Pengaruh Kompos Pelepah terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit Main Nursery pada Jenis Tanah yang Berbeda

Penulis

  • Iman Safi'i Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Herry Wirianata Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Valensi Kautsar Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia

Kata Kunci:

Kelapa sawit, Main Nursery, Kompos Pelepah, Tanah Regosol, Tanah Latosol, Porositas Tanah

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi interaksi dan dampak berbagai dosis kompos pelepah kelapa sawit, yang diaplikasikan pada jenis tanah yang berbeda, terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di pembibitan utama (main nursery) serta terhadap karakteristik fisik tanah tertentu. Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan STIPER Agricultural Institute Yogyakarta yang berlokasi di Maguwoharjo (Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta) antara bulan November 2025 hingga Februari 2026. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial yang melibatkan dua faktor: dosis aplikasi kompos pelepah kelapa sawit (0, 200, 450, dan 700 g/bibit) dan jenis tanah (Regosol dan Latosol). Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak empat kali, sehingga menghasilkan total 32 tanaman. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) pada taraf signifikansi 5%, yang dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan (DMRT) pada taraf yang sama (5%) apabila ditemukan perbedaan yang nyata. Parameter yang diukur meliputi pertambahan tinggi, diameter batang, jumlah daun, biomassa tajuk segar dan kering, biomassa akar segar dan kering, volume akar, serta tekstur dan porositas tanah. Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya interaksi yang nyata antara dosis kompos dan jenis tanah terhadap parameter pertumbuhan vegetatif. Selain itu, baik dosis aplikasi kompos maupun jenis tanah tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap sebagian besar parameter pertumbuhan. Dosis 700 g cenderung meningkatkan porositas, dengan nilai sekitar 47% pada Regosol dan 48% pada Latosol. Kondisi curah hujan tinggi diduga menyebabkan pencucian hara sehingga respons pertumbuhan belum berbeda nyata

Referensi

Afriyanti, D., Hein, L., Kroeze, C., Zuhdi, M., & Saad, A. (2019). Scenarios for withdrawal of oil palm plantations from peatlands in Jambi Province, Sumatra, Indonesia. Regional Environmental Change, 19(4), 1201–1215. https://doi.org/10.1007/s10113-018-1452-1

Anhar, T. M. S., Sitinjak, R. R., Fachrial, E., & Pratomo, B. (2021). Respon Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit Di Tahap Pre-Nursery Dengan Aplikasi Pupuk Organik Cair Kulit Response To the Growth of Oil Palm Seeds in the Pre- Nursery Stage With the Application of Liquid Organic Fertilizer Kepok Banana Peels. Jurnal Ilmu Pertanian, 24(2), 94–99.

Ariyanti, M., Suherman, C., & Rosniawaty, S. (2021). Respons Pertumbuhan Bibit Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Akibat Pemberian Pupuk Kascing dan Pupuk NPK Berbeda Dosis. Agrosintesa Jurnal Ilmu Budidaya Pertanian, 3(2), 53. https://doi.org/10.33603/jas.v3i2.4512

Ilyasha, M., Mu`in, A., & Noviana, G. (2024). Pengaruh Macam dan Ketebalan Mulsa terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit di Pre Nursery dan Pertumbuhan Gulma. Agroforetech, 2(1), 38–41. https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/download/1057/675

Putinella, J. A. (2014). Perubahan Distribusi Pori Tanah Regosol Akibat Pemberian Kompos Ela Sagu Dan Pupuk Organik Cai. Buana Sains, 14(2), 123–129. https://jurnal.unitri.ac.id/index.php/buanasains/article/download/354/363

Putra, I., Effendi, I., Lukistyowati, I., Tang, U. M., Fauzi, M., Suharman, I., & Muchlisin, Z, A. (2020). Effect of different biofloc starters on ammonia, nitrate, and nitrite concentrations in the cultured tilapia Oreochromis niloticus system. F1000Research, 9, 1–13. https://doi.org/10.12688/f1000research.22977.3

Sinaga, A. E. A., Subiantoro, R., & Fatahillah. (2015). Pengaruh Penggunaan Kompos Pelepah Kelapa Sawit dengan Berbagai Mikroorganisme Lokal (MoL) dan Cara Aplikasinya terhadap Sifat Fisik Tanah dan Produksi Tembakau (Nicotiana tabacum L.) (Effect of the Use of Compost Frond Oil Palm with Local Microorganism a. Jurnal Agro Industri Perkebunan, 3(1), 11–20. https://doi.org/https://www.academia.edu/download/66304129/Emailing_15_Article_Text_27_1_10_20170317.pdf

Suminar, R., Suwarto, & Purnamawati, H. (2018). Pertumbuhan dan Hasil Sorgum di Tanah Latosol dengan Aplikasi Dosis Pupuk Nitrogen dan Fosfor yang Berbeda. Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy), 45(3), 271. https://doi.org/10.24831/jai.v45i3.14515

Yulianto, A. W., Sarman, & Swari, E. I. (2025). Pengaruh Pemberian Kompos Pelepah Kelapa Sawit Dan Pupuk Npkmg Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Eaeis Guineensis Jacq.) Di Pembibitan Utama. Jurnal Agroecotania : Publikasi Nasional Ilmu Budidaya Pertanian, 7(1), 29–45. https://doi.org/10.22437/agroecotania.v7i1.42015

Zainudin, Z.-, Kesumaningwati, R.-, & Nugrahini, T. (2020). Kompos Pelepah Kelapa Sawit dengan Bioaktivator Mol Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit untuk Perbaikan Sifat Kimia Tanah Lahan Sub Optimal. Ziraa’Ah Majalah Ilmiah Pertanian, 45(1), 54. https://doi.org/10.31602/zmip.v45i1.2535

Unduhan

Diterbitkan

2026-09-29

Cara Mengutip

Safi’i, I., Wirianata, H., & Kautsar, V. (2026). Pengaruh Kompos Pelepah terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit Main Nursery pada Jenis Tanah yang Berbeda. AGROFORETECH, 4(3), 1402–1407. Diambil dari https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2949

Terbitan

Bagian

Agroteknologi

Citation Check

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 5 6 7 8 9 > >>