Pembuatan Minyak Atisiri Cendana Gunung Kidul dengan Metode Destilasi Sederhana dengan Faktor Pengeringan Bahan

Penulis

  • Ghulam Ibnu Zaki Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Mohammad Prasanto Bimantio Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Ngatirah Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia

Kata Kunci:

Minyak Atsiri Cendana, Variasi Bahan, Variasi Pengeringan

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari bagian bahan serta pengaruh faktor pengeringan bahan terhadap hasil destilasi minyak atsiri cendana yang berasal dari Gunung Kidul. Penelitian ini menggunakan Rancangan Blok Lengkap (RBL) 2 Faktor. Faktor pertama adalah faktor variasi bahan (F) dengan 3 taraf yaitu (F1 = Daun 500 gram), (F2 = batang 500 gram), (F3 = 250 gram batang : 250 gram daun). Faktor kedua adalah faktor variasi metode dan suhu pengeringan (G) dengan 3 taraf yaitu (G1 = Tanpa pengeringan), (G2 = Pengeringan Penjemuran 48 Jam), dan (G3 = Pengeringan Oven 80oC selama 6 jam). Analisis yang dilakukan meliputi Analisis Warna, Uji Densitas, Uji Viskositas, dan Uji Organoleptik dengan uji yang dilakukan adalah uji aroma. Hasilnya, faktor bagian tanaman berpengaruh terhadap warna merah ke hijau (a*), densitas, dan viskositas minyak atsiri cendana, namun tidak berpengaruh terhadap Warna gelap ke terang (L), warna kuning ke biru (b*) serta pada uji organoleptik aroma. Kemudian, variasi pengeringan bahan berpengaruh terhadap densitas dan viskositas, namun tidak berpengaruh terhadap uji warna gelap ke terang (L), warna merah ke hijau (a*), warna kuning ke biru (b*) serta pada uji organoleptik aroma. Pelakuan yang paling mendakati dan memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) adalah perlakuan F2G2 yaitu pada perlakuan batang 500 g dengan pengeringan penjemuran selama 48 jam dengan nilai warna (L) 37,21, warna (a*) 4,23, warna (b*) -1,14. Nilai densitas menunjukkan 1,05 g/ml, viskositas menunjukkan 1,25 cP, dan nilai 3,80 pada uji kesukaan organoleptik aroma

Referensi

Cahyati, S., Kurniasih, Y., & Khery, Y. (2016). Efisiensi isolasi minyak atsiri dari kulit jeruk dengan metode destilasi air-uap ditinjau dari perbandingan bahan baku dan pelarut yang digunakan. Hydrogen: Jurnal Kependidikan Kimia, 4(2), 103–110.

Damayanti, Y., Lesmono, A. D., & Prihandono, T. (2018). Kajian pengaruh suhu terhadap viskositas minyak goreng sebagai rancangan bahan ajar petunjuk praktikum fisika. Jurnal Pembelajaran Fisika, 7(3), 307–314.

Fadlilah, A., Rosyidi, D., & Susilo, A. (2022). Karakteristik warna L* a* b* dan tekstur dendeng daging kelinci yang difermentasi dengan Lactobacillus plantarum. Wahana Peternakan, 6(1), 30–37.

Haryjanto, L., Widowati, T. B., Sumardi, A. F., & Hadiyan, Y. (2017). Variasi kandungan kimia minyak cendana (Santalum album Linn) dari berbagai provenans di Indonesia. Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan, 11(1), 77–85.

Hudha, M. I., Mauludi, D., & Kurnia, N. (2021). Pengambilan Minyak Cendana Menggunakan Metode Microwave Hydrodistillation dengan Variasi Massa dan Perlakuan Bahan. Atmosphere, 2(1).

Ariyanti, M., & Asbur, Y. (2018). Cendana ( Santalum album L .) sebagai tanaman penghasil minyak atsiri Sandalwood ( Santalum album L .) as essential oil producing plant. Jurnal Kultivasi, 17(1), 558–567.

Mathieson, D. W., Millard, B. J., Powell, J. W., & Whalley, W. B. (1973). The chemistry of the ‘insoluble red’woods. Part XI. Revised structures of santalin and santarubin. Journal of the Chemical Society, Perkin Transactions 1, 184–188.

Nugraheni, K. S., Khasanah, L. U., Utami, R., & Ananditho, B. K. (2016). Pengaruh perlakuan pendahuluan dan variasi metode destilasi terhadap karakteristik mutu minyak atsiri daun kayu manis (C. Burmanii). Jurnal Teknologi Hasil Pertanian, 9(2), 51–64.

Okimustava, O., Ridwan, G., Kurniasari, E., & Aminuddin, M. I. (2022). Pengembangan Alat Praktikum Penentuan Densitas Zat Cair Berbasis Software Logger Pro. Navigation Physics: Journal of Physics Education, 4(1), 1–10.

Prasetyo, B. (n.d.). Pentingnya Melestarikan Tanaman Cendana (Santalum album L.).

Sujaya, A. T., Palupi, S., & Krisnawan, A. H. (2019). Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Minyak Atsiri Daun Cendana (Santalum Album L.). CALYPTRA, 7(2), 1626–1639.

Tambun, M. U. D. (2017). Formulasi gel pengharum ruangan menggunakan Karagenan dan Pektin dengan Minyak Cendana sebagai fiksatif dan Minyak Kulit Kayu Manis sebagai pewangi.

Tarwendah, I. P. (2017). Jurnal review: studi komparasi atribut sensoris dan kesadaran merek produk pangan. Jurnal Pangan Dan Agroindustri, 5(2).

Tjahyono, P. D. (2010). Aromaterapi Minyak Cendana (Santalum album L.) terhadap Aktivitas Motorik Mencit dalam Penggunaannya sebagai Antidepresan.

Winangsih, W., & Parman, S. (2013). Pengaruh metode pengeringan terhadap kualitas simplisia lempuyang wangi (Zingiber aromaticum L.). Anatomi Fisiologi, 21(1), 19–25.

Unduhan

Diterbitkan

2025-08-29

Cara Mengutip

Zaki, G. I., Bimantio, M. P., & Ngatirah. (2025). Pembuatan Minyak Atisiri Cendana Gunung Kidul dengan Metode Destilasi Sederhana dengan Faktor Pengeringan Bahan . AGROFORETECH, 3(2), 1239–1249. Diambil dari https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/1867

Terbitan

Bagian

Teknologi Hasil Pertanian

Citation Check

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 > >>