Pengaruh Intensitas Penyinaran dan Volume Penyiraman terhadap Pertumbuhan Kelapa Sawit di Pre Nursery

Penulis

  • Mario Syalomo Barimbing Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Betti Yuniasih Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Elisabeth Nanik Kristalisasi Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia

Kata Kunci:

intensitas penyinaran, kelapa sawit, pertumbuhan bibit, pre nursery, volume penyiraman

Abstrak

Kondisi lingkungan, khususnya ketersediaan air dan intensitas cahaya, sangat memengaruhi keberhasilan produksi bibit kelapa sawit pada tahap pre-nursery. Pengaturan kedua variabel ini sangat penting untuk mendukung pertumbuhan bibit yang optimal. Dalam studi pertumbuhan bibit kelapa sawit pada tahap pre-nursery ini, kami berupaya mengetahui pengaruh volume penyiraman, intensitas cahaya, dan interaksi keduanya. Penelitian ini dilaksanakan di fasilitas KP-2 INSTIPER Yogyakarta menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah intensitas cahaya yang terdiri dari tiga taraf: sinar matahari penuh, naungan jaring 50%, dan naungan jaring 75%. Faktor kedua adalah volume penyiraman harian, yaitu 50, 100, atau 150 mL per polybag. Eksperimen ini menggunakan 27 unit percobaan dengan tiga ulangan untuk setiap kombinasi perlakuan. Parameter yang diukur meliputi bobot segar dan kering akar serta tajuk, kondisi iklim mikro, kandungan klorofil, luas daun, jumlah daun, diameter batang, dan tinggi tanaman. Analisis varians (ANOVA) digunakan sebagai dasar uji signifikansi, yang mencakup DMRT pada taraf 5%. Terkait karakteristik pertumbuhan, hasil penelitian menunjukkan tidak adanya interaksi antara volume penyiraman dan intensitas cahaya. Intensitas cahaya berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan kondisi iklim mikro, sedangkan volume penyiraman tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap parameter lainnya. Pertumbuhan tinggi tanaman pada tingkat naungan 50% dan 75% lebih baik dibandingkan tanpa naungan. Pemberian naungan menciptakan kondisi iklim mikro yang mendukung pertumbuhan bibit pada tahap pre-nursery. Dengan demikian, pertumbuhan bibit kelapa sawit pada tahap pre-nursery lebih dipengaruhi secara signifikan oleh intensitas cahaya dibandingkan dengan volume penyiraman.

Referensi

Asra, G., Simanungkalit, T., & Rahmawati, N. (2015). Respons Pemberian Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit dan Zeolit Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit di Pre nursery Response a Giving Compost Oil Palm Empty Fruit Bunch and Zeolite Toward Oil Palm Seed Growth in Pre nursery. 3(1), 416–426.

Buntoro, B. H., Rongomulyo, R., & Trisnowati, S. (2014). Pengaruh intensitas cahaya terhadap pertumbuhan dan hasil temu putih (Curcuma zedoaria L.). Vegetalika, 3(4), 29–39.

Effendi, Z. (2017). Perancangan green polybag dari limbah kelapa sawit sebagai media pembibitan pre nursery tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.). Jurnal Penelitian, 4(2), 22–29.

Fatmawaty, A. A., Nurmayulis, Susiyanti, & Sodiq, A. H. (2024). Pengaruh intensitas cahaya terhadap jumlah klorofil dan laju fotosintesis pada berbagai usia bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.). Jurnal Agroekotek, 16(2), 88–98.

Hakim, A. (2018). Pengaruh biaya produksi terhadap pendapatan petani mandiri kelapa sawit di Kecamatan Segah. Jurnal Ekonomi STIEP, 3(2), 31–38. https://doi.org/10.54526/jes.v3i2.8

Ramadhan, A. I. F., Mu’in, A., & Yuniasih, B. (2025). Pengaruh Intensitas Cahaya terhadap Pertumbuhan Beberapa Macam Tanaman Legume Cover Crop ( LCC ). Agroforetech, 3(Lcc), 279–284.

Kani, A., Purba, C. L. A., Adrian, R., Efendi, J., Sinulingga, G. G., & Gunawan, H. (2026). Pengaruh intensitas cahaya terhadap tanaman kelapa sawit di fase pembibitan (Elaeis guineensis Jacq.). Jurnal Pertanian Agros, 28(1), 36–42.

Kautsar, V., Ismawanto, D., & Parwati, W. D. U. (2022). The response of oil palm seedlings’ growth to vermicompost and water stress under the main nursery stage. Jurnal Online Pertanian Tropik.

Lubis, A. U. (2008). Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Indonesia (2nd ed.). Pusat Penelitian Kelapa Sawit.

Ramadhan, A. F., & Haryono, D. (2019). Pengaruh pemberian naungan terhadap pertumbuhan dan hasil pada tiga varietas tanaman stroberi (Fragaria chiloensis L.). Jurnal Produksi Tanaman, 7(1), 1–7.

Taiz, L., & Zeiger, E. (1991). Plant physiology. The Benjamin/Cummings Publishing Company.

Wandani, B., Rusmarini, U. K., & Yuniasih, B. (2025). Pengaruh intensitas penyinaran dan frekuensi penyiraman terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di pre nursery. AGROISTA: Jurnal Agroteknologi, 9(1), 15–20.

Waruwu, A. L., Mendrofa, H. K., Tafonao, F., Gulo, N. O., Zai, M. L. F., Waruwu, P. Z. F., Gulo, P. C. D., & Zebua, H. P. (2024). Pengaruh variasi intensitas cahaya terhadap efisiensi fotosintesis pada pertumbuhan tanaman. PENARIK, 1(2), 262–269. https://doi.org/10.70134/penarik.v1i2.306

Yustiningsih, M. (2019). Intensitas cahaya dan efisiensi fotosintesis pada tanaman naungan dan tanaman terpapar cahaya langsung. Bioedu, 4(2), 43–48.

Unduhan

Diterbitkan

2026-09-29

Cara Mengutip

Barimbing, M. S., Yuniasih, B., & Kristalisasi, E. N. (2026). Pengaruh Intensitas Penyinaran dan Volume Penyiraman terhadap Pertumbuhan Kelapa Sawit di Pre Nursery. AGROFORETECH, 4(3), 966–973. Diambil dari https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2733

Terbitan

Bagian

Agroteknologi

Citation Check

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 5 6 7 > >>