Teh Herbal Fungsional Daun Kelor (Moringa oleifera Lamk) dengan Penambahan Madu Lebah (Trigona sp) dan Variasi Lama Penyeduhan
Kata Kunci:
daun kelor, madu lebah, waktu penyeduhanAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana berbagai proporsi daun Moringa yang dikombinasikan dengan madu lebah Trigona sp dan lama waktu penyeduhan yang berbeda memengaruhi kualitas fisik, kimia, dan sensorik teh herbal yang terbuat dari daun Moringa. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan RBL, yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama berkaitan dengan rasio daun Moringa terhadap madu (A), yang terdiri dari tiga tingkatan: (A1 = 50:50), (A2 = 60:40), dan (A3 = 70:30). Faktor kedua adalah lama waktu penyeduhan (B), juga dengan tiga tingkatan: (B1 = 5 menit), (B2 = 10 menit), dan (B3 = 15 menit). Teh herbal daun Moringa yang dihasilkan kemudian dianalisis meliputi kadar air, kadar abu, evaluasi flavonoid, penilaian total fenol, kapasitas antioksidan, kadar serat kasar, dan uji sensorik untuk aroma, warna, dan rasa. Perbandingan antara daun Moringa kering dan madu lebah memengaruhi kadar air, kadar abu, kadar flavonoid, konsentrasi total fenol, potensi antioksidan, serat kasar, dan atribut sensorik termasuk aroma, warna, dan rasa teh herbal daun Moringa. Waktu penyeduhan juga memengaruhi kadar air, kadar abu, flavonoid, total fenol, aktivitas antioksidan, serat kasar, serta kualitas sensorik aroma, warna, dan rasa, meskipun tidak memengaruhi kadar total fenol. Di antara sampel, kombinasi daun Moringa dan madu dengan rasio 60:40 yang diseduh selama 10 menit (A2B2) adalah yang paling disukai oleh para evaluator, mencapai skor rata-rata tertinggi 6,13 dalam kategori preferensi.
Referensi
Abidah, N. H., Pangesthi, L. T., Suhartiningsih, & Gita, M. (2020). Pengaruh Jumlah Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera) dan Karagenan Terhadap Sifat Organoleptik Jelly Drink Nira Siwalan (Borassus flabellifer L). Jurnal Tata Boga, 9(2), 717–727. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-tata-boga/article/view/35683
Britany, M. N., & Sumarni, L. (2020). Pembuatan Teh Herbal Dari Daun Kelor Untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Selama Pandemi Covid-19 Di Kecamatan Limo. Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat LPPM UMJ, 06(01), 2714–6286. http://jurnal.umj.ac.id/index.php/semnaskat
Kusnul, Z., Afridah, W., & Basuki, D. B. (2025). Brewing time affects the total phenol content and antioxidant activity of combined herbal teas. International Conference on Biomedical and Sports Medicine, 2025(1), 23–27. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/ibismed/article/view/70599
Larasati, I. D., Oktaviani, N. M. D., Lioe, H. N., Estiasih, T., Palma, M., & Setyaningsih, W. (2023). Optimization of Ultrasound-Assisted Cold-Brew Method for Developing Roselle (Hibiscus sabdariffa L.)-Based Tisane with High Antioxidant Activity. Beverages, 9(58), 2–16. https://doi.org/10.3390/ beverages9030058
Linnarto, F. P., Gunawan, K. P., Setiadi, M., Ashyari, R. A., & Lukman, S. (2019). Teh Putih sebagai Alternatif Minuman Fungsional untuk Gaya Hidup Sehat: Peluang Komersialisasi di Indonesia. Indonesian Business Review, 02(1), 139–159. https://journal.prasetiyamulya.ac.id/journal/index.php/ibr/article/view/399/296
Melo, V., Vargas, N., Quirino, T., & Calvo, C. M. C. (2013). Moringa oleifera L. - An underutilized tree with macronutrients for human health. Emirates Journal of Food and Agriculture, 25(10), 785–789. https://doi.org/10.9755/ejfa.v25i10.17003
Mutmainah, N., Halik, A., & Fatmawati, F. (2023). Perbandingan Bubuk Daun Kelor Moringa oleifera Dengan Bubuk Madu Apis mellifera Linneus Terhadap Teh. PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, 1(2), 123–131. https://doi.org/10.56326/pallangga.v1i2.2885
Muzaifa, M., Rohaya, S., & Sofyan, H. A. (2022). Karakteristik Mutu Fisikokimia Dan Organoleptik Teh Kulit Kopi (Cascara) Dengan Penambahan Lemon Dan Madu. Agrointek : Jurnal Teknologi Industri Pertanian, 16(1), 10–17. https://doi.org/10.21107/agrointek.v16i1.11409
Nirwanto, D., & Hermawati, E. (2012). Optimasi Pembuatan Serbuk Madu Dengan Menggunakan Metoda Pengeringan Vakum. Industri Research Workshop and National Seminar, 3(1), 345–349. https://jurnal.polban.ac.id/proceeding/article/view/493
Peñalver, R., Martínez‐zamora, L., Lorenzo, J. M., Ros, G., & Nieto, G. (2022). Nutritional and Antioxidant Properties of Moringa oleifera Leaves in Functional Foods. Foods, 11(8), 1–13. https://doi.org/10.3390/foods11081107
Pradana, D. L. C., Revina, R., & Rifkia, V. (2019). Pelatihan Pembuatan Teh Daun Kelor Sebagai Antioksidan dan Pencegahan Diabetes Bagi Masyarakat Kampung Utan Depok. Sabdamas, 1(1), 201–206. ejournal.atmajaya.ac.id/index.php/sabdamas/article/download/1039/536
Prasetyo, T. F., Isdiana, A. F., & Sujadi, H. (2019). Implementasi Alat Pendeteksi Kadar Air pada Bahan Pangan Berbasis Internet Of Things. SMARTICS Journal, 5(2), 81–96. https://doi.org/10.21067/smartics.v5i2.3700
Raisa, A., Srikandi, S., & Hutagaol, R. P. (2016). Optimasi Penambahan Madu Sebagai Zat Anti Bakteri Staphylococcus aureus, pada Produk Sabun Mandi Cair. Sains Natural: Journal of Biology and Chemistry, 6(2), 52–63. https://doi.org/10.31938/jsn.v6i2.160
Rifkia, V., & Prabowo, I. (2020). Pengaruh Variasi Suhu dan Waktu terhadap Rendemen dan Kadar Total Flavonoid pada Ekstraksi Daun Moringa oleifera Lam. dengan Metode Ultrasonik. Pharmaceutical Journal of Indonesia, 17(02), 387–395. https://jurnalnasional.ump.ac.id/index.php/PHARMACY/article/view/7752
Safrila, V. R., Rahma, A., & Prayitno, S. A. P. (2025). Pengaruh Suhu Penyeduhan Minuman Herbal Kombinasi Daun Kelor Dengan Buah Belimbing Wuluh Terhadap Kadar Total Fenol. Journal of Food Safety and Processing Technology, 2(2), 163–173. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-tata-boga/article/view/35683
Samborska, K., Gajek, P., & Kamińska-Dwórznicka, A. (2015). Spray drying of honey: The effect of drying agents on powder properties. Polish Journal of Food and Nutrition Sciences, 65(2), 109–118. https://doi.org/10.2478/pjfns-2013-001
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Citation Check
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


