Analisis Vegetasi pada Lahan Bekas Tambang Pasir di Desa Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
Kata Kunci:
Analisa vegetasi, suksesi, INP, Keanekaragaman hayati, Lahan Bekas Tambang, RevegetasiAbstrak
Analisis vegetasi merupakan metode penting untuk menilai struktur komunitas tumbuhan, dominansi spesies, serta dinamika suksesi pada ekosistem yang mengalami degradasi, termasuk lahan bekas tambang pasir yang intensif dieksploitasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komposisi jenis, spesies dominan, dan tingkat keanekaragaman vegetasi di lahan bekas tambang pasir Desa Kepuharjo, Kapanewon Cangkringan. Metode systematic random sampling dengan rancangan nested plot digunakan untuk mengamati empat tingkat pertumbuhan: semai, pancang, tiang, dan pohon. Hasil penelitian menemukan 13 spesies dari 6 famili, dengan dominansi kuat oleh Falcataria moluccana, Acacia mangium, dan Acacia decurrens yang menunjukkan kemampuan adaptasi tinggi pada lahan berpasir miskin hara. Nilai keanekaragaman jenis (H’) berada pada kategori rendah hingga sedang, sedangkan kemerataan jenis (E’) tergolong sedang hingga tinggi. Temuan ini menegaskan bahwa proses regenerasi telah berlangsung dan struktur komunitas vegetasi mulai menunjukkan kestabilan awal, sehingga lahan memiliki potensi besar untuk dipulihkan melalui program revegetasi berkelanjutan.
Referensi
Harsono, R., R. B. Suba., W. Kustiawan., M. I. Aipassa., Sukartiningsih & Y. Rayadin. (2024). Keanekaragaman Vegetasi pada Beberapa Umur Revegetasi di Lahan Reklamasi Pascatambang Batubara PT Indominco Mandiri, Kalimantan Timur. Jurnal Ilmu Lingkungan, 22(3), 589–599. https://doi.org/10.14710/jil.22.3.589-599
Hu, B., & H. Rennenberg. (2023). Significance of nitrogen-fixing actinorhizal symbioses for restoration of depleted, degraded, and contaminated soil. Trends in Plant Science, 28(7), 752–764. https://doi.org/10.1016/j.tplants.2023.03.005
Kehutanan, K. L. H. (2019). Pedoman Teknis Reklamasi Hutan. KLHK.
Nero, B. F. (2021). Structure, composition and diversity of restored forest on mine spoils. PLOS ONE, (online), e0252371. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0252371
Pratiwi, B. H. N., C. A. Siregar & R. Maharani, R. (2021). Managing and Reforesting Degraded Post-Mining Landscape in Indonesia: A Review. Land, 10(6), 658. https://doi.org/10.3390/land10060658
Resende, A. S. (2011). Use of nitrogen-fixing legume tree species to revegetate degraded lands. Tree Physiology, 31(2), 139–149. https://doi.org/10.1093/treephys/tpq116
Rusdiyanto, E., A. H. P. Hamzah., Hurhasannah & A. Lubis. (2025). Revegetasi Untuk Rehabilitasi Lahan Pasca-Tambang Wilayah Operasi PT. PERTAMINA HULU ROKAN, Riau. 8(2), 207–218.
Siregar, C. A. (2021). Managing and Reforesting Degraded Post-Mining Landscapes in Indonesia: a Review. Land, 10(6), 658. https://doi.org/10.3390/land10060658
Wibowo, A., H. Santosa & B. Prasetyo. (2022). Dinamika regenerasi vegetasi pada lahan pasca-erupsi Gunung Merapi. Jurnal Penelitian Hutan Dan Konservasi Alam, 19(3), 215–228. https://doi.org/10.20886/jphka.2022.19.3.215-228
Yulistyarini, T., E. C. Lina & S. Rahayu. (2019). Keanekaragaman Vegetasi di Kawasan Hutan Penelitian Cibodas. LIPI Press.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Citation Check
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 AGROFORETECH

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


