Monitoring Kesehatan Pohon pada Jalur Hijau di Kota Yogyakarta Daerah Istimewa Yogyakarta

Penulis

  • Shendi Oktaviyanto Nur Arifin Program Studi Kehutanan,INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Agus Prijono Program Studi Kehutanan, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Didik Surya Hadi Program Studi Kehutanan, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia

Kata Kunci:

Forest Health Monitoring, Jalur hijau, Kesehatan pohon

Abstrak

Jalur hijau merujuk pada area yang ditanami pohon dan vegetasi lainnya yang memiliki kegunaan baik untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan juga berperan dalam estetika kota. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengidentifikasi jenis dan jumlah pohon, serta menilai kondisi pohon di jalur hijau Jalan Cendana, Sukonanda, dan Sultan Agung di Kota Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah sensus, di mana status kesehatan pohon diidentifikasi melalui metode Forest Health Monitoring (FHM), dengan melakukan pengelompokan berdasarkan jenis dan tingkat kerusakan individu pohon sesuai dengan kriteria pengamatan yang meliputi lokasi kerusakan, jenis kerusakan, dan tingkat keparahan.Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat total 230 pohon dengan rincian 84 pohon di Jalan Sukonandi, 75 di Jalan Cendana, dan 71 di Jalan Sultan Agung. Terdapat 13 spesies pohon, di antaranya Angsana (Pterocarpus indicus) 154 pohon, Bungur (Lagestroemii speciosa) 13 pohon, Glodokan tiang (Polyalthia longifalia) 3 pohon, Mahoni (Swietenia mahagoni) 2 pohon, Sengon (Falcataria moluccana) 2 pohon, Waru (Hibicus tiliaceus) 4 pohon, Beringin (Ficus benjamina) 6 pohon, Manga (Mangifera indica) 1 pohon, Ketapang (Terminalia catappa) 6 pohon, Pulai (Alstonia scholaris) 1 pohon, Randu (Ceiba petandra) 1 pohon, dan Tanjung (Mimusops elengi) 20 pohon. Jalan Sukonandi ditemukan 11 pohon atau 13,1% yang dalam kondisi sehat dan 73 pohon atau 86,9% yang tidak sehat. Di Jalan Cendana terdapat 11 pohon atau 14,7% yang sehat dan 64 pohon atau 85,3% dalam kondisi tidak sehat. Sedangkan di Jalan Sultan Agung teridentifikasi 12 pohon atau 16,9% yang sehat dan 59 pohon atau 83,1% tidak sehat.

Referensi

Dan, A. R., & Soelistyari, H. R. (2021). Evaluasi Bentuk Dan Fungsi Pohon Pada Lanskap Jalan Veteran Kota Malang. Jurnal Buana Sains, 21(2), 1412–1638.

Dardak, H., Algamar, S. B., Poernomosidhi, & Soedradjat, I. (2018). Metropolitan di Indonesia Kenyataan dan Tantangan dalam Penataan Ruang. In Direktorat Jenderal Penataan Ruang.

Fikri, K., Latifah, S., Mahakam, I., & Aji, L. (2023). Identifikasi Tipe Kerusakan Pohon di RTH Kampus Universitas Mataram. Journal of Forest Science Avicennia, 06(01), 12–25. https://doi.org/10.22219/avicennia.v6i1.21637

Indah, A. S. K., Wardiyati, T., & Setyobudi, L. (2014). Green Line Landscape Analysis and Implementation Effortssmart Green Land on Green Open Space in Malang City. Jurnal Produksi Tanaman, 2(3), 198–207.

Kemendagri. (2007). Peraturan Menteri No. 1 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang Terbuka Hijau Kawasan Perkotaan. Penataan Ruang Terbuka Hijau Kawasan Perkotaan, 1–8.

Nakita, C., & Najicha, F. U. (2022). Pengaruh Deforestasi dan Upaya Menjaga Kelestarian Hutan di Indonesia. Ius Civile: Refleksi Penegakan Hukum dan Keadilan, 6(1), 92. https://doi.org/10.35308/jic.v6i1.4656

Pakaya, P., Lihawa, F., & Baderan, D. W. K. (2024). Efektivitas Ruang Terbuka Hijau Publik dalam Menyerap Emisi Karbon Dioksida untuk Mendukung Keberlanjutan Lingkungan Perkotaan. Hidroponik: Jurnal Ilmu Pertanian Dan Teknologi Dalam Ilmu Tanaman, 1(3), 54–75.

Pratiwi, & Safe’i. (2016). Penilaian Vitalitas Pohonjati Denganforest Health Monitoringdikph Balapulang. 4(1), 1–23.

Rikto. (2010). Tipe Kerusakan Pohon Hutan Kota (Studi Kasus : Hutan Kota Bentuk Jalur Hijau,Kota Bogor - Jawa Barat). Institut Pertanian Bogor.

Sitinjak, E. V. (2016). Abstract Tree Health Status on the Green Line and the Parking Area University of Lampung.

Unduhan

Diterbitkan

2025-03-26

Cara Mengutip

Arifin, S. O. N., Prijono, A., & Hadi , D. S. (2025). Monitoring Kesehatan Pohon pada Jalur Hijau di Kota Yogyakarta Daerah Istimewa Yogyakarta. AGROFORETECH, 3(1), 762–773. Diambil dari https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/1768

Terbitan

Bagian

Kehutanan

Citation Check

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 5 6 7 > >>