Teh Herbal Fungsional Daun Kelor (Moringa oleifera Lamk) dengan Penambahan Madu Lebah (Trigona sp) dan Variasi Lama Penyeduhan

Penulis

  • Didik Cahyono Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Reza Widyasaputra Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Maria Ulfah Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia

Kata Kunci:

daun kelor, madu lebah, waktu penyeduhan

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana berbagai proporsi daun Moringa yang dikombinasikan dengan madu lebah Trigona sp dan lama waktu penyeduhan yang berbeda memengaruhi kualitas fisik, kimia, dan sensorik teh herbal yang terbuat dari daun Moringa. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan RBL, yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama berkaitan dengan rasio daun Moringa terhadap madu (A), yang terdiri dari tiga tingkatan: (A1 = 50:50), (A2 = 60:40), dan (A3 = 70:30). Faktor kedua adalah lama waktu penyeduhan (B), juga dengan tiga tingkatan: (B1 = 5 menit), (B2 = 10 menit), dan (B3 = 15 menit). Teh herbal daun Moringa yang dihasilkan kemudian dianalisis meliputi kadar air, kadar abu, evaluasi flavonoid, penilaian total fenol, kapasitas antioksidan, kadar serat kasar, dan uji sensorik untuk aroma, warna, dan rasa. Perbandingan antara daun Moringa kering dan madu lebah memengaruhi kadar air, kadar abu, kadar flavonoid, konsentrasi total fenol, potensi antioksidan, serat kasar, dan atribut sensorik termasuk aroma, warna, dan rasa teh herbal daun Moringa. Waktu penyeduhan juga memengaruhi kadar air, kadar abu, flavonoid, total fenol, aktivitas antioksidan, serat kasar, serta kualitas sensorik aroma, warna, dan rasa, meskipun tidak memengaruhi kadar total fenol. Di antara sampel, kombinasi daun Moringa dan madu dengan rasio 60:40 yang diseduh selama 10 menit (A2B2) adalah yang paling disukai oleh para evaluator, mencapai skor rata-rata tertinggi 6,13 dalam kategori preferensi.

 

Referensi

Abidah, N. H., Pangesthi, L. T., Suhartiningsih, & Gita, M. (2020). Pengaruh Jumlah Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera) dan Karagenan Terhadap Sifat Organoleptik Jelly Drink Nira Siwalan (Borassus flabellifer L). Jurnal Tata Boga, 9(2), 717–727. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-tata-boga/article/view/35683

Britany, M. N., & Sumarni, L. (2020). Pembuatan Teh Herbal Dari Daun Kelor Untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Selama Pandemi Covid-19 Di Kecamatan Limo. Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat LPPM UMJ, 06(01), 2714–6286. http://jurnal.umj.ac.id/index.php/semnaskat

Kusnul, Z., Afridah, W., & Basuki, D. B. (2025). Brewing time affects the total phenol content and antioxidant activity of combined herbal teas. International Conference on Biomedical and Sports Medicine, 2025(1), 23–27. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/ibismed/article/view/70599

Larasati, I. D., Oktaviani, N. M. D., Lioe, H. N., Estiasih, T., Palma, M., & Setyaningsih, W. (2023). Optimization of Ultrasound-Assisted Cold-Brew Method for Developing Roselle (Hibiscus sabdariffa L.)-Based Tisane with High Antioxidant Activity. Beverages, 9(58), 2–16. https://doi.org/10.3390/ beverages9030058

Linnarto, F. P., Gunawan, K. P., Setiadi, M., Ashyari, R. A., & Lukman, S. (2019). Teh Putih sebagai Alternatif Minuman Fungsional untuk Gaya Hidup Sehat: Peluang Komersialisasi di Indonesia. Indonesian Business Review, 02(1), 139–159. https://journal.prasetiyamulya.ac.id/journal/index.php/ibr/article/view/399/296

Melo, V., Vargas, N., Quirino, T., & Calvo, C. M. C. (2013). Moringa oleifera L. - An underutilized tree with macronutrients for human health. Emirates Journal of Food and Agriculture, 25(10), 785–789. https://doi.org/10.9755/ejfa.v25i10.17003

Mutmainah, N., Halik, A., & Fatmawati, F. (2023). Perbandingan Bubuk Daun Kelor Moringa oleifera Dengan Bubuk Madu Apis mellifera Linneus Terhadap Teh. PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, 1(2), 123–131. https://doi.org/10.56326/pallangga.v1i2.2885

Muzaifa, M., Rohaya, S., & Sofyan, H. A. (2022). Karakteristik Mutu Fisikokimia Dan Organoleptik Teh Kulit Kopi (Cascara) Dengan Penambahan Lemon Dan Madu. Agrointek : Jurnal Teknologi Industri Pertanian, 16(1), 10–17. https://doi.org/10.21107/agrointek.v16i1.11409

Nirwanto, D., & Hermawati, E. (2012). Optimasi Pembuatan Serbuk Madu Dengan Menggunakan Metoda Pengeringan Vakum. Industri Research Workshop and National Seminar, 3(1), 345–349. https://jurnal.polban.ac.id/proceeding/article/view/493

Peñalver, R., Martínez‐zamora, L., Lorenzo, J. M., Ros, G., & Nieto, G. (2022). Nutritional and Antioxidant Properties of Moringa oleifera Leaves in Functional Foods. Foods, 11(8), 1–13. https://doi.org/10.3390/foods11081107

Pradana, D. L. C., Revina, R., & Rifkia, V. (2019). Pelatihan Pembuatan Teh Daun Kelor Sebagai Antioksidan dan Pencegahan Diabetes Bagi Masyarakat Kampung Utan Depok. Sabdamas, 1(1), 201–206. ejournal.atmajaya.ac.id/index.php/sabdamas/article/download/1039/536

Prasetyo, T. F., Isdiana, A. F., & Sujadi, H. (2019). Implementasi Alat Pendeteksi Kadar Air pada Bahan Pangan Berbasis Internet Of Things. SMARTICS Journal, 5(2), 81–96. https://doi.org/10.21067/smartics.v5i2.3700

Raisa, A., Srikandi, S., & Hutagaol, R. P. (2016). Optimasi Penambahan Madu Sebagai Zat Anti Bakteri Staphylococcus aureus, pada Produk Sabun Mandi Cair. Sains Natural: Journal of Biology and Chemistry, 6(2), 52–63. https://doi.org/10.31938/jsn.v6i2.160

Rifkia, V., & Prabowo, I. (2020). Pengaruh Variasi Suhu dan Waktu terhadap Rendemen dan Kadar Total Flavonoid pada Ekstraksi Daun Moringa oleifera Lam. dengan Metode Ultrasonik. Pharmaceutical Journal of Indonesia, 17(02), 387–395. https://jurnalnasional.ump.ac.id/index.php/PHARMACY/article/view/7752

Safrila, V. R., Rahma, A., & Prayitno, S. A. P. (2025). Pengaruh Suhu Penyeduhan Minuman Herbal Kombinasi Daun Kelor Dengan Buah Belimbing Wuluh Terhadap Kadar Total Fenol. Journal of Food Safety and Processing Technology, 2(2), 163–173. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-tata-boga/article/view/35683

Samborska, K., Gajek, P., & Kamińska-Dwórznicka, A. (2015). Spray drying of honey: The effect of drying agents on powder properties. Polish Journal of Food and Nutrition Sciences, 65(2), 109–118. https://doi.org/10.2478/pjfns-2013-001

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-29

Cara Mengutip

Cahyono, D., Widyasaputra, R., & Ulfah, M. (2026). Teh Herbal Fungsional Daun Kelor (Moringa oleifera Lamk) dengan Penambahan Madu Lebah (Trigona sp) dan Variasi Lama Penyeduhan. AGROFORETECH, 4(2), 839–852. Diambil dari https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2562

Terbitan

Bagian

Teknologi Hasil Pertanian

Citation Check

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

<< < 1 2 3 4 5 > >>