Persepsi Pengunjung Terhadap Hutan Mangrove di Kawasan Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk Jakarta Utara
Kata Kunci:
perspesi, pengunjung, mangrove, taman, wisata, alam, angke, kapuk, jakarta, utaraAbstrak
Hutan mangrove adalah suatu ekosistem yang berkembang atau tumbuh di sekitar wilayah pesisir tropis dan sub tropis, khususnya pada wilayah pasang surut air laut. Hutan ini terbagi dari beberapa jenis pohon yang dapat hidup dilingkungan yang berkumput, asin, atau tergenang air secara berkala. Mangrove berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, contoh seperti melindungi dari erosi, menjadi habitat tempat tinggal berbagai flora dan fauna, dan mangrove dapat menyerap karbon dioksida sehingga mangrove dapat berkontribus dalam perubahan iklim (Wulandari et al., 2024).Sebagai kawasan wisata, Taman Wisata Alam (TWA) Mangrove Angke Kapuk, fungsi konservasi mangrove sangat dipengaruhi oleh persepsi dan dukungan dari masyarakat sekitar atau pengunjung kawasan. persepsi positif dapat mendukung kemajuan lingkungan, sedangkan persepsi negatif dapat meningkatkan ancaman terhadap kelestarian hutan mangrove. Metode yang digunakaan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Parameter yang diamati adalah tentang persepsi pengunjung terhadap aspek sosial, aspek ekologi, aspek ekonomi. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui persepsi pengunjung terhadap keberadaan hutan mangrove di TWA Mangrove Angke Kapuk, (Aspek sosial, aspek ekonomi, aspek ekologi). Metode yang digunakaan pada penelitian ini adalah purposive sampling yaitu Teknik pengambilan sampel dengan cara menilai sendiri kepada sampel populasi yang dipilih. Persepsi pengunjung terhadap keberadaan hutan mangrove di kawasan TWA Angke kapuk, Jakarta utara. Dari aspek sosial adalah sangat baik dengan rata-rata skor keseluruhan 4,33, dari aspek ekologi adalah baik dengan rata-rata skor keseluruhan 4,03, dan dari aspek ekonomi adalah baik dengan rata-rata skor keseluruhan 4,16.
Referensi
Djawa, V. W., Pani, E., & Semiun, C. G. (2025). Keanekaragaman Jenis Mangrove di Kawasan Ekowisata Mangrove Kolam Susuk Kabupaten Belu (Vol. 6). Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi.
Elfina, Y., Sukendi, S., Efriyeldi, E., Sutikno, A., & Syahza, A. (2025). Community-Based Mangrove Forest Development as an Ecotourism Area to Improve Community Welfare. E3S Web of Conferences, 611. https://doi.org/10.1051/e3sconf/202561104001
Gajjar, J., Prajapati, B., & Solanki, H. (2022). Peer-Reviewed, Multidisciplinary & Multilingual Journal A REVIEW ON MANGROVES AND ITS THREATS. http://vidyajournal.org
Prinasti, N. K. D., Dharma, I. G. B. S., & Suteja, Y. (2020). Struktur Komunitas Vegetasi Mangrove Berdasarkan Karakteristik Substrat di Taman Hutan Raya Ngurah Rai, Bali. Journal of Marine and Aquatic Sciences, 6(1), 90–99.
Rahmat, Jalaluddin (2011).“Psikologi Komunikasi” (Bandung: Remaja Rosdakarya,2011),51.
Sofiani. (2024). 3859-Article Text-28623-1-10-20240307. Strategi Pengelolaan Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk Jakarta Melalui Konsep Ekowisata.
Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sulung, U., & Muspawi, M. (2024). Memahami Sumber Data Penelitian: Primer, Sekunder, dan Tersier. Jurnal Edu Research, 5(3), 110–116.
Wulandari, Cahyo, Laila Mei Marwadani, Gesti Nola Salsabila, Azzam Rafif Santoso, & Nur Azis. (2024). Mangrove untuk Ekosistem Sehat dan Ekonomi Tangguh: Solusi Berkelanjutan di Tengah Perubahan Iklim (KKN-PPM UGM 2024 JT-013 Wedung, Demak). Jurnal Pengabdian, Riset, Kreativitas, Inovasi, Dan Teknologi Tepat Guna, 2(2), 381–393. https://doi.org/10.22146/parikesit.v2i2.17427
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Citation Check
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 AGROFORETECH

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


