Pengaruh Macam dan Ketebalan Mulsa terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit Main Nursery
Kata Kunci:
Mulsa, Alang-alang, Sekam padi, Main nurseryAbstrak
Pengaplikasian mulsa mampu membatasi pertumbuhan gulma, menurunkan penguapan, mencegah terjadinya erosi, serta menjaga kondisi suhu serta kadar air tanah. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi macam dan ketebalan mulsa yang paling efektif dalam mendukung pertumbuhan bibit kelapa sawit di main nursery. Penelitian dijalankan pada bulan Desember 2024 sampai Februari 2025, pada Kp2 Kalikuning, menggunakan metode percobaan factorial 2 faktor dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor pertama yakni macam mulsa yang terdiri dari 3 aras yaitu: alang-alang, sekam padi, serbuk gergaji. Faktor kedua yakni ketebalan mulsa yang terdiri dari 3 aras yaitu: 0 cm, 2 cm, 4 cm, masing-masing perlakuan dilakukan 3 ulangan, sehingga diperoleh 27 tanaman. Dengan parameter pengamatan tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), lebar daun (cm), diameter batang (mm), berat segar tanaman (g), berat kering tanaman (g), berat segar akar (g), berat kering akar (g), jenis gulma & jumlah gulma. Hasil analisis ragam menunjukkan jika tidak terdapat interaksi yang signifikan antara faktor macam mulsa dan ketebalan mulsa terhadap seluruh parameter. Respon tanaman terhadap ketebalan mulsa cenderung serupa pada semua jenis mulsa yang digunakan, dan sebaliknya, pengaruh jenis mulsa terhadap pertumbuhan serta hasil tanaman berlaku konsisten. Mulsa terbaik yang mendukung pertumbuhan bibit kelapa sawit main nursery adalah serbuk gergaji. Ketebalan mulsa terbaik adalah 4 cm.
Referensi
Arsyad, satanala. (2010). Konservasi tanah dan air. IPB Press.
Badan Pusat Statistik. (2021). Statistik Indonesia 2021.
Harjadi, M. . (1991). Dasar-Dasar Agronomi. Gramedia Pustaka Utama.
Havlin, J. L., Beaton, J. D., Tisdale, S. L., & Nelson, W. L. (2005). Soil Fertility and Fertilizers: An Introduction to Nutrient Management. Pearson Prentice Hall.
Kasi, P. D., Cambaba, S., & Illing, I. (2015). Pemanfaatan Mulsa Serbuk Gergaji Untuk Mengatasi Pengaruh Cekaman Kekeringan Pada Bibit Tanaman Cabai (Capsicum annuum L.). April, 30–40.
Meutia, C., Hayati, M., & Hayati, R. (2022). PENGARUH DOSIS MULSA SEKAM PADI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS BAWANG MERAH (Allium Ascalonicum L.). Agrica Ekstensia, 16(2), 42–48. https://doi.org/10.55127/ae.v16i2.113
Mutiara, T., Fajri, R., & I, N. (2016). Karakterisasi Karbon Aktif Dari Serbuk Kayu Nangka Limbah Industri Penggergajian Dan Evaluasi Kapasitas Penyerapan Dengan Methylene Blue Number. Teknoin, 22(6), 452–460. https://doi.org/10.20885/teknoin.vol22.iss6.art7
Setiawan, N. A., Utari, L., & Oktarini, M. (2005). The Effect of The Kinds and Thickness of organic mulch toward the Population of Weeds and Melon Yield. In Planta Tropika: Journal of Agro Science (Vol. 1, Issue 1, pp. 11–15). https://journal.umy.ac.id/index.php/pt/article/view/3106
Sutanto, R. (2002). Pertanian Organik: Menuju Pertanian Alternatif dan Berkelanjutan. Kanisius.
Turner, P. D., & Gillbanks, R. A. (2003). Oil Palm Cultivation and Management (4th ed.). Malaysian Palm Oil Board.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Citation Check
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 AGROFORETECH

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


