Pengaruh Pupuk P dan Frekuensi Penyiraman terhadap Nodulasi dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max L.)
Kata Kunci:
kedelai, pupuk fosfor, penyiraman, nodulasiAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk fosfor (P) dan frekuensi penyiraman yang tepat untuk mendukung proses nodulasi dan hasil tanaman kedelai. Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Jati, Banaran, Galur, Kulon Progo, dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah pemberian dosis pupuk P yang terdiri dari 4 taraf yaitu 0 g, 0,2 g, 0,3 g, dan 0,4 g per tanaman. Faktor kedua adalah frekuensi penyiraman yang teridiri dari 3 taraf yaitu penyiraman setiap 1 hari, 3 hari, dan 5 hari. Dengan volume penyiraman 500 ml. Berdasarkan perlakuan kedua faktor tersebut diperoleh 12 kombinasi perlakkuan, dengan setiap perlakuan di ulang sebanyak 7 kali, sehingga diperoleh 84 sempel tanaman, dengan pengamatan bintil akar dilakukan sebanyak 36 sempel tanaman dan pengamatan hasil tanam dilakukan sebanyak 48 sempel tanaman. Data hasil pengamatan di analisis menggunakan sidik ragam (Analysis of Variance) Anova pada jenjang nyata 5%. Jika terdapat interaksi signifikan antara perlakuan, maka dilakukan uji lanjut dengan uji (Duncan’s Multiple Range Test) DMRT pada jenjang 5%. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi signifikan antara dosis pupuk P dan frekuensi penyiraman terhadap berat 100 biji, di mana kombinasi perlakuan terbaik diperoleh pada pemberian pupuk P sebanyak 0,4 g per tanaman dengan frekuensi penyiraman setiap 1 hari.
Referensi
Djoehana, I. A., Suryani, N., & Prasetyo, B. H. (2015). Pengaruh pupuk fosfor terhadap pembentukan bintil akar pada kedelai. Jurnal Tanah Dan Sumberdaya Lahan, 2(2), 109–116.
Iswiyanto, A., Radian, & Abdurrahman, T. (2022). Pengaruh Nitrogen Dan Fosfor Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Kedelai Edamame Pada Tanah Gambut. Jurnal Sains Pertanian Equator, 12(1), 95–102. https://doi.org/10.26418/jspe.v12i1.60354
Iswiyanto, T., Hidayat, H., & Sari, P. (2022). Peran fosfor terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. Jurnal Agroindustri, 12(1), 33–41.
Jayasumarta, D. (2012). Pengaruh sistem olah tanah dan pupuk p terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai (Glycine max L. Merril). AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian, 17(3), 148–154. http://journal.umsu.ac.id/index.php/agrium/article/view/313
Kumalasari, I. D., Astuti, E. D., & Prihastanti, E. (2013). Pembentukan Bintil Akar Tanaman Kedelai (Glycine max L ) Dengan Perlakuan Jerami pada Masa Inkubasi yang Berbeda. Journal Sains Dan Matematika, 21(4), 103–107.
Kusuma, A., D., R., & Fitriani, A. (2017). Efek dosis P terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai. Jurnal Agrovigor, 10(2), 135–142.
Lubis, R. A., & Harahap, M. F. (2020). Pengaruh pemberian pupuk dan penyiraman terhadap pertumbuhan biomassa tanaman kedelai. Jurnal Agroteknologi Tropika, 5(1), 55–62.
Nugroho, C. A., Setiawan, & Wijaya, A. (2022). Pengaruh Frekuensi Penyiraman Dan Volume Air Media Tanam Campuran Arang Sekam dan Pupuk Kandang. Agrium, 25(1), 12–23.
Sanjaya, I. M., Mahayasa, I. G. A., & Putra, G. N. A. (2020). Kandungan hara pupuk kandang kambing dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman kacang panjang. Agrotrop: Journal on Agriculture Science, 10(1), 56–63.
Santosa, P. (2019). Efek Defisiensi Fosfor terhadap Bobot Biji Kedelai. Jurnal Agronomi Indonesia, 47(3), 256–262.
Sipayung, P., Hasibuan, R., & Manik, S. (2023). Pemanfaatan pupuk SP-36 dalam meningkatkan hasil tanaman kedelai. Jurnal Agroteknologi Tropika, 12(2), 89–96.
Sipayung, P., Hutauruk, S., Purba, A. H., & Sidauruk, L. (2023). Respon Pertumbuhan dan Produksi Kedelai Hitam Malika (Glycine soja, L.) terhadap Media Tanam Cocopeat -Topsoil dan Pupuk Fosfor. METHODAGRO: Jurnal Penelitian Ilmu Pertanian, 9(1), 57–65. http://ejournal.ust.ac.id/index.php/AST/article/view/2485
Suryadi, M., Subaedah, Saida, Suriyanti, H., & Syarif, M. (2020). Pertumuhan Dan Produksi Berbagai Varietas Kedelai Di Lahan Sawah Tadah Hujan Setelah Padi. Jurnal AGrotekMAS, 1(1), 67–74.
Tanjung, M. R., Juanda, B. R., & Siregar, D. S. (2022). Potensi Hasil Lima Varietas Kedelai (Glycine max L.) Pada Lahan Kering Masam. Jurnal Agroqua, 20(1), 219–226. https://doi.org/10.32663/ja.v
Taufiq, A., & Sundar, T. (2012). Respon tanaman kedelai terhadap lingkungan tumbuh. Jurnal Buletin Palawija, 26(23), 13–26.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Citation Check
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 AGROFORETECH

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


