Efektivitas Dosis Pupuk Dasar NPK 14-14-14 dan NPK 10-26-10 untuk Meningkatkan Pertumbuhan Tanaman Acacia Crassicarpa
Kata Kunci:
Acacia crassicarpa, Pupuk NPKAbstrak
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas dosis pupuk dasar NPK 14-14-14 dan NPK 10-26-10 dengan cara membandingkan dosis pupuk NPK yang bertujuan untuk mendapatkan dosis pupuk yang tepat bagi pertumbuhan terbaik semai tanaman Acacia crasiccarpa. Penelitian merupakan percobaan 1 faktor macam dosis pupuk NPK terdiri dari 5 aras macam dosis pupuk NPK yaitu NPK 14-14-14 : 1,5 kg/m3, 2 kg/m3, 2,5 kg/m3, NPK 10-26-10 2kg/m3,10 3 kg/m3, disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) selama 1 periode perlakuan, setiap aras perlakuan menggunakan 2 tray sebagai ulangan setiap tray terdiri dari 5 semai sebagai sample, total sampel seluruhnya adalah 50 tube. Parameter pertumbuhan yang adalah jumlah persebaran akar (%), pertambahan tinggi (cm), dan persentase hidup (%). Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan dosis pupuk NPK 10-26-10 dosis 2 kg/m³ memberikan respon pertumbuhan terbaik tanaman Acacia crassicarpa.
Referensi
Ai, N. S., & Banyo, Y. (2011). Konsentrasi Klorofil Daun Sebagai Indikator Kekurangan Air Pada Tanaman. Jurnal Ilmiah Sains, 15(1), 166. https://doi.org/10.35799/jis.11.2.2011.202
Gardner, F. P., Pearce, R. B., & Mitchell, R. L. (2017). Physiology of Crop Plants. Scientific Publishers.
Hendriyani, I. S., & Setiari, N. (2009). Kandungan Klorofil Dan Pertumbuhan Kacang Panjang (Vignasinensis) Pada Tingkat Penyediaan Air Yang Berbeda. Jurnal Sains Dan Matematika, 17(3).
Kosasih, V., Suwadji, S., & Woesono, H. B. (2024). Pengaruh Waktu Bukaan Naungan terhadap Laju Pertumbuhan Tinggi Semai Eucalyptus Pellita di Baserah Central Nursery. Agroforetech, 2(2), 866–871.
Paiman. (2022). Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman. In UPY Press (Vol. 2). UPY Press.
Palimbong, E., Suba, R. B., Ruslim, Y., & Herlambang, H. (2023). Respon pertumbuhan Acacia crassicarpa A . Cunn . Ex Benth . terhadap pemberian pupuk cair yang berbeda di persemaian PT Mayawana Persada , Pontianak , Kalimantan Barat. Jurnal Hutan Tropis, 7(1), 56–63.
Riadi, R. (2006). Upaya Penyelesaian Konflik Catchtment Area di Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau. Jurnal Penelitian Magistra, 89.
Sudewi, S., Ala, A., Baharuddin, B., & BDR, M. F. (2020). Keragaman Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) pada Tanaman Padi Varietas Unggul Baru (VUB) dan Varietas Lokal pada Percobaan Semi Lapangan. Agrikultura, 31(1), 15. https://doi.org/10.24198/agrikultura.v31i1.25046
Sulichantini, E. D. (2016). Pertumbuhan Tanaman Eucalyptus pellita F. Muell di Lapangan dengan Metode Kultur Jaringan, Stek Pucuk, dan Biji. Jurnal Ziraa’ah, 41(2), 269–274. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004
Sutanto, R. (2002). Penerapan Pertanian Organik. Kanisius.
Winarso, S. (2005). Kesuburan Tanah, Dasar Kesehatan dan Kualitas Tanah. Gava Media.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Citation Check
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 AGROFORETECH

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


