Pengaruh Trichoderma dan Kompos Ternak Sapi terhadap Serapan Nitrogen pada Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit Main Nursery
Kata Kunci:
kompos ternak sapi, serapan nitrogen, trichodermaAbstrak
Penelitian ini mengkaji pengaruh dosis Trichoderma maupun kompos sapi terhadap perkembangan persemaian kelapa sawit dan penyerapan nitrogen. Studi ini dilakukan di Kebun Pendidikan dan Studi INSTIPER (KP2) dari Januari hingga April 2026. Dosis kompos sapi dan Trichoderma diuji dalam desain faktorial pada Rancangan Acak Lengkap. Elemen pertama adalah dosis pupuk kandang sapi (1 kg, 1,5 kg, 2 kg), dan elemen kedua adalah dosis Trichoderma (25 g dan 35 g). Kombinasi kedua mencakup 6 variabel perlakuan dan 4 ulangan untuk 24 unit percobaan. Jika ditemukan perbedaan yang signifikan dilanjutkan ANOVA dengan tingkat signifikansi 5% diikuti oleh Uji Jarak Berganda Duncan (DMRT). Terdapat hubungan yang substansial pada tinggi bibit, meskipun dosis pupuk kandang sapi dan Trichoderma tidak memengaruhi metrik lainnya. Di persemaian utama, 1 kilogram pupuk kandang sapi dan 25 gram Trichoderma meningkatkan perkembangan bibit kelapa sawit
Referensi
Badan Pusat Statistik. 2024. Statistik Tanaman Perkebunan Tahunan Indonesia 2024. Jakarta: Badan Pusat Statistik.
Manahan. S, Idwar, & Wardati. (2016). Pengaruh Pupuk NPK dan Kascing terhadap Pertumbuhan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Fase Main Nursery. Jurnal JOM Faperta 3(2): 1–10.
Hafizah.N, dan Mukarramah. R. (2017). Aplikasi Pupuk Kandang Kotoran Sapi pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai Rawit (Capsium frustescens L.) di Lahan Rawa Lebak. Jurnal Ziraa’Ah 42(1): 1–7.
Juniarko M.R, dan Rohmiyati. S. M. (2018). Pengaruh Komposisi Media Tanam dan Pupuk Organik terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit di Pre Nursery. Jurnal AGROMAST 3(1): 91–99.
Maroeto, Wijayanti. F, Lestari. S.R, & Maghfiroh. A.R.M. (2025). Utilization of Trichoderma Sp. and Compost to Increase Nitrogen in Specific Soil Types. Jurnal Ilmu Pertanian (Agricultural Science) 10(2): 87–92.
Oktafiyanto.M.F, Loekas.S, Endang.M. Rahayuniati.R.F, Tamad. (2020). Uji Empat Isolat Trichoderma harzianum pada Pengomposan Kotoran Sapi dan Ayam dan Pengaruhnya terhadap Pertumbuhan Mentimun Planta. Jurnal Agricultural 3(1): 52–66.
PPKS. (2024). Standar Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit. Pusat Penelitian Kelapa Sawit. https://www.facebook.com/100064748976880/posts/835349405300018/?rdid=zzVUyg5hMYeAMpkO#.
Pudjiwati .E.H, & Mariam. A.S (2022). Efisiensi Serapan Hara Nitrogen Tanaman Jagung Manis dengan Aplikasi Bakteri Penambat Nitrogen dan Arang Sekam. Jurnal Ilmiah Respati 13(2): 133–141.
Setiawan. B, Ramanda. R.F, &Nurhayati. (2025). Perubahan Karakteristik Kimia Tanah Aluvial akibat Pemberian Biochar Tandan Kosong Kelapa Sawit dan Fly Ash Batu Bara. Jurnal Agrukultura 36(1): 79–88.
Sinaga.M.A.H, Himawan. A, & Kristalisasi. E.N. (2022). Pengaruh Jamur Trichoderma dan Pupuk Kandang Sapi terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit di Pre Nursery. Jurnal Agroista 6(2): 144–150.
Sofian. K, Syah. R.F, & Hastuti. P.D (2022). Aplikasi Trichoderma dan Mikoriza Meningkatkan Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit di Pre Nursery. Jurnal Agroista 6(1): 1–10.
Sudradjat, Darwis.A, & Wachjar. A. (2014). Optimasi Dosis Pupuk Nitrogen dan Fosfor pada Bibit Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq) di Pembibitan Utama. Jurnal Agron Indonesia 42(3): 222–227.
Suswati. D, Murni. S.D, & Fadila. U. (2024). Pengaruh Pemberian Pupuk Kandang Sapi terhadap Serapan Hara Makro dan Produksi Tanaman Jagung pada Tanah Aluvial. Jurnal Agroteksos 34(1): 143–153.
Sutanto, R. (2002). Penerapan Pertanian Organik. Kanisius.Yogyakarta
Tegar, Razali, & Ramadhan. A. (2025). Respon Pertumbuhan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) terhadap Pemberian Jamur Trichoderma dan Pupuk NPK di Main Nursery. AGROBUN (Jurnal Ilmu Pertanian) 2(1): 1–10.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Citation Check
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


