Perbandingan Efektivitas System Extraction Forwarding dan Sleigh pada Area Flat Di Estate Teso PT Riau Andalan Pulp & Paper
Kata Kunci:
Produktivitas, Ekstraksi, Forwarder, Excavator SleighAbstrak
Penyaradan adalah bagian dari serangkaian kegiatan dalam pemanenan kayu yang bertujuan untuk mengangkut kayu dari lokasi tebangan atau infield ke tempat pengumpulan sementara. Proses ini menjadi langkah krusial dalam efisiensi operasional dan penataan logistik selama proses pemanenan kayu. Dalam kegiatan pemanenan hutan alam maupun hutan tanaman industri, kegiatan penyaradan mempunyai peranan yang sangat penting agar kayu yang berada di infield dapat dikeluarkan secara tepat waktu dan sesuai dengan jadwal dari pemanenan, mengurangi penurunan kualitas kayu karena terlalu lama berada di infield atau areal dalam hutan, memudahkan kegiatan penanaman kembali bibit pohon pada areal tebangan. Rancangan acak lengkap digunakan dalam penelitian ini untuk mengamati alat ekstraksi dengan faktor tunggal yaitu jenis alat yang terdiri dari 2 aras yaitu forwarder dan excavator sleigh, kemudian dari 2 aras tersebut dilakukan ulangan masing-masing sebanyak 12 siklus dengan teknik pengamatan dilakukan dengan cara pembagian waktu pagi, siang dan sore sehingga mendapatkan hasil 1 x 2 x 12 x 3 dengan hasil data sebanyak 72. Parameter dari penelitian ini meliputi produksi, produktivitas dan biaya ekstraksi dari alat forwarder dan excavator sleigh. Kesimpulan dari penelitian ini berdasarkan hasil analisis yang dilakukan yaitu terdapat perbedaan yang signifikan antara produktivitas forwarder dan excavator sleigh ponton darat. Rata-rata produktivitas forwarder yaitu 40,07 m3/hr. lebih besar dibandingkan excavator sleigh yang menghasilkan 22,25 M3/Jam, serta untuk biaya yang dikeluarkan oleh excavator sleigh ponton darat dengan biaya rata-rata Rp. 15.979/m3 lebih kecil dibandingkan dengan forwarder yaitu Rp. 25.554/m3.
Referensi
Endom, W., Nitibaskara, U., Endom, W., & Nitibaskara, U. (2015). BEBERAPA ASPEK PENTING DALAM PENILAIAN PENGELOLAAN PASCA PEMANENAN DI HUTAN TANAMAN. 5.
Hure, V. M., Rahmawati, A., Theo, B., & Pamungkas, T. (2023). Peta Potensi Daerah Rawan Kekeringan di Kabupaten Sikka Berbasis Penginderaan Jauh. 5(2).
Hutagaol, S. G. (2022). STUDI PERBANDINGAN PRODUKTIVITAS dan BIAYA PROSES EKSTRAKSI KAYU Eucalyptus sp . MENGGUNAKAN FORWARDER dan EXCAVATOR SLEIGH PONTON DARAT di. 1–16.
Ismah. (2022). Mengenal Alat Berat Forwarder, Alat Andalan Untuk Angkutan Hutan. Arparts Forestry. https://arparts.id/mengenal-alat-berat-forwarder-alat-andalan-untuk-angkutan-hutan/
Junaedi, A., Rizal, M., & Malango, M. C. (2018). Keterbukaan tanah hutan bersifat sementara dan permanen akibat kegiatan pemanenan kayu di hutan alam produksi. Jurnal Agrienvi, 12(1), 39–45.
Sarah, S., Deli, A., & Hakim, L. (2023). Dampak Hutan Tanaman Industri (HTI) PT. Aceh Nusa Indrapuri (ANI) Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat di Kabupaten Aceh Besar (. 8(November), 170–179.
Situmorang, P. I., & Purwanti, E. (2024). Persepsi masyarakat tentang dampak sosial ekonomi dan lingkungan hadirnya PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) di Kelurahan Pangkalan Kerinci Timur. ULIN: Jurnal Hutan Tropis, 8(1), 43. https://doi.org/10.32522/ujht.v8i1.13177
Susetyo, P. D. (2021). Apa Kabar Hutan Tanaman Industri? Forest Digest. https://www.forestdigest.com/detail/1371/hutan-tanaman-industri
Youlla, D., Ellyta, E., Kurniawan, H. M., & Taligana, S. (2020). Dampak Sosial Pembangunan Hutan Tanaman Industri Terhadap Kehidupan Masyarakat Di Dusun Nanas Kecamatan Siantan Kabupaten Mempawah. Ziraa’Ah Majalah Ilmiah Pertanian, 45(2), 213. https://doi.org/10.31602/zmip.v45i2.2943
Yuniawati, S. &. (2017). ANALISIS KEBUTUHAN PERALATAN PEMANENAN KAYU: STUDI KASUS DI PT. SURYA HUTANI JAYA, KALIMANTAN TIMUR. Penelitian Hasil Hutan, 35.
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Citation Check
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 AGROFORETECH

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


