Pengaruh Blotong sebagai Campuran Media Tanam pada Tanah Pasir dan Lempung, dan Dosis Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Edamame (Glycine max L. Merill)

Penulis

  • Faizal Akbar Firmansyah Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Sri Manu Rohmiyati Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Ety Rosa Setyawati Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia

Kata Kunci:

Edamame, Blotong, Media Tanam, Tanah Lempung, NPK, Tanah Pasir

Abstrak

Penelitian berikut bermaksud guna mengetahui pengaruh blotong sebagai  campuran media tanam pada tanah pasir dan lempung, dan dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman edamame (Glycine max L. Merill). telah  dilaksanakan di Kebun Pendidikan dan Penelitian (KP2) INSTIPER Yogyakarta di Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta, pada bulan April hingga juli. Penelitian berikut menerapkan metode percobaan faktorial dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri atas dua factor, yaitu komposisi media tanam dengan 5 aras  perbandingan volume yang sama yakni (tanah pasir, tanah lempung latosol, tanah pasir + blotong, tanah lempung latosol + blotong, serta tanah pasir + lempung latosol + blotong), dan dosis pupuk NPK dengan 3 aras dosis (5 g/polybag , 7,5 g/polybag serta 10 g/polybag), berdasar pada dua aspek itu didapat 15 (5x3)  kombinasi perlakuan dan tiap-tiap perlakuan dilaksanakan 5 ulangan. Jumlah bibit edamame yang dibutuhkan untuk percobaan : 15 x 5 = 75 bibit. Temuan penelitian dianalisis dimana sidik ragam yang tarafnya 5%. Perlakuan yang berdampak nyata diuji lanjut dengan DMRT taraf 5%. Temuan analisis mengindikasi tidak terdapat interaksi nyata diantara macam media tanam dan dosis pupuk NPK. Penggunaan media tanah regosol+blotong memberi hasil terbaik, sementara pemberian pupuk NPK dosis 5 g, 7,5 g, serta 10 g berpengaruh sama pada semua parameter pertumbuhan serta hasil tanaman kedelai edamame.

Referensi

Agustina, L. (1993). Nutrisi Tanaman. Rineka Cipta. Jakarta

Hanafiah, kemas ali. (2010). DASAR-DASAR ILMU TANAH. Rajawali Pers.

Hardiyanti, R. A., Hamzah, H., & Andriani, A. (2022). Pengaruh penambahan pupuk NPK pada bibit merbau darat. Jurnal Silva Tropika, 6(1), 15–22.

Hardjowigeno, S. (2003). Ilmu Tanah. In Akademika Pressindo. Akademika Pressindo.

Leovici. (2012). Pemanfaatan Blotong pada Budidaya Tebu ( Saccharum officinarumL.) di Lahan Kering. Program Studi Agronomi. Jurusan Budidaya Pertanian. Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Makalah tidak di publikasikan.

Pambudi, S. (2013). Budidaya dan khasiat kedelai edamame camilan sehat dan multi manfaat. Pustaka Baru Press.

Prado, R. D. M., Caione, G., & Campos, C. N. S. (2013). Filter cake and vinasse as fertilizers contributing to conservation agriculture. Applied and Environmental Soil Science, 2013(Table 1). https://doi.org/10.1155/2013/581984

Ramadhani, M., F. Silvina, & Armaini. (2016). PEMBERIAN PUPUK KANDANG DAN VOLUME AIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI EDAMAME (Gycine max (L.) Merril). J. Om Faperta, 3(1), 1–3.

Rosmarkam, A. dan Yuwono, N. W. (2002). Ilmu Kesuburan Tanah. Kanisius. Kanisius.

Sutanto, R. (2005). Dasar – Dasar Ilmu Tanah Konsep Dan Kenyataan. In Kanisius. Kanisius.

Wijaya, K. A. (2008). Nutrisi tanaman : sebagai penentu kualitas hasil dan resistensi alami tanaman. Prestasi Pustaka.

Unduhan

Diterbitkan

2026-03-31

Cara Mengutip

Firmansyah, F. A., Rohmiyati, S. M., & Setyawati, E. R. (2026). Pengaruh Blotong sebagai Campuran Media Tanam pada Tanah Pasir dan Lempung, dan Dosis Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Edamame (Glycine max L. Merill). AGROFORETECH, 4(1), 181–186. Diambil dari https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2437

Terbitan

Bagian

Agroteknologi

Citation Check

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 5 6 7 8 9 > >>