Respon Produksi Tanaman Kelapa Sawit (Elaies Guineensis) terhadap Anomali Cuaca
Kata Kunci:
anomali cuaca, El Nino, La Nina, curah hujan, produktivitas, kelapa sawitAbstrak
Fenomena El Nino dan La Nina adalah anomali cuaca yang bisa mengubah pola curah hujan sehingga berpotensi memengaruhi produktivitas kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak anomali cuaca terhadap curah hujan serta hubungan curah hujan dengan produktivitas kelapa sawit di PT. Kencana Amal Tani III. Penelitian menggunakan data sekunder periode 2015–2025 yang meliputi data suhu permukaan laut (SPL) atau sea surface temperature (SST), curah hujan, hari hujan, produksi tandan buah segar (TBS), berat janjang rata-rata (BJR), produktivitas, dan kejadian banjir. Analisis data menggunakan metode regresi linear sederhana dengan pendekatan time lag untuk mengetahui respon produktivitas terhadap perubahan curah hujan. Hasil analisis penelitian didapati bahwa El Nino menyebabkan penurunan curah hujan hingga 1.901 mm per tahun, sedangkan La Nina menyebabkan peningkatan curah hujan hingga 3.519 mm per tahun. Perubahan curah hujan tersebut berpengaruh terhadap produktivitas kelapa sawit. Hasil analisis regresi menunjukkan hubungan yang signifikan antara curah hujan dan produktivitas pada lag 0 (16 bulan) dengan nilai signifikansi 0,046 (p<0,05). Nilai koefisien determinasi (R²) meningkat dari 73,19% pada lag 0 menjadi 83,22% pada lag 1 dan 87,84% pada lag 2, yang menunjukkan bahwa pengaruh curah hujan terhadap produktivitas tidak terjadi pada tahun yang sama, tetapi semakin kuat setelah 20 bulan pasca kejadian anomali cuaca. Dengan demikian, perubahan curah hujan akibat anomali cuaca terbukti memengaruhi produktivitas kelapa sawit, sehingga informasi iklim perlu dimanfaatkan sebagai dasar dalam pengelolaan perkebunan untuk mengurangi risiko penurunan produksi.
Referensi
Ledoufij, Z., & Ali, M. (2012). Kajian awal musim hujan dan awal musim kemarau di indonesia. 1–8.
Harahap, W. N., Yuniasih, B., & Gunawan, S. (2023). Dampak La nina2021-2022 terhadap Peningkatan Curah Hujan. 7(1), 26–32.
Listia, E., Pradiko, I., Syarovy, M., Hidayat, F., Ginting, E. N., & Farrasati, R. (2015). Pengaruh Ketinggian Tempat terhadap Performa Fisiologis Tanaman Kelapa Sawit ( Elaeis Guineensis Jacq .) Effects of Altitude on Oil Palm ( Elaeis Guineensis Jacq .) Physiological Performance. 51, 33–42.
Nabilah, F., Prasetyo, Y., & Sukmono, A. (2017). Analisis Pengaruh Fenomena El Nino Dan La ninaTerhadap Curah Hujan Tahun 1998 - 2016 Menggunakan Indikator Oni (Oceanic Nino Index) (Studi Kasus: Provinsi Jawa Barat). Jurnal Geodesi Undip, 6(4), 402–412.
Ningsih, L., Sipayung, R., & Irsal, I. (2014). Pengaruh Curah Hujan Dan Hari Hujan Terhadap Produksi Kelapa Sawit Berumur 5, 10 Dan 15 Tahun Di Kebun Begerpang Estate Pt.Pp London Sumatra Indonesia, Tbk. Jurnal Agroekoteknologi Universitas Sumatera Utara, 2(3), 1141–1151.
Pahan, I. (2023). buku panduan lengkap Kelapa Sawit Manajemen Agribisnis dari Hulu hingga Hilir (Prayugo (ed.); Cet 4). Penebar Swadaya.
Pradiko, I., Rahutomo, S., & H. siregar, H. (2018). Mengenal anomali-anomali iklim dan efeknya terhadap produktivitas tanaman kelapa sawit di indonesia.
Sukarman, Wirianata, H., Budiharjo, K., Primananda, S., & Purwantisari, S. (2021). Estimation of Palm Bunch Production Based on Water Supply Analysis with Oil Palm Dissection Technique ( iklim ). Kondisi cekaman air berdampak terhadap penurunan produktivitas menyebabkan penur. 9, 291–299.
Tri, N., Mardia, M. A., Wirianata, H., & Yuniasih, B. (2025). Pengaruh Curah Hujan terhadap Produktivitas Kelapa Sawit. 3(September), 1711–1724.
Willy, M., Qadri, B., Gunawan, S., Kautsar, V., Agroteknologi, P. S., & Pertanian, F. (2022). Perbandingan Produktivitas Lahan Yang Terendam Air. 1(1), 1–10.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Citation Check
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


