Serangan Hama dan Penyakit pada Persemaian Pinus (Pinus merkusii) di BKPH Purworejo, KPH Kedu Selatan
Kata Kunci:
Serangan Hama dan Penyakit, Insidensi, SeveritasAbstrak
Tanaman pinus (Pinus merkusii) merupakan tanaman yang dikelola oleh Perum Perhutani dengan tujuan utama yaitu memproduksi getah. Persemaian pinus diharapkan menjadi penghasil bibit yang sehat dan berkualitas sehingga dapat menghasilkan tegakan yang berkualitas baik. Permasalahan yang terjadi pada persemaian adalah serangan hama dan penyakit yang dapat menghambat pertumbuhan dan dapat menyebabkan kematian semai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis hama dan penyakit yang menyerang semai pinus dan untuk mengetahui pengaruh umur semai terhadap insidensi (tingkat kejadian) dan severitas (tingkat keparahan) serangan hama dan penyakit pada persemaian pinus. Penelitian ini dilaksanakan di petak 98i, RPH Loano, BKPH Purworejo, KPH Kedu Selatan. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 1 faktor perlakuan berupa umur semai yang terdiri atas umur 4, 5, dan 6 bulan, dengan 3 kali ulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis varians dan diuji lanjut menggunakan uji LSD (Least Significant Difference). Parameter yang diamati adalah jumlah dan jenis hama, jenis penyakit, insidensi serangan hama, insidensi serangan penyakit, severitas serangan hama, dan severitas serangan penyakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis hama yang menyerang adalah belalang kayu (Valanga nigricornis), sedangkan jenis penyakit yang menyerang adalah penyakit lodoh semai yang disebabkan oleh kebusukan pada akar semai. Umur semai berpengaruh nyata terhadap jumlah hama, insidensi serangan penyakit, dan severitas serangan penyakit. Jumlah hama terendah terdapat pada semai umur 6 bulan yaitu berjumlah 39 hama. Insidensi dan severitas serangan penyakit pada semai umur 4 dan 5 bulan cenderung lebih rendah daripada semai umur 6 bulan, yaitu sebesar 2,97% umur 4 bulan dan 3,73% umur 5 bulan untuk insidensi serangan penyakit, dan sebesar 51,22% umur 4 bulan dan 37,23% umur 5 bulan untuk severitas serangan penyakit.
Referensi
Hidayati, N., Nurrohmah, S. H., & Ardhany, F. (2020). Isolasi, Identifikasi dan Karakterisasi Penyebab Penyakit Bercak Daun Pada Semai Pinus di Perum Perhutani BKPH Purworejo, KPH Kedu Selatan, 14(1), 21–32.
Imanuddin, R., Hidayat, A., Rachmat, H. H., Turjaman, M., Pratiwi, Nurfatriani, F., Susilowati, A. (2020). Reforestation and sustainable management of Pinus merkusii forest plantation in indonesia: A review. Forests, 11(12), 1–22. https://doi.org/10.3390/f11121235
Irawan, A. I., Anggraeni, I. A., & Christita, M. (2015). Identifikasi Penyebab Penyakit Bercak Daun Pada Bibit Cempaka (Magnolia elegans (Blume.) H. Keng) dan Teknik Pengendaliannya. Jurnal Wasian, 2(2), 87–94. https://doi.org/10.62142/mhayeq96
Kusdiana, A. P. J., & Saputra, J. (2022). Impact Of Pestalotiopsis Leaf Fall Disease On Leaf Area Index and Rubber Plant Production. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 995(1). https://doi.org/10.1088/1755-1315/995/1/012030
Lilies, C. (1991). Kunci Determinasi Serangga. Yogyakarta: Kanisius.
Prakoso, B. (2017). Biodiversitas Belalang (Acrididae : Ordo Orthoptera) pada Agroekosistem (Zea mays L.) dan Ekosistem Hutan Tanaman di Kebun Raya Baturaden, Banyumas. Biosfera, 34(2), 80. https://doi.org/10.20884/1.mib.2017.34.2.490
Riefqi, M. A., Wijayani, S., & Andayani, S. T. (2023). Pengaruh Penjarangan Terhadap Mutu Bibit Eucalyptus Sp. di Area Tumbuh Terbuka Persemaian. Jurnal Wana Tropika, 4–12.
Rosadi, I., Ayuni, C. L. Q., Nurcahyani, I., Muhammadiyah, M., Butar-Butar, I. P. P., & Oktavianingsih, L. (2022). Analisis Tingkat Keparahan Penyakit Pada Daun Tanaman Pangan dengan Menggunakan Software ImageJ dan Plantix. Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi, 10(1), 100. https://doi.org/10.33394/bioscientist.v10i1.4575
Saputri, Y. A., Indriyanto, & Asmarahman, C. (2023). Densitas Hama Bibit Tanaman Hutan di Persemaian Permanen BPDASHL Way Seputih Way Sekampung Lampung Selatan. Jurnal Belantara, 6(2), 191–203. https://doi.org/10.29303/jbl.v6i2.894
Setyowati, A., Winarni, E., & Nugroho, Y. (2020). Tingkat Kerusakan Bibit Trembesi, Mahoni dan Jabon Putih Akibat Serangan Hama Pada Tempat Terbuka di Persemaian. Jurnal Sylva Scienteae, 3(6), 994. https://doi.org/10.20527/jss.v3i6.4714
Suanda, I. W., Rai, I Gusti, A., Subrata, I. M., Suryatini, K., & Maharani, N. M. Y. (2022). Keanekaragaman Jenis Hama Tanaman Padi di Area Persawahan Subak Kedua Desa Peguyangan Kangin Kecamatan Denpasar Utara Kota Denpasar Sebagai Sumber Pembelajaran Biologi. Jurnal Edukasi Matematika Dan Sains, 11(1), 39–48.
Sugiharso, & Suseno. (1983). Diktat Dasar-dasar perlindungan tanaman. Bagian Ilmu Penyakit Tumbuhan. Departemen Ilmu hama dan penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian IPB. Bogor.
Sutarman. (2018). Status dan Mitigasi Dini Serangan Penyakit Pinus di Jawa Timur. (D. Satiti, Ed.). Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia: Umsida Press.
Tuheteru, F. D., Husna, Arif, A., Basrudin, Albasri, Nurdin, W. R., Jumat, D. (2019). Pembuatan Persemaian Dan Teknik Pembibitan Jabon Merah Skala Petani. Jabon Merah, 67–83.
Wali, M., & Soamole, S. (2015). Studi Tingkat Kerusakan Akibat Hama Daun Pada Tanaman Meranti Merah (Shorea leprosula) di Areal Persemaian PT. Gema Hutani Lestari Kec. Fene Leisela. Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan, 8(2), 36–45. https://doi.org/10.29239/j.agrikan.8.2.36-45
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Citation Check
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 AGROFORETECH

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


