Pengaruh Konsentrasi Eco-Enzyme dan Dosis Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terung (Solanum molengena L.)
Kata Kunci:
Tanaman Terung, eco enzyme, pupuk npkAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh berbagai konsentrasi eco-enzyme dan dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan serta hasil tanaman terung. Penelitian ini dilaksanakan dilahan KP2 Institut Pertanian Stiper Yogyakarta yang terletak di Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, pada bulan Mei sampai Juli 2024. Penelitian ini dilakukan dengan percobaan rancangan 4 x 3 faktorial, yang disusun dalam RAL dengan ulangan 3 x. Faktor pertama adalah konsentrasi eco-enzyme yang terdiri dari 4 aras yaitu: kontrol, konsentrasi 5 ml/l, 10 ml/l, 15 ml/l. Sedangkan faktor yang kedua adalah dosis pupuk NPK; yang terdiri dari 3 aras yaitu: Dosis pupuk NPK yang digunakan adalah 10 g, 15 g, dan 20 g. Analisis varians (ANOVA) digunakan untuk memeriksa data penelitian pada tingkat signifikansi 5%. Uji DMRT dilakukan pada tingkat signifikansi 5% jika ditemukan pengaruh yang signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi eco-enzim dan jumlah pupuk NPK tidak memberikan efek positif terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terong. Tanaman tertinggi dihasilkan oleh konsentrasi eko-enzim 10 ml/L, dan buah terpanjang dihasilkan oleh konsentrasi 5 ml/L. Berat tanaman segar tertinggi dan diameter buah terbesar diperoleh dengan dosis pupuk NPK 15 g/polybag dan 20 g/polybag, masing-masing
Referensi
Badan Pusat Statistik. (2022). Statistik hortikultura 2022. BPS-Statistics Indonesia.
Calvo, P., Nelson, L., & Kloepper, J. W. (2014). Agricultural uses of plant biostimulants. Plant and Soil, 383(1–2), 3–41. https://doi.org/10.1007/s11104-014-2131-8
Chapple, A., Nguyen, A., Dosseto, R., Rashid, & Nghiem, L. D. (2019). Impact of inorganic salts on degradation of bisphenol A and diclofenac by crude extracellular enzyme from Pleurotus ostreatus. Biocatalysis and Biotransformation,37(1), 10–21. https://doi.org/10.1080/10242422.2018.1545211
Fageria, N. K., Baligar, V. C., & Jones, C. A. (2010). Growth and mineral nutrition of field crops (3rd ed.). CRC Press.
Firmansyah, I., Syakir, M., & Lukman, L. (2017). Pengaruh kombinasi dosis pupuk N, P, dan K terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung (Solanum melongena L.). Jurnal Hortikultura, 27(1), 69–78.
Ignatius. (2014). Respon tanaman terung (Solanum melongena L.) terhadap pupuk organik cair urine sapi. Jurnal Penelitian Universitas Jambi, 16(1), 31–38.
Insam, H., & Goberna, M. (2008). Use of eco-enzymes in sustainable agriculture. Soil Biology and Biochemistry, 40(7), 1764–1772.
Katyal, J. C., & Randhawa, N. S. (1983). Micronutrients (Vol. 7). FAO Fertilizer and Plant Nutrition Bulletin.
Kaur, R., & Reddy, M. S. (2015). Biofertilizers and eco-friendly fertilizers. In M. R. Goyal (Ed.), Sustainable micro irrigation management for trees and vines (pp. 165–183). Apple Academic Press.
Sahid, O. T., Murti, R. H., & Trisnowati, S. (2014). Hasil dan mutu enam galur terung (Solanum melongena L.). Vegetalika, 3(2), 45–58.
Sidqi, I. F., Krestiani, V., & Yuliani, F. (2022). Pengaruh pupuk kandang ayam dan eco enzyme terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kailan (Brassica oleracea var. alboglabra). Muria Jurnal Agroteknologi, 1(2).
Sutanto, R. (2019). Pertanian organik: Menuju pertanian alternatif dan berkelanjutan. Kanisius.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Citation Check
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 AGROFORETECH

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


