Pengaruh Komposisi Media Tanam terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.)

Penulis

  • Evan Valenxius Pardede Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Valensi Kautsar Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Abdul Mu,in Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian INSTIPER Yogyakarta, Indonesia

Kata Kunci:

bioslurry padat, cabai rawit, media tanam, pertumbuhan, sekam padi

Abstrak

Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura dengan nilai ekonomi dan kebutuhan pasar yang relatif tinggi. Namun, produktivitas tanaman cabai rawit masih perlu ditingkatkan melalui penerapan teknik penanaman yang tepat, seperti pemilihan media tanam yang dapat menyediakan unsur hara serta mendukung kondisi fisik media bagi pertumbuhan tanaman. Pemanfaatan sekam padi dan bioslurry padat sebagai bahan media tanam organik berpotensi memperbaiki sifat fisik dan kesuburan media. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari komposisi sekam padi dan bioslurry padat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit serta menentukan komposisi media tanam yang paling tepat. Penelitian dilaksanakan di KP2 Institut Pertanian STIPER, Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal yang terdiri atas enam perlakuan, yaitu M0 sebagai kontrol berupa 100% top soil; M1 dengan komposisi top soil, sekam padi, dan bioslurry padat sebesar 50%:25%:25%; M2 sebesar 40%:35%:25%; M3 sebesar 30%:30%:40%; M4 sebesar 20%:20%:60%; dan M5 sebesar 10%:20%:70%. Setiap perlakuan diulang sebanyak enam kali sehingga diperoleh 36 satuan percobaan. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) pada taraf nyata 5%. Apabila terdapat pengaruh nyata antarperlakuan, pengujian dilanjutkan menggunakan uji Tukey atau Honestly Significant Difference (HSD) pada taraf nyata 5%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan  media tanam sekam padi dan bioslurry padat memberikan pengaruh nyata terhadap beberapa parameter pertumbuhan dan produksi, yaitu jumlah daun, berat segar akar, berat buah per petikan dan total, jumlah buah per petikan, serta berat kering buah per petikan. Sementara itu, penggunaan media tanam sekam padi dan bioslurry padat tidak memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, diameter batang, panjang akar, berat segar tajuk, berat kering tajuk, dan berat kering akar. Komposisi media tanam 20% top soil:20% sekam padi:60% bioslurry padat merupakan komposisi yang paling tepat untuk mendukung pertumbuhan dan produksi tanaman cabai rawit.

Referensi

Fitriyah, A., Harmayani, R., Haryanto, H., Alimuddin, A., Mariani, Y., Kartika, N. M. A., Fajri, N. A., Permadi, H., Gunadi, S., Pamenang, G. D., Zaim Alyaminy, I. H. A., & Jamili, A. (2024). Kajian kandungan nutrisi bio-slurry limbah biogas dan pemanfaatannya sebagai pupuk organik di Desa Batu Kuta Lombok Barat. Baselang: Jurnal Ilmu Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Lingkungan, 4(2).

Haryuni, R., Latifah, R., Aziez, A. F., Suprapti, E., Dewi, T. S. K., & Sari, S. M. (2025). The effect of planting media and liquid organic fertilizer interval on the growth and yield of chili peppers. Agricultural Science, 8(2).

Ichwan, Budiyati, & Zulkarnain, E. (2021). Effect of biostimulants and media compositions on growth and yield of Capsicum annuum L. under drought stress conditions. Advances in Horticultural Science, 35(2), 129–137.

Karim, H., Arifin, A. N., & Suryani, A. I. (2016). Seleksi bakteri antagonis asal rizosfer tanaman cabai (Capsicum sp.) untuk menekan penyakit layu. Jurnal Sainsmat, 5(2), 152–156.

Lende, A. P., Lano, M. L., & Makaborang, M. (2026). Pengaruh komposisi media tanam terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai rawit. AGRONIMAL: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Peternakan, 4(1).

Mulu, T., Chala, B., Kassa, Y., Bhaskarwar, A. N., Amare, A., Nega, T., Adugna, M., Gedefaw, M., Alem, T., Adgo, T., Waldman, B., Freyer, B., Mustofa, S., Moges, Z., Zewdu, Z., Mulugeta, M., & Tibebe, D. (2026). Water hyacinth bio slurry: Characterization and application for enhancing soil fertility and teff crop yield. Scientific Reports, 16, Article 61168. https://doi.org/10.1038/s41598-026-61168-4

Mustikaningrum, D. (2023). Pengaruh aplikasi bio-slurry terhadap perbaikan sifat kimia tanah. RADIKULA, 2(2).

Nuke, Y., Ledheng, L., & Yustiningsing, M. (2021). Pengaruh komposisi media tanam organik arang sekam dan pupuk kotoran sapi terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup tanaman cabai merah (Capsicum annuum L.) dan cabai rawit (Capsicum frutescens L.). Bioma, 23(2), 125–132.

Nurilyas, F., & Supriatna, J. (2022). Budidaya tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.) di Kelompok Tani Katenzo Pangalengan.

Taisa, R., Purba, T., Sakiah, Herawati, J., Junaedi, A. S., Hasibuan, H. S., Junairiah, & Firgiyanto, R. (2021). Ilmu kesuburan tanah dan pemupukan. Yayasan Kita Menulis.

Wahyudi, D., Susana, R., & Zulfita, D. (2023). Pengaruh arang sekam padi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau pada tanah Podsolik Merah Kuning. Jurnal Pertanian Agros, 25(2), 1299–1307.

Unduhan

Diterbitkan

2026-09-29

Cara Mengutip

Pardede, E. V., Kautsar, V., & Mu,in, A. (2026). Pengaruh Komposisi Media Tanam terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.). AGROFORETECH, 4(3), 1247–1254. Diambil dari https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2860

Terbitan

Bagian

Agroteknologi

Citation Check

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 > >>