Pengaruh Cocopeat sebagai Campuran Media Tanam pada Beberapa Kedalaman Tanah (Top Soil, Sub Soil) terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guinensis Jacq) di Main Nursery
Kata Kunci:
Main Nursery, Top Soil, Sub Soil, CocopeatAbstrak
Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) termasuk komoditas perkebunan unggulan yang berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Tingginya produktivitas tanaman dipengaruhi oleh mutu bibit, sedangkan kualitas bibit sendiri sangat bergantung pada kondisi media tanam. Salah satu kendala utama yang sering ditemui ialah keterbatasan ketersediaan top soil sebagai media utama pada pembibitan, sehingga diperlukan alternatif lain, salah satunya dengan memanfaatkan cocopeat sebagai bahan campuran. Cocopeat memiliki kemampuan menyimpan air, menjaga kelembapan, serta memperbaiki aerasi tanah, sehingga berpotensi meningkatkan kualitas media tanam. Dengan latar belakang tersebut, penelitian ini dilaksanakan untuk menilai pengaruh pemanfaatan cocopeat pada beragam kedalaman tanah terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di fase main nursery. Kegiatan penelitian berlangsung di KP2 INSTIPER yang berlokasi di Kalikuning, Desa Wedomartani, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, mulai tanggal 28 April sampai 28 Juli 2025 selama 12 minggu. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, yaitu kedalaman tanah (top soil 0–15 cm, top soil 15–30 cm, sub soil 30–45 cm, dan sub soil 45–60 cm) serta persentase cocopeat (25%, 50%, dan 75%), masing-masing dengan 4 ulangan. Pengamatan dilakukan terhadap berbagai parameter, antara lain tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, luas daun, berat segar dan kering tajuk, berat segar dan kering akar, volume akar, panjang akar, serta kadar klorofil daun. Analisis data menggunakan sidik ragam (ANOVA) pada taraf nyata 5%, dengan uji lanjutan DMRT jika ditemukan pengaruh yang signifikan. Hasil menunjukkan interaksi nyata antara tingkat penggunaan cocopeat dan kedalaman tanah terhadap diameter batang serta luas daun. Kombinasi media top soil pada kedalaman 0–30 cm dengan campuran cocopeat 25–50% menghasilkan pertumbuhan bibit terbaik dibandingkan dengan penggunaan sub soil 30–60 cm dan campuran cocopeat 75%. Hal ini terlihat dari peningkatan tinggi tanaman, diameter batang, jumlah serta luas daun, bobot tajuk, panjang dan volume akar, serta kandungan klorofil daun.
Referensi
Andi, S., Akbar, A., Alwi, A. L., & Galuh, D. (2024). Pengaruh Top Soil , Cocopeat , Pupuk Kandang Sapi Terhadap Pertumbuhan Bibit Kopi Robusta The Effect of Top Soil , Cocopeat , Cow Manure on the Growth of Robusta Coffee Seedlings. Prosiding, 510–518.
Arianti, S., Fitry Ramanda, R., Produksi Tanaman Perkebunan, T., Negeri Ketapamng, P., Pengajar Program Studi, S. D., & Negeri Ketapang Jalan Rangga Sentap-Dalong Ketapang, P. (2024). Respon Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma Cacao L) Dengan Kombinasi Pupuk Kandang Dan Cocopeat Pada Media Podsolik Merah Kuning Growth Response Of Cocoa Seedlings (Theobroma Cacao L) With A Combination Of Manure And Cocopeat On Red Yellow Podsolic Media. JAP: Journal of Agro Plantation, 03(02), 2803–7097.
Irawan, A., & Hidayah, N. (2014). Kesesuaian Penggunaan Cocopeat Sebagai Media Sapih Pada Politube Dalam Pembibitan Cempaka ( Magnolia elegans ( Blume .) H . Keng ) Suitability Of Cocopeat As A Transplanting Media In The Polytube Of Magnolia elegans ( Blume .) H . Keng SEEDLINGS. Jurnal WASIAN, 1(2), 73–76.
Maryani, A. T., Saputra, S. I., & Salim, H. (2025). Pengaruh Pemberian Cocopeat dan NPKMg (15:15:6:4) Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit Di Pembibitan Utama. Jurnal Agroecotania : Publikasi Nasional Ilmu Budidaya Pertanian, 7(2), 1–13. https:// doi.org/ 10.22437/ agroecotania. v7i2.41308
Pandjaitan, C. T. B., Juwaningsih, E. H. A., & Jemian, Y. E. (2023). Pengaruh Komposisi Media Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kubis Bunga. In Prosiding Seminar Nasional Hasil-Hasil Penelitian, 6(1), 46–53.
Pratama, J., Rohmiyati, M., & Setyawati, R. (2022). Pengaruh Dosis Solid Pada Lapisan Tanah Yang Berbeda Sebagai Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq). Jurnal Pertanian Agros , 24(No. 3), 1292–1302.
Rosniawaty, S., Maulina, A., Suherman, C., Soleh, M. A., & Sudirja, R. (2020). Modifikasi Penggunaan Subsoil Melalui Penambahan Bahan Organik Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Bibit Kopi Arabika (Coffea Arabica L.). Paspalum: Jurnal Ilmiah Pertanian, 8(1), 37. https:// doi.org/ 10.35138/paspalum.v8i1.157
Sari Murni, W., & Purnamayani, R. (2019). Upaya Efisiensi dan Peningkatan Ketersediaan Nitrogen dalam Tanahpada Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L) melaluiPemberian Mikoriza Arbuskular. Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal 2019, September, 186–191.
Sijabat, A., Gresnay, D., Rahayu, E., & Himawan, A. (2023). Pengaruh Aplikasi Pupuk Organik Cair ( POC ) terhadap Bibit Kelapa Sawit Pre Nursery pada Bagian Lapisan Tanah Top Soil dan Sub Soil. Jurnal Agroforetech, 1(2), 920–927.
Yuliani, F. (2019). Implementasi Kebijakan Penguatan Kelembagaan Perkebunan Sawit Rakyat Pada Lahan Gambut. Jurnal Kebijakan Publik, 10(1), 33. https:// doi.org/1 0.31258/jkp.10.1.p.33-40
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Citation Check
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 AGROFORETECH

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


