Analisis Perbandingan Biaya Pengendalian Gulma Perkebunan Kelapa Sawit dengan Manual, Kimia, dan Sistem Integrasi Sapi Kelapa Sawit
Kata Kunci:
Biaya, Pengendalian, Gulma, Kelapa sawit, Manual, Kimia, SISKAAbstrak
Pengendalian gulma merupakan salah satu kegiatan pemeliharaan yang memerlukan biaya operasional cukup besar pada perkebunan kelapa sawit. Perbedaan metode pengendalian menyebabkan perbedaan kebutuhan tenaga kerja, penggunaan bahan, dan biaya operasional sehingga diperlukan analisis biaya sebagai dasar dalam menentukan metode yang lebih ekonomis. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan biaya pengendalian gulma menggunakan metode manual, kimia, dan sistem integrasi sapi kelapa sawit (SISKA). Penelitian dilaksanakan di PT Equalindo Makmur Alam Sejahtera, Estate Rahayu, Kecamatan Telen, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur pada Januari–Maret 2025. Penelitian menggunakan data sekunder yang diperoleh dari dokumen operasional perusahaan meliputi biaya tenaga kerja, penggunaan bahan, biaya operasional, luas areal, dan rotasi pengendalian gulma. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan membandingkan total biaya dan biaya pengendalian per hektar pada masing-masing metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode manual memiliki biaya pengendalian gulma paling rendah, yaitu sebesar Rp432.622.193,95/tahun atau Rp1.243.167,22/ha/tahun, sedangkan metode kimia memiliki biaya tertinggi sebesar Rp926.687.532,38/tahun atau Rp2.663.194,35/ha/tahun. Metode SISKA memerlukan biaya sebesar Rp596.927.280,00/tahun atau Rp1.715.308,28/ha/tahun, sehingga 35,59% lebih rendah dibandingkan metode kimia, namun 37,98% lebih tinggi dibandingkan metode manual. Dengan demikian, metode manual merupakan metode dengan biaya pengendalian terendah, sedangkan SISKA menjadi alternatif yang lebih ekonomis dibandingkan metode kimia serta berpotensi mendukung pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang lebih berkelanjutan.
Referensi
Ahmad, S. W. (2017). Model simbiosis mutualisme sawit-sapi di Kecamatan Wiwirano, Sulawesi Tenggara. Seminar Nasional Riset Kuantitatif Terapan, April, 144–151. http://download.garuda.kemdikbud.go.id/article.php?article=758412&val=12143&title=model simbiosis mutualisme sawit-sapi di kecamatan wiwirano sulawesi tenggara
Ariansyah, S., Mawandha, H. G., & Tarmadja, S. (2023). Pengaruh Cara Aplikasi dan Jenis Herbisida terhadap Gulma Anak Kelapa Sawit di Perkebunan Kelapa Sawit. Agroforetech, 1(3), 1820–1826.
Edwina, S., Jum’atri, Y., Yusmini, & Evi, M. (2019). Kajian perbandingan produktivitas dan pendapatan perkebunan pola sistem integrasi sapi dan kelapa sawit (SISKA) dengan perkebunan tanpa pola SISKA di Kabupaten Siak. Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis, 5(1), 90–103.
Elfis. (2024). AGROFORESTRI. UIR Press.
Jumanto, D., Mu’in, A., & Mawandha, H. G. (2024). Berbagai cara pengendalian gulma anak kayu dan anak sawit pada perkebunan kelapa sawit dengan cara mekanis dan kimiawi. Jurnal Agroforetech, 1–30.
Nasution, P. N. F., Rosanti, D., & Dahlianah, I. (2021). Komposisi dan struktur komunitas gulma pada perkebunan kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di daerah Arau Bintang Kota Bengkulu. Indobiosains, 3(1), 31. https://doi.org/10.31851/indobiosains.v3i1.4482
Prasetio, A. A., & Wicaksono, K. P. (2017). Efikasi tiga jenis herbisida pada pengendalian gulma di Tanaman Karet (Hevea brasiliensis Muel. Arg.) belum menghasilkan. Plantropica Journal of Agricultural Science. 2017, 2(2), 100–107.
Sofian, muhammad yunus, Dalimunthe, windi mayani, Nasyaa, sultan rasy, & Nasution, J. (2023). Pengaruh peralihan perkebunan karet dan kelapa sawit terhadap perekonomian masyarakat Kabupaten Labuhan Batu Selatan. Jurnal Ilmu Manajemen, Ekonomi Dan Kewirausahaan, 1(1), 123–141.
Sumantri, B., Mu’in, A., & Mawadha, H. G. (2024). Perbandingan Pengendalian Gulma Piringan Manual dan Mekanisdi Daerah Aliran Sungai Perkebunan Kelapa Sawit. Agroforetech, 2(1), 1170–1175.
Sumekar, Y. (2022). Efektivitas Campuran Herbisida Saflufenacil 250 g/l + Trifludimoxazin 125 g/l Terhadap Gulma Pada Pertanaman Kelapa Sawit Belum Menghasilkan. Proceedings Series on Physical & Formal Sciences, 4(2019), 453–460. https://doi.org/10.30595/pspfs.v4i.536
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Citation Check
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


