Studi Komparatif Produktivitas Kelapa Sawit pada Lahan yang Tergenang Air dan Tidak Tergenang di PT. Karyamas

Penulis

  • Lamberto Simanjuntak Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Sri Suryanti Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Neny Andayani Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia

Kata Kunci:

kelapa sawit, lahan tergenang, produktivitas, karakter agronomi, sifat tanah

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan produktivitas tanaman kelapa sawit pada lahan tergenang dan tidak tergenang di PT. Karyamas. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus–November 2025 menggunakan metode komparatif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel diambil pada satu blok lahan tergenang dan satu blok lahan tidak tergenang dengan data produktivitas selama periode 2020-2024 dan pada masing-masing blok diambil 25 pokok sampel serta 3 sampel tanah. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, diameter batang, panjang pelepah, lebar dan tebal petiol, jumlah tandan per pokok, produktivitas (ton/ha/tahun), jumlah janjang/ha/tahun, berat janjang rerata, pH tanah, dan P tersedia. Data dianalisis menggunakan independent t test pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh parameter agronomi pada lahan tidak tergenang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan lahan tergenang. Produktivitas pada lahan tidak tergenang secara konsisten lebih tinggi dibandingkan produktivitas pada lahan tergenang. Jumlah janjang/ha/tahun juga secara konsisten lebih tinggi pada lahan tidak tergenang dibandingkan pada lahan tergenang. Berat janjang rerata pada kedua kondisi lahan menunjukkan nilai yang sama meningkat setiap tahunnya. pH tanah pada lahan tergenang berada pada kategori masam sedangkan pH tanah pada lahan tidak tergenang berada pada kategori netral dan kadar P tersedia pada lahan tidak tergenang lebih tinggi dibandingkan pada lahan tergenang. Perbedaan kondisi lahan menunjukkan lingkungan tumbuh yang lebih baik pada lahan tidak tergenang sehingga karakteristik agronomi dan produktivitasnya lebih baik dibandingkan pada lahan tergenang.

Referensi

BPS. (2024). Statistik Kelapa Sawit Indonesia. 17. https://doi.org/10.1128/AAC.03728-14

Corley, R. H. V., & Tinker, P. B. (2016). The Oil Palm Fifth Edition. In Blackwell Science Ltd. https://doi.org/10.1017/cbo9781316530122.010

Darlita, R., Joy, B., & Sudirja, R. (2017). Analisis Beberapa Sifat Kimia Tanah Terhadap Peningkatan Produksi Kelapa Sawit pada Tanah Pasir di Perkebunan Kelapa Sawit Selangkun. Agrikultura, 28(1), 15–20.

Ditjenbun. (2024). Statistik Perkebunan Jilid I 2022-2024. 1. http://repo.iain-tulungagung.ac.id/5510/5/BAB 2.pdf

Effendy. (2011). Drainase Untuk Meningkatkan Kesuburan Lahan Rawa. Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan, 6(2), 39–44.

Eviati, Sulaeman, Herawaty, L., Anggria, L., Usman, Tantika, H. E., Prihatini, R., & Wuningrum, P. (2023). Petunjuk Teknis Analisis Kimia Tanah, Tanaman, Air, dan Pupuk (3 ed.). Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Fauziah, A. (2021). Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Biru Atmajaya.

Hardjowigeno, S. (2015). ILMU TANAH. Akademika Pressindo, Jakarta.

Kemenko Perekonomian. (2024). Gelar Rapat Koordinasi Nasional, Pemerintah Lanjutkan Rencana Aksi Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan. Ekon.Go.Id. https://www.ekon.go.id/publikasi/detail/5699/gelar-rapat-koordinasi-nasional-pemerintah-lanjutkan-rencana-aksi-perkebunan-kelapa-sawit-berkelanjutan

Loso, S., Sudradjat, Hariyadi, Yahya, S., & Sutandi, A. (2021). The role of several methods of drainage and fertilization levels on growth and yield of oil palm plants (Elaeis guineensis Jacq.). Asian Journal of Microbiology, Biotechnology and Environmental Sciences, 23(1), 51–60. http://www.envirobiotechjournals.com/AJMBES/v23i121/AJ-8.pdf%0Ahttp://ovidsp.ovid.com/ovidweb.cgi?T=JS&PAGE=reference&D=emed22&NEWS=N&AN=2013321493

Manghwar, H., Hussain, A., Alam, I., Khoso, M. A., Ali, Q., & Liu, F. (2024). Waterlogging stress in plants: Unraveling the mechanisms and impacts on growth, development, and productivity. Environmental and Experimental Botany, 224, 105824. https://doi.org/10.1016/J.ENVEXPBOT.2024.105824

Mastur. (2015). Sinkronisasi Source dan Sink untuk Peningkatan Produktivitas Biji pada Tanaman Jarak Pagar. Buletin Tanaman Tembakau, Serat & Minyak Industri, 7(1), 52–68.

Nugraha, B. A., Wirianta, H., & Santosa, T. N. B. (2023). Analisa Produktivitas Kelapa Sawit pada Daerah Cekaman Banjir dan Daerah Kering. Agroforetech, 1(03), 1450–1456.

Parikno, D., Tabrani, G., & Adiwirman. (2017). Respon Bibit Kelapa Sawit (Elaeis gueneensis Jacq.) pada Berbagai Umur Terhadap Lama Genangan Air. JOM FAPERTA, 14(01), 1–10.

Prasetio, D. Y., & Wiraguna, E. (2025). Evaluasi Dampak Kondisi Lahan Tergenang Terhadap Produksi Kelapa Sawit. Botani : Publikasi Ilmu Tanaman dan Agribisnis, 2(2), 77–82.

Reddy, K. R., & DeLaune, R. D. (2008). Biogeochemistry of wetlands: Science and applications. CRC Press.

Unduhan

Diterbitkan

2026-03-31

Cara Mengutip

Simanjuntak, L., Suryanti, S., & Andayani, N. (2026). Studi Komparatif Produktivitas Kelapa Sawit pada Lahan yang Tergenang Air dan Tidak Tergenang di PT. Karyamas. AGROFORETECH, 4(1), 230–236. Diambil dari https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2448

Terbitan

Bagian

Agroteknologi

Citation Check

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >>