Pendugaan Tinggi Pohon Dominan Menggunakan NDVI dan GNDVI pada Hutan Tanaman Industri
Kata Kunci:
Indeks vegetasi, Tinggi Pohon Dominan, Analisis RegresiAbstrak
Peran penting pohon dominan dalam menjaga stabilitas ekosistem dan keseimbangan ekologi juga menjadi fokus penting untuk penelitian. Estimasi Tinggi Pohon Dominan Menggunakan NDVI dan GNDVI pada Hutan Tanaman Industri yang bertujuan untuk mendapatkan model persamaan terbaik indeks vegetasi Sentinel-2A (NDVI, GNDVI) untuk estimasi tinggi pohon dominan. Metode penelitian yang digunakan adalah indeks vegetasi (NDVI, GNDVI), kemudian rata-rata pohon tertinggi berdasarkan umur masing-masing tanaman (18 bulan, 30 bulan, dan 42 bulan).Model persamaan terbaik indeks vegetasi (NDVI, GNDVI) Sentinel-2A untuk pendugaan tinggi pohon dominan Eucalyptus Sp. pada NDVI PMA 18 yaitu model Linear THT= 0,097 * NDVI + 11,319, model terbaik pada GNDVI PMA 18 adalah model linear THT= 0,244 * GNDVI + 11,289, model terbaik pada NDVI PMA 30 adalah model eksponensial THT= 17,123 * exp( 0,061 * NDVI ), model terbaik pada GNDVI PMA 30 adalah model power THT= 18,46 * GNDVI0,034, model terbaik pada NDVI PMA 42 adalah model power THT= 21,571 * NDVI0,032, dan model terbaik pada GNDVI PMA 42 adalah model power THT= 21,513 * GNDVI0,020.
Referensi
Ardiansyah, D., & Buchori. (2014). Pemanfaatan citra satelit untuk penentuan lahan kritis mangrove di Kecamatan Tugu, Kota Semarang. Geoplanning, 1(1), 1–12.
Brown, A. G., & W.E. Hills. (1978). Eucalyptus for wood production. Commenwealth Scientific and Industrial Research Organization (CSIRO), Australia.
García Cárdenas, D. A., Ramón Valencia, J. A., Alzate Velásquez, D. F., & Palacios Gonzalez, J. R. (2019). Dynamics of the Indices NDVI and GNDVI in a Rice Growing in Its Reproduction Phase from Multi-spectral Aerial Images Taken by Drones. Advances in Intelligent Systems and Computing, 893, 106–119. https://doi.org/10.1007/978-3-030-04447-3_7
Komiyama A, Ong JE, & Poungparn S. (2008). Allometry, biomass, and productivity of mangrove forests. Aquat Bot, 89, 128–137.
Krisnawati H, Adinugroho WC, & Imanuddin R. (2012). model-model Alometrik untuk Pendugaan Biomassa Pohon pada Berbagai Tipe Ekosistem Hutan di Indonesia. Pusat Penelitian Dan Pengembangan Konservasi Dan Rehabilitasi, Badan Penelitian Dan Pengembangan Kehutanan, Bogor.
Ramadhan, A., & Suwadji, S. (2024). Model Penduga Biomassa Hutan Mangrove Menggunakan Citra Satelit Sentinel -2A di Kabupaten Rembang Jawa Tengah. Jurnal Wana Tropika, 13(2), 72–84. https://doi.org/10.55180/jwt.v13i2.1018
Saputra GR. (2007). Model Penduga Potensi Hutan Rakyat Menggunakan Citra Aster dan Sistem Informasi Geografis di Beberapa Wilayah Kabupaten Bogor Bagian Barat. Departemen Manajemen Hutan, Fakultas Kehutanan IPB.
Sugiyono. (2008). Statistika untuk Penelitian. Alfabeta, 1(1), 10–20.
Talan MA. (2008). Persamaan penduga biomassa pohon jenis Nyirih (Xylocarpus Granatum Koenig 1784) dalam tegakan mangrove hutan alam di Batu Ampar-Kalimantan Barat. Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan Dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor.
YUSANDI, S., & JAYA, I. N. S. (2016). The estimation model of mangrove forest biomass using a medium resolution satellite imagery in the concession area of forest consession company in West Kalimantan. Bonorowo Wetlands, 6(2), 69–81. https://doi.org/10.13057/bonorowo/w060201
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Citation Check
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 AGROFORETECH

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


