Pengaruh Dosis Pupuk Kandang Kambing dan Pupuk P (Pospor) terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terong Ungu

Penulis

  • Andreas Parulian Sipahutar Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, INSTIPER Yogyakarta , Indonesia
  • Enny Rahayu Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, INSTIPER Yogyakarta , Indonesia
  • Ety Rosa Setyawati Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, INSTIPER Yogyakarta , Indonesia

Kata Kunci:

Terung Ungu, Pupuk Kandang Kambing, Pupuk Sp-36, Pertumbuhan Tanaman, Hasil Tanaman

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pupuk P SP-36 dan pupuk kandang organik terhadap pertumbuhan dan hasil panen tanaman terong ungu. Penelitian ini dilakukan di KP 2 Sopalan, Institut Pertanian STIPER, Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan percobaan faktorial dengan dua faktor dalam Rancangan Acak Lengkap (RUPS). Pupuk kandang, yang tersedia dalam tiga tingkatan—0 g, 730 g, dan 1460 g per tanaman—merupakan faktor pertama. Pupuk P SP-36, yang tersedia dalam tiga tingkatan—0 g, 4,2 g, dan 8,4 g per tanaman—merupakan faktor kedua. Sembilan kombinasi perlakuan dengan enam ulangan diperoleh, sehingga menghasilkan 54 unit percobaan. Tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, diameter batang, berat segar dan berat kering tajuk, volume akar, panjang akar, berat segar dan berat kering akar, jumlah bunga, jumlah buah, berat buah per tanaman, waktu berbuah, dan ukuran buah merupakan beberapa parameter yang dicatat. Analisis varians (ANOVA) digunakan untuk menilai data penelitian pada tingkat signifikansi 5%. Jika ditemukan perbedaan yang signifikan, uji DMRT dilakukan pada tingkat 5%. Pupuk kandang dan pupuk P SP-36 tidak secara signifikan memengaruhi sebagian besar metrik pertumbuhan atau hasil tanaman terong ungu, menurut data, meskipun secara signifikan memengaruhi diameter buah rata-rata. Tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, volume akar, berat akar, jumlah buah, dan berat buah per tanaman semuanya sangat dipengaruhi oleh pupuk kandang, dengan dosis optimal 730 g per tanaman. Pada dosis optimal 4,2 g per tanaman, pupuk P SP-36 memiliki dampak yang substansial pada panjang buah rata-rata, waktu berbuah, dan berat segar tajuk. Berdasarkan temuan penelitian, dapat dikatakan bahwa pemberian pupuk kandang dan pupuk P SP-36 dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman terong ungu pada beberapa kriteria, meskipun sebagian besar metrik tidak menunjukkan interaksi yang signifikan antara kedua perlakuan tersebut. Metode terbaik untuk meningkatkan perkembangan dan produktivitas tanaman terong ungu adalah dengan mengaplikasikan 730 g pupuk kandang kambing dan 4,2 g pupuk P SP-36 per tanaman.

Referensi

Agus, C., Faridah, E., Wulandari, D., & Purwanto, H. (2014). Peran mikroba starter dalam dekomposisi kotoran ternak dan perbaikan kualitas pupuk kandang. Jurnal Manusia Dan Lingkungan, 21(2), 179–187.

Asnawi, B., Nafery, R., & Sari, A. P. (2019). Respon tanaman terong ungu (Solanum melongena L.) akibat pemberian pupuk organik cair MOL daun gamal (Gliricidia sepium (Jacq.) Kunth ex Walp.) terhadap pertumbuhan dan hasil. Jurnal Triagro, 3(1). https://doi.org/10.36767/triagro.v3i1.554

Brady, N. C., & Weil, R. R. (2016). The Nature and Properties of Soils (15th ed.). Pearson.

Dewi, W. (2016). Respon dosis pupuk kandang kambing terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun (Cucumis sativus L.) varietas hibrida. Journal Viabel Pertanian, 10(2), 11–29.

Djafar, A., & Lamusu, D. (2019). Pengaruh pemberian pupuk organik sampah pasar terhadap pertumbuhan tanaman terong ungu (Solanum melongena L.). Babasal Agrocyc Journal, 1(1), 1–6.

Farida, N., & Puryani, I. (2021). Pengaruh jenis pupuk kandang dan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung. Jurnal Agroteknologi, 15(3), 26–36.

Havlin, J. L., Tisdale, S. L., Nelson, W. L., & Beaton, J. D. (2014). Soil Fertility and Fertilizers: An Introduction to Nutrient Management (8th ed.). Pearson.

Setiawan, M. B., Mariyono, & Junaidi. (2021). Respon produktivitas tanaman terong ungu (Solanum melongena L.) terhadap pemberian pupuk urea. Jintan: Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional, 1(1), 1. https://doi.org/10.30737/jintan.v1i1.1386

Sihotang, S., Manurung, M., Halawa, E., Alfazri, I., Tarigan, N., Purba, F., Siregar, Y., & Aldy, M. (2023). Isolasi bakteri endofit pada daun terong ungu (Solanum melongena L.). Agrotekma: Jurnal Agroteknologi Dan Ilmu Pertanian, 7(2), 66–71. https://doi.org/10.31289/agr.v7i2.10005

Sutedjo, M. M. (2010). Pupuk dan Cara Pemupukan. Rineka Cipta.

Taiz, L., Zeiger, E., Møller, I. M., & Murphy, A. (2015). Plant Physiology and Development (6th ed.). Sinauer Associates.

Trivana, L., Pradhana, A. Y., & Manambangtua, A. P. (2017). Optimalisasi waktu pengomposan pupuk kandang dari kotoran kambing dan debu sabut kelapa dengan bioaktivator EM4. Jurnal Sains & Teknologi Lingkungan, 9(1), 16–24. https://doi.org/10.20885/jstl.vol9.iss1.art2

Zulkifli, T. B. H., Tampubolon, K., Nadhira, A., Berliana, Y., Wahyudi, E., Razali, & Musril. (2020). Analisis pertumbuhan, asimilasi bersih dan produksi terung (Solanum melongena L.) akibat dosis pupuk kandang kambing dan pupuk NPK. Jurnal Agrotek Tropika, 8(2), 295–310.

Unduhan

Diterbitkan

2026-03-31

Cara Mengutip

Sipahutar, A. P., Rahayu, E., & Setyawati, E. R. (2026). Pengaruh Dosis Pupuk Kandang Kambing dan Pupuk P (Pospor) terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terong Ungu. AGROFORETECH, 4(1), 308–316. Diambil dari https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2486

Terbitan

Bagian

Agroteknologi

Citation Check

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 > >>