Efektivitas Dosis Pupuk Dasar NPK 14-14-14 dan NPK 10-26-10 untuk Meningkatkan Pertumbuhan Tanaman Acacia Crassicarpa

Penulis

  • Karolin Stevani Program Studi Kehutanan, Instiper Yogyakarta, Indonesia
  • Suprih Wijayani Program Studi Kehutanan, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Yuslinawari Program Studi Kehutanan, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia

Kata Kunci:

Acacia crassicarpa, Pupuk NPK

Abstrak

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas dosis pupuk dasar NPK 14-14-14 dan NPK 10-26-10 dengan cara membandingkan dosis pupuk NPK yang bertujuan untuk mendapatkan dosis pupuk yang tepat bagi pertumbuhan terbaik semai tanaman Acacia crasiccarpa. Penelitian merupakan percobaan 1 faktor macam dosis pupuk NPK  terdiri dari 5 aras macam dosis pupuk NPK  yaitu NPK 14-14-14 : 1,5 kg/m3, 2 kg/m3, 2,5 kg/m3, NPK 10-26-10 2kg/m3,10 3 kg/m3, disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) selama 1 periode perlakuan, setiap aras perlakuan menggunakan 2 tray sebagai ulangan setiap tray terdiri dari 5 semai sebagai sample, total sampel seluruhnya adalah 50 tube. Parameter pertumbuhan yang adalah jumlah persebaran akar (%), pertambahan tinggi (cm), dan persentase hidup (%). Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan dosis pupuk NPK 10-26-10 dosis 2 kg/m³ memberikan respon pertumbuhan terbaik tanaman Acacia crassicarpa.

Referensi

Ai, N. S., & Banyo, Y. (2011). Konsentrasi Klorofil Daun Sebagai Indikator Kekurangan Air Pada Tanaman. Jurnal Ilmiah Sains, 15(1), 166. https://doi.org/10.35799/jis.11.2.2011.202

Gardner, F. P., Pearce, R. B., & Mitchell, R. L. (2017). Physiology of Crop Plants. Scientific Publishers.

Hendriyani, I. S., & Setiari, N. (2009). Kandungan Klorofil Dan Pertumbuhan Kacang Panjang (Vignasinensis) Pada Tingkat Penyediaan Air Yang Berbeda. Jurnal Sains Dan Matematika, 17(3).

Kosasih, V., Suwadji, S., & Woesono, H. B. (2024). Pengaruh Waktu Bukaan Naungan terhadap Laju Pertumbuhan Tinggi Semai Eucalyptus Pellita di Baserah Central Nursery. Agroforetech, 2(2), 866–871.

Paiman. (2022). Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman. In UPY Press (Vol. 2). UPY Press.

Palimbong, E., Suba, R. B., Ruslim, Y., & Herlambang, H. (2023). Respon pertumbuhan Acacia crassicarpa A . Cunn . Ex Benth . terhadap pemberian pupuk cair yang berbeda di persemaian PT Mayawana Persada , Pontianak , Kalimantan Barat. Jurnal Hutan Tropis, 7(1), 56–63.

Riadi, R. (2006). Upaya Penyelesaian Konflik Catchtment Area di Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau. Jurnal Penelitian Magistra, 89.

Sudewi, S., Ala, A., Baharuddin, B., & BDR, M. F. (2020). Keragaman Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) pada Tanaman Padi Varietas Unggul Baru (VUB) dan Varietas Lokal pada Percobaan Semi Lapangan. Agrikultura, 31(1), 15. https://doi.org/10.24198/agrikultura.v31i1.25046

Sulichantini, E. D. (2016). Pertumbuhan Tanaman Eucalyptus pellita F. Muell di Lapangan dengan Metode Kultur Jaringan, Stek Pucuk, dan Biji. Jurnal Ziraa’ah, 41(2), 269–274. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004

Sutanto, R. (2002). Penerapan Pertanian Organik. Kanisius.

Winarso, S. (2005). Kesuburan Tanah, Dasar Kesehatan dan Kualitas Tanah. Gava Media.

Unduhan

Diterbitkan

2025-03-23

Cara Mengutip

Stevani, K., Wijayani, S., & Yuslinawari. (2025). Efektivitas Dosis Pupuk Dasar NPK 14-14-14 dan NPK 10-26-10 untuk Meningkatkan Pertumbuhan Tanaman Acacia Crassicarpa. AGROFORETECH, 3(1), 550–554. Diambil dari https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/1865

Terbitan

Bagian

Kehutanan

Citation Check

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

<< < 1 2 3 4 5