Analisis Tingkat Erosi Menggunakan Metode Usle di Kelurahan Giriasih, Kapanewon Purwosari, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Penulis

  • Janry Eliezer Nanariain Program Studi Kehutanan, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Sugeng Wahyudiono Program Studi Kehutanan, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Rawana Program Studi Kehutanan, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia

Kata Kunci:

erosi, USLE, Kelurahan Giriasih, Kapanewon Purwosari, konservasi lahan

Abstrak

Erosi merupakan proses pengikisan dan terangkutnya tanah oleh daya atau kekuatan air dan angin yang berlangsung secara alamiah ataupun adanya aktivitas manusia. Erosi tanah memberi dampak buruk terhadap produktivitas dari lahan seperti kurangnya nutrisi dan bahan organik, menghambat kedalaman perakaran, mengurangi sebagian besar air dalam bentuk aliran permukaan, menurunkan daya serap air ke dalam tanah (infiltrasi), menurunkan kemampuan tanah dalam menahan air karena terangkutnya partikel-partikel kecil dan bahan organik serta berkurangnya ketersediaan air. Terjadinya erosi juga dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti iklim, vegetasi lahan, topografi dan erodibilitas tanah serta tataguna lahan. Kelurahan Giriasih, Kapanewon Purosari merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi erosi yang berada dalam administratif Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sehingga perlu dilakukannya analisis tingkat erosi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui besar laju erosi yang terjadi sekaligus untuk mengetahui tingkat bahaya erosi yang terjadi di Kelurahan Giriasih, Kapanewon Purwosari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode yang dipakai dalam tahap penelitian ini adalah Universal Soil Loss Equation (USLE). Metode USLE adalah pemodelan erosi yang dirancang untuk memperkirakan erosi dalam jangka waktu yang panjang dari erosi lembar atau alur pada keadaan tertentu. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Besar Laju Erosi pada berbagai penggunaan lahan di Kelurahan Giriasih, Kapanewon Purwosari memiliki rata-rata nilai A sebesar 30,35 ton/ha/tahun. Dengan Tingkat Bahaya Erosi di lokasi penelitian ada dalam kategori Sangat Ringan seluas 311,36 Ha (57%), Ringan seluas 223,30 Ha (43%) dan Berat seluas 1,80 Ha (0,33%).

Referensi

Adriana, M., Badaruddin, & Nisa, K. (2021). Analisis Erosi dan Tingkat Bahaya Erosi pada Berbagai Tipe Tutupan Lahan yang Berbeda di Sub DAS Banyuirang DAS Maluka. Jurnal Sylva Scienteae, 04(4), 579–590.

Anau, R., Rumambi, D., & Kalesaran, L. (2022). Pengaruh Teras Bangku Dalam Mengurangi Erosi Tanah Pada Lahan Pertanian Di Desa Ponompiaan Kabupaten Bolaang Mongondow. Jurnal COCOS, 1(2), 1–9.

Dengen, C. N., Nurcahyo, A. C., Informatika, T., Komputer, F. I., Informasi, T., Informatika, T., Sains, F., Kristen, U., & Yogyakarta, I. (2019). Penentuan Jenis Tanaman Berdasarkan Kemiringan Lahan Pertanian Menggunakan Adopsi Linier Programming Berbasis Pengolahan Citra. 99–111.

Herawati, A., Sutarno, S., Mujiyo, M., & Mahendra, Y. S. (2022). Evaluasi Tingkat Bahaya Erosi Beberapa Penggunaan Lahan di Kecamatan Sidoharjo, Wonogiri, Jawa Tengah dengan Metode USLE (Universal Soil Loss Equation). Pedontropika : Jurnal Ilmu Tanah Dan Sumber Daya Lahan, 8(2), 36. https://doi.org/10.26418/pedontropika.v8i2.56395

Istiqomawati, R., Quraisy, M., & Wihasto, H. (2024). Pendampingan Desa dalam Optimalisasi Pengelolaan Embung Menjadi Destinasi Wisata di Desa Giriasih, Purwosari, Gunung Kidul. IBSE Jurnal Pengabdian Masyarakatnya, 2(1), 19–25. https://doi.org/10.62708/ibsejpm.v2i1.36

Kumalasari, D., Dwiyanto Nurlukman, A., Aditya, T., & Setiawan, S. (2023). Disaster Management of the Regional Disaster Management Agency (Bpbd) of Gunungkidul Regency in Drought-Prone Areas. Sumatra Journal of Disaster, Geography and Geography Education, 7(2), 2580–1775. http://sjdgge.ppj.unp.ac.id/index.php/

Pasaribu, P. H. P. (2023). Analisis Faktor Erodibilitas Tanah Penyebab Erosi di Desa Merdeka Kecamatan Merdeka Kabupaten Karo. Prosiding Seminar Nasional Biologi, 3, 36–40.

Putra, A., Widyaningsih, R., & Nurcholis, M. (2019). Analisis Faktor Erodibilitas Tanah Penyebab Erosi di Area Tambang Batubara Site Melak. Jurnal Mineral, Energi, Dan Lingkungan, 3(1), 42. https://doi.org/10.31315/jmel.v3i1.2896

Rachmawati, A. (2015). Analisa Erosi dan Fungsi Kawasan Berdasarkan ARLKT (Arahan Rehabilitasi Lahan dan Konservasi Tanah) Pada Sub DAS Roban Bangun Kabupaten Mojokerto. 48 Jurnal Rekayasa Sipil -, 3(1), 48–59.

Rahmasari, A. N., Prabawa, S. E., & Wijayanti, R. F. (2023). Identifikasi Perubahan Lahan Terbangun dan Non Terbangun Menggunakan Metode Enhanced Built-up and Berenecs Index (EBBI) di Kota Surabaya Wilayah Barat. Jurnal Geodesi Undip, 12(4), 425–434.

Sari, D. P., Putri, R. I., & Utomo, P. K. (2024). Edukasi Kesadaran Ruang Terbuka Hijau dan Lingkungan Hidup di Kawasan Ibu Kota Nusantara. Prosiding Nasional Rekayasa Teknologi Industri Dan Informasi XIX, November, 7–14.

Unduhan

Diterbitkan

2025-03-23

Cara Mengutip

Nanariain, J. E., Wahyudiono, S., & Rawana. (2025). Analisis Tingkat Erosi Menggunakan Metode Usle di Kelurahan Giriasih, Kapanewon Purwosari, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. AGROFORETECH, 3(1), 595–603. Diambil dari https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/1853

Terbitan

Bagian

Kehutanan

Citation Check

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 5 6 > >>