Penerapan Kultur Teknis Kelapa Sawit pada Petani Swadaya dan Plasma (Studi Kasus Di Kabupaten Indragiri Hulu)

Penulis

  • Febri Arya Wahyuda Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Neny Andayani Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Hangger Gahara Mawandha Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia

Kata Kunci:

Kultur teknis, petani swadaya dan plasma, produktivitas

Abstrak

Penelitian ini bertujuan membandingkan penerapan kultur teknis kelapa sawit pada petani plasma dan petani swadaya serta menilai implikasinya terhadap produktivitas di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif komparatif dengan penentuan responden menggunakan stratified purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioener, observasi lapangan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Perbedaan rata-rata produktivitas dianalisis menggunakan Independent Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebun plasma menerapkan kultur teknis secara lebih terstandar dan terjadwal, terutama pada aspek persiapan lahan, penggunaan bahan tanam, pemupukan, pemangkasan, dan rotasi panen karena dibawah naungan koperasi sawit yang bermitra dengan perusahaan inti. Sebaliknya, kebun swadaya menunjukkan variasi praktik budidaya dan ketidakteraturan dalam beberapa kegiatan teknis. Pada teknologi konservasi tanah dan air, kedua kelompok belum sepenuhnya menerapkan secara optimal. Hasil uji menunjukkan adanya perbedaan produktivitas antara kebun plasma dan swadaya.

Referensi

Akmal, A. M. (2016). PROWITRA Sebagai Alternatif Pengembangan dan Peningkatan Produktivitas Perkebunan Rakyat. Warta PPKS, 21(2), 85–94.

Anggraeni, W., & Fatimah, S. (2024). Optimalisasi pengelolaan perkebunan kelapa sawit untuk meningkatkan kesejahteraan petani di jambi. Jurnal Ekonomi Dan Pariwisata, 6(2), 75–82.

Badan Pusat Statistik (BPS). (2014). Statistik Kelapa Sawit Kabupaten Indragiri Hulu.

Fachrudin Budi, Yuwinti, N., & Rahmah, A. (2020). ANALISIS PENERAPAN GAP (GOOD AGRICULTURAL PRACTICE) DALAM PENGELOLAAN KEBUN KELAPA SAWIT PADA PT DUTA REKA MANDIRI DESA SUNGAI DUA KECAMATAN RAMBUTAN KABUPATEN BANYUASIN. Agripita, 4(2), 43–50. http://myagric.upm.edu.my/id/eprint/6500

Febryanto, Suswatiningsih, T. E., & Wirianata, H. (2017). Kajian Produktivitas Kebun Plasma Dan Non Plasma Di Desa Titian Resak Kecamatan Seberida Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau. Jurnal Agromast, 2(1). http://36.82.106.238:8885/jurnal/index.php/JAI/article/view/297/272

Lestari, E. E., Hutabarat, S., & Dewi, N. (2015). STUDI KOMPARATIF PERKEBUNAN KELAPA SAWIT RAKYAT POLA PLASMA DAN POLA SWADAYA DALAM MENGHADAPI SERTIFIKASI RSPO (Studi Kasus Desa Bukit Lembah Subur Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau). SOROT, 10(1), 1–142.

Lubis, A. U. (2008). Kelapa Sawit (Elaeis guinense) di Indonesia (Edisi 2). Pusat Penelitian Kelapa Sawit.

Talidobel. (2020). Penerapan Good Agriculture Practice (GAP) Usahatani Kelapa Sawit Rakyat di Kabupaten Sukamara Kalimantan Tengah. Universitas Gadjah Mada.

Thompson, B., Barnes, A. P., & Toma, L. (2022). Increasing the adoption intensity of sustainable agricultural practices in Europe: Farm and practice level insights. Journal of Environmental Management, 320. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.jenvman.2022.115663.

Yudistina, V. (2017). Hubungan antara diameter batang dengan umur tanaman kelapa sawit. Buana Sains, 17(1), 43–48.

Unduhan

Diterbitkan

2026-03-31

Cara Mengutip

Wahyuda, F. A., Andayani, N., & Mawandha, H. G. (2026). Penerapan Kultur Teknis Kelapa Sawit pada Petani Swadaya dan Plasma (Studi Kasus Di Kabupaten Indragiri Hulu). AGROFORETECH, 4(1), 216–229. Diambil dari https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2449

Terbitan

Bagian

Agroteknologi

Citation Check

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 5 6 7 8 > >>