Pengaruh Tipe Knapsack dan Konsentrasi Herbisida Terhadap Efisiensi dan Efektivitas Kematian Gulma

Penulis

  • Gunady Putra Anugrah Gan Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Hastanto Bowo Woesono Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • M. Darul Falah Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia

Kata Kunci:

Gulma, Alat Semprot, Pengendalian, Konsentrasi

Abstrak

Gulma adalah tanaman yang tidak diinginkan yang hadir di sekitar tanaman utama atau tanaman budidaya. PT RAPP menggunakan teknik kimiawi untuk mengendalikan gulma, yaitu dengan menggunakan herbisida dengan bahan aktif glifosat. Metode pengaplikasian herbisida ini menggunakan 2 jenis alat semprot yang berbeda, yaitu menggunakan alat semprot manual dan elektrik (knapsack). Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menguji dan mengetahui alat mana yang efektif dan efisien untuk digunakan. Penelitian ini dilakukan di Estate Baserah, PT RAPP, Kabupaten Kuantan Singigi, Provinsi Riau. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 2 faktor perlakuan yaitu penggunaan alat dan konsentrasi herbisida. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 7 jenis gulma yang ditemukan pada petak pengamatan penelitian, yaitu Akasia mangium (Acacia mangium Wild), Senduduk bulu (Clidermia hirta), Aur-aut (Commelina diffusa), Temulawak (Curcuma cumosa), Rumput bebek (Echinochloa), Babawangan (Fimbristylis miliacea), Jukut pahit (Papalum congjugatum) dan alat yang paling efektif dari segi waktu adalah penyemprotan elektrik, dan pada konsentrasi yang lebih tinggi tingkat kematian gulma menunjukkan hari kematian yang lebih cepat.

Referensi

Aditiya, D, R. (2021). Herbisida Risiko Terhadap Lingkungan Dan Efek Menguntungkan. Sainteknol: Jurnal Sains Dan Teknologi, 19(1), 6–10. Https://Journal.Unnes.Ac.Id/Nju/Index.Php/Sainteknol/Article/View/28371

Hermanto, S. R., & Jatsiyah, V. (2020). Efikasi Herbisida Isopropilamina Glifosat Terhadap Pengendalian Gulma Kelapa Sawit Belum Menghasilkan. Agrovigor: Jurnal Agroekoteknologi, 13(1), 22–28. Https://Doi.Org/10.21107/Agrovigor.V13i1.6070

Kementrian Pertanian. (2021). Pedoman Pengawasan Pupuk Dan Pestisida Tahun Anggaran 2021 (Pp. 1–97).

Peraturan Pemerintah No 23. (2021). Salinan Presioen Republik Indonesia. Https://Peraturan.Go.Id/Id/Pp-No-23-Tahun-2021

Yunianto, Kesuma Wijaya, N., & Sinurya, R. (2017). Efektivitas Dan Efisiensi Penggunaan Knapsack Sprayer Dan Knapsack Motor Pada Penyemprotan Gulma Di Perkebunan Kelapa Sawit. Citra Widya Edukasi, IX (1), 80–92.

Walid, L. F., & Susylowati. (2016). Pengaruh Konsentrasi Pupuk Organik Cair (POC) Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Varietas Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merill). Jurnal Ziraa’ah, 41(1), 84–96.

Diterbitkan

2024-03-25

Cara Mengutip

Gan, G. P. A., Woesono, H. B., & Falah, M. D. (2024). Pengaruh Tipe Knapsack dan Konsentrasi Herbisida Terhadap Efisiensi dan Efektivitas Kematian Gulma. AGROFORETECH, 2(1), 613–617. Diambil dari https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/1106

Terbitan

Bagian

Kehutanan

Citation Check

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 5 6 > >>