi (ml/l) 0%, 2%, 3%, dan 4%. Dari kedua faktor diperoleh 16 kombinasi perlakuan dengan setiap perlakuan terdiri dari 5 ulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kedua faktor kombinasi terdapat interaksi nyata terhadap parameter jumlah cabang tersier pertanaman, jumlah buah dan berat buah, terbaik pada kombinasi konsentrasi PGPR 1.5% dan konsentrasi eksrak daun kelor 4%.</p> Khoirul Anwar, Idum Satia Santi, Samsuri Tarmaja Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2415 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0700 Pertumbuhan Larva Kumbang Tanduk (Oryctes rhinoceros) pada Beberapa Jenis Bahan Kompos https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2416 <p><em>Oryctes rhinoceros </em>merupakan salah satu hama utama pada perkebunan kelapa sawit, khususnya pada areal peremajaan (<em>replanting</em>). Tingginya tingkat serangan <em>Oryctes rhinoceros</em> berkaitan erat dengan keberhasilan pertumbuhan pada fase larva. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan larva <em>Oryctes rhinoceros</em> pada beberapa jenis bahan kompos seperti cacahan batang, pelepah, akar, kombinasi batang dan pelepah, pelepah dan akar, serta batang dan akar yang umum dijumpai di areal <em>replanting</em> perkebunan kelapa sawit. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juli 2025, di Kelti Proteksi Tanaman, Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Unit Usaha Marihat Pematangsiantar, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara. Percobaan disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan enam perlakuan dan empat ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertumbuhan larva <em>Oryctes rhinoceros</em> dapat berlangsung pada seluruh jenis bahan kompos yang digunakan, baik berupa media batang, pelepah, akar, maupun kombinasinya, meskipun respon pertumbuhan berbeda pada fase awal hingga pertengahan pengamatan.</p> Langgeng Pandu Wiratama, Samsuri Tarmadja, Idum Satya Santi Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2416 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0700 Perbandingan Karakteristik Sifat Fisik dan Kimia pada Tanah Mineral dan Gambut Di Perkebunan Kelapa Sawit PT. Golden Blossom Sumatra https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2426 <p>Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana perbandingan karakteristik sifat fisik dan kimia tanah mineral dan gambut dan perbandingan karakter agronomi di perkebunan kelapa sawit. Penelitian ini dilaksanakan di PT. Golden Blossom Sumatera Desa Prambatan, Abab, Penukal Lematang Ilir (PALI) dan dilakukan di Laboratorium BSIP. Pelaksanaan kegiatan ini dijadwalkan berlangsung mulai bulan Juni hingga Juli tahun 2025. Penelitian menggunakan metode survei dan membuat rancangan panel untuk mendapatkan data kuantitatif di tanah mineral dan gambut. Kemudian metode pengambilan sampel tanaman menggunakan <em>purposive sampling</em> dengan kriteria tanah mineral, gambut, tanaman betina, umur sama dan varietas sama. Pengambilan sampel tanah dengan teknik komposit dimana diambil sebanyak 3 sampel di setiap jenis tanah sehingga didapatkan total 6 sampel tanah dan pengambilan sampel agronomi diambil sebanyak 5% di setiap jenis tanah. Hasil data dianalisis dengan Uji-T Independen (T-test) pada taraf 5% untuk membandingkan dua analisis data karakteristik agronomi, sifat fisik dan kimia kelapa sawit di tanah mineral dan gambut. Selanjutnya data jumlah TBS, produktivitas dan BJR mineral dan gambut di analisis dengan Uji Paired (T-test) pada taraf 5%. Hasil analisis perlakuan menunjukkan perbedaan nyata terhadap parameter pH tanah, C-organik, N-total, berat volume, berat jenis, tinggi tanaman, diameter batang, tebal petiole, lebar petiole, panjang pelepah, produktivitas, jumlah TBS dan BJR.</p> Wahyudin Marta, Valensi Kautsar, Dian Pratama Putra Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2426 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0700 Gradasi Hara pada Berbagai Kemiringan Lahan Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2430 <p>Kemiringan lahan tidak hanya mempengaruhi risiko erosi, tetapi juga berdampak pada distribusi unsur hara dalam tanah, yang pada akhirnya mempengaruhi pertumbuhan dan hasil panen kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gradasi hara pada berbagai kemiringan lahan perkebunan kelapa sawit rakyat serta dampaknya terhadap sifat fisik dan kimia tanah, pertumbuhan vegetatif, dan produktivitas tanaman. Penelitian dilaksanakan di Desa Bunga Antoi, Kecamatan Tabir Selatan, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, dengan analisis laboratorium dilakukan di Laboratorium Pusat INSTIPER Yogyakarta dan Laboratorium BRMP Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dan analisis laboratorium dengan teknik pengambilan sampel secara purposive random sampling pada tiga kelas kemiringan lahan, yaitu datar (0–8%), landai (8–15%), dan agak curam (15–25%). Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) pada taraf 5% dan dilanjutkan dengan uji DMRT, sedangkan produktivitas dianalisis menggunakan Linear Mixed Models. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemiringan lahan berpengaruh nyata terhadap berat volume dan porositas tanah, namun tidak berpengaruh nyata terhadap berat jenis tanah. Kandungan nitrogen total menurun signifikan seiring meningkatnya kemiringan lahan, sedangkan pH, C-organik, fosfor tersedia, dan kalium tersedia tidak berbeda nyata. Produktivitas tertinggi diperoleh pada lahan datar sebesar 12,81 ton ha⁻¹ tahun⁻¹, diikuti lahan landai 11,17 ton ha⁻¹ tahun⁻¹, dan agak curam 8,89 ton ha⁻¹ tahun⁻¹. Diameter batang dan tebal petiole berbeda nyata antar kemiringan, sedangkan parameter vegetatif lainnya tidak berbeda nyata. Secara keseluruhan, kemiringan lahan memengaruhi distribusi nitrogen dan kondisi fisik tanah yang berdampak pada produktivitas kelapa sawit rakyat</p> Ahmad Muklasin, Valensi Kautsar, Dian Pratama Putra Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2430 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0700 Pengaruh Blotong sebagai Campuran Media Tanam pada Tanah Pasir dan Lempung, dan Dosis Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Edamame (Glycine max L. Merill) https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2437 <p>Penelitian berikut bermaksud guna mengetahui pengaruh blotong sebagai campuran media tanam pada tanah pasir dan lempung, dan dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman edamame <em>(</em><em>Glycine max </em>L. Merill). telah dilaksanakan di Kebun Pendidikan dan Penelitian (KP2) INSTIPER Yogyakarta di Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta, pada bulan April hingga juli. Penelitian berikut menerapkan metode percobaan faktorial dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri atas dua factor, yaitu komposisi media tanam dengan 5 aras perbandingan volume yang sama yakni (tanah pasir, tanah lempung latosol, tanah pasir + blotong, tanah lempung latosol + blotong, serta tanah pasir + lempung latosol + blotong), dan dosis pupuk NPK dengan 3 aras dosis (5 g/polybag , 7,5 g/polybag serta 10 g/polybag), berdasar pada dua aspek itu didapat 15 (5x3) kombinasi perlakuan dan tiap-tiap perlakuan dilaksanakan 5 ulangan. Jumlah bibit edamame yang dibutuhkan untuk percobaan : 15 x 5 = 75 bibit. Temuan penelitian dianalisis dimana sidik ragam yang tarafnya 5%. Perlakuan yang berdampak nyata diuji lanjut dengan DMRT taraf 5%. Temuan analisis mengindikasi tidak terdapat interaksi nyata diantara macam media tanam dan dosis pupuk NPK. Penggunaan media tanah regosol+blotong memberi hasil terbaik, sementara pemberian pupuk NPK dosis 5 g, 7,5 g, serta 10 g berpengaruh sama pada semua parameter pertumbuhan serta hasil tanaman kedelai edamame.</p> Faizal Akbar Firmansyah, Sri Manu Rohmiyati, Ety Rosa Setyawati Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2437 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0700 Analisis Kesuburan Sifat Fisik dan Kimia Tanah Di Bawah Tegakan Kelapa Sawit Pada Lahan Datar dan Miring https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2439 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesuburan sifat fisik dan kimia tanah di bawah tegakan kelapa sawit pada lahan datar dan miring serta mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi perbedaan kesuburan sifat fisik dan kimia tanah pada lahan datar dan miring. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2025 hingga Januari 2026 di PT Karyamas Plantation, Bukit Semirah Estate, Kecamatan Empanang, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, dengan analisis tanah yang dilakukan di Laboratorium Institut Pertanian STIPER Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif untuk mendapatkan data primer berupa sifat fisik dan kimia tanah serta data sekunder berupa data produksi. Pengambilan sampel menggunakan metode <em>stratified random sampling</em> untuk menentukan titik sampel tanah dengan total sampel sebanyak 45 sampel tanah terusik dan 45 sampel tanah tidak terusik. Data dianalisis menggunakan ANOVA taraf 5% yang dilanjutkan dengan uji DMRT taraf 5% apabila terdapat perbedaan nyata dan regresi korelasi untuk mengukur kekuatan arah hubungan antara dua variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kelas II (8–16%) memiliki porositas tertinggi (40,90%), sementara Kelas I (0–8%) menunjukkan akumulasi nutrisi N dan P tertinggi serta nilai EC tertinggi. EC memiliki korelasi yang kuat dan positif dengan N, P, dan K (r = 0,90–0,99) serta korelasi positif dengan produktivitas (r = 0,85–0,89). Perbedaan topografi diduga memengaruhi kesuburan tanah, tetapi tidak selalu memiliki dampak signifikan pada produksi tahunan.</p> Ahmad Farhansyah Batubara, Dian Pratama Putra, Hangger Gahara Mawandha Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2439 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0700 Pengaruh Dosis Campuran Herbisida Metil Metsulfuron dan Cuka Dapur terhadap Gulma Daun Lebar (Asystasia gangetica) di Perkebunan Kelapa Sawit https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2440 <p>Penelitian ini didasari oleh fenomena dominansi gulma daun lebar <em>Asystasia gangetica</em> yang berperan sebagai kompetitor utama dan berpotensi menghambat produktivitas tanaman kelapa sawit. Penggunaan herbisida sintetis metil metsulfuron secara terus-menerus berisiko menimbulkan resistensi dan dampak lingkungan, sehingga diperlukan upaya penurunan dosis dengan penambahan adjuvan alami seperti cuka dapur (asam asetat). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara metil metsulfuron dan cuka dapur serta menentukan dosis kombinasi yang paling efektif dalam mengendalikan gulma <em>Asystasia gangetica</em>. Metode penelitian menggunakan percobaan faktorial yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah dosis metil metsulfuron (0,3 g/L; 0,4 g/L; dan 0,5 g/L) dan faktor kedua adalah dosis cuka dapur (0 ml/L; 50 ml/L; 100 ml/L; dan 150 ml/L). Parameter yang diamati adalah tingkat kerusakan gulma secara visual menggunakan skala WSSA pada 7, 14, 21, 28, 35, dan 42 hari setelah aplikasi (HSA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi metil metsulfuron dan cuka dapur memberikan interaksi nyata pada fase awal pengamatan (7–28 HSA) yang ditunjukkan oleh munculnya gejala kerusakan gulma berupa klorosis, nekrosis, dan terhambatnya pertumbuhan gulma. Kombinasi perlakuan metil metsulfuron 0,4 g/L dengan cuka dapur 100 mL/L menunjukkan efektivitas tertinggi dalam mempercepat kerusakan gulma. Namun demikian, pada pengamatan akhir (42 HSA) seluruh perlakuan menunjukkan tingkat kematian gulma yang sama, yaitu mati total. Hal ini menunjukkan bahwa dosis terendah metil metsulfuron (0,3 g/L) sudah efektif dalam membunuh gulma <em>Asystasia gangetica</em>, sedangkan penambahan cuka dapur berperan dalam mempercepat proses kerusakan gulma pada fase awal setelah aplikasi.</p> Daniel Ananto Ananto, Idum Satia Santi, Abdul Mu'in Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2440 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0700 Pengaruh Macam dan Ketebalan Lapisan Mulsa Organik terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Main Nursery https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2442 <p>Peneliti ingin menganalisis yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis mulsa serta ketebalan lapisan mulsa terhadap <em>main nursery</em> kelapa sawit dan dalam pengamatan bibit menggunakan tanah regosol. Pengamatan penelitian dilakukan di lahan percobaan yang terletak di Institut Pertanian Yogyakarta yang terletak di Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, selama periode Oktober 2025 hingga Januari 2026. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial. Faktor pertama dengan tiga aras adalah jenis mulsa, yaitu cangkang sawit (M1), pelepah pisang (M2), dan jerami padi (M3). Faktor kedua dengan tiga aras adalah ketebalan lapisan mulsa, yaitu 2 cm (K1), 4 cm (K2), dan 6 cm (K3). Kemudian didapatkan 9 kombinasi dari masing masing dua perlakuan. Kemudian setiap kombinasi diulang sebanyak 5 kali ulangan yang didapatkan 45 unit percobaan (tanaman). Data yang diperoleh dalam penelitian kemudian dianalisis menggunakan ANOVA dengan alfa 0,05. Apabila menunjukkan interaksi nyata antar kombinasi perlakuan maka untuk menganalisis masing-masing perlakuan menggunakan uji lanjut <em>Duncan’s Multiple Range Test</em> (DMRT) dengan alfa 0,05. Data yang diperoleh menunjukkan hasil bahwa 9 kombinasi perlakuan tidak menunjukkan interaksi nyata, diikuti pengaruh perlakuan jenis mulsa dan perlakuan ketebalan lapisan mulsa juga tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap <em>main nursery</em> kelapa sawit.</p> Ramanda Prayoga, Herry Wirianata, Abdul Mu'in Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2442 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0700 Penerapan Kultur Teknis Kelapa Sawit pada Petani Swadaya dan Plasma (Studi Kasus Di Kabupaten Indragiri Hulu) https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2449 <p>Penelitian ini bertujuan membandingkan penerapan kultur teknis kelapa sawit pada petani plasma dan petani swadaya serta menilai implikasinya terhadap produktivitas di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif komparatif dengan penentuan responden menggunakan stratified purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioener, observasi lapangan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Perbedaan rata-rata produktivitas dianalisis menggunakan Independent Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebun plasma menerapkan kultur teknis secara lebih terstandar dan terjadwal, terutama pada aspek persiapan lahan, penggunaan bahan tanam, pemupukan, pemangkasan, dan rotasi panen karena dibawah naungan koperasi sawit yang bermitra dengan perusahaan inti. Sebaliknya, kebun swadaya menunjukkan variasi praktik budidaya dan ketidakteraturan dalam beberapa kegiatan teknis. Pada teknologi konservasi tanah dan air, kedua kelompok belum sepenuhnya menerapkan secara optimal. Hasil uji menunjukkan adanya perbedaan produktivitas antara kebun plasma dan swadaya.</p> Febri Arya Wahyuda, Neny Andayani, Hangger Gahara Mawandha Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2449 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0700 Studi Komparatif Produktivitas Kelapa Sawit pada Lahan yang Tergenang Air dan Tidak Tergenang di PT. Karyamas https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2448 <p>Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan produktivitas tanaman kelapa sawit pada lahan tergenang dan tidak tergenang di PT. Karyamas. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus–November 2025 menggunakan metode komparatif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel diambil pada satu blok lahan tergenang dan satu blok lahan tidak tergenang dengan data produktivitas selama periode 2020-2024 dan pada masing-masing blok diambil 25 pokok sampel serta 3 sampel tanah. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, diameter batang, panjang pelepah, lebar dan tebal petiol, jumlah tandan per pokok, produktivitas (ton/ha/tahun), jumlah janjang/ha/tahun, berat janjang rerata, pH tanah, dan P tersedia. Data dianalisis menggunakan independent t test pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh parameter agronomi pada lahan tidak tergenang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan lahan tergenang. Produktivitas pada lahan tidak tergenang secara konsisten lebih tinggi dibandingkan produktivitas pada lahan tergenang. Jumlah janjang/ha/tahun juga secara konsisten lebih tinggi pada lahan tidak tergenang dibandingkan pada lahan tergenang. Berat janjang rerata pada kedua kondisi lahan menunjukkan nilai yang sama meningkat setiap tahunnya. pH tanah pada lahan tergenang berada pada kategori masam sedangkan pH tanah pada lahan tidak tergenang berada pada kategori netral dan kadar P tersedia pada lahan tidak tergenang lebih tinggi dibandingkan pada lahan tergenang. Perbedaan kondisi lahan menunjukkan lingkungan tumbuh yang lebih baik pada lahan tidak tergenang sehingga karakteristik agronomi dan produktivitasnya lebih baik dibandingkan pada lahan tergenang.</p> Lamberto Simanjuntak, Sri Suryanti, Neny Andayani Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2448 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0700 Pertumbuhan Bibit Kakao Hibrida dengan Perlakuan Dosis dan Jenis Pupuk Kotoran Hewan https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2452 <p>Kakao dikenal sebagai tumbuhan yang biasa dibudidayakan di kebun serta Bernama latin (<em>Theobroma cacao </em>L.), kakao sangat penting di Indonesia, memberikan pendapatan bagi petani, lapangan kerja di pedesaan, serta mendorong agribisnis dan agroindustri, beberapa upaya guna menumbuhkan nilai produk kakao yaitu memilih benih seperti kakao yang berkualitas seperti kakao hibrida dan pembibitan yang tepat agar dapat meningkatkan hasil panen dengan maksimal. Luaran studi ini dimaksudkan agar menggali mengenai pertumbuhan bibit kakao hibrida dengan perlakuan dosis dan jenis pupuk kotoran hewan. Peneletian ini dijalankan di KP2 (Kebun Pendidikan dan Penelitian) Institut Pertanian Stiper Yogyakarta, Kelurahan Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman,Yogyakarta. Pada ketinggian 118 mdpl bulan April 2025 - Juli 2025. Perlakuan akan mengadopsi Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial terbagi menjadi 2 faktor. Pertama adalah tipe pupuk kandang terdiri dari 3 aras yaitu P1 = pupuk kandang ayam, P2 = pupuk kandang sapi, P3 = pupuk kandang kambing dan faktor kedua adalah macam takaran pupuk kandang terbagi dalam 3 aras yaitu D1 = 50 gram, D2 = 100 gram, D3 = 150 gram dan NPK sebagai kontrol. Sehingga diperoleh 9 kombinasi dengan 10 ulangan dengan perlakuan kontrol diluar sebanyak 10 ulangan, sehingga terdapat 100 satuan uji coba. Pengujian data dilakukan melalui sidik ragam jenjang 5% yang dilanjutkan dengan DMRT 5% jika terdeteksi pengaruh nyata. Dari penelitian ini, diketahui bahwa seluruh parameter tidak menunjukkan adanya interaksi antara jenis dan dosis pupuk kandang. Pertumbuhan bibit kakao dipengaruhi secara nyata oleh pemberian pupuk kandang dalam campuran media tanam, dengan pertumbuhan paling baik ditunjukkan oleh perlakuan pupuk kandang sapi. Namun, tidak ditemukan pengaruh nyata yang diakibatkan oleh faktor dosis terhadap pertumbuhan bibit tersebut</p> Galang Suswinoto, Neny Andayani, Galang Indra Jaya Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2452 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0700 Analisis Tingkat Kesuburan Tanah Spodosol dan Podsolik Dibawah Tanaman Calopogonium mucunoides di Perkebunan Kelapa Sawit di PT. Karyamas https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2458 <p>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesuburan tanah spodosol yang ditanam <em>C. mucunoides</em> dan tidak ditanam <em>C. mucunoides</em>, kemudian tanah podsolik yang ditanam <em>C. mucunoides</em> dan tidak ditanam <em>C. mucunoides</em> pada perkebunan kelapa sawit fase tanaman belum menghasilkan (TBM) di PT. Karyamas, Kecamatan Empanang, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.Tanah spodosol dan podsolik umumnya memiliki tingkat kesuburan rendah akibat kemasaman tinggi, kandungan bahan organik rendah, serta kapasitas tukar kation (KTK) yang terbatas, sehingga diperlukan upaya perbaikan melalui penanaman <em>C. mucunoides</em>. Penelitian ini dilakukan pada blok (TBM) dengan melakukan survei lapangan untuk menentukan titik pengambilan sampel. Pengambilan sampel tanah dilakukan menggunakan metode <em>random sampling, </em>sehingga didapatkan 36 titik pengambilan sampel, dengan 3 sampel di kompositkan menjadi 1 sampel pada kedalaman 20 cm. total 12 sampel. Parameter yang diamati meliputi pH, porositas, nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), bahan organik, KTK. Kemudian dianalisis menggunakan uji Independent T-test taraf 5%, serta biomassa tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tanah Spodosol, penanaman <em>C. mucunoides</em> menurunkan pH secara nyata dan meningkatkan bahan organik secara signifikan, sedangkan parameter N, P, K, porositas, dan KTK tidak berbeda nyata. Pada tanah Podsolik, terjadi peningkatan nyata pada kalium dan bahan organik, sementara parameter lainnya tidak menunjukkan perbedaan signifikan. Biomassa kering yang dihasilkan cukup tinggi, menunjukkan potensi sebagai sumber input bahan organik tanah. Secara umum, penanaman <em>C. mucunoides</em> berperan dalam meningkatkan kandungan bahan organik sebagai indikator awal rehabilitasi tanah marginal pada perkebunan kelapa sawit.</p> Rizky Alhanif, Valensi Kautsar, Dian Pratama Putra Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2458 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0700 Pengaruh Sumber Fosfat dan Asam Amino terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2462 <p>Produksi cabai rawit (<em>Capsicum frutescens</em> L.), yang merupakan produk hortikultura bernilai tinggi, sangat bergantung pada ketersediaan nutrisi, khususnya fosfor, dan peran peningkat pertumbuhan seperti asam amino. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana berbagai sumber pupuk fosfat dan asam amino, beserta kombinasinya, mempengaruhi pertumbuhan dan hasil panen tanaman cabai rawit. Percobaan dilakukan di Yogyakarta, Sleman, Jl. Nangka, Krodan, Maguwoharjo, dari Juni hingga November 2025. Desain RAL faktorial digunakan untuk percobaan ini, yang melibatkan dua faktor kunci. Faktor pertama adalah jenis pupuk fosfat, yang meliputi kontrol (SP-36), pupuk cair yang terbuat dari batang pisang, pupuk cair daun moringa, dan pupuk fosfat cair. Faktor kedua adalah konsentrasi asam amino, yang diuji pada tiga tingkatan: 15 ml/L, 10 ml/L, dan tanpa asam amino. Sebanyak 48 unit percobaan dibuat, dibagi menjadi 12 kombinasi perlakuan, dengan setiap kombinasi diulang empat kali. Data pertama kali dianalisis menggunakan ANOVA dengan ambang batas signifikansi 5%, dan jika terdapat perbedaan signifikan, uji DMRT diterapkan. Hasil menunjukkan bahwa berbagai sumber pupuk fosfat memiliki pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan tanaman cabai rawit, terutama terkait tinggi tanaman, diameter batang, dan jumlah cabang sekunder. Selain itu, pemberian asam amino juga mendorong pertumbuhan vegetatif tanaman cabai rawit ini. Satu-satunya dampak yang terlihat dari kombinasi asam amino dan pupuk fosfat adalah pada jumlah daun; karakteristik pertumbuhan lainnya dan hasil generatif tetap tidak berubah</p> Mhd Bonny Afi Habibi Sianturi, Ryan Firman Syah, Sri Gunawan Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2462 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0700 Kajian Produksi Kelapa Sawit pada Variasi Topografi: Rendahan (Lowland), Dataran (Flatland), dan Perbukitan (Hill Area) https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2460 <p>Kelapa sawit merupakan komoditas perkebunan utama yang memiliki peran strategis dalam perekonomian indonesia. Produktivitas tanaman kelapa sawit dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya kondisi topografi lahan yang dapat memengaruhi pertumbuhan dan hasil produksi. Variasi topografi seperti rendahan, dataran, dan perbukitan berpotensi menimbulkan perbedaan karakter agronomi dan tingkat produksi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan produksi kelapa sawit pada variasi topografi lahan serta mengkaji perbedaan karakter agronomi tanaman pada masing-masing kondisi topografi. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode survei lapangan dengan teknik pengambilan sampel secara stratified random sampling, memilih blok dan tanaman yang homogen. Data yang dikumpulkan meliputi produksi tandan buah segar selama lima tahun terakhir serta beberapa parameter karakter agronomi tanaman. Hasil yang di dapatkan akan di analisis menggunakan Sidik ragam (<em>Analysis of Variance</em>) pada jenjang nyata 5%, dan apabila memiliki perbedaan secara statistik, maka dilanjutkan dengan uji lanjutan menggunakan uji jarak berganda Duncan (<em>Duncan’s Multiple Range Test</em>) pada taraf signifikan 5% untuk mengetahui perbedaan produksi dan karakter agronomi pada setiap variasi topografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat produksi dan karakter agronomi pada masing-masing kondisi topografi. Lahan dengan kondisi dataran menunjukkan tingkat produksi yang relatif lebih tinggi dibandingkan lahan rendahan dan perbukitan. Kondisi topografi berpengaruh terhadap variasi produksi dan pertumbuhan tanaman kelapa sawit, sehingga diperlukan pengelolaan budidaya yang disesuaikan dengan karakteristik lahan guna memperoleh hasil yang optimal.</p> Ardianta Irfan Hanif Harahap, Neny Andayani, Sri Suryanti Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2460 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0700 Evaluasi Tingkat Kesuburan Tanah di Bawah Tegakan Tanaman Berguna (Nephrolepis Biserrata) di Desa Tandem Hulu I https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2467 <p>Penelitian ini dilakukan untuk menilai kondisi kesuburan tanah yang berada dibawah tegakan tanaman berguna<em> Nephrolepis biserrata </em>pada tingkat kerapatan yang berbeda di perkebunan kelapa sawit rakyat Desa Tandem Hulu 1, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Penelitian dilangsungkan pada bulan Juni hingga Juli 2025 pada areal kebun kelapa sawit seluas 1 ha. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan survei lapangan yang dilengkapi dengan analisis sampel tanah di laboratorium. Sampel tanah diambil menggunakan teknik <em>purposive random sampling </em>dengan penempatan sembilan plot pengamatan berukuran 1 x 1 m yang dikelompokkan menjadi tiga tingkat kerapatan <em>Nephrolepis biserrata</em> yaitu rendah, sedang, dan tinggi, masing-masing dengan tiga ulangan. Sampel tanah diambil pada kedalaman 0–20 cm untuk dianalisis sifat kimia tanah yang meliputi pH tanah, C-organik, N-total, P tersedia, K tersedia dan C/N rasio, serta sifat fisik tanah yang meliputi berat volume, berat jenis, porositas, permeabilitas, dan tekstur tanah. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis varians (ANOVA) satu arah dan dilanjutkan dengan uji Duncan pada taraf 5%. Hasil analisis menunjukan bahwa variasi tingkat kerapatan hanya berpengaruh signifikan terhadap parameter N-total, sedangkan parameter sifat kimia dan sifat fisik tanah lainnya tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Nilai N-total tertinggi terdapat pada kerapatan tinggi sebesar 0,20%, diikuti kerapatan sedang sebesar 0,18%, dan terendah pada kerapatan rendah sebesar 0,14%. Secara umum kondisi fisik tanah tergolong baik dengan nilai berat volume rendah (0,92–1,04 g/cm<sup>3</sup>) dan porositas relatif tinggi. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, tingkat kesuburan tanah di bawah tegakan <em>Nephrolepis biserrata</em> di lokasi penelitian berada pada kategori sedang.</p> Pajar Amirullah, Sri Suryanti, Valensi Kautsar Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2467 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0700 Analisis Status Kandungan Bahan Organik dan Produktivitas Lahan di Perkebunan Kelapa Sawit https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2468 <p>Penurunan produktivitas kelapa sawit di Indonesia sering dikaitkan dengan degradasi lahan, terutama kandungan bahan organik tanah yang rendah, yang menyebabkan stagnasi hasil panen. Studi ini bertujuan untuk menganalisis status kandungan bahan organik tanah (C-organik, nitrogen, fosfor, kalium, dan kapasitas tukar kation) serta hubungannya dengan produktivitas lahan secara komprehensif di PT Karyamas, Kalimantan Barat. Metode penelitian menggunakan survei deskriptif dengan teknik <em>purposive sampling</em> untuk mengumpulkan 60 sampel tanah komposit, yang kemudian dianalisis di laboratorium. Data produktivitas Buah Segar (TBS) aktual untuk periode 2020-2025 diuji menggunakan uji T independen serta analisis korelasi dan regresi. Hasil menunjukkan bahwa lahan dengan kandungan bahan organik tinggi memiliki ketersediaan hara yang signifikan lebih tinggi, dengan rata-rata 68,23 ppm nitrogen, 204,13 ppm fosfor, dan 198,90 ppm kalium dibandingkan dengan lahan dengan kandungan bahan organik rendah. Analisis statistik membuktikan korelasi positif yang sangat kuat antara bahan organik dan kapasitas tukar kation (KTK) (r = 0,82). Dari aspek produksi, perbedaan yang jelas terlihat dari tahun 2021 hingga 2025, dimana lahan dengan kandungan bahan organik tinggi mampu mencapai produktivitas 21,60 ton/ha/tahun, sementara lahan dengan kandungan bahan organik rendah cenderung stagnan pada 12,50 ton/ha/tahun. Kesimpulannya, kandungan bahan organik tanah memiliki pengaruh signifikan dalam meningkatkan sifat kimia tanah dan meningkatkan produktivitas kelapa sawit yang berkelanjutan, sehingga pengelolaan limbah organik seperti janjang kosong sangat dianjurkan untuk menjaga stabilitas hasil panen</p> Muhammad Nanda Riyo Saputra, Dian Pratama Putra, Sri Suryanti Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2468 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0700 Pengaruh Ekstrak Bawang Merah terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit Hasil Pemisahan Double Tone https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2454 <p>Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh pemisahan <em>double tone</em> terhadap pertumbuhan dan perkembangan bibit kelapa sawit serta mengetahui pengaruh penambahan ekstrak bawang merah terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit hasil pemisahan <em>double tone</em>. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan bulan Juni 2025 di KP2 Instiper Yogyakarta yang berlokasi di Kelurahan Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini berbentuk Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yang terdiri dari 2 taraf perlakuan yaitu tanpa ekstrak bawang merah dan dengan ekstrak bawang merah. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak bawang merah berpengaruh nyata terhadap sebagian besar parameter pertumbuhan vegetatif, terutama pertambahan tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, luas daun, panjang akar primer, dan volume akar, sedangkan pada parameter tinggi tanaman akhir tidak menunjukkan perbedaan nyata. Perlakuan ekstrak bawang merah menghasilkan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan tanpa perlakuan, terutama pada sistem perakaran. Dengan demikian, pemberian ekstrak bawang merah berpengaruh signifikan terhadap tingkat keberhasilan bibit serta mampu meningkatkan panjang akar bibit kelapa sawit hasil pemisahan <em>double tone.</em></p> Faniza Eliasani Perangin, Neny Andayani, Sri Suryanti Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2454 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0700 Analisis Ketersediaan Unsur Hara NPK pada Topografi Datar dan Miring pada Perkebunan Kelapa Sawit di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2463 <p>Topografi lahan merupakan salah satu faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi karakteristik tanah, distribusi air, serta ketersediaan unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Pada budidaya kelapa sawit, unsur hara nitrogen, fosfor, dan kalium memiliki peranan penting dalam mendukung pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Perbedaan kemiringan lahan diduga dapat menyebabkan variasi ketersediaan unsur hara akibat proses erosi dan aliran permukaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan ketersediaan unsur hara nitrogen, fosfor, dan kalium pada topografi datar dan miring serta hubungannya dengan produksi kelapa sawit. Penelitian dilakukan di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat dengan metode survei pada sembilan kebun kelapa sawit yang mewakili tiga kelas kemiringan lahan yaitu datar, bergelombang, dan miring. Pengambilan sampel tanah dilakukan pada kedalaman 0-20 cm dan dianalisis di laboratorium untuk mengetahui kandungan nitrogen, fosfor, dan kalium. Data produksi diperoleh melalui sensus lapangan dan data dari petani, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan topografi tidak memberikan pengaruh nyata terhadap kandungan nitrogen, fosfor, dan kalium, berat janjang rata-rata, hasil panen harian, maupun perkiraan produksi enam bulan ke depan. Analisis regresi juga menunjukkan bahwa hubungan antara kandungan unsur hara dengan produksi kelapa sawit tergolong rendah hingga sedang dan tidak signifikan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kemiringan lahan pada lokasi penelitian belum menjadi faktor utama yang mempengaruhi ketersediaan unsur hara maupun produksi kelapa sawit.</p> Miftahul Rizki, Dian Pratama Putra, Neny Andayani Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2463 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0700 Analisis Pengaruh Residu Herbisida terhadap Kesehatan Tanah di Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2474 <p>Penggunaan herbisida merupakan salah satu metode yang umum digunakan dalam pengendalian gulma pada perkebunan kelapa sawit, namun penggunaannya berpotensi meninggalkan residu dalam tanah yang dapat mempengaruhi kesehatan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat residu herbisida metil metsulfuron di tanah perkebunan kelapa sawit rakyat sebelum dan sesudah aplikasi oleh petani serta mengevaluasi pengaruh residu tersebut terhadap beberapa indikator kesehatan tanah. Penelitian dilaksanakan pada perkebunan kelapa sawit rakyat di Kecamatan Bagan Besar, Kota Dumai, Provinsi Riau pada bulan Mei sampai September 2025. Sampel tanah diambil pada empat waktu pengamatan yaitu sebelum aplikasi herbisida (H-1), satu hari setelah aplikasi (H+1), empat belas hari setelah aplikasi (H+14), dan dua puluh delapan hari setelah aplikasi (H+28). Analisis residu herbisida dilakukan menggunakan metode Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) dengan nilai Limit of Detection (LOD) sebesar 0,01 mg/kg. Parameter kesehatan tanah yang dianalisis meliputi tekstur tanah, permeabilitas tanah, pH tanah, C-organik, kapasitas tukar kation (KTK), serta populasi mikroorganisme tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa residu herbisida metil metsulfuron tidak terdeteksi pada seluruh waktu pengamatan hingga 28 hari setelah aplikasi dengan dosis 35 g/ha. Tanah pada lokasi penelitian memiliki tekstur lempung berpasir dengan kandungan pasir 72-74%, debu 17-21%, dan liat 7-8%. Nilai pH tanah relatif stabil pada kisaran 5,21-5,29, sedangkan permeabilitas tanah meningkat dari 7,08 cm/jam sebelum aplikasi menjadi 8,31 cm/jam pada H+28. Kadar C-organik, kapasitas tukar kation, serta populasi mikroorganisme tanah menunjukkan penurunan pada awal waktu pengamatan yang kemudian meningkat kembali hingga mendekati kondisi awal pada akhir waktu pengamatan. Secara umum, aplikasi herbisida metil metsulfuron dengan dosis 35 g/ha tidak menunjukkan adanya residu yang terdeteksi di dalam tanah serta tidak mengindikasikan gangguan terhadap indikator kesehatan tanah selama periode pengamatan.</p> Muhammad Iqbal, Hangger Gahara Mawandha , Elisabeth Nanik Kristalisasi Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2474 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0700 Pengaruh Dosis Pupuk Kandang Kambing dan Pupuk P (Pospor) terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terong Ungu https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2486 <p>Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pupuk P SP-36 dan pupuk kandang organik terhadap pertumbuhan dan hasil panen tanaman terong ungu. Penelitian ini dilakukan di KP 2 Sopalan, Institut Pertanian STIPER, Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan percobaan faktorial dengan dua faktor dalam Rancangan Acak Lengkap (RUPS). Pupuk kandang, yang tersedia dalam tiga tingkatan—0 g, 730 g, dan 1460 g per tanaman—merupakan faktor pertama. Pupuk P SP-36, yang tersedia dalam tiga tingkatan—0 g, 4,2 g, dan 8,4 g per tanaman—merupakan faktor kedua. Sembilan kombinasi perlakuan dengan enam ulangan diperoleh, sehingga menghasilkan 54 unit percobaan. Tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, diameter batang, berat segar dan berat kering tajuk, volume akar, panjang akar, berat segar dan berat kering akar, jumlah bunga, jumlah buah, berat buah per tanaman, waktu berbuah, dan ukuran buah merupakan beberapa parameter yang dicatat. Analisis varians (ANOVA) digunakan untuk menilai data penelitian pada tingkat signifikansi 5%. Jika ditemukan perbedaan yang signifikan, uji DMRT dilakukan pada tingkat 5%. Pupuk kandang dan pupuk P SP-36 tidak secara signifikan memengaruhi sebagian besar metrik pertumbuhan atau hasil tanaman terong ungu, menurut data, meskipun secara signifikan memengaruhi diameter buah rata-rata. Tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, volume akar, berat akar, jumlah buah, dan berat buah per tanaman semuanya sangat dipengaruhi oleh pupuk kandang, dengan dosis optimal 730 g per tanaman. Pada dosis optimal 4,2 g per tanaman, pupuk P SP-36 memiliki dampak yang substansial pada panjang buah rata-rata, waktu berbuah, dan berat segar tajuk. Berdasarkan temuan penelitian, dapat dikatakan bahwa pemberian pupuk kandang dan pupuk P SP-36 dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman terong ungu pada beberapa kriteria, meskipun sebagian besar metrik tidak menunjukkan interaksi yang signifikan antara kedua perlakuan tersebut. Metode terbaik untuk meningkatkan perkembangan dan produktivitas tanaman terong ungu adalah dengan mengaplikasikan 730 g pupuk kandang kambing dan 4,2 g pupuk P SP-36 per tanaman.</p> Andreas Parulian Sipahutar, Enny Rahayu, Ety Rosa Setyawati Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2486 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0700 Pengaruh POC Limbah Tomat dan Pupuk P terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terong Hijau (Solanum melongena L) https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2487 <p>Meskipun terong hijau (<em>Solanum melongena</em> L.) adalah komoditas hortikultura yang menguntungkan dan kaya akan nutrisi, produktivitasnya masih rendah karena pemupukan yang tidak tepat. Berpotensi mengurangi kesuburan tanah dalam jangka panjang dengan bergantung pada pupuk anorganik, terutama fosfor (P). Pupuk organik cair (POC) yang berasal dari limbah tomat dapat digunakan sebagai alternatif yang aman bagi lingkungan dan dapat digunakan bersama dengan pupuk P untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan bagaimana pupuk P, POC limbah tomat, dan kombinasi dari tiga bahan tersebut mempengaruhi perkembangan dan hasil panen terong hijau. Antara Oktober 2025 dan Januari 2026, penelitian ini dilakukan di Kebun Pendidikan dan Penelitian (KP-2) Institut Pertanian Stiper Yogyakarta menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RUPS) faktorial 3x3 dengan tiga ulangan. Konsentrasi POC (10, 20, dan 30 ml/L) merupakan faktor pertama, sedangkan jumlah pupuk P SP-36 (5, 10, dan 15 g/tanaman) merupakan faktor kedua. ANOVA dan 5% DMRT digunakan untuk mengevaluasi data. Pupuk P dan POC limbah tomat tidak berinteraksi secara signifikan dengan parameter pengamatan apa pun, menurut data. POC Limbah Tomat dapat meningkatkan Berat Kering Tanaman, Saat Berbunga, dan Bobot Buah, dengan dosis 30 ml sebagai dosis terbaik. Pupuk P SP 36 dapat mempercepat Saat Berbunga dan meningkatkan Panjang Buah, dengan dosis 15 g sebagai dosis terbaik. Disimpulkan bahwa POC limbah tomat konsentrasi 30 ml/L efektif meningkatkan biomassa kering tanaman, sedangkan kombinasi perlakuan belum menunjukkan efek sinergis yang signifikan.</p> Markus Ganda Tua Siahaan, Setyastuti Purwanti Soebroto, Ety Rosa Setyawati Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2487 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0700 Pengaruh Macam Pupuk Organik pada Beberapa Jenis Tanah terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit Main Nursery https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2481 <p>Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dampak variasi pupuk organik dan tipe tanah terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit pada tahap main nursery. Eksperimen dilaksanakan di Kebun Pendidikan dan Penelitian (KP2) Institut Pertanian Stiper Yogyakarta, Desa Maguwoharjo, Sleman, DI Yogyakarta, pada ketinggian 118 mdpl, mulai 3 Oktober 2025 hingga 3 Januari 2026. Percobaan dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, yaitu jenis pupuk organik (tanpa pupuk, pupuk kandang kambing, dan sekam bakar) serta tipe tanah (regosol dan latosol). Analisis data dilakukan melalui ANOVA, dan apabila ditemukan perbedaan yang signifikan, dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan (DMRT) pada tingkat kepercayaan 5%. Parameter pengamatan mencakup pertumbuhan vegetatif dan biomassa tanaman. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kedua faktor tidak saling berinteraksi terhadap seluruh variabel yang diamati. Meskipun demikian, jenis pupuk organik memiliki pengaruh signifikan terhadap seluruh parameter pertumbuhan, sedangkan tipe tanah secara khusus memengaruhi berat kering akar bibit</p> Jeki Candra Prama Dana, Enny Rahayu, Sri Suryanti Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2481 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0700 Pengaruh Aplikasi Kotoran Ayam dan Mikoriza terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq) di Main Nursery https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2490 <p>Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pengaruh dosis pupuk kotoran ayam, dosis pupuk mikoriza dan interaksi keduanya terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di fase <em>main nursery</em>. Kegiatan ini dilakukan di INSTIPER Yogyakarta, Desa Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dengan ketinggian tempat 118 mdpl tepatnya di Kebun Pendidikan dan Penelitian. kegiatan ini dijadwalkan mulai dari bulan Agustus sampai November tahun 2025. kegiatan ini menggunakan percobaan faktorial yang disusun dengan rancangan acak lengkap (RAL) dan terdiri dua faktor. Faktor pertama adalah dosis pupuk kotoran ayam (P) terdiri dari 3 aras,yaitu 50 g/polibag (P1), 100 gram per polibag (P2) dan 150 gram per polibag (P3). Faktor kedua adalah dosis pupuk mikoriza (M) yang terdiri dari empat taraf, yaitu 0 gram per polibag (kontrol) (M0), 25 gram per polibag (M1), 50 gram per polibag (M2) dan 75 gram per polibag (M3). ANOVA akan digunakan untuk menganalisis hasil dan menemukan apakah ada perbedaan statistik, maka dilanjutkan dengan uji lanjutan menggunakan uji jarak berganda Duncan pada taraf signifikansi 5%. Hasil analisis kombinasi perlakuan menunjukkan interaksi terhadap pertambahan tinggi tanaman dengan nilai tertinggi 27,00 cm pada kombinasi dosis pupuk kotoran ayam 150 gram per polibag dan dosis pupuk mikoriza 75 gram per polibag. Faktor pertama adalah dosis pupuk kotoran ayam yang benar-benar memengaruhi pertumbuhan tinggi, jumlah daun, dan panjang akar. Faktor kedua adalah dosis pupuk mikoriza yang benar-benar memengaruhi pertumbuhan tinggi, jumlah daun, dan panjang akar.</p> Dels Brelim Perangin Angin, Herry Wirianata, Ahmad Himawan Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2490 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0700 Pengaruh Campuran Bahan Organik sebagai Media Tanam terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sorgum https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2489 <p>Pada penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh campuran bahan organik (sekam bakar, cocopeat, bioslurry) sebagai media tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sorgum. Penelitian ini dilakukan di KP2 Institut Pertanian Stiper yang terletak di Desa Maguwoharjo, Kec. Depok, Kab. Sleman, DIY. Kegiatan penelitian ini berlangsung dari tanggal 05 Mei 2025 sampai dengan tanggal 11 Agustus 2025. Dalam penelitian ini menggunakan satu variabel yang dirancang menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL), yaitu macam media tanam menggunakan 7 kombinasi yang terdiri dari :Topsoil + Cocopeat (1:1), Topsoil + Sekam bakar (1: 1), Topsoil + Bioslurry (1:1), Topsoil + Cocopeat + Sekam bakar (1:1:1), Topsoil + Cocopeat + Bioslurry (1:1:1), Topsoil + Sekam bakar + Bio slurry (1:1:1) dan tanah Topsoil sebagai Kontrol, setiap perlakuan diberi pengulangan sebanyak 3 kali. Media tanam dicampur sesuai perbandingan volume, contohnya Topsoil + Cocopeat 1:1 maka ½ Topsoil dan ½ Cocopeat yang disesuaikan dengan volume isi dari polybag tersebut, kemudian disusun sesuai layout percobaan. Parameter yang diperhatikan adalah ukuran diameter batang, tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar dan berat kering tajuk, berat segar akar dan berat kering akar, berat segar biji dan berat kering biji, serta berat segar 1000 biji dan berat kering 1000 biji. Data diambil dari hasil pengukuran dan observasi, analisis yang digunakan adalah analisis varians atau ANOVA (uji F) dengan tingkat signifikansi 0,05. Apabila hasil dari analisis tersebut menunjukkan perbedaan yang signifikan, maka dilakukan uji lebih lanjut menggunakan BNT pada tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan campuran Topsoil + Bioslurry sebagai media tanam menunjukkan pengaruh paling baik pada pertumbuhan dan hasil yang ditunjukkan berat kering tajuk dan berat segar biji, tetapi kualitas biji tidak dipengaruhi oleh semua campuran bahan organik. Campuran bahan organik tidak mempengaruhi pertumbuhan berat segar tajuk dan pertumbuhan akar (berat segar dan berat kering akar). Tanaman sorgum sudah dapat tumbuh baik pada tanah topsoil jenis tanah regosol.</p> Ikhsan Habibi, Wiwin Dyah Ully Parwati, Retni Mardu Hartati Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2489 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0700 Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Hibrida (Zea mays L.) Terhadap Pengaplikasian Berbagai Dosis Mikoriza dan Konsentrasi Pupuk Anorganik Cair https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2493 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh aplikasi mikoriza dan pupuk anorganik cair terhadap pertumbuhan dan hasil jagung hibrida. Percobaan dilakukan menggunakan metode faktorial dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor utama, yaitu dosis mikoriza (0 g, 4 g, dan 8 g per tanaman) serta konsentrasi pupuk anorganik cair (0 ppm, 1.000 ppm, 1.250 ppm, dan 1.500 ppm). Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi nyata antara mikoriza dan pupuk anorganik cair terhadap tinggi tanaman, berat segar tajuk, dan berat kering tajuk. Kombinasi mikoriza 8 g dengan pupuk anorganik cair 1.000 ppm memberikan tinggi tanaman terbaik, sedangkan kombinasi mikoriza 4 g tanpa pupuk anorganik cair menghasilkan berat segar tajuk tertinggi. Parameter lain, seperti diameter batang, berat segar dan kering akar, jumlah tongkol, serta panjang dan diameter tongkol, tidak menunjukkan interaksi yang signifikan</p> M. Afiez Fahreza, Dian Pratama Putra, Pauliz Budi Hastuti Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2493 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0700 Pemetaan Defisiensi Unsur Hara Kalium dan Magnesium pada Tanaman Kelapa Sawit Berbasis Satelit dan Drone di PT Bhumireksa Nusa Sejati https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2494 <p>Keberlanjutan industri kelapa sawit sangat bergantung pada pengelolaan unsur hara yang optimal, karena kalium (K) berperan meningkatkan efisiensi fotosintesis, transportasi air dan nutrisi, serta ketahanan tanaman, sedangkan magnesium (Mg) merupakan komponen utama klorofil yang mendukung proses fotosintesis dan pembentukan minyak. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi dan memetakan tingkat defisiensi unsur hara kalium dan magnesium pada tanaman kelapa sawit di PT Bhumireksa Nusa Sejati menggunakan data satelit dan drone. Penelitian ini dilaksanakan di Perkebunan Mandah Estate PT Bhumireksa Nusa Sejati, Kecamatan Mandah, Indragiri Hilir. Provinsi Riau. Waktu penelitian ini adalah bulan Juni 2025 s/d Juli 2025. Penelitian ini, menggunakan metode <em>Backward Chaining </em>dengan rancangan percobaan dalam penelitian ini menggunakan model panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat defisiensi unsur hara kalium (K) dan magnesium (Mg) pada tanaman kelapa sawit di PT Bhumireksa Nusa Sejati dapat diidentifikasi menggunakan data citra satelit dan drone. Peta NDVI dari citra Sentinel-2 juga menunjukkan adanya variasi spasial kondisi vegetasi pada blok penelitian. Hubungan kandungan unsur hara Kalium (K) tanah dan K daun menunjukkan korelasi negatif dengan nilai koefisien (R<sup>2</sup>) = 0,2212, dan Magnesium (Mg) tanah dan daun dengan nilai koefisien (R<sup>2</sup>) = 0,3681. Hasil pemetaan defisiensi unsur hara kalium (K) dan magnesium (Mg) berbasis citra satelit dan drone memberikan informasi tingkat kesehatan dan kesuburan pada tanaman kelapa sawit di PT Bhumireksa Nusa Sejati.</p> Selawati, Dian Pratama Putra, Herry Wirianata Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2494 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0700 Pengaruh Pupuk Kieserite dan KCL terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit di Main Nursery pada Tanah Latosol https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2497 <p>Kelapa sawit termaksud komoditas perkebunan unggulan di indonesia yang memiliki kontribusi besar dalam menopang ekonomi negara, khususnya dari hasil pengolahan minyak sawit mentah (CPO) serta minyak inti sawit (PKO) . Tingkat tanaman ini sangat ditentukan dipengaruhi oleh mutu bibit pada fase pembibitan. Selain itu , media tanam pula menjadi faktor penting yang mempengaruhi pertumbuhan bibit, salah satunya penggunaan tanah latosol yang umumnya mempunyai tingkat kesuburan relatif rendah<strong>. </strong>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aplikasi pupuk Kieserite dan KCl terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit pada tahap <em>main nursery</em>. Percobaan dilaksanakan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan dua faktor, yaitu pupuk Kieserite yang terdiri atas empat taraf dosis (0,;0,5,1,0: dan 1,5 g\polybag) dan pupuk KCl yang terdiri atas tiga dosis (10; 19; dan 23 g/polybag). Variabel yang diamati meliputi peningkatan tinggi bibit, diameter batang, jumlah daun, bobot segar dan kering tajuk, luas daun, bobot segar dan kering akar, serta volume akar. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (Anova) dan dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian bahwa tidak terdapat interaksi yang signifikan antara aplikasi pupuk Kieserite dan KCl terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit pada tahap <em>main </em>nursery. Pemberian pupuk KCl secara mandiri memberikan pengaruh nyata terhadap beberapa parameter pertumbuhan, terutama pada volume akar, di mana dosis 10 g/polybag memberikan hasil terbaik. Sementara itu, aplikasi pupuk Kieserite pada berbagai taraf dosis tidak memberikan pengaruh yang berarti terhadap sebagian besar parameter pertumbuhan bibit kelapa sawit. Pemberian pupuk KCl memberikan respons yang nyata terhadap bagian di parameter pertumbuhan , seperti volume akar, luas daun. Secara umum dosis 10 g/polybag lebih efisien digunakan untuk pertumbuhan bibit kelapa sawit. Sementara itu, aplikasi pupuk Kieserite pada berbagai dosis tidak menunjukkan dampak yang nyata pada keseluruhan aspek pertumbuhan bibit kelapa sawit.</p> Deev Erichson Tampubolon, Sri Suryanti, Amir Noviyanto Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2497 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0700 Pengaruh Penambahan Ekstrak Kulit Biji Kakao dan Suhu Pemanggangan terhadap Sifat Sensori (Warna, Rasa, Aroma, Tekstur), Kadar Air, serta Aktivitas Antioksidan Cookies https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2482 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi penambahan ekstrak kulit biji kakao dan pengaruh variasi suhu pemanggangan pada cookies untuk mendapatkan kadar air, aktifitas antioksidan serta mendapatkan perbandingkan parameter pengujian organoleptik (warna, rasa, aroma, tekstur dan kesukaan keseluruhan). Metode yang digunakan adalah Rancangan Blok Lengkap (RBL) dua faktor, yaitu persentasi penambahan Ekstak kulit biji kakao dengan 4 konsentrasi (A1:0%, A2:1%, A3:3%, A4:5%) dan pengaruh suhu pemanggangan cookies (D) dengan 3 variasi (D1=110<sup>0</sup>C, D2=120<sup>0</sup>C, D3=130<sup>0</sup>C) dengan waktu pemanggangan yang sama yaitu 35 menit dengan perlakukan 3x pengulangan. Parameter yang dianalisis meliputi pengujian sensori (warna, rasa, aroma, tekstur) serta analisis kimia kadar air dan aktifitas antioksidan. Hasil penelitian ini yaitu penambahan ekstrak, pengaruh suhu dan korelasi perbandingan ekstrak dan suhu pemanggangan berpengaruh terhadap pengujian sensori (warna, rasa, aroma, tekstur dan kesukaan keseluruhan) serta analisis kimia kadar air dan aktifitas antioksidan cookies kulit biji kakao</p> Ledy Oktavia, Dina Mardhatilah , Retno Utami Hatmi Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2482 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0700