Kesehatan dan Pertumbuhan Tanaman Sengon (Falcataria moluccana) di Desa Pleret, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Penulis

  • William Ido Tua Sinaga Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Agus Prijono Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Surodjo Taat Andayani Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia

Kata Kunci:

Kesehatan, pertumbuhan, tanaman sengon di desa pleret

Abstrak

Hutan rakyat dikelola oleh masyarakat dengan memegang prinsip kelestarian hutan. Kelestarian hutan diperoleh dengan budidaya tanaman hutan dengan baik. Salah satu yang mendukung kelestarian hutan tersebut dengan selalu memonitor kondisi kesehatannya yang salah satunya melalui metode Forest Health Monitoring (FHM) sebagai langkah lanjutan dalam pengelolaan hutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesehatan tegakan sengon, mengetahui nilai insidensi dan severitas serangan yang disebabkan oleh hama boktor dan penyakit karat puru serta untuk mengetahui keragaman pertumbuhan tegakan sengon di Desa Pleret, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul selama 1 minggu pengamatan. Pengambilan sampel dilakukan dengan sensus 100%. Analisis data yang digunakan adalah standar Enviromental Monitoring and Assessment program (EMAP). Total sampel yang diamati sejumlah 269 tegakan sengon. Hasil penelitian diketahui bahwa tingkat kesehatan tegakan sengon mencapai 59 % dalam kondisi sehat, 38% dalam kondisi sakit dan 3% pohon mati yang menunjukkan status cukup sehat. Indikator kematian paling banyak terjadi disebabkan oleh hama dan kegiatan penebangan oleh manusia. Kerusakan yang terjadi banyak disebabkan oleh hama boktor (Xystrocera festiva Pascoe) dan penyakit karat puru (Uromycladium tepperianum (Sacc.)) dengan dominasi bagian kerusakan di bagian batang atas dan batang bawah. Nilai insidensi serangan hama boktor didapatkan sebesar 7,1% serta severitas serangan sebesar 3,4% yang mana nilai severitas serangan termasuk pada kategori ringan. Nilai insidensi serangan karat puru didapatkan sebesar 10,4% serta severitas serangan 3,2% yang mana nilai severitas serangan termasuk pada kategori ringan. Pertumbuhan tanaman sengon menunjukkan nilai CV pada diameter sebesar 41% dan tinggi sebesar 30%, yang mana nilai CV menunjukkan kategori heterogen.

Referensi

Anggraeni, I. (2009). Penyakit Karat Tumor Pada Sengon (Paraserianthes falcataria (L) Nielsen) di Perkebunan Glenmore Banyuwangi, Jawa Timur. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman, 6(5), 311–321. https://doi.org/10.20886/jpht.2009.6.5.311-321

Badrudin, R., Siahaya, L., & Tetelay, F. (2024). Studi Keberhasilan Tanaman Balsa (Ochroma Bicolor Rowlee) Di Desa Waetele Kecamatan Waeapo Kabupaten Buru. MARSEGU : Jurnal Sains Dan Teknologi, 1(5), 440–451. https://doi.org/10.69840/marsegu/1.5.2024.440-451

Darwiati, W., & Anggraeni, I. (2018). Serangan Boktor ( Xystrocera festiva Pascoe ) Dan Karat Tumor ( Uromycladium tepperianum ( Sacc .) McAlpine ) pada Sengon ( Falcataria mollucana ( Miq .) di Perkebunan Teh Ciater.

Ezra, K. H. F. (2025). Status Kesehatan dan Pertumbuhan Tegakan Sengon (Falcataria mollucana) di Hutan Rakyat Kabupaten Sleman. Sustainability (Switzerland), 11(1), 1–14.https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/28459981/%0Ahttps://doi.org/10.1016/j.resenv.2025.100208%0Ahttp://scioteca.caf.com/bitstream/handle/123456789/1091/RED2017-Eng-8ene.pdf?sequence=12&isAllowed=y%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.regsciurbeco.2008.06.005%0Ahttps:

Fikri, K., Latifah, S., Mahakam, I., & Aji, L. (2023). Identifikasi Tipe Kerusakan Pohon di RTH Kampus Universitas Mataram. Journal of Forest Science Avicennia│Vol, 6(1), 12–15. https://doi.org/10.22219/avicennia.v6i1.21637

Pramudita, A. (2025). Kesehatan dan Pertumbuhan Sengon (Falcataria moluccana) di Hutan Rakyat Desa Banjaroya Kapanewon Kalibawang Kabupaten Kulon …. 3, 634–641. http://eprints.instiperjogja.ac.id/id/eprint/2982/%0Ahttp://eprints.instiperjogja.ac.id/id/eprint/2982/10/Daftar Pustaka-Lampiran_ 22395.pdf

Prijono, A., & Saputra, S. H. (2024). Pertumbuhan Sengon Umur Lima Tahun pada Tanah Regosol di Widodomartani, Sleman, Yogyakarta. Jurnal Wana Tropika, 14(1), 28–35. https://doi.org/10.55180/jwt.v14i1.1212

Prijono, A., & Wahyudiono, S. (2021). Pertumbuhan Tanaman Jabon pada Satu Rotasi (6 Tahun) dengan Awal Tumpangsari pada Hutan Rakyat di Desa Widodomartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. 11, 1–36.

Rahmat Safe’i, Christine Wulandari, & Hari Kaskoyo. (2019). Analisis Kesehatan Hutan dalam Pengelolaan Hutan Rakyat Pola Tanam Agroforestri di Wilayah Kabupaten Lampung Timur. Talenta Conference Series: Agricultural and Natural Resources (ANR), 2(1), 97–103. https://doi.org/10.32734/anr.v2i1.579

Subandar, I. (2022). Insidensi Dan Severitas Penyakit Antraknosa Pada Tanaman Bawang Merah Di Kampong Tanah Bara Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil the Incidence and Severity of Anthrachnose Disease in Onion Plant in Kampong Tanah Bara, Gunung Meriah District, Ace. Jurnal Pertanian Agros, 24(1), 202–210.

Waluyani, A. F., Prijono, A., & Woesono, H. B. (2024). Hama Identifikasi Hama Sengon (Paraserianthes falcataria) di Hutan Rakyat dalam berbagai Ketinggian Tempat di Lereng Gunung Merapi Bagian Selatan. Agroforetech, 2, 588–596. https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/1130%0Ahttps://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/download/1130/748.

Unduhan

Diterbitkan

2025-09-29

Cara Mengutip

Sinaga, W. I. T., Prijono, A., & Andayani, S. T. (2025). Kesehatan dan Pertumbuhan Tanaman Sengon (Falcataria moluccana) di Desa Pleret, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. AGROFORETECH, 3(3), 1940–1948. Diambil dari https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2136

Terbitan

Bagian

Kehutanan

Citation Check

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 5 6 7 > >>