Enkapsulasi Daun Sambiloto dengan Penambahan Ekstrak Sereh Menggunakan Metode Foam Mat Drying

Penulis

  • Feni Melinda Nasution Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Herawati Oktavianty Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Sunardi Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia

Kata Kunci:

Aktivitas Antioksidan, Daun Sambiloto, Ekstrak Sereh, Enkapsulasi, Foam Mat Drying

Abstrak

Penelitian ini tentang enkapsulasi daun sambiloto dengan penambahan ekstrak sereh menggunakan metode foam mat drying yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan ekstrak sambiloto dengan ekstrak sereh terhadap karakteristik antioksidan dari enkapsulasi yang dihasilkan serta mengetahui berapa perbandingan ekstrak sambiloto dengan ekstrak sereh yang menghasilkan aktivitas antioksidan paling tinggi pada enkapsulasi. Metode penelitian ini menggunakan rancangan acak sederhana dengan faktor konsentrasi ekstrak daun sambiloto dengan perbandingan ekstrak sereh yang terdiri atas lima taraf yaitu :A1 = 0%:100%, A2 = 10%:90%, A3 = 30%:70%, A4 = 50%:50%, A5 = 70%:30%, A6 =90%:10%, A7 = 100%:10%. Prosedur pembuatan enkapsulasi dari 3 tahapan yaitu pembuatan ekstrak daun sambiloto, pembuatan ekstrak sereh, dan pembuatan enkapsulasi   daun sambiloto dengan ekstrak sereh. Analisis yang dilakukan yaitu rendemen, uji kadar air, uji antimikroba, uji pH, dan analisis antioksidan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perbandingan konsentrasi ekstrak daun sambiloto dan ekstrak sereh berpengaruh nyata terhadap analisis antioksidan, analisis antimikroba menunjukkan perbandingan ekstrak sambiloto dan ekstrak sereh berpengaruh nyata, dan tidak berpengaruh nyata pada analisis rendemen, kadar air, serta pH. Enkapsulasi ekstrak daun sambiloto dan ekstrak sereh (50%:50%) menghasilkan enkapsulasi antimikroba yang tertinggi. Perlakuan A5 memiliki nilai aktivitas antioksidan yang tertinggi sebesar 72.52 µg/mL yaitu perbandingan daun sambiloto dan ekstrak sereh (70%:30%)

 

Referensi

Asiah, Nurul et al. 2012. “Aplikasi Metode Foam- Mat Drying Pada Proses Pengeringan Spirulina.” Jurnal Teknologi Kimia dan Indust 1(1): 461–67. http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jtki.

Asri, Dini et al. 2021. “Teknologi Enkapsulasi : Teknik Dan Aplikasinya.” 7(9): 202–9.

Batang, Kulit, D A N Daun, Tanaman Sambiloto, dan Linoleat Tiosianat. 2011. “Kata kunci : Sambiloto, antioksidan, metode linoleat-tiosianat.” 1(2): 9–13.

Candra, Robi. 2019. “Budidaya Sereh Wangi.” Cybex Pertanian: 3–5. http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/77376/Budidaya-Serai-Wangi/.

Dewi, Indri Kusuma, Titik Lestari, dan Siti Nur Rofi’ah. 2016. “Formulation and Physical Test of Ethanolic Extract Sambiloto Leaves (Andrographis paniculata) Ointment.” Sains Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan 6(2): 56.

Djoko, Wahyuni, Shelly Taurhesia, Ratna Djamil, dan Partomuan dkk Simanjuntak. 2020. “Standardisasi Ekstrak Etanol Herba Pegagan (Centella asiatica).” Sainstech Farma 13(2): 118–23. https://ejournal.istn.ac.id/index.php/saintechfarma/article/view/765.

Erni, Nurfiani, Kadirman Kadirman, dan Ratnawaty Fadilah. 2018. “Pengaruh Suhu Dan Lama Pengeringan Terhadap Sifat Kimia Danorganoleptik Tepung Umbi Talas (Colocasia esculenta).” Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian 1(1): 95.

Kistriyani, Lilis, Farah Fauziyah, dan Sri Rezeki. 2020. “Profil Release Enkapsulasi Antosianin , Flavonoid dan Fenolik pada Kulit Semangka Menggunakan Metode Spray Drying Release Profile of Anthocyanin , Flavonoid and Phenolic Encapsulation on Watermelon Rind Using Spray Drying Method.” 17(2): 33–38.

Lama, Pengaruh et al. 2008. “No Title.”

Muksin, I Ketut. 2017. “Perbandingan Kandungan Minyak Atsiri Tanaman Sereh Wangi ( Cymbopogon Nardus L . Rendle ) Yang Ditanam Di Lokasi Berbeda Comparison Plant Contains Oil Of Citronella ( Cymbopogon Nardus Rendle L .) Grown In.” (1): 25–31.

Palupi, Niken Widya, Pandu Khrisna, Juang Setiadi, dan Sih Yuwanti. 2014. “Enkapsulasi Cabai Merah dengan Teknik Coacervation Menggunakan Alginat yang Disubstitusi dengan Tapioka Terfotooksidasi.” 3(3): 87–93.

Sani, Robby Nasrul, Fithri Choirun Nisa, Ria Dewi Andriani, dan Jaya Mahar Maligan. 2014. “Analisis Rendemen Dan Skrining Fitokimia Ekstrak Etanol Mikroalga Laut Tetraselmis chuii Yield Analysis and Phytochemical Screening Ethanol Extract of Marine Microalgae Tetraselmis chuii.” 2(2): 121–26.

Santoso, Birgitta Devina, Victoria Kristina Ananingsih, Bernadeta Soedarini, dan Jessica Stephanie. 2020. “Pengaruh Variasi Maltodekstrin Dan Kecepatan Homogenisasi Terhadap Karakteristik Fisikokimia Enkapsulat Butter Pala (Myristica Fragrans Houtt) Dengan Metode Vacuum Drying.” Jurnal Teknologi Hasil Pertanian 13(2): 94.

Yogaswara, Ida Bagus, Ni Made Wartini, dan Luh Putu Wrasiati. 2017. “Karakteristik Enkapsulat Ekstrak Pewarna Buah Pandan ( Pandanus tectorius ) Pada Perlakuan Enkapsulan Gelatin Dan Maltodekstrin.” 5(4): 31–40.

Unduhan

Diterbitkan

2023-09-27

Cara Mengutip

Nasution, F. M., Oktavianty, H., & Sunardi. (2023). Enkapsulasi Daun Sambiloto dengan Penambahan Ekstrak Sereh Menggunakan Metode Foam Mat Drying. AGROFORETECH, 1(3), 1858–1862. Diambil dari https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/867

Terbitan

Bagian

Teknologi Hasil Pertanian

Citation Check

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 5 > >>