Pengaruh Macam dan Ketebalan Mulsa terhadap Pertumbuhan Gulma dan Bibit Kelapa Sawit di Main Nursery

Penulis

  • Migel Jorgi Sitohang Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Abdul Mu'in Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Githa Noviana Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian INSTIPER Yogyakarta, Indonesia

Kata Kunci:

Bibit Kelapa sawit, Gulma, Ketebalan Mulsa, Macam Mulsa

Abstrak

Riset berikut bermaksud guna mengidentifikasi dampak berbagai jenis dan ketebalan mulsa pada tumbuhnya bibit kelapa sawit dan gulma di main nursery, yang dijalankan di KP2 INSTIPER Yogyakarta, Sempu, Desa Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta, dari 7 Juni hingga 30 Agustus 2024. Metode yang dipakai ialah Rancangan Acak Lengkap (RAL) melalui dua faktor: jenis mulsa (fiber, sabut kelapa, dan ijuk) dan ketebalan mulsa (0 cm, 2 cm, dan 4 cm). Kombinasi kedua faktor menghasilkan 9 perlakuan yang setiapnya diulang 4 kali, dengan total unit percobaan berjumlah 36. Analisis data memakai analisis ragam (ANOVA) dengan tingkat signifikansi 5%, dan perlakuan yang signifikan diuji lebih lanjut memakai Duncan's Multiple Range Test (DMRT). Temuan analisis memperlihatkan tidak ada interaksi signifikan antara jenis mulsa dan ketebalan mulsa pada pertumbuhan bibit kelapa sawit dan gulma. Namun, jenis mulsa fiber dan ijuk serta ketebalan mulsa 4 cm berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan gulma, sementara tidak ada pengaruh signifikan terhadap bibit kelapa sawit.

Referensi

Adeyi, O. (2010). Proximate composition of some agricultural wastes in Nigeria and their potential use in activated carbon production. Journal of Applied Sciences and Environmental Management, 14(1).

Afrizon, A. (2017). Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Dengan Pemberian Pupuk Organik dan Anorganik. AGRITEPA: Jurnal Ilmu Dan Teknologi Pertanian, 4(1), 95–105.

Cregg, B. M., & Schutzki, R. (2009). Weed control and organic mulches affect physiology and growth of landscape shrubs. HortScience, 44(5), 1419–1424.

Hardjosuwarno, S. (2020). Sifat karakteristik dan klasifikasi gulma. Ekologi Gulma, 1–27.

Haryanti, A., Norsamsi, N., Sholiha, P. S. F., & Putri, N. P. (2014). Studi pemanfaatan limbah padat kelapa sawit. Konversi, 3(2), 20–29.

Nurhadi, M. (2022). Penyumbang Terbesar Devisa Negara Indonesia adalah Kelapa Sawit, Berapa Nominalnya. Diakses Pada, 1.

Panjaitan, M. Z. R., Muín, A., & Rusmarini, U. K. (2016). Pengaruh ketebalan mulsa dan volume penyiraman pada pertumbuhan bibit kelapa sawit di prenursery. Jurnal Agromast, 1(2).

Septi, D. A. L., Parwati, W. D. U., & Rochmiyati, S. M. (2020). Pengaruh Ketebalan Mulsa Organik Dan Jumlah Bibit/Lubang Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Cabai Rawit. Agroista: Jurnal Agroteknologi, 4(1), 1–9.

Sitompul, S. M., & Guritno, B. (1995). Analisis pertumbuhan tanaman.

Statistik, B. P. (2020). Pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan IV-2019.

Unduhan

Diterbitkan

2024-09-20

Cara Mengutip

Sitohang, M. J., Mu’in, A., & Noviana, G. (2024). Pengaruh Macam dan Ketebalan Mulsa terhadap Pertumbuhan Gulma dan Bibit Kelapa Sawit di Main Nursery. AGROFORETECH, 2(3), 1285–1289. Diambil dari https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/1473

Terbitan

Bagian

Agroteknologi

Citation Check

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 > >>