Minuman Sumber Antioksidan Alami Berbahan Daun Jeruk Purut (Citrus Hystrix D. C.) dengan Penambahan Ekstrak Jahe Putih (Zingiber Officinale Var. Amarum)

Penulis

  • Jordan Ecclesia Purba Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Mohammad Prasanto Bimantio Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Sri Hastuti Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia

Kata Kunci:

Daun Jeruk Purut, Jahe Putih, Minuman Sumber Antioksidan

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh berbagai perbandingan serbuk daun jeruk purut serta penambahan ekstrak jahe putih yang tepat agar dihasilkan minuman sumber antioksidan yang baik dan disukai konsumen. Penelitian ini menggunakan menggunakan Rancangan Blok Lengkap (RBL) dengan dua faktor perlakuan. Faktor pertama adalah variasi berat serbuk daun jeruk purut dan air (M), dalam 250 ml air dengan tiga taraf, meliputi M1 (1 g) Serbuk daun jeruk purut M2 (2 g) Serbuk daun jeruk Purut M3 (3 g) Serbuk daun jeruk purut. Faktor kedua adalah penambahan ekstrak jahe putih (D), dengan tiga taraf, meliputi D1 (1%), D2 (3%), D3 (5%). Minuman sumber antioksidan yang dihasilkan dianalisis kadar antioksidan, flavonoid, phenol, tanin, gula reduksi, kesukaan aroma, warna dan rasa. Nilai Kesukaan keseluruhan tertinggi terdapat pada perlakuan M2 dengan variasi serbuk daun jeruk purut sebanyak 2g dan D3 dengan penambahan ekstrak jahe putih 5%. Pada perlakuan dengan penambahan serbuk daun jeruk purut sebanyak 2g memperoleh nilai dengan skor 5,58 kategori suka. Hasil tersebut didukung oleh analisis antioksidan 33,87%, flavonoid 36,42%, phenol 24,39 %, tanin 28,68 %, gula reduksi 32,46 %. Pada perlakuan dengan penambahan ekstrak  jahe putih 5% memperoleh nilai dengan skor 5,65 kategori suka. Hal tersebut didukung oleh hasil analisis antioksidan 33,12%, flavonoid 47,01%, phenol 27,45%, tanin 33,00%, gula reduksi 37,88%.

Referensi

All, A. et. (2019). pengaruh penambahan kombinasi jahe dan serai terhadap kadar antioksidan. Repository Unja.Ac.Id, 1–154.

Andriyani, I. A. A., Harijani, N., & Kurnijasanti, R. (2016). PEMANFAATAN EKSTRAK DAUN JERUK PURUT (Citrus hystrix D.C) SEBAGAI ANTIBAKTERI TERADAP TOTAL BAKTERI PADA DAGING SAPI. Journal of Basic Medicine Veterinary, 5(2), 73–79. http://journal.unair.ac.id/download-fullpapers-jbmv5f5d19696d2full.pdf

Anggraeni Putri, P., Chatri, M., & Advinda, L. (2023). Characteristics of Saponin Secondary Metabolite Compounds in Plants Karakteristik Saponin Senyawa Metabolit Sekunder pada Tumbuhan. Serambi Biologi, 8(2), 251–258.

Azrimaidaliza, Resmiati, Famelia, W., Purnakarya, I., Firdaus, & Yasirly, K. (2020). Buku Ajar Dasar Ilmu Gizi Kesehatan Masyarakat. In Journal of Chemical Information and Modeling (Vol. 53, Issue 9). http://repo.unand.ac.id/38178/1/Buku Ajar Dasar Ilmu Gizi Kesehatan Masyarakat.pdf

Budi, R. S. (2019). Tabel 1. Rendemen minyak atsiri daun kemangi dan daun jeruk purut. Repository Setia Budi, 36–47.

Gelgel, K. D., Yusa, N. M., & Permana, D. G. M. (2016). Kajian Pengaruh Jenis Jahe (Zingiber officinale Rosc.) dan Waktu Pengeringan Daun Terhadap Kapasitas Antioksidan serta Sensoris Wedang Uwuh. Jurnal Ilmu Dan Teknologi Pangan (Itepa), 5(2), 11–19.

Handayani, V., Naid, T., & Umasangaji, R. F. (2020). STUDI KOMPARASI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAUN JERUK PURUT (Citrus hystrix DC) DAN DAUN JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia (christm) Swingle) ASAL KOTA TERNATE MENGGUNAKAN METODE PEREDAMAN RADIKAL BEBAS DPPH. Jurnal Ilmiah As-Syifaa, 12(1), 57–63. https://doi.org/10.33096/jifa.v12i1.621

Mawardi, Y. (2016). Kadar Air, Tanin, Warna Dan Aroma Off-Flavour Minuman Fungsional Daun Sirsak (Annona Muricata) Dengan Berbagai Konsentrasi Jahe (Zingiber Officinale). Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan, 5(3), 94–98. https://doi.org/10.17728/jatp.179

Nilam Fajarwati. (2015). Senyawa fenol dan flavonoid juga dapat bersifat sebagai antioksidan (Fajarwati, 2013). South African Journal of Chemical Engineering, 22(3), 277–281.

Novera, R., Hasanuddin, & Safrida. (2017). Pemanfaatan Ekstrak Daun Jeruk Purut (Citrus hystrix) sebagai Insektisida Alami Pembasmi Larva Instar III Culex sp. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Unsyiah, 2(1), 78–89.

Novita, R., Zulfadhli, Z., Nurbariah, N., Saputra, F., Hendri, A., & Ibrahim, Y. (2022). UJI DAYA HAMBAT EKSRAT JAHE (Zingiber officinale) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Aeromonas hydrophila DAN BAKTERI Vibrio alginolyticus SECARA IN VITRO. Jurnal Akuakultura Universitas Teuku Umar, 6(2), 81–87.

Okta Dody Muzuka, M., Danimayostu, A. A., & Iswarin, S. J. (2018). Uji Antioksidan Etosom Ekstrak Daun Jeruk Purut (Citrus hystrix D.C.) sebagai Anti Penuaan Kulit dengan Metode DPPH. Pharmaceutical Journal of Indonesia, 3(2), 39–44. https://doi.org/10.21776/ub.pji.2017.003.02.1

OLELE, N. F. (2008). KLOROFIL TANAMAN DAUN JERUK. 49, 69–73.

Pongsapan, A. D., Prayoga, D. K., Hisan, A. K., Rambi, S. E. G., & Edy, H. J. (2021). Review Artikel: Formulasi Daun Jeruk Purut Dan Serai Sebagai Tablet Antifeedant. Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ), 4(2), 67. https://doi.org/10.35799/pmj.v4i2.37789

Qonitah, F., Ariastuti, R., & Kusumasari, J. A. (2023). Penentuan Kandungan Fenolik Total Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Jeruk Purut (Citrus hystrix) Dan Daun Kelor (Moringa oleifera L.). Jurnal Sains Dan Kesehatan, 5(5), 823–828. https://doi.org/10.25026/jsk.v5i5.2046

Redi Aryanta, I. W. (2019). Manfaat Jahe Untuk Kesehatan. Widya Kesehatan, 1(2), 39–43. https://doi.org/10.32795/widyakesehatan.v1i2.463

Saputra, M. A., Harini, N., & Anggriani, R. (2020). Kajian Sifat Fisikokimia Permen Jelly oleh Tiga Varietas Jahe (Zingiber officinale) dan Perbedaan Konsentrasi Ekstrak Karagenan dari Rumput Laut (Eucheuma cottoni). Food Technology and Halal Science Journal, 3(2), 110. https://doi.org/10.22219/fths.v3i2.13213

Sholihah, N. M., Anwar, K., & Iskandar, A. (2023). Formulasi Minuman Berbahan Jahe dan Kayu Manis sebagai Sumber Flavonoid. Jurnal Ilmu Gizi Dan Dietetik, 2(2), 96–102. https://doi.org/10.25182/jigd.2023.2.2.96-102

Sofia, C. C. (2022). POTENSI DAUN JERUK PURUT (Citrus hystrix DC.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN DAN ANTIINFLAMASI CHAULA CHOLILI SOFIA, Dr. Ir. Priyanto Triwitono, M.P.; Yunika Mayangsari, S.Si., M.Biotech., Ph.D. 21–22.

Sofyan. (2005). khasiat jahe. 6–31.

Sugiyanto, M. K., Sumual, M. F., & Djarkasi, G. (2020). Pengaruh Suhu Pasteurisasi Terhadap Profil Dan Aktivitas Antioksidan Puree Buah Naga Merah. Jurnal Teknologi Pertanian (Agricultural Technology Journal, 11(2). https://doi.org/10.35791/jteta.11.2.2020.31278

Widyastuti, S. I., Haslina, & Aldila. (2015). UKURAN PARTIKEL DAUN JERUK PURUT (Citrus hystrix DC) TERHADAP RENDEMEN OLEORESIN, TOTAL FENOLIK, INDEKS BIAS DAN SITRONELAL. Analisis Standar Pelayanan Minimal Pada Instalasi Rawat Jalan Di RSUD Kota Semarang, 3, 103–111.

Wienderlina dan Sukaesih, 2019. (2019). 456565-Perbandingan-Aktivitas-Antioksidan-Jahe-031B7823. Jffi, 6(1), 315–324.

Yuniartini, N. L. P. S., & Nugrahani, R. (2023). Uji Skoring dan Hedonik pada Minuman Herbal dengan Kombinasi Daun Pecut Kuda (Stachytarp hetajamaicensis(L) vahl) dan Jahe Putih Segar (Zingiber officinale). Jurnal Agrotek Ummat, 10(2), 164–174.

Unduhan

Diterbitkan

2024-03-25

Cara Mengutip

Ecclesia Purba, J., Bimantio, M. P., & Hastuti, S. (2024). Minuman Sumber Antioksidan Alami Berbahan Daun Jeruk Purut (Citrus Hystrix D. C.) dengan Penambahan Ekstrak Jahe Putih (Zingiber Officinale Var. Amarum). AGROFORETECH, 2(1), 400–412. Diambil dari https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/1186

Terbitan

Bagian

Teknologi Hasil Pertanian

Citation Check

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 > >>