Pengaruh Kombinasi Pupuk TSP dan Blotong terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit Main Nursery

Penulis

  • Tomy Situmorang Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Fariha Wilisiani Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Hangger Gahara Mawandha Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian INSTIPER Yogyakarta, Indonesia

Kata Kunci:

kelapa sawit, main nursery, pupuk TSP, Blotong, Jumlah Daun, Panjang akar

Abstrak

Pertumbuhan bibit kelapa sawit pada fase main nursery sangat dipengaruhi oleh ketersediaan unsur hara, khususnya fosfor, sehingga diperlukan pemupukan yang tepat dan efisien untuk mendukung pertumbuhan bibit. Penggunaan pupuk TSP sebagai sumber fosfor dan blotong sebagai bahan organik berpotensi meningkatkan ketersediaan hara sekaligus memperbaiki sifat media tanam, sehingga dapat menjadi alternatif pemupukan yang lebih berkelanjutan pada pembibitan kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi pupuk Triple Super Phosphate (TSP) dan blotong terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) pada fase main nursery. Penelitian dilaksanakan di Kebun Pendidikan dan Penelitian (KP-2) Institut Pertanian Stiper Yogyakarta menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah dosis pupuk TSP yang terdiri atas 0, 5, 10, dan 15 g/polibag, sedangkan faktor kedua adalah dosis blotong yang terdiri atas 0, 300, 600, dan 900 g/polibag. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, pH tanah, luas daun, volume akar, panjang akar, berat segar tajuk, berat kering tajuk, berat segar akar, dan berat kering akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi nyata antara dosis pupuk TSP dan dosis blotong terhadap seluruh parameter pertumbuhan bibit kelapa sawit yang diamati. Pemberian pupuk TSP berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, dengan dosis 10 g/polibag menghasilkan jumlah daun tertinggi. Sementara itu, pemberian blotong berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, pH tanah, dan panjang akar. Dosis blotong 300 g/polibag memberikan hasil terbaik pada jumlah daun dan panjang akar. Pada parameter lainnya, seperti tinggi tanaman, diameter batang, luas daun, volume akar, berat segar tajuk, berat kering tajuk, berat segar akar, dan berat kering akar, baik TSP maupun blotong tidak menunjukkan pengaruh nyata. Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan pupuk TSP dosis 10 g/polibag dan blotong dosis 300 g/polibag direkomendasikan untuk mendukung pertumbuhan bibit kelapa sawit pada fase main nursery.

Unduhan

Diterbitkan

2026-09-29

Cara Mengutip

Situmorang, T., Wilisiani, F., & Mawandha, H. G. (2026). Pengaruh Kombinasi Pupuk TSP dan Blotong terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit Main Nursery. AGROFORETECH, 4(3), 1270–1276. Diambil dari https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2871

Terbitan

Bagian

Agroteknologi

Citation Check

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 5 > >>