Pengaruh Macam Pupuk Organik dan Frekuensi Penyiraman terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit di Main Nursery
Kata Kunci:
pupuk organik, frekuensi penyiraman, main nurseryAbstrak
Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh jenis pupuk organik dan frekuensi penyiraman pada pertumbuhan bibit kelapa sawit selama fase main nursery. Penelitian ini dilakukan di KP2 INSTIPER, Desa Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, selama periode November 2024 hingga Februari 2025. Metode yang digunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial. Faktor pertama berupa pupuk organik (H) dengan tiga taraf, yaitu:H0 = pupuk kimia majemuk (kontrol), H1 = pupuk kandang sapi 150 g, dan H2 = pupuk kompos lamtoro 100 g. Faktor kedua ialah frekuensi penyiraman (S) dengan tiga taraf: S1 = penyiraman 1 hari sekali, S2 = 2 hari sekali, dan S3 = 3 hari sekali. Kombinasi kedua faktor menghasilkan 9 perlakuan yang diulang 3 kali, sehingga bibit yang digunakan berjumlah 27. Analisis data ini dilakukan dengan uji sidik ragam (Analysis of Variance) taraf signifikansi 5%. Uji lanjut menggunakan Duncan's Multiple Range Test (DMRT) dilakukan apabila terdapat perbedaan nyata. Hasil analisis memperlihatkan jenis pupuk organik dan frekuensi penyiraman tidak menimbulkan interaksi yang nyata pada pertumbuhan bibit kelapa sawit di main nursery.
Referensi
Intara, Y. I., Sapei, A., Sembiring, N., & Djoefrie, B. (2011). Pengaruh Pemberian Bahan Organik Pada Tanah Liat Dan Lempung Berliat Terhadap Kemampuan Mengikat Air (Affected of Organic Matter Application At Clay and Clay Loam Soil Texture on Water Holding Capacity). Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 16(2), 130–135.
Lubis, R. E., & Widanarko, A. (2011). Buku Pintar kelapa Sawit. Jakarta: PT AgroMedia Pustaka.
Mansyur, N. I., Pudjiwati, E. H., & Murtilaksono, A. (2021). Pupuk dan Pemupukan. Banda Aceh: Syiah kuala University Press.
Parawata Arya Made Gusti, I., Indradewa, D., Yudono, P., Kertonegoro Djadmo, B., & Rukmini Kusmarwiyah. (2014). Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jarak Pagar (Jatropha curcas L.) terhadap Cekaman Kekeringan di Lahan Pasir Pantai pada Tahun Pertama Siklus Produksi. J. Agron. Indonesia, 42(1), 59–65.
Pardamean, M. (2008). Paduan Lengkap Pengelolaan Kebun dan Pabrik Kelapa Sawit. Jakarta: PT AgroMedia Pustaka.
Permanasari, I., & Sulistyaningsih, E. (2013). Kajian Fisiologi perbedaan kadar lengas tanah dan konsentrasi giberelin pada kedelai (Glycine max L.)). Jurnal Agroteknologi, 4(1), 31–39.
Sirait, B. A., Manurung, A. I., & Purba, D. P. D. (2023). Respon Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis gueineensis Jacq) Terhadap Pemberian Pupuk Urea dan Frekuensi Penyiraman Air Pada Pre-Nursery. Jurnal Agrotekda, 7(2), 112–121.
Sundari, N. (2020). Agribisnis Tanaman Hortikultura. Semarang: Qahar Publisher.
Utoyo, B. (2007). Geografi membuka cakrawala dunia. Bandung: PT setia purna inves.
Winarna, Sigit, edy sutarta, Yuliasari, R., & Poelongan, Z. (2011). Pelepasan Hara Pupuk Majemuk Lambat Tersedia Untuk Tanaman Kelapa Sawit. Jurnal penelitian kelapa sawit, 9(2-3) : 103-109
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Citation Check
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 AGROFORETECH

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


