Pengaruh Dosis Pupuk NPK dan Ukuran Polibag terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) di Pembibitan Utama
Kata Kunci:
Pupuk NPK Mg, Bibit Kelapa Sawit, PolibagAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk NPK dan ukuran polibag terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) di pembibitan utama. Pelaksanaan penelitian bertempat di wilayah Desa Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, DIY dan berlangsung dari bulan Februari sampai Mei 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah desain percobaan menggunakan rancangan faktorial dua faktor yang dirancang menurut prinsip Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor pertama yakni pemberian pupuk NPK Mg (15:15:6:4) dengan berbagai dosis terdiri dari 3 macam yaitu 5gram, 7,5gram serta 10 gram, sedangkan faktor yang kedua yaitu perbedaan ukuran polibag dengan tiga variasi ukuran: 30 × 35 cm, 35 × 40 cm, dan 40 × 45 cm. Setiap perlakuan dilakukan dalam tiga ulangan. Hasil pengumpulan data dianalisis menggunakan metode analisis varians (ANOVA) pada jenjang signifikansi 5%. Apabila ditemukan perbedaan signifikan, maka akan dilakukan uji lanjut dengan metode DMRT denga taraf yang sama. Dari hasil penelitian yang diperoleh, bahwa ukuran polibag menunjukkan dampak signifikan terhadap perkembangan bibit kelapa sawit, terutama pada parameter yang berkaitan dengan pertumbuhan akar dan biomassa. Ukuran polybag 40 x 45 cm merupakan ukuran polibag terbesar pada penelitian yang merupakan ukuran perlakuan yang paling efektif dalam menunjang pertumbuhan bibit kelapa sawit, terutama ditunjukkan melalui hasil tertinggi pada parameter diameter batang, pertambahan diameter batang, berat segar dan kering tajuk, berat segar dan kering akar, panjang akar, serta volume akar. Sementara itu, disis pupuk NPK Mg tidak menimbulkan dampak segnifikan pada pertumbuhan bibit kelapa sawit.
Referensi
Adnan, I. S., Utoyo, B., & Kusumastuti, A. (2015). Pengaruh pupuk NPK dan pupuk organik terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Main Nursery. Jurnal Agro Industri Perkebunan, 69–81.
Alfian, Nervia, & Amri, A. I. (2017). Pengaruh pemberian amelioran organik dan anorganik pada media subsoil ultisol terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di pre nursery. JOM Faperta, 4.
Dalimunthe, M. C., Sipayung, A., & Sipayung, H. H. (2009). Meraup untung dari bisnis waralaba bibit kelapa sawit. Agromedia Pustaka.
Gunawan, I., Made Titiriyanti, N., & Ginting, C. (2016). PENGARUH DOSIS PUPUK NPKMg TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT DI PN PADA BEBERAPA KOMPOSISI MEDIA TANAM. Jurnal Agromast, 1(2).
Marlina, G. (2018). Berbagai media tanam dan pemberian air kelapa muda terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elais guineensis Jacq.) di main nursery. Jurnal Pertanian UMSB, 2(1), 10–18.
Pahan, I. (2012). Panduan lengkap kelapa sawit: Manajemen agribisnis dari hulu hingga hilir. Penebar Swadaya.
Purwanto, B. H., Suryanto, D., & Nurbaity, A. (2015). Respons tanaman terhadap pemberian pupuk majemuk berimbang pada lahan suboptimal. Jurnal Agroteknologi, 9(1), 22–29.
Rosnina, R., Sapareng, S., & Idawati, I. (2019). Optimalisasi Ukuran Dan Jenis Polybag Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit Di Pre Nursery. AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian, 3(2), 47. https://doi.org/10.35329/agrovital.v3i2.204
Siregar, H., Nasution, A., & Lubis, M. (2019). Pengaruh ukuran polybag dan jenis media tanam terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq). Jurnal Agroekoteknologi, 7(2), 89–95.
Sukmawan, Y., Sudrajat, & Sugiyanto. (2015). Peranan pupuk organik dan NPK majemuk terhadap pertumbuhan kelapa sawit TBM 1 di lahan marginal. Jurnal Agronomi Indonesia, 43(3), 242–249.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Citation Check
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 AGROFORETECH

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


