Pengaruh Jenis Tanah dan Bahan Pembenah Tanah pada Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit di Pre Nursery

Penulis

  • Ahmad Fauzi Maulana Harahap Program Studi Agroteknologi, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Candra Ginting Program Studi Agroteknologi, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Valensi Kautsar Program Studi Agroteknologi, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia

Kata Kunci:

Bibit Kelapa Sawit, Jenis Tanah, Pembenah tanah, Pre Nursery, Pertumbuhan Tanaman

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi interaksi antara jenis tanah dan bahan pembenah tanah terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis) di pre nursery. Tujuan utama penelitian ini adalah (1) mengetahui interaksi jenis tanah dan bahan pembenah tanah, (2) menentukan jenis tanah terbaik untuk pertumbuhan bibit kelapa sawit, serta (3) mengkaji pengaruh bahan pembenah tanah terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di pre nursery. Penelitian dilaksanakan di Kebun Pendidikan dan Penelitian (KP-2) Institut Pertanian Stiper Yogyakarta, dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor, yaitu jenis bahan pembenah tanah (P) dengan empat perlakuan (kontrol, pupuk kandang, pupuk m-bio, dan pupuk organik cair) dan jenis tanah (N) dengan dua perlakuan (regosol dan latosol). Setiap kombinasi perlakuan diulang empat kali, menghasilkan 32 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi yang signifikan antara jenis tanah dan bahan pembenah tanah terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di pre nursery. Namun, tanah regosol memberikan pengaruh yang lebih nyata terhadap tinggi tanaman, berat basah dan kering tanaman, serta volume akar dibandingkan dengan tanah latosol. Di sisi lain, jenis bahan pembenah tanah tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit pada semua parameter yang diukur. Berdasarkan hasil ini, tanah regosol direkomendasikan sebagai media tanam yang lebih efektif untuk bibit kelapa sawit di pre nursery, sementara penggunaan bahan pembenah tanah perlu dikaji lebih lanjut.

Referensi

Alkahfi, T. S., Rahayu, E., & ... (2023). Respon Bibit Kelapa Sawit terhadap Berbagai Macam Pupuk Organik pada Jenis Tanah yang Berbeda di Pembibitan Kelapa Sawit. … Forestry, and Technology …, 1, 934–939.

Brady, N., & Weil, R. (2002). The Nature and Properties of Soils, 13th Edition.By N. C. Brady and R. R. Weil. Agroforestry Systems, 54(3).

Kurniawan, H. (2019). Pemanfaatan Pupuk Organik Cair Kelapa Sawit dan Pupuk Hayati M-Bio Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Pada Tanaman Okra ( Abelmoschus esculentus L. Moench ).

Laoli, A. B., Suryanti, S., Rusmarini, U. K., Depok, K., Sleman, K., & Istimewa, P. D. (2023). Jurnal Pengelolaan Perkebunan kekeringan dengan aplikasi abu janjang kosong dan beberapa jenis. 4(1), 16–22.

Negara, I. D. G. J. (2023). PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri), 7(2). https://doi.org/10.31764/jmm.v7i2.13220

Prasetyo, U. B., Rohmiyati, S. M., & Hastuti, P. B. (2018). Pengaruh Dosis Pupuk Organik (Senyawa Humat) Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit Pada Jenis Tanah Yang Berbeda. Jurnal Agromast, 3(1), 1–10.

Pratama, J., Rohmiyati, S. M., & Setyawati, E. R. (2022). Pengaruh Dosis Solid Pada Lapisan Tanah Yang Berbeda Sebagai Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) Di Pre Nursery. Jurnal Pertanian Agros, 24(3), 1–23.

Risman. (2004). Pengaruh Pemakaian Pupuk Kandang Pada Tanah Regosol Kelabu Terhadap Erosi.

Rosa, R. N., & Zaman, S. (2017). Pengelolaan Pembibitan Tanaman Kelapa Sawit (Elais guineensis Jacq.) Di Kebun Bangun Bandar, Sumatera Utara. Buletin Agrohorti, 5(3), 325–333. https://doi.org/10.29244/agrob.v5i3.16470

Saptorini, & Kustiani, E. (2019). Pengaruh Dosis Pupuk Organik dan Komposisi Media Tanam terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sawi Jabung (Brassica juncea L.). Jurnal Agrinika : Jurnal Agroteknologi Dan Agribisnis, 3(1), 1–15. https://doi.org/10.30737/agrinika.v3i1.608

Suherman, C. (2007). Pengaruh Campuran Tanah Lapisan Bawah (subsoil) dan Kompos sebagai Media Tanam terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Kultivar Sungai Pancur 2 (SP 2) di Pembibitan Awal.

Sumarni, N., Rosliani, R., Basuki, R. S., & Hilman, Y. (2013). Respons Tanaman Bawang Merah terhadap Pemupukan Fosfat pada Beberapa Tingkat Kesuburan Lahan (Status P-Tanah). Jurnal Hortikultura, 22(2), 130. https://doi.org/10.21082/jhort.v22n2.2012.p130-138

Susanto, M. (2017). Pengaruh Konsentrasi Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit di Pre Nursery pada Beberapa Jenis Tanah yang Berbeda. Jurnal Agromast, 2(1).

Syahfitri, E. D. (2007). Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) di Pembibitan Utama Akibat Perbedaan Konsentrasi dan Frekuensi Pemberian Pupuk Pelengkap Cair. Jurnal Budidaya Pertanian, 1–3

Wicaksana, P. C., & Sulistyono, N. B. E. (2017). Aplikasi Pupuk Kandang Ayam dan Mikroorganisme Lokal (MOL) Daun Gamal Terhadap Produksi dan Mutu Benih Mentimun (Cucumis sativus L.). Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences, 1(1), 72–85. https://doi.org/10.25047/agriprima.v1i1.8

Unduhan

Diterbitkan

2025-03-18

Cara Mengutip

Harahap, A. F. M., Ginting, C., & Kautsar, V. (2025). Pengaruh Jenis Tanah dan Bahan Pembenah Tanah pada Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit di Pre Nursery . AGROFORETECH, 3(1), 157–162. Diambil dari https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/1788

Terbitan

Bagian

Agroteknologi

Citation Check

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 5 > >>