Efikasi Dosis Ecoenzyme sebagai Dekomposer terhadap Limbah Kebun Kelapa Sawit
Kata Kunci:
Kompos, Pelepah, LCC (Legume Cover Crop), ecoenzymeAbstrak
Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui efikasi dosis eco enzyme sebagai dekomposer dengan limbah kebun kelapa sawit. Penelitian ini dilakukan di Kebun Pendidikan dan Penelitian (KP2) di Desa Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni hingga bulan Juli 2025. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah jenis bahan kompos, yang terdiri dari tiga perlakuan: 100% pelepah, 75% pelepah + 25% LCC, dan 50% pelepah + 50% LCC. Faktor kedua adalah dosis dosis eco enzyme yang terdiri dari tiga aras yaitu 100ml, 150ml, 200%. Dari kedua faktor tersebut diperoleh 9 kombinasi perlakuan, setiap perlakuann dengan empat ulangan. Data hasil penelitian dianalisis dengan sidik ragam pada jenjang 5%. Data yang menunjukkan perbedaan signifikan dianalisis lebih lanjut menggunakan uji Duncan's Multiple Range Test (DMRT) pada tingkat kepercayaan 5%. Parameter yang diamati meliputi: rasio C/N, penyusutan berat kompos, warna, bau, nilai pH, suhu, dan tingkat keremahan. Hasil analisis dari penelitian ini diperoleh pengomposan limbah kelapa sawit dengan efikasi dosis eco enzyme terhadap hasil analisis C/N ratio yang hanya perlakuan interaksi Pelepah 75% + LCC 25% dengan dosis eco enzyme 200 ml yang berhasil mencapai standar mutu pupuk organik dengan nilai C/N rasio yaitu 22,12. perlakuan Pelepah 50% + LCC 50% menunjukkan hasil paling optimal untuk parameter warna dan keremahan.
Referensi
Dewi, D. M. (2021). Pelatihan Pembuatan Eco Enzyme Bersama Komunitas Eco Enzyme Lambung Mangkurat Kalimantan Selatan. Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul), 1(1), 67. https://doi.org/10.20527/ilung.v1i1.3560
Hadri MJ, Hastuti PB, & Rochmiyati SM. (2023). Pengomposan Hasil Samping Perkebunan Sawitdengan Berbagai Macam Dekomposer. Agroforetech 1 (4), 1, 2177–2185.
Haji, A. G. (2013). Komponen Kimia Asap Cair Hasil Pirolisis Limbah Padat Kelapa Sawit. Jurnal Rekayasa Kimia Dan Lingkungan, 9(3), 109–116.
Ngapiyatun, S., Rahman, A., Aziza, H., & Winarni, B. (2020). Pemanfaatan Limbah Sampah Kota sebagai Kompos Utilization of Municipal Waste as Compost. Journal Buletin Loupe, 16(02), 1–6.
Ramadhani, Sampoerno, & Idwar. (2016). Aplikasi Pupuk Hijau Mucuna bracteata pada Beberapa Jenis Media Bibit Kelapa Sawit Elaeis guineensis Jacq.) di Main Nursery. JOM Faperta, 3(2), 1–13.
Rambe, R. T., Sampoerna., M. G. M. (2014). Compost Lcc Mucuna Bracteata And Npk Tablet Fertilizer Application On Thegrowth Of Oil Palm Seedlings ( Elaeis Guineensis Jacq ) In The Main Nursery. Universitas Riau.
Siagian, S. W., Yuriandala, Y., & Maziya, F. B. (2021). Analisis Suhu , pH Dan Kuantitas Kompos Hasil Pengomposan Reaktor Aerob Termodifikasi Dari Sampah Sisa Makanan Dan Sampah Buah. Jurnal Sains Dan Teknologi Lingkungan, 13(2017), 166–176.
Suryanto, T. (2017). Pemanfaatan Cacahan Limbah Pelepah Kelapa Sawit sebagai Media Tanam terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit di Pembibitan Awal. X(2), 133–138.
Sutanto, R. (2002). Penerapan Pertanian Organik. Kanisius.
Wahyuni, MP, I. M. (2019). Biomassa Hijauan Mucuna Bracteata Dan Pengaruhnya Terhadap Kadar N Tanah Di Perkebunan Kelapa Sawit. Jurnal Agro Estate, 3(2), 54–62. https://doi.org/10.47199/jae.v3i2.94
Widiastuti, R., Syabana, D. K., Kerajinan, B. B., Batik, D., Kusumanegara, J., & Telp, N. 7. (2015). Serat Pelepah Kelapa Sawit (Sepawit) Untuk Bahan Baku Produk Kerajinan. 7–14.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Citation Check
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 AGROFORETECH

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


