Perbandingan Sistem Pemanenan Mekanis dan Semi Mekanis terhadap Nilai RWA dan HQA pada Areal Lowland

Penulis

  • Ivan Yudha Saputra Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Didik Surya Hadi Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Rawana Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia

Kata Kunci:

Mekanis, Semi Mekanis, Self Assesment

Abstrak

Pemanenan kayu merupakan serangkaian kegiatan kehutanan yang mengubah pohon dan biomassa lainnya menjadi bentuk yang dapat dipindahkan ke lokasi lain sehingga bermanfaat bagi kehidupan ekonomi dan kebudayaan masyarakat.Proses setelah pemanenan (post harvesting) meliputi kegiatan-kegiatan HQA, RWA, dan EA. Kegiatan HQA merupakan sampling assessment untuk memeriksa pekerjaan kontraktor harvesting dalam satu kompartemen apakah sudah mengikuti SOP dan Setiap kegiatan pemanenan selalu meninggalkan kayu sisa. kayu sisa tersebutlah yang menyebabkan turunnya produksi kayu pada suatu perusahaan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbandingan nilai HQA (Harvesting Quality Assesment) dan RWA (Residual Wood Assesment) dengan nilai SA (Self assessment) pada pemanenan mekanis dan semi mekanis di areal lowland. Penelitian dilakukan di Estate Pelalawan PT. Riau Andalan Pulp and Paper, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Data diambil pada kompartemen yang menggunakan pemanenan mekanis yaitu A054, A061, A104, A055, A046 dan kompartemen yang menggunakan pemanenan semi mekanis yaitu I001, I012, I013, I014, I018. Untuk menguji 2 areal yang memiliki pemanenan berbeda tersebut dengan analisis uji T. Hasil penelitian menunjukan Harvesting Quality Assessment dan Residual Wood Assessment di kedua jenis pemanenan tidak berbeda nyata. Jenis pemanenan tidak mempengaruhi nilai Self Assessment (SA).

Referensi

Argita Endraswara. (2013). Metode penelitian. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689–1699.

Danumulyo, V. I., & Falah, M. D. (2023). Pengaruh Topografi Terhadap Volume Residual Wood Di Areal Mineral Dengan Sistem Pemanenan Semi Mekanis. Agrotechnology, Agribusiness, Forestry, and Technology: Jurnal Mahasiswa Instiper (AGROFORETECH), 1(1), 722–727.

Endom, W., Nitibaskara, U., Endom, W., & Nitibaskara, U. (2015). TANAMAN Oleh : 5.

Julaikah, Gusti Hardiansyah, & Emi Roslinda. (2022). Biaya Pemanenan Tanaman Akasia Krasikarpa (Acacia crasicarpa A. Cunn.Ex Benth) Di Pt. Kalimantan Subur Permai Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat. Jurnal Lingkungan Hutan Tropis, Vol. 1 (2)(April), 346–356.

Maulana, P. B. (2022). Peran Humas PT Riau Andalan Pulp and Paper Dalam Program Bina Lingkungan di Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan. E-Prints UIN SUSKA Riau, 5331.

Picchio, R., Mederski, P. S., & Tavankar, F. (2020). How and How Much, Do Harvesting Activities Affect Forest Soil, Regeneration and Stands? Current Forestry Reports, 6(2), 115–128.

Prof. Dr. H.M. Sidik Priadana, M. (2021). Metode Penelitian Kuantitaif.

Soenarno, S., Endom, W., & Suhartana, S. (2018). Studi Faktor Pemanfaatan Dan Limbah Pemanenan Kayu Di Hutan Alam Papua Barat. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 36(2), 67–84.

Suhardi, I. C. (2022). Identifikasi Potensi Kecelakaan Kerja Kegiatan Pemanenan Kayu pada Industri Pengolahan Kayu Rakyat CV. Nur Aqila, Kabupaten Soppeng.

Suhartana, S., & Yuniawati, Y. (2018). Pengaruh Limbah Pemanenan Kayu Terhadap Efisiensi Pemanfaatan Kayu Hutan Produksi Alam Pada Dua Pengusahaan Hutan di Kalimantan. Jurnal Ilmu Lingkungan, 16(2), 147.

Diterbitkan

2024-03-25

Cara Mengutip

Saputra, I. Y., Hadi, D. S., & Rawana. (2024). Perbandingan Sistem Pemanenan Mekanis dan Semi Mekanis terhadap Nilai RWA dan HQA pada Areal Lowland. AGROFORETECH, 2(1), 571–580. Diambil dari https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/1110

Terbitan

Bagian

Kehutanan

Citation Check

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 5 6 > >>