Pengaruh Macam Mulsa Organik dan Frekuensi Penyiraman terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit di Main Nursery

Penulis

  • Renda Pratama Saputra Program Studi Agroteknologi, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Dian Pratama Putra Program Studi Agroteknologi, INSTIPER yogyakarta, Indonesia
  • Betti Yuniasih Program Studi Agroteknologi, INSTIPER yogyakarta, Indonesia

Kata Kunci:

Kelapa sawit, Main nursery, mulsa, frekuensi penyiraman

Abstrak

Pertumbuhan bibit kelapa sawit di main nursery sangat dipengaruhi oleh ketersediaan air dan kondisi fisik kimia tanah, yang dapat dioptimalkan melalui penggunaan mulsa organik dan frekuensi penyiraman. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana bentuk pengaruh pertumbuhan bibit di main nursery terhadap macam mulsa dan frekuensi penyiraman. Penelitian dilakukan Kebun pendidikan dan penelitian INSTIPER Yogyakarta, tepatnya di wilayah Desa Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta,  pada Maret hingga bulan Mei tahun 2025. Penelitian menggunakan model berbasis metode faktorial dengan dua arah utama yang disusun menggunakan konsep Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor pertama yang digunakan meliputi macam mulsa (M), yang terdiri atas tiga taraf perlakuan, yaitu mulsa alang-alang (M1), mulsa cangkang kelapa sawit (M2) dan mulsa serasah daun (M3). Sedangkan faktor kedua yang digunakan meliputi frekuensi penyiraman (F), yang mencakup empat perlakuan yaitu 1 liter / 2 kali sehari pagi dan sore (F1), 1 liter / hari (F2), 1 liter / 2 hari (F3) dan 1 liter / 3 hari (F4). Hasil yang didapatkan akan dianalisis menggunakan ANOVA, dan apabila memiliki perbedaan secara statistik, maka dilanjutkan dengan uji lanjutan menggunakan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa macam mulsa memberikan pengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman dan luas daun, dengan perlakuan terbaik pada mulsa alang-alang. Frekuensi penyiraman tidak memberikan pengaruh nyata terhadap semua parameter pertumbuhan bibit kelapa sawit di main nursery. Interaksi kedua faktor menunjukkan pengaruh nyata pada parameter fosfor tanah, dengan kombinasi terbaik mulsa alang-alang (M1) dan frekuensi penyiraman 1 liter/2 kali sehari (F1) yang menghasilkan fosfor sebesar 53,00 ppm. Disimpulkan bahwa penggunaan mulsa alang-alang dengan frekuensi penyiraman tersebut dapat direkomendasikan untuk meningkatkan ketersediaan fosfor tanah dan mendukung pertumbuhan bibit kelapa sawit di main nursery

Referensi

Alam, I. P. O. A. D. C. S., Killa, N. K. S. Y. M., Wirda, W. O. A. W. R. P. C. M. A. M. Z., & Elizabeth, R. (2023). Kesuburan Tanah dan Pemupukan. Medan. In Universitas Sumatera Utara Press, Medan (Issue October). https://www.researchgate.net/profile/Rivandi-Putra/publication/374588185_Kesuburan_Tanah_dan_Pemupukan/links/652643df0d999b4754b82dee/Kesuburan-Tanah-dan-Pemupukan.pdf

Anetasia, M., Afandi, A., Novpriansyah, H., Manik, K. E. S., & Cahyono, P. (2013). Perubahan Kadar Air Dan Suhu Tanah Akibat Pemberian Mulsa Organik Pada Pertanaman Nanas Pt Great Giant Pineapple Terbanggi Besar Lampung Tengah. Jurnal Agrotek Tropika, 1(2), 213–218. https://doi.org/10.23960/jat.v1i2.2022

Annisa, K. S., Bakrie, A. H., Ginting, Y. C., & Hidayat, K. F. (2014). Dan Aplikasi Dosis Zeolit Pada Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Radish ( Raphanus Satufus L .). J Agrotek Tropika, 2(1), 30–35.

Antari, R., Gulat, D., & Manurung, M. E. (2014). Pengaruh Pemberian Mulsa Organik Terhadap Sifat Fisik dan Kimia Tanah serta Pertumbuhan Akar Kelapa Sawit Effect of Organic Mulch Against Soil Physical and Chemical Properties of Palm Oil And Root Growth. Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Pertanian, 1(1), 1–13. https://jom.unri.ac.id/index.php/JOMFAPERTA/article/view/2681

Ariyantia, M., Rosniawatyb, S., Dewic, I. R., & Fernando, A. (2017). Machine Translated by Google Jurnal Sains Internasional : Penelitian Dasar dan Terapan Respon Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit di Lahan Utama Pembibitan terhadap Penyiraman pada Volume yang Berbeda dan Frekuensi dan Kontra Penyediaan Kompos Machine Translat. 226–233.

Bhakti, R. S. G., Sarno, S., Afrianti, N. A., & Utomo, M. (2017). pengaruh Sistem Olah Tanah Dan Aplikasi Mulsa Bagas Terhadap Asam Humat Dan Fulvat Pertanaman Tebu (Saccaharum Officinarum L.) Ratoon Ke 3 Di PT Gunung Madu Plantations. Jurnal Agrotek Tropika, 5(2), 119–124. https://doi.org/10.23960/jat.v5i2.1837

Darma, S., Ria, D. A. N., & Paranoan, R. (2021). Eksplorasi Jamur Pelarut Fosfat pada Tanah Masam dengan Penutup Lahan Hutan Sekunder , Padang Alang-Alang dan Perkebunan Kelapa Sawit Di Samarinda Phosphate Solubilizing Fungus Exploration in Acid Soil with a Cover of Secondary Forest Land , Grassland and. 4, 35–41.

Herviana, D. V., Indrayatie, E. R., & Asysyifa, A. (2021). Kajian Sifat Fisik Tanah Dan Laju Infiltrasi Di Berbagai Tegakan. Jurnal Sylva Scienteae, 4(5), 870. https://doi.org/10.20527/jss.v4i5.4209

Husna, M., Salamah, U., Herman, W., & Agwil, W. (2023). The Improvement of Oil Palm Seedling through Shade, Manure and Organic Liquid Fertilizer in Ultisol Media. Planta Tropika, 11(1), 33–40. https://doi.org/10.18196/pt.v11i1.13415

Pangaribuan, I. F., Rahmawati, N., Akoeb, E. N., Yenni, Y., Sujadi, & Pangaribuan, Y. (2024). Reaksi Varietas Kelapa Sawit yang Terkena Kekeringan Bibit pada Fase Pembibitan: Tunas dan Respons Akar. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1308(1). https://doi.org/10.1088/1755-1315/1308/1/012034

Purba, T., Ningsih, H., & Abdus, P. (2021). Bukutanahdannutrisitanaman.

Rahmawati. (2020). Pengaruh Berbagai Jenis Mulsa Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Tomat (Lycopersicon esculentum. Mill). Jurnal Ilmiah Agrotani, 2(1), 62–66.

Sukmawan, Y., Riniarti, D., Utoyo, B., & Rifai, A. (2019). Efisiensi Air Pada Pembibitan Utama Kelapa Sawit Melalui Aplikasi Mulsa Organik Dan Pengaturan Volume Penyiraman. Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture), 3(2), 141–154. https://doi.org/10.35760/jpp.2019.v3i2.2331

Sukmawan, Y., Sesar, A. K. R., Parapasan, Y., Riniarti, D., & Utoyo, B. (2018). Pengaruh Mulsa Organik dan Volume Air Siraman pada BeberapaSifat Kimia Tanah di Pembibitan Utama Kelapa Sawit. Prosiding Seminar Nasional Pengembangan Teknologi Pertanian, 273–279. http://jurnal.polinela.ac.id/index.php/PROSIDING

Tamad, Ma’as, A., Radjagukguk, B., Hanudin, E., & Widada, J. (2013). Ketersediaan Fosfor pada Tanah Andisol untuk Jagung ( Zea mays L .) oleh Inokulum Bakteri Pelarut Fosfat Phosphorus Availability on Andisols for Maize ( Zea mays L .) by Phosphate Solubilizing Bacteria Inoculant. J. Agron. Indonesia, 41(2), 112–117.

Tampubolon, R. M., Irsal, & Charloq. (2019). Pengaruh Frekuensi Penyiraman terhadap Beberapa Jenis Bibit Unggul Kelapa Sawit (Elaeis guinensis Jacq.) yang Bermesokarp Tebal di Main Nursery Umur 4 Sampai 7 Bulan. Jurnal Agroekoteknologi FP USU, 7(2), 5–24.

Unduhan

Diterbitkan

2025-09-19

Cara Mengutip

Saputra, R. P., Putra, D. P., & Yuniasih, B. (2025). Pengaruh Macam Mulsa Organik dan Frekuensi Penyiraman terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit di Main Nursery. AGROFORETECH, 3(3), 1448–1455. Diambil dari https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2140

Terbitan

Bagian

Agroteknologi

Citation Check

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 5 6 > >>