Perkecambahan Seedball Sengon dengan Variasi Komposisi Tanah Grumusol dan Cocopeat pada Substrat Pasir
Kata Kunci:
Sengon, Seedball, Perkecambahan, CocopeatAbstrak
Penambangan memiliki sifat industri dan tanahnya yang diperoleh dari menggali tanah, pengelolaan tambang pasir berhubungan langsung dengan lingkungan hidup. Pengusaha tambang pasir sebaiknya mempertimbangkan kelestarian lingkungan dalam menjalankan kegiatan penambangan karena sudah diatur di undang-undang. Upaya yang digunakan untuk mengatasi kerusakan lingkungan yaitu revegetasi lahan. Sengon (Falcataria moluccana) jenis tanaman yang memiliki pertumbuhan yang cepat dan sering digunakan dalam rehabilitasi lahan. Penelitian ini menguji pengaruh variasi komposisi tanah grumusol dan cocopeat pada seedball terhadap perkecambahan sengon pada substrat pasir. Tujuan penelitian ini mengetahui komposisi paling optimal untuk perkecambahan seedball sengon. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan acak lengkap (RAL). Penelitian ini dilaksanakan di Desa Nanggulan, Cawas, Klaten dengan menggunakan 4 perlakuan dengan komposisi 100% tanah, 75% tanah dan 25% cocopeat, 25% tanah dan 75% cocopeat, dan 50% tanah dan 50% cocopeat dengan masing masing 3 ulangan. Parameter yang digunakan hari muncul kecambah, hari terakhir kecambah, hari kecambah terbanyak, periode perkecambahan, persentase perkecambahan, indeks vigor. Hasil dari ANOVA menunjukkan variasi komposisi tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap perkecambahan. Perlakuan 50% tanah dan 50% cocopeat menunjukkan nilai indeks vigor tertinggi sebesar 1,6%.
Referensi
Fukuoka, M. (1978). The One-Straw Evolution. Rodale Press, Inc., Place
Hakim, S. S., Santosa, P. B., & Alimah, D. (2015). Perbandingan sifat fisik seedball aeroseeding dari beberapa formula pembentukan dan ketebalan seedball. Galam, 1(2), 31–36.
Irawan, A.,& Hanif Nurul Hidayah. (2014). Kesesuaian Penggunaan Cocopeat Sebagai Media Sapih Pada Politube Dalam Pembibitan Cempaka (Magnolia Elegans (Blume.) H.Keng). Jurnal Wasian. 1(2), 73-76.
Istomo, Valentino N. 2012. Pengaruh Perlakuan Kombinasi Media Terhadap Pertumbuhan Anakan Tumih (Combretocarpus Rotundatus (Miq.) Danser). Jurnal Silvikultur Tropika 3 (2): 81-84.
Krisnawati, H., Varis, E., Kallio, M. H., & Kanninen, M. (2011). Paraserianthes Falcataria (L.) Nielsen: Ecology, Silviculture And Productivity. Cifor.
Nurahmi, A., & Zahid, A. (2024). Penambangan pasir ilegal: Studi kasus dampak ekologi penambangan pasir ilegal pada Desa Sumberasri Nglegok Blitar. Jurnal Ekologi, Masyarakat dan Sains, 5(1), 20-32.
Rohmiyati, S. M. 2010. Dasar–Dasar Ilmu Tanah. Institut Pertanian Stiper. Yogyakarta
Sani., B (2015). Hidroponik. Penebar Swadaya Jakarta.
Setiadi Y. 2011. Revegetasi Lahan Pasca Tambang. Diktat Kuliah Pengantar Parktek Kerja Lapang. Bogor (Id): Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor.
Suhartati. 2008. Aplikasi inokulum EM-4 dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan bibit sengon (Paraserianthes falcataria L.). Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam. 5(1): 55-65.
Wasis, B., & Istantini. (2013). Pengaruh Pemberian Arang Tempurung Kelapa Dan Kotoran Sapi (Bokashi) Terhadap Peningkatan Pertumbuhan Semai Jabon (Anthocephalus Cadamba Miq.) Pada Media Tanam Tailing Tambang Emas. Jurnal Silvikultur Tropika, 4(2), 82–87.
Yudhistira, Y. (2008). Kajian dampak kerusakan lingkungan akibat kegiatan penambangan pasir di daerah kawasan Gunung Merapi (Tesis, Universitas Diponegoro).
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Citation Check
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


