Pengaruh Macam dan Dosis Bahan Pembenah Tanah Pasir Pantai terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit di Pre Nursery

Penulis

  • Fahri Ramadhani Program Studi, Agroteknologi, Fakultas Pertanian, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Enny Rahayu Program Studi, Agroteknologi, Fakultas Pertanian, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia
  • Sri Suryanti Program Studi, Agroteknologi, Fakultas Pertanian, INSTIPER Yogyakarta, Indonesia

Kata Kunci:

Kelapa Sawit, bahan organik, tanah pasir pantai, pre nursery

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh jenis dan dosis bahan pembenah tanah terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di tahap pre-nursery, khususnya pada tanah pasir pantai. Penelitian dilakukan di Kebun Pendidikan dan Penelitian (KP2) Institut Pertanian Stiper Yogyakarta pada Maret–Mei 2025 dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial. Faktor yang diuji meliputi jenis bahan organik (pupuk kandang sapi, pupuk kompos, pupuk kascing, dan sekam bakar) dan dosis bahan organik (0%, 10%, 25%, dan 50% volume), dengan setiap kombinasi perlakuan diulang tiga kali. Parameter yang diamati mencakup tinggi bibit, jumlah daun, berat segar dan kering bibit, berat segar dan kering tajuk, berat kering akar. Analisis data dilakukan menggunakan sidik ragam pada taraf 5%, dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) bila terdapat pengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi nyata antara macam bahan organik dan dosis (% volume) bahan organik terhadap bibit kelapa sawit di Pre Nursery. Macam bahan organik tidak memberikan pengaruh yang nyata terhdap pertumbuhan bibit kelapa sawit di Pre Nursery. Dosis 50% sekam bakar memberikan hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan dosis 0%, 10%, dan 25% terhadap jumlah daun bibit kelapa sawit.

Referensi

Abidin, A. Z., Rusmarini, U. K., & Kristalisasi, E. N. (2025). Pengaruh pemberian biochar dan volume PGPR terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di pre nursery. Jurnal Agroteknologi Instiper, 3(1), 220–224.

Asep. (2020). Pemanfaatan Arang Aktif dalam Pengendalian Residu Pestisida di Tanah: Prospek dan Masalahnya. Jurnal Sumberdaya Lahan, 14(1), 49–62.

Astuti, R., Sari, D. P., & Anggraini, L. (2022). Pengaruh pemberian bahan organik terhadap perbaikan sifat kimia tanah dan pertumbuhan tanaman. Jurnal Ilmu Tanah Dan Lingkungan, 24(2), 115–123.

Brady, N. C., & Weil, R. R. (2002). The Nature and Properties of Soils. Upper Saddle River, NJ: Prentice Hall.

Ditjenbun (2023). Statistik Perkebunan Indonesia: Kelapa Sawit 2023. Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Ekawati, N., & Romadhoni, M. A. (2023). Pemanfaatan vermikompos untuk meningkatkan pertumbuhan bibit tanaman perkebunan. Jurnal Agroteknologi Tropika, 8(1), 45–54.

Handasari, D., Putra, A. R., & Lestari, S. (2023). Peran pupuk kandang sapi dalam meningkatkan kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman. Jurnal Agroekologi Indonesia, 14(1), 22–31.

Hardjowigeno, S. (2003). Ilmu Tanah. Akademika Pressindo, Jakarta.

Hartatik, W., Husnain, & Widowati, L. R. (2015). Peranan Pupuk Organik dalam Peningkatan Produktivitas Tanah dan Tanaman Role of Organic Fertilizer to Improving Soil and Crop Productivity. Jurnal Sumberdaya Lahan, 9(2), 107.

Hidayat, E. (2018). Pengaruh pupuk kascing terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di pembibitan. Jurnal Agroteknologi, 10(2), 55–62.

Laia, S., Sitorus, B., & Manurung, A. I. (2021). Pengaruh Pemberian Pupuk Kascing Dan Pupuk Npk Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq) Di Pre-Nursery. Agrotekda, 5(1), 213–230.

Lamasrin, L., Pratiwi, R., & Nugraha, A. (2023). Pengaruh sekam bakar terhadap porositas dan suhu media tanam. Jurnal Ilmu Pertanian Terapan, 6(3), 198–206.

Lubis, V. M., Hereri, A. I., & Anhar, A. (2019). The Effect of Compost Fertilizer and Mycorrhiza on the Growth of Palm Oil Seedling (Elaeis guineensis Jacq.). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 4(2), 31–40. www.jim.unsyiah.ac.id/JFP

Maulana, T. Y., Sugiono, D., & Rahayu, Y. S. (2023). Pengaruh Komposisi Media Tanam Arang Sekam Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Varietas DxP Yangambi Pada Pre Nursery. Jurnal Agroplasma, 10(2), 527–534.

Mulat, T. M. (2003). Membuat & Memanfaatkan Kascing Pupuk Organik Berkualitas (1st ed., Vol. 1). AgroMedia Pustaka, Jakarta.

Sukmawan, Y., Sugiyanta, & Sugiyanta. (2015). Peranan Pupuk Organik dan NPK Majemuk terhadap Pertumbuhan Kelapa Sawit TBM 1. J. Agron. Indonesia, 43(3), 242–249.

Supriadi, Parwati, W. D. U., & Setyorini, T. (2023). Pengaruh dosis pupuk kandang dan frekuensi penyiraman terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di pre-nursery. Agroista: Jurnal Agroteknologi, 1(1), 1–6.

Lubis, U. A. (2008). Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Indonesia (2nd ed., Vol. 1). Pusat Penelitian Kelapa Sawit. Medan

Widowati, L. R., Hartatik, W., Setyorini, D., & Trisnawati, Y. (2022). Pupuk Organik Dibuatnya Mudah, Hasil Tanah Melimpah (1st ed., Vol. 1). Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Widowati, L. R., Sutoro, S., & Suryana, A. (2022). Pupuk Organik: Dibuatnya Mudah, Hasil Tanam Melimpah. Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Zaman, M. A., Fitriani, D., & Lubis, R. (2025). Respons pertumbuhan bibit kelapa sawit terhadap berbagai jenis bahan organik. Jurnal Agroekoteknologi, 17(1), 33–42.

Unduhan

Diterbitkan

2026-03-31

Cara Mengutip

Ramadhani, F., Rahayu, E., & Suryanti, S. (2026). Pengaruh Macam dan Dosis Bahan Pembenah Tanah Pasir Pantai terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit di Pre Nursery. AGROFORETECH, 4(1), 14–20. Diambil dari https://jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/JOM/article/view/2348

Terbitan

Bagian

Agroteknologi

Citation Check

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 5 6 7 8 > >>