Pengaruh Ragam Jenis dan Dosis Pupuk Organik Padat (Kasgot, Kandang, dan Kompos) terhadap Pertumbuhan Mucuna Bracteata
Kata Kunci:
Kasgot, Kandang, Kompos, Mucuna bracteataAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya interaksi antara jenis dan dosis pupuk organik padat pada pertumbuhan Mucuna bracteata, serta mengetahui jenis atau dosis pupuk organik padat yang tepat. Penelitian dilaksanakan di KP2 Institut Pertanian Stiper Yogyakarta yang berlokasi di Desa Wedomartani, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, pada bulan Mei hingga Agustus 2025. Penelitian ini menggunakan metode percobaan dengan rancangan faktorial yang disusun dalam rancangan acak lengkap (RAL), yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah pemberian macam pupuk organik padat yang terdiri dari 4 aras yaitu pupuk kasgot, pupuk kandang, pupuk kompos dan kombinasi (kasgot, kandang, kompos). Faktor kedua adalah dosis pupuk organik padat yang terdiri dari tiga aras yaitu, 50 gram/polybag (100 kg ha-1), 100 gram/polybag (200 kg ha-1), 150 gram/polybag (300 kg ha-1). Dari kedua faktor tersebut diperoleh 4 x 3 = 12 kombinasi perlakuan dengan tiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga jumlah bibit yang diperoleh 12 x 3 = 36 tanaman percobaan. Data hasil penelitian ini akan dianalisis menggunakan analysis of variance (ANOVA) dengan tingkat signifikansi 5% dan uji lanjut DMRT. Hasil sidik ragam (Analysis of variance) menunjukan aplikasi jenis pupuk organik kasgot memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan Mucuna bracteata. Sedangkan jenis pupuk organik kandang memberikan pengaruh terbaik terhadap bintil akar Mucuna bracteata. Dosis pupuk 100 gram memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan Mucuna bracteata. Sedangkan dosis pupuk 50 memberikan hasil terbaik terhadap bintil akar Mucuna bracteata.
Referensi
Ariyanti, D., Purbasari, A., Priyanto, S., Purwanto, & Sasongko, S. B. (2021). Pengenalan Teknologi Pembuatan Kompos dari Limbah Rumah Tangga di Kelurahan Bedan Ngisor Kecamatan Gajah Mungkur. Jurnal Pasopati, 3(1), 35–46.
Lingga, P., & Marsono. (2017). Petunjuk Penggunaan Pupuk. Penebar Swadaya.
Melsasail, L., Warouw, V. R. C., & Kamagi, Y. E. B. (2019). Analisis Kandungan Unsur Hara pada Kotoran Sapi di Daerah Dataran Tinggi dan Dataran Rendah. Cocos, 2(6), 1–14. https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/cocos/article/view/26095/25731
Pahan, I. (2010). Panduan Lengkap Kelapa Sawit : Manajemen Agribisnis Dari Hulu Hingga Hilir (S. Prayugo & R. Armando (eds.); 4th ed.). Penebar Swadaya.
Peraturan Menteri Pertanian. (2011). Pupuk Organik, Pupuk Hayati Dan Pembenah Tanah. Journal of Chemical Information and Modeling, 70(140), 1–109.
Purnamasari, D. K., Erwan, Syamsuhaidi, Sumiati, Wiryawan, I. K. G., Maslami, V., & Kurniyati. (2023). Kandungan Nutrisi Setiap Fase Siklus Black Soldier Fly (BSF) yang Dibudidaya Menggunakan Sampah Organik. Jurnal Ilmu Dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI), 9(2), 111–121. https://doi.org/10.29303/jitpi.v9i2.182
Sebayang, L., Siregar, I. H., Hardyani, M. A., & Nainggolan, P. (2015). Budidaya Mucuna Bracteata Pada Lahan Tanaman Gambir. In Balai PengkajianTeknologi Pertanian Sumatera Utara. Balai PengkajianTeknologi Pertanian Sumatera Utara. http://repository.pertanian.go.id/bitstream/handle/123456789/7172/013-R 1795 Budidaya Mucuna bracteata Pada Lahan Tanaman Gambir.pdf?sequence=1&isAllowed=y
Senatama, N., Niswati, A., Yusnaini, S., & Utomo, M. (2019). Jumlah Bintil Akar, Serapan N dan Produksi Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Akibat Residu Pemupukan N dan Sistem Olah Tanah Jangka Panjang Tahun ke-31. Journal of Tropical Upland Resources, 01(01), 35–42.
Sutanto, R. (2012). Pertanian Organik: Menuju Pertanian Alternatif dan Berkelanjutan. Kanisius.
Suwarto, Mugnisjah, W. Q., Sopandie, D., & Makarim, A. K. (1994). Pengaruh Pupuk Nitrogen dan Tinggi Muka Air Tanah Terhadap Pertumbuhan Bintil Akar, Pertumbuhan dan Produksi Kedelai (Glycine max (L.) Merrill). 22(2), 1–15.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Citation Check
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 AGROFORETECH

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


