Keanekaragaman Tumbuhan Pakuan pada Kebun Kelapa Sawit Lahan Gambut dan Mineral
Kata Kunci:
kelap sawit, tumbuhan pakuan, lahan gambut, lahan mineral, Nephrolepis biserrataAbstrak
Tumbuhan pakuan (Pteridophyta) termasuk kelompok vegetasi yang sering ditemukan di area perkebunan kelapa sawit, khususnya pada habitat yang memiliki kondisi lembap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman tumbuhan pakuan yang berada pada areal gawangan mati pada fase tanaman muda dan fase tanaman remaja di lahan gambut dan mineral. Serta mengetahui potensi dari tumbuhan pakuan yang ditemukan pada perkebunan kelapa sawit. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei vegetasi lantai untuk mengumpulkan data dengan pengamatan langsung di lapangan melalui analisis vegetasi dengan metode kuadrat pada kebun kelapa sawit muda (9 tahun) dan remaja (11 tahun) dengan lahan gambut dan mineral. Tumbuhan pakuan pada lapangan diidentifikasi menggunakan aplikasi PlantNet. Analisis potensi dilakukan untuk mengidentifikasi dan menilai potensi ekologis dan ekonomis pada tumbuhan pakuan. Hasil penelitian menunjukkan pakuan yang ditemukan ada 4 family dan 6 spesies, Nephrolepis biserrata, Davallia solida, Nephrolepis cordifolia, Asplenium platyneuron, Stenochlaena palustris, Dryopteris cristata. Koefisien komunitas menunjukkan spesies penyusun komunitas pakuan tidak seragam antara komunitas pakuan di lahan mineral dan gambut menunjukkan komunitas yang berbeda karena habitat yang berbeda. Keberadaan tumbuhan pakuan memiliki peran ekologis dalam menjaga kelembapan, kestabilan, dan kesuburan tanah serta mempertahankan kondisi iklim mikro. Tingginya kelembapan, curah hujan yang memadai, dan kandungan C-organik lahan gambut turut mendukung pertumbuhan dan penyebaran tumbuhan pakuan.
Referensi
Alfitrah, G., Efendi, S., & Awaluddin, A. (2022). Struktur Komunitas Tumbuhan Paku Epifit Yang Berasosiasi Dengan Tanaman Kelapa Sawit. Bioconcetta, 8(2), 61–77.
Handayani, R., & Rusmita, H. (2017). Uji Hambat Ekstrak Etanol Akar Kelakai(Stenochlaena palustris)(Burm. f.)Bedd.) Terhadap Bakteri Escherichia coli. Jurnal Surya Medika, 2(2), 13–26.
Mawandha, H. G., Setyorini, T., & Lukmantoro. (2019). Analisa Keragaman Dan Dominasi Gulma Di Lahan Mineral dan Lahan Gambut Pada Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat. Agroista, 3(1), 35–43.
Nasution, S. H., Hanum, C., & Ginting, J. (2014). Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Pada Berbagai Perbandingan Media Tanam Solid Decanter dan Tandan Kosong Kelapa Sawit Pada Sistem Single Stage. Jurnal Online Agroteknologi, 2(2), 691–701.
Pranata, D. L., Herry, W., & Tarmadja, S. (2017). Pengaruh Nephrolepis Terhadap Aktivitas Elaeidobius kamerunicus dan Fruit Set Tanaman Kelapa Sawit. Jurnal Agromast, 2(1), 1–7.
Putera, V. A. V. H., Suryanti, S., & Wilisiani, F. (2023). Keragaman Vegetasi Bawah di Perkebunan Kelapa Sawit Tanaman Menghasilkan pada Berbagai Tahun Tanam. Agroforetech, 1(September).
Rahmawati, A. (2023). Keragaman Genetik Varietas Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.). Jurnal Kridatama Sains Dan Teknologi, 5(1), 35–40.
Sadili, A. (2010). Komposisi Jenis Herba Pasca Kebakaran di Kalampangan-Kalimantan Tengah sebagai Awal Proses Suksesi Sekunder Herbaceous Plants Composition in Kalampangan , Central Borneo , Early of Secondary Pendahuluan Metode Penelitian. 15(1), 134–140.
Saputra, D., Yuniasih, B., & Titiaryanti, N. M. (2023). Pengaruh Kerapatan Nephrolepis biserrata terhadap Kondisi Iklim Mikro di Kebun Kelapa Sawit. 1, 940–945.
Susanti, E. D., Hera, N., & Zam, S. I. (2021). Perbandingan Vegetasi Gulma Pada Perkebunan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis jacq.) Menghasilkan Dan Belum Menghasilkan Di Lahan Gambut. Jurnal Agroteknologi, 12(1), 17–24.
Ulfa, S. W., Nabila, A. P., Tambunan, N. S., Siregar, R., & Sinaga, S. A. (2023). Identifikasi Tumbuhan Paku ( Pterydophyta ) Yang Dimanfaatkan Sebagai Tumbuhan Obat Di Daerah Sumatera Utara. INNOVATIVE:Journal of Social Science Research, 3, 2290–2304.
Zulfikar, Mawandha, H. G., & Yuniasih, B. (2024). Kajian peran pakis pada berbagai umur tanaman kelapa sawit. Agroforetech, 1–13.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Citation Check
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


