Kajian Status Hara pada Tanah Gambut dan Mineral Pengaruhnya terhadap Produktivitas Tanaman Kelapa Sawit di PT. Eka Dura Indonesia
Kata Kunci:
Gambut, Kelapa sawit, Mineral, Produktivitas, Unsur HaraAbstrak
Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) merupakan komoditas utama yang memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Dalam pengembangannya, kelapa sawit ditanam pada tanah mineral dan tanah gambut. Status hara tanah adalah kondisi ketersediaan hara (nutrisi) dalam tanah yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan produktivitas tanaman secara umum status hara tanah mineral lebih tinggi dibandingkan tanah gambut, walau pada kondisi tertentu dapat terjadi sebaliknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji status hara pada tanah mineral dan tanah gambut terhadap produktivitas kelapa sawit. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan 2 tahap, survey pendahulu dilakukan untuk menentukan lokasi penelitian dan survey utama dilakukan untuk mendapatkan data, baik data primer maupun data sekunder, data yang dibutuhkan meliputi data Leaf Sampling Unit (LSU), Soil Sampling Unit (SSU), Produksi, iklim, keragaman agronomi dan analisis tanah. Parameter dari penelitian ini adalah kandungan unsur hara pada tanah, unsur hara yang diserap tanaman, jumlah berat tonase, berat janjang rata-rata, karakter agronomi, pH tanah dan status kesuburan tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status hara pada tanah mineral lebih tinggi dari pada ditanah gambut, sedangkan produktivitasnya yaitu tonase dan BJR seiring dengan status unsur hara yang tersedia ditanah mineral dan gambut, yatitu lebih tinggi ditanah mineral dari pada ditanah gambut.
Referensi
Ainun, A., Walida, H., Dalimunthe, B. A., & Rizal, K. (2021). Status Hara Serapan Kalium Pada Tanaman Kelapa Sawit Di Desa Perlabian Kecamatan Kampung Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Ziraa’Ah, 46(2), 193–198.
Ardiansyah, Adam, D. H., Dalimunthe, B. A., & Walida, H. (2022). Karakteristik Sifat Kimia Tanah Gambut di Lahan Kelapa Sawit di Desa Tanjung Medan Kabupaten Labuhanbatu Selatan Chemical Characteristics of Peat Soil in Palm Oil Land in Tanjung Medan Village, Labuhanbatu Selatan Regency. Jurnal Pertanian Agros, 24(2), 852–858.
Armita, D., Wahdaniyah, W., Hafsan, H., & Al Amanah, H. (2022). Diagnosis Visual Masalah Unsur Hara Esensial Pada Berbagai Jenis Tanaman. Teknosains: Media Informasi Sains Dan Teknologi, 16(1), 139–150. https://doi.org/10.24252/teknosains.v16i1.28639
Hilmi, R. Z., Hurriyati, R., & Lisnawati. (2018). Peranan Pupuk Nitrogen dan Fosfor pada Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Belum Menghasilkan Umur Tiga Tahun. 3(2), 91–102.
Muliyah, P. (2020). Analisis Produksi Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Afdeling 5 Unit Usaha Solok Selatan PT. PERKEBUNAN NUSANTARA VI. Journal GEEJ, 7(2).
Nadeak, F. H., Dyah, W., Parwati, U., Kautsar, V., Agroteknologi, P. S., Pertanian, F., & Hulu, K. K. (2019). Kajian Perbedaan Pertumbuhan Karakter Agronomi dan Produktivitas Kelapa Sawit Pada Kerapatan Tanam Yang Berbeda. XX.
Neti Suriana. (2019). Budi Daya Tanaman Kelapa Sawit.
Siregar, R. M. (2021). Nutrient Calcium (Ca 2+ ) Analysis of Oil Palm (Elaeis guineensis) Leaves in North Sumatera Area by Spectrophotometry. Jurnal Pembelajaran Dan Biologi Nukleus, 7(1), 248–252.
Sukmawan, Y., , S., & , S. (2016). Peranan Pupuk Organik dan NPK Majemuk terhadap Pertumbuhan Kelapa Sawit TBM 1 di Lahan Marginal. Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy), 43(3), 242. https://doi.org/10.24831/jai.v43i3.11251
Zulfikri, S., Rohmiyati, S. M., & Y. Th. Maria Astuti. (2017). Produktivitas Kelapa Sawit Pada Lahan Mineral Lempung & Pasiran. Jurnal Agromast, 2(2), 1–13.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Citation Check
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 AGROFORETECH

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


