Pengaruh Pemberian Asam Humat dan Pupuk P terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit di Main Nursery
Kata Kunci:
asam humat, batuan fosfat, bibit kelapa sawit, pupuk guano, pupuk p, pupuk tspAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis asam humat dan macam pupuk P terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di main nursery. Penelitian dilakukan di KP2 Institut Pertanian STIPER Yogyakarta yang berada di Desa Wedomartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Yogyakarta pada bulan November 2024 hingga Februari 2025. Penelitian menggunakan percobaan faktorial yang terdiri dari 2 faktor, disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor pertama adalah dosis asam humat yang terdiri dari 3 aras dosis (15, 30, dan 45 g/tan). Faktor kedua yaitu macam pupuk P, terbagi menjadi 3 macam (pupuk TSP, RP, dan Guano). Dari dua perlakukan tersebut diperoleh 3 x 3 = 9 kombinasi dengan tiap perlakukan diulang sebanyak 5 kali sehingga total keseluruhan tanaman dalam penelititan ini adalah 45 sampel. Dilakukan analisis data menggunakan sidik ragam ANOVA (Analysis of Variance) pada tingkat signifikansi 5%. Perlakuan dengan pengaruh signifikan diuji lebih lanjut menggunakan DMRT pada tingkat signifikansi 5%. Hasil analisis mengindikasikan bahwa tidak terdapat interaksi signifikan antara dosis asam humat dan jenis pupuk P terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di main nursery. Asam humat dosis 15 g memberikan pengaruh yang baik terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di main nursery. Macam pupuk P (TSP dan Guano) memberikan pengaruh yang lebih baik dibanding pupuk RP terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di main nursery.
Referensi
Adi, I. A., Barunawati, N., & Wardiyati, T. (2017). Pengaruh Kombinasi Pupuk NPK dengan Jenis Pupuk Kandang pada Pertumbuhan dan Hasil Kentang (Solanum tuberosum L.) di Dataran Medium. Jurnal Produksi Tanaman, 5(4), 531–537. http://protan.studentjournal.ub.ac.id/index.php/protan/article/view/410
Alwi, M. K., Razie, F., & Kurnain, A. (2023). Hubungan Ketersediaan Fosfor dan Kelarutan Fe pada Tanah Sawah Sulfat Masam. Acta Solum, 1(2), 61–67.
Benowo, F. E., Karno, & Lukiwati, D. R. (2014). Pertumbuhan Tanaman dan Kadar Kalsium Hijauan Sorgum Manis (Sorghum bicolor (L).Moench) dengan Pemupukan Fosfat dan Organik. Animal Agriculture Journal, 3(4), 557–562.
Dahlia, I., & Setiono. (2020). Pengaruh Pemberian Kombinasi Dolomit +SP-36 dengan Dosis yang Berbeda terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max L. Merrill) di Ultisol. Jurnal Sains Agro, 5(1), 1–9. https://doi.org/10.36355/jsa.v5i1.318
Direktorat Jendral Perkebunan. (2023). Statistik Perkebunan Unggulan Nasional 2021-2023. Kementrian Pertanian Republik indonesia.
Hermanto, D., Dharmayanti, N. K. T., Kurnianingsih, R., & Kamali, S. R. (2013). Pengaruh Asam Humat sebagai Pelengkap Pupuk terhadap Ketersediaan dan Pengambilan Nutrien pada Tanaman Jagung di Lahan Kering Kec.Bayan-NTB. Ilmu Pertanian, 16, 29–41. https://doi.org/doi.org/10.22146/ipas.2531
Mukhtaruddin, Sufardi, & Anhar, A. (2015). Penggunaan Guano dan Pupuk NPK Mutiara untuk Memperbaiki Kualitas Media Subsoil dan Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.). J. Floratek, 10(2), 19–33. https://doi.org/10.17969/floratek.v10i2.3059
Mutiah, F., Daningsih, E., & Yokhebed. (2017). Pengaruh Perbedaan Konsentrasi Fosfor terhadap Pertumbuhan Brassica rapa var parachinensis pada Hidroponik Super Mini. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Khatulistiwaa, 6(5), 1–10. https://doi.org/doi.org/10.26418/jppk.v6i5.20150
Pangalila, W., Runtunuwu, S. D., & Lengkong, E. F. (2023). Effect of Combination of Organic Fertilizer and Inorganic Fertilizer on The Growth and Production of Hybrid Corn of Variety JH37. Jurnal Agroekoteknologi Terapan, 4(2), 311–322. https://doi.org/10.35791/jat.v4i2.50216
Prasetyo, U. B., Rohmiyati, S. M., & Hastuti, P. B. (2018). Pengaruh Dosis Pupuk Organik (Senyawa Humat) terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit pada Jenis Tanah yang Berbeda. Jurnal Agromast, 3(1), 1–10.
Putri, A., Redaputri, A. P., & Rinova, D. (2022). Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang sebagai Pupuk Menuju Ekonomi Sirkular (UMKM Olahan Pisang di Indonesia). Jurnal Pengabdian UMKM, 1(2), 104–109. https://doi.org/https://doi.org/10.36448/jpu.v1i2.20
Rahmandhias, D. T., & Rachmawati, D. (2020). Pengaruh Asam Humat terhadap Produktivitas dan Serapan Nitrogen pada Tanaman Kangkung Darat (Ipomoea reptans Poir.). Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 25(2), 316–322.
Ramli, N. (2021). Pengaruh Aplikasi Triple Super Phosphate (TSP) dalam Meningkatkan Produksi Tanaman Kacang Panjang (Vigna sinensis L.). Jurnal Penelitian Agrosamudra, 8(1), 18–33. https://doi.org/10.33059/jupas.v8i1.3460
Rizal, M. (21017). Pengaruh Pemberian Pupuk Rock Phosphate terhadap Produksi Tadan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit (Elaeis guineensis. Jacq). Jurnal Ilmiah Pertanian, 14(1), 61–64.
Safitri, M. (2024). Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L .) Varietas Dewata F1 pada Pemberian Pupuk TSP dan Pupuk KCL. Jurnal Agroteknologi Dan Kehutanan Tropika, 2(1), 141–152.
Sari, M. N., Sudarsono, & Darmawan. (2017). Pengaruh Bahan Organik terhadap Ketersediaan Fosfor pada Tanah-Tanah Kaya Al dan Fe. Buletin Tanah Dan Lahan, 1(1), 65–71.
Sijabat, R. J., & Wawan. (2017). Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Media Ultisol yang Diberi Berbagai Kombinasi Pupuk Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) dengan Pupuk NPK. JOM FAPERTA, 4(2), 1–13.
Siregar, C., Mindalisma, & Fauziah, D. N. (2023). Perbaikan P Tersedia Tanah Inceptisol dengan Pemberian Pupuk Guano dan POC Limbah Sayur serta Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kedelai (Glycine max L.). Jurnal Ilmu Pertanian AGRILAND, 11(3). https://doi.org/doi.org/10.30743/agr.v11i3.8788
Syah, M. F., Ardian, & Yulia, A. E. (2021). Pemberian Pupuk AB Mix pada Tanaman Pakcoy Putih (Brassica rapa L.) dengan Sistem Hidroponik Rakit Apung. Dinamika Pertanian, 37(1), 17–22. https://doi.org/10.25299/dp.2021.vol37(1).77 14
Wahyudi, I. (2009). Serapan Tanaman Jagung (Zea mays L.) akibat Pemberian Pupuk Guano dan Pupuk Hijau Lamtoro pada Ultisol Wanga. Jurnal Agroland, 16(4), 265–272. https://doi.org/doi.org/10.22487/J.24077607.2009.V16.I4.261
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Citation Check
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 AGROFORETECH

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


