Analisis Spasial Resiliensi Ekosistem Kawasan Gunung Lawu Bagian Timur Pasca Karhutla Tahun 2018 dan 2019 Menggunakan Citra Satelit Landsat 8

Penulis

  • Farid Al Asyhari Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Sugeng Wahyudiono Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Tatik Suhartati Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia

Kata Kunci:

Resiliensi, Gunung Lawu, Karhutla, Analisis Spasial, NDVI

Abstrak

Penelitian ini menganalisis resiliensi ekosistem di kawasan Gunung Lawu, Kabupaten Magetan dan Ngawi, Jawa Timur, pasca kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun 2018 dan 2019 dengan menggunakan citra satelit Landsat 8 dan Sistem Informasi Geografis (SIG). Kebakaran hutan berdampak signifikan terhadap kerusakan tutupan vegetasi, degradasi tanah, serta menurunnya keanekaragaman hayati di kawasan tersebut. Penelitian menggunakan analisis Normalized Burn Ratio (NBR) untuk mengukur tingkat keparahan kebakaran serta Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) untuk memantau kerapatan dan pemulihan vegetasi pasca kebakaran. Data citra satelit multi-temporal tahun 2017 hingga 2022 dianalisis, dengan fokus pada periode pasca kebakaran tanpa kejadian baru antara 2020–2022. Hasil menunjukkan tingkat keparahan karhutla tahun 2018 berkisar rendah hingga sedang dengan nilai standar deviasi 0,33, dan tahun 2019 di tingkat rendah dengan standar deviasi 0,26. Analisis NDVI memperlihatkan kerapatan vegetasi yang mulai pulih dengan peningkatan dari 38% (2020) ke 54% (2021), namun mengalami penurunan menjadi 26% (2022) akibat faktor lingkungan dan intervensi. Transisi luas lahan yang berubah dari non-vegetasi ke vegetasi rapat juga meningkat dari 19,97 ha (2020) menjadi 55,91 ha (2022), menandakan pemulihan ekosistem berjalan secara bertahap. Studi ini menegaskan pentingnya monitoring berkelanjutan dengan resolusi spasial tinggi dan analisis komposisi spesies untuk mendukung rehabilitasi dan konservasi yang efektif di kawasan Gunung Lawu pasca karhutla.

Referensi

Amri, A., Akhirman, Zaharani, A., Rizki, C., Harianja, L. M., Prameswari, N., Vauzia, & Putri, W. N. (2024). Dampak bencana kebakaran hutan terhadap lingkungan dan upaya penanggulangan di indonesia. JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia), 9(2), 159–166. https://doi.org/10.29210/30035130000

Arrafi, M., Somantri, L., & Ridwana, R. (2022). Pemetaan Tingkat Keparahan Kebakaran Hutan dan Lahan Menggunakan Algoritma Normalized Burn Ratio (NBR) Pada Citra Landsat 8 di Kabupaten Muaro Jambi. Jurnal Geosains Dan Remote Sensing, 3(1), 10–19. https://doi.org/10.23960/jgrs.2022.v3i1.68

Firdaus, Y. (2009). Pemanfaatan Data Modis (Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer) untuk Mendeteksi Hot Spot ( Kebakaran Hutan) dalam Rangka Monitoring Bencana Alam. Kolisch 1996, 49–56.

Hardianto, A., Dewi, P. U., Feriansyah, T., Sari, N. F. S., & Rifiana, N. S. (2021). Pemanfaatan Citra Landsat 8 Dalam Mengidentifikasi Nilai Indeks Kerapatan Vegetasi (NDVI) Tahun 2013 dan 2019 (Area Studi: Kota Bandar Lampung). Jurnal Geosains Dan Remote Sensing, 2(1), 8–15. https://doi.org/10.23960/jgrs.2021.v2i1.38

Indra, T. L. (2016). Mengintegrasikan Ruang-Risiko-Resiliensi dalam Menghadapi Tantangan Kebencanaan di Indonesia. 4(1), 1–23.

Irwansyah, Asgar, M. A., Daris, L., Nur, A., Massiseng, A., Alpiani, A., & Masriah, A. (2023). Tingkat Resiliensi Ekosistem Mangrove di Perairan Pallime Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone Level of Mangrove Ecosystem Resilience in Pallime Waters, Cenrana District, Bone Regency. Jurnal Akuatiklestari, 7(1), 52–59. https://doi.org/10.31629/akuatiklestari.v7i1.6396

May, N. L., Imburi, C. S., & Tanur, A. (2024). Efektivitas Program Rehabilitasi Hutan dan Lahan untuk Mengurangi Risiko Bencana Alam di Indonesia. Jurnal Geosains West Science, 2(03), 133–142. https://doi.org/10.58812/jgws.v2i03.1680

Que, V. K. S., Prasetyo, Joko, S. Y., & Fibriani, C. (2019). Analisis Perbedaan Indeks Vegetasi Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) dan Normalized Burn Ratio (NBR) Kabupaten Pelalawan Menggunakan Citra Satelit Landsat 8. Indonesian Journal of Modeling and Computing, 1, 1–7.

Salsabella, R. I. E. N. A. (2024). Pemetaan Tingkat Keparahan Area Kebakaran Hutan di Gunung Lawu Menggunakan Citra Landsat 9. Journal of Geospatial Information Science and Engineering, 3(2), 161–167. https://doi.org/10.22146/jgise.100721

Soraya, E., Wardhana, W., & Sadono, R. (2016). Pemodelan Spasial Resiliensi Ekosistem Gunungapi Merapi Pasca Erupsi. Jurnal Ilmu Kehutanan, 10(2), 86. https://doi.org/10.22146/jik.16509

Unduhan

Diterbitkan

2025-09-29

Cara Mengutip

Al Asyhari, F., Wahyudiono, S., & Suhartati, T. (2025). Analisis Spasial Resiliensi Ekosistem Kawasan Gunung Lawu Bagian Timur Pasca Karhutla Tahun 2018 dan 2019 Menggunakan Citra Satelit Landsat 8. AGROFORETECH, 3(3), 1879–1890. Diambil dari https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2130

Terbitan

Bagian

Kehutanan

Citation Check

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 > >>