Pengaruh Ketebalan Mulsa Janjang Kosong dan Frekuensi Penyiraman terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit di Pre Nursery

Penulis

  • Alexander Julio Program Studi Agroteknologi, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Betti Yuniasih Program Studi Agroteknologi, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Neny Andayani Program Studi Agroteknologi, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia

Kata Kunci:

Kelapa sawit, Mulsa jajnjang kosong, Penyiraman, Pre-Nursery, Pertumbuhan akar

Abstrak

Agar bibit kelapa sawit dapat berhasil dibudidayakan pada tahap-tahap berikut, pertumbuhannya pada tahap pra-pembibitan sangat penting. Dua elemen penting dalam mendorong pertumbuhan bibit adalah masukan nutrisi dan pengaturan kelembaban. Tujuan riset ini adalah menganalisis bagaimana ketebalan mulsa tandan kosong dan frekuensi penyiraman, serta bagaimana keduanya berinteraksi, memengaruhi perkembangan bibit kelapa sawit. Desain yang digunakan adalah RAL, penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2024 di KP-2 Instiper. Penelitian ini terdiri dari 48 unit percobaan dengan empat ulangan, empat tingkat ketebalan mulsa (0, 1, 2, dan 3 cm), dan tiga frekuensi penyiraman (dua kali sehari, sekali sehari, dan dua hari sekali). Temuan menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang jelas antara frekuensi penyiraman dan ketebalan mulsa di semua parameter pertumbuhan bibit. Di sisi lain, berat kering akar bibit meningkat secara signifikan dengan ketebalan mulsa tandan kosong sebesar 2 cm. Tidak semua karakteristik yang diamati dipengaruhi secara signifikan oleh frekuensi penyiraman. Hal ini menunjukkan bahwa mulsa organik pada ketebalan tertentu mampu menciptakan kondisi media tanam yang lebih stabil bagi pertumbuhan akar, sementara kebutuhan air bibit telah tercukupi dalam seluruh perlakuan yang diberikan. Kesimpulannya, ketebalan mulsa 2 cm direkomendasikan untuk digunakan dalam pre-nursery  guna mendorong pertumbuhan akar yang optimal, sedangkan penyiraman dapat disesuaikan dengan kelembaban media untuk efisiensi air.

Referensi

Bunt, A. C. (1988). Media dan Campuran Media Tanam pada Tanaman. Springer Science & Business Media.

Corley, R. H. V, & Tinker, P. B. (2016). The oil palm (5th ed.). Wiley-Blackwell.

Gardner, F. P., Pearce, R. B., & Mitchell, R. L. (1991). Physiology of crop plants (2nd ed.). Iowa State University Press.

Ignatius. (2014). Respon tanaman terung (Solanum melongena L.) terhadap pupuk organik cair urine sapi. Jurnal Penelitian Universitas Jambi, 16(1), 31–38.

Manurung, H., & Simanjuntak, R. (2019). Pengaruh penggunaan mulsa janjang kosong terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit. Jurnal Pertanian Tropik, 6(2), 101–109.

Riaz, A., Nawaz, M., Farooq, M., & Yaseen, M. (2020). Mulching as a strategy to improve water use efficiency and soil productivity. Journal of Integrative Agriculture, 19(12), 2914–2933. https://doi.org/10.1016/S2095-3119(20)63367-3

Saragih, R. (2020). Pemanfaatan mulsa organik dalam meningkatkan kualitas tanah dan pertumbuhan tanaman. Jurnal Agro, 15(1), 45–53.

Sudrajat, A., & Purwanto, Y. (2017). Teknik pembibitan kelapa sawit di tahap pre-nursery. Buletin Perkebunan, 23(3), 150–160.

Sutejo, M. M., & Kartasapoetra, A. G. (1991). Pengantar ilmu tanah dan dasar-dasar ilmu tanah. Rineka Cipta.

Sutrisno, B. (2019). Dampak kelebihan air terhadap pertumbuhan akar tanaman perkebunan. Jurnal Tanah Tropika, 24(2), 87–95.

Taufik, A., & Ramadhani, M. (2018). Frekuensi penyiraman terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di pre nursery. Agrotek Jurnal, 9(1), 25–33.

Zhao, H., Li, Y., Wang, R., An, P., & Zheng, X. (2013). Mulching practices altered soil microbial community structure and improved orchard productivity and sustainability. Soil & Tillage Research, 128, 153–160. https://doi.org/10.1016/j.still.2012.11.005

Unduhan

Diterbitkan

2025-09-26

Cara Mengutip

Julio, A., Yuniasih, B., & Andayani, N. (2025). Pengaruh Ketebalan Mulsa Janjang Kosong dan Frekuensi Penyiraman terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit di Pre Nursery. AGROFORETECH, 3(3), 1699–1703. Diambil dari https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2248

Terbitan

Bagian

Agroteknologi

Citation Check

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 5 6 7 8 > >>