Pengaruh Metode Singling Terhadap Diameter, Tinggi Dan Kelangsingan Acacia crassicarpa
Kata Kunci:
Indeks kelangsingan, kestabilan pohon, singlingAbstrak
Permasalahan yang terjadi pasca kegiatan singling Acacia crassicarpa antara lain beberapa pohon menjadi rusak akibat angin. Hal itu diduga metode pemotongan cabang belum sesuai dengan kondisi tanamannya, sehingga menghasilkan batang yang kurang kuat menahan angin. oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh metode singling yang terbaik bagi pertumbuhan diameter, tinggi tanaman dan kestabilan pohon yang diekspresikan dalam indek kelangsingan. Ketiga parameter ini saling berkaitan dan memberikan informasi mengenai kondisi struktural serta adaptasi tanaman terhadap lingkungan. Terdapat empat perlakuan, yaitu perlakuan 1 (P1) pada tinggi batang 0-50 cm cabang dipotong habis, perlakuan 2 (P2) pada tinggi batang 0-60 cm cabang dipotong habis, perlakuan 3 (P3) pada tinggi batang 0-75 cm cabang dipotong habis dan perlakuan 4 (P4) tanpa pemangkasan. Penelitian memanfaatkan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL), data dianalisis menggunakan analisis varians dan uji lanjut Least Significant Difference (LSD). Parameter yang diamati yaitu tinggi, diameter dan indeks kelangsingan, pengamatan setiap dua minggu sekali. Hasil penelitian menunjukkan tinggi, diameter, dan indeks kelangsingan pada perlakuan tanpa pemangkasan memiliki nilai yang terbaik, yaitu tinggi total (108,83 cm), diameter pangkal (22,48 mm), dan indeks kelangsingan (58,08), dan pada tinggi batang 0-75 cm cabang dipotong habis memiliki nilai yang terendah yaitu tinggi total (93,03cm), diameter pangkal (11,04 mm), dan indeks kelangsingan (72,36). Perlakuan tanpa pemangkasan menunjukkan pohon lebih stabil sampai dengan umur 8 minggu. Semakin kecil nilai Indeks Kelangsingan, pohon semakin kokoh sehingga lebih stabil terhadap pengaruh angin.
Referensi
Anwaristi, A. Y., & Arifin, D. F. (2023). Pengaruh Ozonated Olive Oil terhadap Jumlah Osteoblas pada Gingiva Tikus Wistar Jantan yang Mengalami Periodontitis. Health & Medical Sciences, 1(1), 11.
Asriyanti, A., Wardah, W., & Irmasari, I. (n.d.). Pengaruh berbagai intensitas naungan terhadap pertumbuhan semai eboni (Diospyros celebica Bakh.). Jurnal Warta Rimba, 3(2).
Chandra, V. G., Woesono, H. B., & Kusumaningsih, K. R. (2023). Pengaruh Singling pada Beberapa Umur terhadap Pertumbuhan Tanaman Acacia Crassicarpa di Estate Pelalawan PT Riau Andalan Pulp and Paper. AGROFORETECH, 1(1), 728–733.
Indonesia, P. R. (1990). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1990 tentang Hak Pengusahaan Hutan Tanaman Industri. Jakarta.
Kurniawan, H. (2010). EVALUASI PERTUMBUHAN TANAMAN UJI KETURUNAN JATI (Tect ona gra ndis Lf) MENGGUNAKAN ANALISIS MULTIKRITERIA. Widyariset, 13(3), 77–85.
Manik, K. E. S. (2018). Pengelolaan lingkungan hidup. Kencana.
Medhurst, J. L., Pinkard, E. A., Beadle, C. L., & Worledge, D. (2003). Growth and stem form responses of plantation-grown Acacia melanoxylon (R. Br.) to form pruning and nurse-crop thinning. Forest Ecology and Management, 179(1–3), 183–193.
Raden, I., Purwoko, B. S., Ghulamahdi, M., & Santosa, E. (2009). Pengaruh tinggi pangkasan batang utama dan jumlah cabang primer yang dipelihara terhadap produksi minyak jarak pagar (Jatropha curcas L.). Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy), 37(2).
Santoso, B. B. (2012). Keragaan Hasil Jarak Pagar (Jatropha curcas L.) pada Berbagai Umur Pemangkasan Yield of Jatropha curcas L. at Different Pruning Time. Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy), 40(1).
Suhartati, T., Wahyudiono, S., & Kusumaningsih, K. R. (2022). Karakteristik Pohon Jati Unggul Nusantara (JUN) Umur 3 Tahun Berbasis Citra Drone di RPH Mulo KPH Yogyakarta. Jurnal Kehutanan Papuasia, 8(2), 317–325
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Citation Check
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 AGROFORETECH

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


