Perbandingan Tinggi Pohon Menggunakan Alat HAGAMATER, TREE-H, dan SUUNTO CLINOMETER (Studi di RPH Kokap, BDH Kulon Progo, KPH Yogyakarta)

Penulis

  • Arief Gunawan Program Studi Kehutanan, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Tatik Suhartati Program Studi Kehutanan, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Sugeng Wahyudiono Program Studi Kehutanan, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia

Kata Kunci:

efisiensi waktu, jati genjah, perbandingan alat ukur

Abstrak

Pengukuran tinggi pohon yang menggunakan metode trigonometri memiliki tingkat kesulitan dan efisiensi waktu yang berbeda-beda tergantung pada alat yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengukuran serta efisiensi waktu dari tiga alat ukur tinggi pohon yang berbasis trigonometri, yaitu Hagameter, Tree-H, dan Suunto Clinometer, pada tegakan jati genjah (GN) di Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Yogyakarta. Pengukuran dilakukan di Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Kokap, Kulon Progo, dengan menggunakan metode systematic sampling pada dua petak ukur. Sampel yang diambil terdiri dari pohon dengan rentang umur antara 20 hingga 21 tahun. Intensitas sampling ditentukan sebesar 1% dengan memperhatikan keseragaman tegakan serta efisiensi waktu, biaya, dan tenaga. Setiap plot berbentuk lingkaran dengan luas 0,04 ha, memiliki jari-jari 11,28 meter, dan jarak antar plot adalah 200 meter. Sebanyak 6 plot diambil, yang terdiri dari 1 plot di petak 5 dan 5 plot di petak 6. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan dalam hasil pengukuran tinggi pohon antara ketiga alat tersebut. Rata-rata tinggi pohon yang diukur menggunakan Hagameter adalah 19,13 m dari total 114,80 m, sementara Tree-H mencatat 18,99 m dari total 113,97 m, dan Suunto Clinometer sebesar 18,75 m dengan total 112,49 m. Dalam hal efisiensi waktu, Hagameter memiliki waktu pengukuran tercepat dengan rata-rata 44,74 detik, diikuti oleh Tree-H dengan 45,65 detik, dan Suunto Clinometer dengan 47,02 detik. Walaupun hasil pengukuran tinggi pohon tidak menunjukkan perbedaan signifikan, Tree-H direkomendasikan sebagai pilihan yang lebih praktis karena berbasis digital, tersedia gratis, dan lebih mudah digunakan di lapangan; penggunaan Tree-H disarankan dengan perangkat pendingin (cooler) untuk mencegah penurunan kinerja smartphone akibat paparan panas matahari.

 

Referensi

Bozic, M., Cavlovi, J., Luki, N., Teslak, K., & Kos, D. (2005). Efficiency Of Ultrasonic Vertex III Hypsometer Compared To The Most Commonly Used Hypsometers In Croatian Forestry. Croatian Journal of Forest Engineering, 26(2), 91–99.

Faldliansyah, V. (2016). Laporan Inventarisasi Hutan : Pengukuran Tinggi Pohon. 4(1), 1–23.

Hardjanto, H., Kurniadi, E., Nugroho, B., & Sumardjo, S. (2013). Kelembagaan Kemitraan Pengelolaan Hutan Rakyat di Provinsi Jawa Barat. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman, 10(3), 161–171. https://doi.org/10.20886/jpht.2013.10.3.161-171

Larjavaara, M., & Muller-Landau, H. C. (2013). Measuring Tree Height: A Quantitative Comparison Of Two Common Field Methods In A Moist Tropical Forest. Methods In Ecology And Evolution, 4(9), 793–801. https://doi.org/10.1111/2041-210X.12071

Masihaji, R. La, Salatalohy, A., & Nurhikmah. (2024). Komposisi , Struktur , dan Pola Distribusi Vegetasi Sekitar Telaga Nita Kelurahan Sulamadaha Kecamatan Pulau Ternate Kota Ternate. Journal Forest Island, 2(3), 11–24.

Murniyati, A., & Jufrianto. (2017). Pengukuran Tinggi, Diameter Dan Volume Tanaman Jati (Tectona grandis Linn F. ) Umur 7 Tahun Di Areal PT. United Tractors, Tbk Kelurahan Loa Bakung Kecamatan Sungai Kunjang Kota Samarinda. Politeknik Pertanian Negeri Samarinda, Kampus Gunung Panjang, Jl. Samratulangi, Samarinda, Indonesia.

Nirmalasari, Sihab, M. A., Cheren, A., Dinillah, R., Aidah, R. S., & Azrai, P. (2024). Pengukuran Tinggi Pohon Menggunakan Klinometer Di Taman Margasatwa Ragunan Bagian Utara. Jurnal Ilmiah Ecosystem, 24(1), 39–46. https://doi.org/10.35965/eco.v24i1.3894

Pratama, R. A., Suhartati, T., & Sushardi. (2023). Perbandingan Penggunaan Alat Ukur Tinggi Vertex Dan Smart Measure Pada Acacia crassicarpa Umur 18 Bulan. Agroforetech.

Rakhmah Sari, D., & Ariyanto. (2018). Analisis Waktu Kerja Pengukuran Tinggi Pohon Menggunakan Klinometer dan Hagameter. Ulin – J Hut Trop, 2(2), 79–84.

Stereńczak, K., Mielcarek, M., Wertz, B., Bronisz, K., Zajączkowski, G., Jagodziński, A. M., Ochał, W., & Skorupski, M. (2019). Factors influencing the accuracy of ground-based tree-height measurements for major European tree species. Journal of Environmental Management, 231, 1284–1292. https://doi.org/10.1016/j.jenvman.2018.09.100

Ventolo, Y., Nugroho, Y., & Suyanto. (2021). Perbedaan Hasil Pengukuran Tinggi Pohon Menggunakan Alat Ukur Berupa Hagameter Dan Clinometer Differences of Tree Height Measurement Results Using A Hagameter and Clinometer Measurement Tool. In Jurnal Sylva Scienteae (Vol. 04, Issue 6).

Widyorini, R., Syahri, I., & Dewi, G. K. (2019). Sifat Papan Partikel Bambu Petung (Dendrocalamus asper) dan Bambu Wulung (Gigantochloa atroviolacea) dengan Perlakuan Ekstraksi. Jurnal Ilmu Kehutanan, 13(1), 195–209.

Unduhan

Diterbitkan

2025-03-24

Cara Mengutip

Gunawan, A., Suhartati, T., & Wahyudiono, S. (2025). Perbandingan Tinggi Pohon Menggunakan Alat HAGAMATER, TREE-H, dan SUUNTO CLINOMETER (Studi di RPH Kokap, BDH Kulon Progo, KPH Yogyakarta). AGROFORETECH, 3(1), 779–785. Diambil dari https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/1777

Terbitan

Bagian

Kehutanan

Citation Check

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 > >>